NovelToon NovelToon
Starfall: The Last Child From The Stars

Starfall: The Last Child From The Stars

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Akademi Sihir
Popularitas:531
Nilai: 5
Nama Author: Dorin

Pada malam ketika sebuah bintang jatuh menghantam bumi, takdir sebuah kerajaan berubah selamanya.

Ditemukan di dalam bola perak misterius dan dibesarkan sebagai pangeran, ia dianggap sebagai kegagalan karena tak memiliki mana di dunia yang menjadikan sihir sebagai segalanya.

Namun, di balik kelemahan itu tersembunyi kekuatan kosmik yang jauh melampaui sihir.

Kini, ia hanya ingin hidup normal sebagai siswa Akademi Sihir. Sayangnya, ketika kegelapan mengancam dunia yang telah menjadi rumahnya, pemuda dari bintang-bintang itu tak punya pilihan selain melepaskan kekuatan sejatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dorin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 — Menembus Langit Bersamamu.

Sang Putri masih berdiri terpaku di tempatnya—seolah sihir es telah membekukan seluruh tubuhnya—hingga akhirnya Edward menyadari kehadiran gadis itu.

Pemuda itu menoleh ke bawah, mempertemukan kembali manik mata mereka yang saling bertatapan di tengah sunyinya malam.

Edward memiringkan kepalanya sedikit, dipenuhi rasa bingung.

Kenapa Putri Iselyna bisa ada di sini? batinnya heran.

Seketika itu juga, pemikiran buruk mulai merayapi benaknya.

Apakah aku baru saja melakukan kesalahan besar? Apa jangan-jangan... melayang di udara seperti ini adalah hal yang tabu atau terlarang di Istana Nivalis?

Begitu pemikiran itu melintas, Edward merasa spekulasinya ada benarnya. Bagaimanapun, masyarakat Nivalis pasti belum terbiasa melihat jenis kekuatan ajaib yang dipamerkannya barusan.

Dengan cemas, Edward mengedarkan pandangannya ke kiri dan ke kanan, sebelum akhirnya perlahan melayang turun mendekati posisi Iselyna. Ia mendarat dengan sangat halus tanpa suara di atas hamparan salju, lalu membungkukkan tubuhnya penuh hormat.

“Salam, Yang Mulia Putri. Saya memohon maaf jika keberadaan saya mengganggu kenyamanan malam Anda,” sapa Edward santun.

Namun, Iselyna tak membalas sepatah kata pun. Gadis itu hanya berdiri bergeming sembari terus menatap Edward dengan lekat.

Tentu saja, reaksi itu seketika membuat Edward kembali salah tingkah. Terlebih lagi, Juliet—pelayan pribadi sang Putri yang berdiri di belakangnya—juga memasang ekspresi syok yang sama persis, menatapnya tanpa berkedip.

Sikap bungkam dari Iselyna dan Juliet tersebut serta-merta disalahartikan oleh Edward.

Sang Pangeran berasumsi bahwa dirinya telah melakukan pelanggaran berat hingga membuat sang Putri murka besar—sampai-sampai enggan sudi menjawab sapaannya.

Ini pasti gara-gara kemampuan terbangku tadi... simpulnya panik.

“Sekali lagi saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, Yang Mulia Putri,” tutur Edward buru-buru, auranya tampak menciut. “Jika Anda merasa tersinggung atau terganggu akibat kemampuan saya barusan, saya berjanji tidak akan menggunakannya lagi selama berada di area istana.”

“Kalau begitu... saya mohon izin untuk mengundurkan diri terlebih dahulu,” pungkas Edward cepat, lalu berbalik dan bermaksud melangkah pergi.

Namun, sebelum Edward sempat melangkah jauh, jemari lentik sang Putri refleks mencengkeram erat ujung lengan pakaian pemuda itu—menahan geraknya seketika.

Edward menghentikan langkahnya, lalu menoleh perlahan ke belakang dengan raut wajah penuh kebingungan.

“Tadi itu... apa?” tanya sang Putri pelan, suaranya terdengar agak bergetar.

“Maksud Anda...?”

“Tadi kau melayang di udara, kan?” Iselyna kembali melontarkan pertanyaan, matanya membulat penasaran. “Sihir jenis apa yang baru saja kau gunakan tadi?”

Edward mendadak ragu untuk menjelaskan. Bagaimanapun juga, kemampuan uniknya tersebut sama sekali bukan berasal dari sihir. Namun, mengingat status lawan bicaranya, ia merasa harus menjawab jujur.

“Mohon maaf, Yang Mulia,” jawab Edward hati-hati. “Ini sama sekali bukan sihir. Apa yang Anda lihat tadi adalah murni dari kemampuan fisik dan energi pribadi saya. Saya... sebenarnya tidak memiliki Mana sedikit pun. Jadi—”

“Bisa kau tunjukkan lagi padaku?” sela Iselyna cepat.

“Maaf?” Edward terkedip, tak yakin dengan apa yang baru saja didengarnya.

“Aku bilang... apakah kau bisa menunjukkan kemampuan melayang itu sekali lagi di depanku?” ulang Iselyna menatapnya lurus.

Edward sempat bimbang sejenak. Namun, karena permintaan tersebut datang langsung dari sang Putri Nivalis, ia rasa tak ada salahnya untuk memperlihatkannya sedikit.

Perlahan-lahan, tubuh Edward mulai berpendar lembut. Kaki pemuda itu terangkat dari atas hamparan salju, melayang tenang beberapa sentimeter di udara.

Pemandangan tersebut seketika membuat Iselyna kembali terpana takjub, matanya berbinar memantulkan cahaya pendar tubuh Edward.

“Apakah... Putri baru pertama kali menyaksikan kemampuan seperti ini?” tanya Edward memberanikan diri.

Iselyna menganggukkan kepalanya perlahan.

“Sihir untuk terbang di udara teramat rumit dan sulit untuk dipelajari,” jelas Iselyna dengan nada terpesona. “Afinitas sihir dasarku adalah elemen es dan air, jadi aku tak pernah bisa melakukannya. Sepengetahuanku, hanya penyihir elemen angin dan beberapa praktisi sihir suci tingkat tinggi saja yang sanggup terbang—itu pun butuh kualifikasi minimal penyihir Lingkaran 7.”

Edward terdiam menyimak penjelasan ilmiah sang Putri.

Pemuda itu menatap raut wajah Iselyna yang dipenuhi binar kepolosan dan kekaguman yang tulus—sangat berbeda dari tatapan dingin yang ia terima saat jamuan makan malam tadi.

Perlahan, Edward mendaratkan kembali kakinya di atas tanah. Ia lalu mengulurkan sebelah tangannya ke arah sang Putri dengan senyuman tipis nan hangat.

“Kalau begitu... apakah Anda mau mencobanya bersamaku?”

Iselyna terdiam mematung.

Perlahan, tangannya terangkat ke udara dengan penuh keraguan. Manik matanya menatap lekat raut wajah Edward yang menyunggingkan senyuman hangat padanya.

Namun, tepat saat jemarinya hendak menyambut uluran tangan sang Pangeran, Juliet buru-buru menarik sudut gaun mewahnya dari belakang. Wajah pelayan pribadi itu dipenuhi raut kekhawatiran yang teramat sangat.

Seketika, sempat terbersit keraguan di benak Iselyna untuk mengurungkan niat gila ini.

Namun, sang Putri menghela napas panjang lalu mengembuskannya perlahan. Ia berbalik sejenak, melemparkan tatapan menenangkan pada Juliet—sebuah isyarat tersirat yang menegaskan bahwa segalanya akan baik-baik saja.

Meskipun masih dihinggapi rasa cemas, Juliet akhirnya perlahan melepaskan cengkeramannya pada gaun sang Putri.

“Tolong injakkan kaki Anda di atas kaki saya, Yang Mulia,” ujar Edward yang berdiri tepat di hadapannya.

“Saya memohon maaf jika cara ini terasa kurang bersahaja atau membuat Anda merasa tidak nyaman. Namun, untuk saat ini, hanya metode ini yang terbilang paling sopan yang bisa saya pikirkan.”

Iselyna mengangguk pelan. Dengan gerakan anggun, ia melepas sepatu hak kaca yang mengenakan kakinya.

Gadis itu melangkah mendekat. Perlahan dan hati-hati, kedua telapak kakinya menapak di atas punggung kaki Edward.

Deg!

Jarak di antara mereka mendadak terkikis habis. Rona merah merona seketika menyapu bersih paras Iselyna dan Edward. Sensasi berdekatan dalam jarak sedemikian rapat membuat detak jantung keduanya bergemuruh tak karuan.

Namun, sebelum rasa canggung sempat menguasai benak mereka, tubuh keduanya perlahan-lahan mulai terangkat melayang ke udara.

Wush...

Embusan angin malam utara belus mengelus lembut kulit dan gaun sang Putri seiring posisi melayang mereka yang bergerak kian meninggi.

Rasa malu yang tadinya menyergap Iselyna mendadak menguap begitu saja, berganti dengan decak takjub akan panorama di sekelilingnya. Ini adalah kali pertama seumur hidupnya ia merasakan sensasi ajaib melayang bebas menembus angkasa.

Dan puncaknya... terjadi tatkala tubuh mereka menembus gumpalan awan malam.

Sebuah mahakarya pemandangan yang belum pernah disaksikan oleh sang Putri terhampar luas tanpa batas.

Purnama bulat sempurna berpendar terang benderang, ditemani jutaan gugusan bintang yang kini tampak begitu dekat dan jernih, serta tirai aurora yang menari indah menembus kegelapan malam.

“Wah...”

Tak henti-hentinya bibir mungil sang Putri Es meloloskan bisikan takjub, terpana sepenuhnya oleh keajaiban alam di atas awan tersebut.

Edward menatap lekat paras cantik sang Putri yang tak henti-hentinya terpesona oleh keajaiban angkasa malam.

Melihat binar bahagia di mata gadis itu, lengkungan senyum tipis tanpa sadar terukir di bibir Edward. Ekspresi polos dan penuh ketakjuban yang dipancarkan Iselyna saat ini benar-benar mirip dengan dirinya tatkala pertama kali berhasil terbang menembus awan di masa kecilnya dulu.

Iselyna yang tak sengaja menangkap ulasan senyum di wajah Edward mendadak salah tingkah.

“A-ada apa...?” tanya sang Putri gugup, buru-buru merapikan anak rambutnya yang dikibas angin.

Edward tertegun sejenak, baru menyadari tatapannya sendiri. “T-tidak... Bukan apa-apa. Hanya saja, ekspresi Yang Mulia Putri saat ini sungguh mengingatkan saya pada diri saya sendiri sewaktu masih kecil dulu.”

Iselyna terdiam sejenak mencerna ucapan jujur pemuda di hadapannya, sebelum akhirnya terkekeh pelan. Sebuah tawa kecil yang terdengar teramat tulus dan merdu—tanpa topeng formalitas kerajaan.

Setelah itu, keheningan yang hangat kembali melingkupi mereka.

Keduanya kembali larut menikmati keindahan panorama fantastis yang membentang di sekeliling mereka. Hingga tanpa diduga... manik mata mereka kembali beradu secara tidak sengaja.

Manik mata Edward menatap lembut lurus ke dalam manik mata biru bening milik sang Putri.

Deg!

Rona merah merona seketika menyapu bersih kedua belah pipi mereka. Jantung keduanya berdegup teramat kencang di tengah sunyinya angkasa.

Perlahan... sangat perlahan... jarak di antara wajah mereka terasa makin terkikis di bawah guyuran pendar keemasan rembulan dan jutaan gugusan bintang yang menjadi saksi bisu bagi momen magis dua sejoli tersebut.

1
Dorona
Cerita bagus bgt. aku suka alurnya. sering2 up 👍👍
Dorin: Terima kasih kak sudah mampir 😍😍😍. siap laksanakeun 🤣🤭💪💪
total 1 replies
SilentNovels
lumayan ni alurnya
Jangan lupa ke naskah aku juga ya
Dorin: Terima kasih kak sudah mampir 😁😄. semoga enjoy dengan ceritanya 🥰😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!