NovelToon NovelToon
Apocalyps Girl

Apocalyps Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Zombie / Ruang Ajaib
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Arju na

Sinopsis

Selama delapan tahun bertahan hidup di dunia yang telah hancur akibat kiamat zombie, Lily Mahendra berjuang menghadapi kelaparan, monster, dan pengkhianatan. Namun, pada saat ia hampir mencapai harapan terakhirnya, sahabat yang paling ia percayai justru mendorongnya ke tengah gelombang zombie yang mengamuk.

Saat kematian tampak tak terhindarkan, Lily membuka mata dan mendapati dirinya kembali ke masa lalu—tepat satu minggu sebelum kiamat melanda.

Kali ini, ia tidak sendirian. Sebuah Sistem Bertahan Hidup misterius dan Ruang Dimensi yang penuh sumber daya hadir untuk membantunya. Dengan pengetahuan tentang masa depan dan kesempatan kedua yang tak ternilai, Lily bertekad mengubah takdirnya, membalas pengkhianatan yang pernah ia alami, serta melindungi orang-orang yang benar-benar layak dipercaya.

Akankah Lily mampu bertahan dan membangun kehidupan yang lebih baik di tengah kehancuran dunia? Atau akankah takdir kembali menyeretnya menuju akhir yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arju na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 19 - MEMBELI RUMAH

Sudah satu jam Lily dan keluarganya berada di karantina. Setelah dipastikan tidak menunjukkan gejala zombie, mereka akhirnya diperbolehkan keluar.

"Huft, akhirnya keluar juga. Bau pesing banget di dalam. Orang-orang kencing sembarangan kali, ya?" ucap Lea dengan nada absurd.

Semua anggota keluarga hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan Lea.

Saat keluar dari lorong karantina, mereka langsung didata oleh seorang petugas.

"Baik, berarti ada lima belas orang. Empat belas orang sadar dan satu orang pingsan. Mohon untuk lebih memperhatikan anggota keluarga yang sedang tidak sadar. Jika dirasa akan berubah menjadi zombie, segera habisi. Jika tidak, akan dikenakan sanksi. Selain itu, kalian juga bisa membeli atau menyewa hunian dengan harga yang sudah tertera," jelas petugas yang berjaga.

Lily dan keluarganya sepakat untuk menyewa rumah sebagai tempat tinggal sementara.

"Emm, Pak. Kami mungkin hanya tinggal sementara di sini. Maksudnya, kami ingin menyewa saja sesuai dengan persediaan yang kami punya," ucap Lily.

"Baiklah. Silakan pilih rumah yang ingin kalian sewa. Nanti saya akan memberi tahu harganya," jawab petugas dengan nada datar.

"Mom, menurut Mommy rumah yang mana yang cocok untuk kita semua?" tanya Lily.

"Kalau menurut Mommy sih yang ini. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil," jawab Mommy Grace sambil menunjuk sebuah rumah berukuran sedang.

"Oke, berarti kita menyewa rumah ini. Apa semua setuju?" tanya Lily.

Semua orang langsung menganggukkan kepala sebagai tanda setuju.

Lily pun berjalan ke arah petugas.

"Emm, Pak. Kira-kira berapa harga rumah yang ini?" tanyanya dengan sopan.

"Oh, rumah itu? Dua tas persediaan ukuran sedang untuk satu bulan," jawab petugas.

"Baik, kami menyewa untuk tiga bulan."

Lily segera menyerahkan enam tas persediaan ukuran sedang.

Setelah menandatangani kontrak, mereka pun diarahkan menuju rumah yang telah disewa.

Sesampainya di sana, semua orang masuk ke dalam rumah.

Ternyata bagian dalamnya masih sangat lengkap.

"Hemm, tidak buruk untuk harga semahal itu," komentar Lily.

Pandangan Lily kemudian tertuju pada Luna yang masih belum sadarkan diri.

Ia meminta Paman Damar membawa Luna ke kamar yang sama dengannya. Sementara itu, Kenzo akan tidur bersama Athar, Alex, dan Evan.

"Paman, tolong bawa Luna ke kamar yang itu ya. Baringkan saja. Aku mau berkeliling dulu," ucap Lily.

Setelah mendapat persetujuan, Lily pun keluar dari rumah untuk melihat-lihat keadaan pangkalan.

Saat berjalan, netranya menangkap sosok yang terasa sangat familiar.

Begitu mengenali siapa orang itu, Lily langsung kehilangan niat untuk melanjutkan perjalanannya.

Ia segera berbalik dan berniat kembali ke rumah.

Namun sebelum sempat melangkah jauh, terdengar suara dari belakang.

Suara yang menurut Lily lebih menyeramkan daripada boneka Annabelle.

"Lily! Kau Lily, kan? Hahahaha! Ternyata kita bertemu di sini!" seru orang itu.

Lily menutup mata sesaat sebelum menghela napas panjang.

"Haaa... apa maumu, Cici? Aku ingin pulang dan beristirahat," jawabnya malas.

"Wahhh, baru beberapa bulan tidak bertemu, kamu sudah sombong sekali ya. Padahal kita sahabat sedekat nadi," ucap Cici sambil menekankan kata-katanya.

Ia kemudian mendekat dan berbisik di telinga Lily.

"Lo tahu nggak? Devano ada di rombongan gue. Dan yang paling bagus, sekarang dia jadi kekasih gue."

Nada manipulatif dalam suaranya terdengar begitu jelas.

Lily hanya menatapnya datar sebelum membalas dengan nada yang sama pelannya.

"Gue nggak peduli. Mau lo jadi istrinya sekalipun gue tetap nggak peduli. Itu hidup lo, jadi jalani aja. Gue nggak sedikit pun iri sama belut sawah kayak lo. Jadi jangan ganggu gue lagi."

Selesai berkata demikian, Lily mendorong bahu Cici agar menjauh darinya.

Muka Cici langsung memerah karena marah.

"Hah?! Dasar jalang! Kurang ajar! Lihat aja nanti! Lo pasti bakal sujud-sujud di kaki gue, keparat!" teriaknya histeris.

Lily sama sekali tidak menanggapi.

Ia memilih pergi dan kembali ke rumah dengan perasaan kesal.

 

Saat sampai di rumah, keluarganya langsung menyadari ekspresi wajah Lily yang berbeda dari biasanya.

"Honey, kenapa sayang? Kok kelihatannya kesal?" tanya Mommy Grace dengan lembut.

"Nggak apa-apa, Mom. Tadi cuma ketemu ulat bulu aja. Nggak masalah kok."

Lily berusaha tersenyum.

"Lily masuk kamar dulu ya."

Setelah berpamitan, ia langsung menuju kamarnya.

Evan yang melihat itu sedikit mengernyit.

Meski selama ini mereka tidak terlihat dekat, sebenarnya Evan sering memperhatikan Lily dari jauh.

Karena itulah ia sadar bahwa gadis itu sedang tidak baik-baik saja.

Namun Evan memilih diam.

Saat masuk ke kamar, Lily melihat Lea dan Luna berada di atas ranjang.

Bedanya, Lea sedang tertidur nyenyak, sedangkan Luna masih belum sadarkan diri.

Lily berjalan mendekati ranjang.

Perlahan ia menggenggam tangan Luna.

"Luna, kapan bangun?"

"Kakak rindu Luna."

"Jangan lama-lama tidurnya ya."

"Kakak tunggu di sini."

Suara Lily terdengar sangat lembut.

Ia sudah menganggap Luna sebagai adik kandungnya sendiri.

Setelah itu, Lily naik ke atas kasur dan berbaring di samping Luna.

Tanpa sadar, ia memeluk tubuh gadis itu seperti sedang memeluk adiknya sendiri.

Rasa lelah yang sejak tadi ia tahan akhirnya menguasai dirinya.

Perlahan kedua matanya tertutup.

Tak lama kemudian, Lily pun tertidur sambil memeluk Luna.

 

Siang harinya, Lily terbangun dengan tubuh yang terasa segar.

Sudah lama ia tidak merasakan tidur senyenyak itu.

Lily mengucek matanya pelan sebelum bangkit dari tempat tidur. Ia melirik Luna yang masih terbaring di sampingnya.

Meski suhu tubuh gadis itu sudah menurun, Luna masih belum menunjukkan tanda-tanda akan sadar.

Lily menghela napas pelan sebelum keluar dari kamar.

Saat tiba di ruang keluarga, ia mendapati semua orang sedang bersiap untuk makan siang.

"Eh, anak gadis Mommy sudah bangun. Ayo duduk, kita makan. Gimana keadaan Luna? Sudah sadar?" tanya Mommy Grace sambil tersenyum hangat.

"Belum, Mom. Masih seperti kemarin, belum ada perubahan. Tapi panasnya sudah turun," jawab Lily sambil mengambil sepiring nasi goreng dari tangan sang mommy.

Mommy Grace mengangguk pelan.

"Mommy harap Luna cepat sadar."

Meski Luna bukan anak kandungnya, kasih sayang Mommy Grace kepada Luna tidak berbeda dengan kasih sayangnya kepada Lily, Lea, dan anggota keluarga lainnya.

Mendengar pembicaraan itu, Kenzo langsung menundukkan kepalanya.

Wajah bocah itu tampak murung.

"Ini semua salah Kenzo. Kalau Kenzo bisa jaga Luna, pasti Luna nggak akan kayak gini," ucapnya pelan.

Suasana ruang keluarga langsung menjadi hening.

Lily yang melihat air mata mulai menggenang di mata Kenzo segera menghampirinya.

"Hey, sayang. Lihat kakak."

Lily mengangkat dagu Kenzo perlahan.

Air mata bocah itu akhirnya jatuh satu per satu.

"Kenzo nggak salah apa-apa. Kita semua nggak mau Luna jadi kayak gitu. Tapi itu sudah menjadi takdir Luna. Yang bisa kita lakukan sekarang cuma menunggu sampai dia sadar, oke?" ucap Lily dengan lembut.

"Hiks... hiks... m-makasih, Kak Lily. Sudah mau nampung k-kami. Maaf kalau Kenzo sering nyusahin Kak Lily," ucap Kenzo terbata-bata.

Mendengar itu, Lily langsung memeluk tubuh kecil bocah berusia enam tahun tersebut.

Tangannya mengusap punggung Kenzo dengan lembut.

"Kenzo ngomong apa sih? Kenzo itu adik kakak. Kalau adik lagi sedih atau susah, memang tugas kakak buat menjaga dan melindungi adiknya, kan?"

Tangis Kenzo semakin pecah mendengar ucapan itu.

Sementara itu, anggota keluarga yang lain hanya tersenyum haru.

Beberapa dari mereka bahkan sampai menitikkan air mata.

Mereka tersentuh melihat kelembutan Lily, namun di saat yang sama masih merasa sedih karena Luna belum juga sadar.

"Sudah, sudah. Ayo makan dulu. Nanti lanjut sedihnya," ucap Mommy Grace mencoba mencairkan suasana.

Semua orang pun menganggukkan kepala.

Mereka mulai menikmati makan siang bersama.

Untuk beberapa saat, tidak ada yang berbicara.

Hanya suara sendok dan garpu yang sesekali terdengar di tengah suasana yang tenang.

Namun di dalam hati mereka, semua orang memiliki harapan yang sama.

Semoga Luna segera membuka matanya.

Jumat Sabtu sama Minggu gak up dulu ya soalnya aku dari kemarin muntah muntah terus ini aja aku ngetik karna gak bisa tidur

oke see Next chapter guysss ☺️☺️

1
Eva Akmal
smg sehat slalu n semangat
Cristina Billi
lanjut thor /Determined//Determined//Determined//Determined/
Eva Akmal
smg ibunya lekas sembuh n kita semua sehat aamiin..🤲🏻
Eva Akmal
seru
Cristina Billi
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Anonim
selalu ditunggu up nya.... semangat/Determined/
Wapik
baca dulu ya🤭
bulan sabit: semoga suka ya maaf jelek masih pemula soalnya maklum masih anak kelas 1 SMA
total 1 replies
Cristina Billi
semangat thor/Angry//Angry//Determined//Determined//Determined/
Dania
semangat tor'di tunggu up nya
Dania
I hope your mother gets well soon
Etty Rohaeti
lekas pulih kembali untuk ibu nya
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak
bulan sabit: besok atau gak Jum'at ya kak soalnya aku lagi ujian maklum masih sekolah 🤭🤣
total 1 replies
Arju Na
😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!