NovelToon NovelToon
Sial! Aku Bereinkarnasi Jadi Penjinak Cacing Terlemah

Sial! Aku Bereinkarnasi Jadi Penjinak Cacing Terlemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Mati karena kelelahan melayani 10 istri cantik? Itu adalah akhir paling konyol dalam hidup Arka. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua. Ia terlahir kembali sebagai Reno, seorang pemuda miskin di desa terpencil dunia Beast Tamer.
Di dunia di mana kekuatan ditentukan oleh hewan kontrak, Reno justru menjadi bahan tertawaan karena hanya mampu menjinakkan seekor cacing tanah kecil yang lemas. Semua orang menghinanya, menganggap masa depannya telah berakhir sebagai petani rendahan.
Tapi mereka tidak tahu... cacing itu bukanlah cacing biasa. Di dalam tubuh kecil itu, bersemayam jiwa Nidhogg, Naga Kuno legendaris yang pernah memusnahkan sebuah negara dalam satu malam!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyusupan Kegudang Pusaka

Episode 18

Malam di Akademi Elang Hijau tidak pernah benar-benar gelap. Lampu-lampu sihir berbahan bakar kristal energi berpendar di setiap sudut koridor, memancarkan cahaya biru pucat yang dingin. Namun, bagi Reno, cahaya itu justru menjadi musuh terbesarnya saat ini.

Reno berdiri di balik bayangan pilar perpustakaan, mengamati jadwal patroli penjaga di area Gudang Pusaka yang terletak di lantai paling bawah gedung utama. Di kehidupannya yang dulu, Arka sering menyelinap keluar rumah tengah malam hanya untuk menghindari kejaran salah satu istrinya yang sedang ingin berdebat. Siapa sangka, kemampuan melarikan diri itu sekarang ia gunakan untuk menyusup ke tempat paling dijaga di akademi.

"Nidhogg, kau yakin bisa merasakan keberadaan batu meteor itu?" bisik Reno. Ia mengenakan pakaian hitam ketat yang ia beli di kota tempo hari.

Nidhogg merayap keluar dari balik kerah baju Reno. Sisik hitamnya seolah olah menyatu dengan kegelapan malam. "Reno, baunya sangat menyengat. Seperti bau besi tua yang dipanaskan oleh petir. Batu itu bukan dari dunia ini, energinya sangat murni. Jika aku bisa menyerapnya, sisikku tidak hanya akan sekeras baja, tapi juga akan memiliki kemampuan untuk memantulkan serangan sihir."

"Bagus. Tapi ingat, jangan makan seluruh batunya. Cukup hisap energinya sampai kau mencapai batas evolusi. Jika batunya hilang, mereka akan tahu ada penyusup," Reno memperingatkan.

"Aku tahu, aku tahu. Kau cerewet sekali seperti ibu-ibu di pasar," gerutu Nidhogg.

Mereka mulai bergerak. Reno menggunakan teknik pernapasan Arus Bumi untuk meredam suara langkah kakinya. Ia seolah olah meluncur di atas lantai batu, setiap gerakannya sangat efisien dan sunyi.

Saat mereka sampai di depan pintu besar Gudang Pusaka, Reno melihat dua penjaga berdiri tegak dengan tombak di tangan. Di samping mereka, seekor Anjing Hutan dengan telinga panjang binatang kontrak tipe pendeteksi sedang duduk waspada.

"Sial, ada anjing itu. Indranya sangat tajam," gumam Reno.

"Biar aku yang urus," bisik Nidhogg. "Aku akan mengeluarkan aura Tidur Naga. Ini adalah teknik manipulasi energi mental yang bisa membuat binatang tingkat rendah merasa sangat mengantuk tanpa mereka sadari."

Nidhogg mengeluarkan kabut hitam transparan yang tidak terlihat oleh mata manusia. Kabut itu perlahan mengalir di atas lantai, mendekati Anjing Hutan tersebut. Tak butuh waktu lama, anjing itu mulai menguap lebar, lalu perlahan lahan merebahkan kepalanya di atas kaki penjaga dan tertidur pulas. Para penjaga itu sendiri mulai merasa kelopak mata mereka sangat berat.

"Sekarang," ucap Reno.

Reno melesat melewati para penjaga yang sedang berdiri setengah sadar itu. Ia sampai di depan pintu gudang yang dikunci dengan segel sihir berbentuk cakram emas.

"Nidhogg, kau bisa merusak segel ini?"

"Merusaknya akan memicu alarm. Tapi aku bisa memakan sedikit energi di bagian celah kunci agar pintunya bisa terbuka cukup untuk kau masuk," jawab Nidhogg.

Cacing hitam itu menempelkan kepalanya pada cakram emas tersebut. Suara mendesis halus terdengar saat Nidhogg menghisap energi sihir dari segel itu. Detik berikutnya, suara klik terdengar, dan pintu besar itu terbuka sedikit.

Reno segera masuk dan menutup pintu itu kembali dengan sangat hati-hati.

Di dalam Gudang Pusaka, suasananya sangat berbeda. Udara di sini terasa sangat padat karena begitu banyaknya benda-benda sihir yang disimpan. Ada pedang-pedang kuno yang mengeluarkan cahaya redup, botol-botol ramuan yang bergejolak, dan lencana-lencana jasa dari masa lalu.

Reno berjalan menyusuri rak-rak tersebut, dipandu oleh instruksi Nidhogg. Mereka sampai di sebuah peti besi yang diletakkan di atas altar batu di sudut paling belakang. Di atas peti itu, terdapat label bertuliskan: "Batu Meteor Hitam - Pusaka Jatuh dari Langit".

"Ini dia," Reno membuka peti itu perlahan.

Di dalamnya terletak sebuah bongkahan batu berwarna hitam legam, besarnya sekitar kepalan tangan orang dewasa. Batu itu tidak memiliki bentuk yang beraturan, permukaannya kasar, namun memancarkan aura dingin yang membuat bulu kuduk berdiri.

"Energi ini... luar biasa!" Nidhogg melompat ke arah batu itu. Ia langsung melingkari batu meteor tersebut.

Seketika, cahaya ungu pekat menyelimuti Nidhogg dan batu itu. Reno bisa merasakan getaran energi yang kuat merambat ke tangannya. Tubuh Nidhogg mulai berpendar, dan sisik sisiknya mulai mengeluarkan bunyi gemertak, seolah olah sedang ditempa ulang oleh tangan raksasa yang tak terlihat.

"Cepat, Nidhogg! Aku merasa penjaga akan segera bangun!" Reno memperingatkan sambil terus mengawasi pintu.

Proses penyerapan energi itu memakan waktu sekitar sepuluh menit. Selama sepuluh menit itu, Reno merasa seperti berdiri di tengah badai listrik. Setiap kali Nidhogg menyerap energi, suhu di dalam ruangan itu turun drastis.

"Hah... hah... cukup!" Nidhogg melepaskan lilitannya. Batu meteor itu kini terlihat sedikit lebih kusam, kehilangan sebagian cahayanya, namun bentuk fisiknya tetap utuh.

Reno melihat Nidhogg. Penampilan cacing itu telah berubah kembali. Sekarang, tubuhnya tertutup oleh sisik yang sangat tebal dan berlapis lapis seperti zirah ksatria. Di bagian kepalanya, tanduknya menjadi lebih panjang dan melengkung ke belakang. Yang paling mencengangkan, Nidhogg kini memiliki sepasang sayap kecil yang transparan di punggungnya.

[Evolusi Berhasil: Cacing Armor Hitam (Tingkat Perak Tahap Rendah)]

"Tingkat Perak?" Reno terbelalak. "Kau baru saja melompati seluruh tahapan Perunggu Puncak?"

"Energi dari luar angkasa ini sangat murni, Reno. Sekarang, aku tidak hanya bisa menghancurkan batu, aku bisa menahan serangan sihir elemen apa pun," ucap Nidhogg dengan suara yang lebih dalam dan penuh wibawa.

Reno segera menutup peti itu kembali. "Ayo, kita pergi dari sini sebelum"

Tiba-tiba, lampu-lampu di dalam gudang menyala terang secara otomatis. Suara lonceng peringatan bergema di seluruh penjuru gedung utama.

NGEEEEEENG! NGEEEEEENG!

"Sial! Alarmnya terpicu!" teriak Reno.

Ternyata, meskipun batunya tidak hilang, pengurangan energi yang drastis di dalam batu meteor itu dideteksi oleh sensor sihir pengawas gudang.

Pintu gudang terbuka lebar dengan dentuman keras. Tiga orang instruktur senior muncul dengan binatang kontrak mereka yang sudah dalam posisi menyerang. Di tengah tengah mereka adalah seorang pria yang sangat dikenal Reno: Instruktur Raka.

"Reno?" Raka menatap Reno dengan tatapan yang sangat kompleks antara marah, terkejut, dan sesuatu yang menyerupai rasa bangga yang tersembunyi. "Apa yang kau lakukan di sini malam-malam begini?"

Reno terdiam. Ia meraba Nidhogg di bahunya. Situasinya sangat buruk. Di kehidupan lamanya, saat perusahaannya ketahuan melakukan kecurangan audit, ia akan langsung menelpon pengacaranya. Tapi di sini, pengacaranya adalah cacing di bahunya.

"Saya... saya tersesat, Instruktur," Reno mencoba menggunakan alasan paling bodoh yang pernah ada.

"Tersesat di dalam gudang pusaka yang terkunci tiga segel?" salah satu instruktur lain menyalak. "Bocah ini pasti mata-mata Gerhana Hitam! Tangkap dia!"

Seekor Elang Petir melesat dari bahu salah satu instruktur, cakarnya yang dialiri listrik mengarah tepat ke arah Reno.

"Nidhogg, lindungi!" teriak Reno.

Nidhogg melompat ke udara. Ia tidak lagi mengeluarkan kabut hitam. Ia hanya diam melayang, dan saat cakar elang itu mengenainya...

BZZZZZT! TING!

Listrik itu seolah olah terserap masuk ke dalam sisik Nidhogg dan menghilang tanpa sisa. Elang itu terlempar ke belakang karena pantulan energinya sendiri.

Semua orang di ruangan itu terperangah. Elang Petir itu adalah binatang Tingkat Perak tahap menengah! Bagaimana bisa dikalahkan oleh seekor cacing hanya dengan satu kali benturan?

"Hentikan!" Raka berteriak, suaranya mengandung tekanan mental yang luar biasa hingga membuat elang dan instrukturnya terhuyung.

Raka berjalan maju, mendekati Reno. "Kalian berdua, keluar. Aku yang akan menangani murid ini secara pribadi. Ini adalah masalah internal kelas saya."

Instruktur lainnya ragu-ragu, namun melihat tatapan tajam Raka, mereka akhirnya mundur dan menunggu di luar pintu.

Setelah pintu tertutup, Raka menatap Reno dengan napas panjang. "Kau benar-benar gila, Reno. Mencuri energi Batu Meteor Hitam? Kau tahu itu bisa membuatmu dihukum gantung?"

Reno menegakkan tubuhnya. Ia tidak lagi berakting sebagai murid lemah. "Dunia ini tidak akan memberi saya waktu untuk menjadi kuat dengan cara biasa, Instruktur. Anda sendiri yang bilang, badai akan segera datang. Saya hanya sedang membangun perlindungan saya sendiri."

Raka menatap Nidhogg yang kini terlihat sangat perkasa. "Tingkat Perak... dalam waktu kurang dari seminggu. Jika kabar ini sampai ke telinga Tuan Besar atau dekan akademi, kau akan menjadi target utama untuk dibedah hidup-hidup."

"Maka dari itu, saya harap Anda bisa membantu saya menutupi ini, Instruktur," Reno menatap Raka dengan tatapan yang sangat tajam. "Sebagaimana saya tahu bahwa Anda pun memiliki rahasia di bawah jubah perak itu."

Raka terdiam cukup lama. Ruangan itu menjadi sangat sunyi, hanya terdengar suara detak jantung Reno yang cepat. Akhirnya, Raka menghela napas.

"Aku akan mengatur agar sensor ini terlihat seperti kerusakan teknis akibat serangan Gerhana Hitam kemarin. Tapi sebagai gantinya, kau harus melakukan sesuatu untukku," ucap Raka.

"Apa itu?"

"Ujian Tengah Semester bulan depan. Kau harus memenangkannya dan menjadi peringkat pertama. Ada sebuah artefak bernama Cermin Jiwa yang menjadi hadiah utamanya. Aku ingin kau mengambilnya, tapi jangan menyerahkannya pada akademi. Serahkan padaku."

Reno menyipitkan mata. "Dan apa imbalannya untuk saya?"

"Nyawamu, nyawa orang tuamu di desa, dan kebebasanmu untuk terus melatih naga itu," jawab Raka dingin.

Reno terdiam. Ia merasa seperti sedang membuat kontrak dengan iblis. Tapi di dunia yang penuh serigala ini, seekor domba tidak punya pilihan selain berteman dengan harimau.

"Baiklah. Deal," ucap Reno.

Raka mengangguk. "Sekarang pergi dari sini lewat saluran pembuangan di belakang. Aku akan mengalihkan perhatian para penjaga di depan. Dan Reno... jangan pernah kembali ke sini lagi. Ke beruntungan mu tidak akan bertahan untuk ketiga kalinya."

Reno segera bergerak menuju saluran yang ditunjuk Raka. Ia menyelinap masuk ke dalam kegelapan, meninggalkan gudang pusaka dengan jantung yang masih berdebu.

"Reno, manusia jubah perak itu... dia benar-benar licik," bisik Nidhogg.

"Aku tahu, Nidhogg. Tapi setidaknya sekarang kita punya kekuatan untuk melawan jika dia mencoba mengkhianati kita."

Malam itu, Reno kembali ke asramanya melalui jendela, sama seperti saat ia pergi. Ia melihat tangannya yang kini memiliki aura perak tipis. Kekuatan baru, musuh baru, dan janji yang berbahaya.

1
Bambang Hartono
lanjutkan
Jack Strom
Tanggung dah... 😁
Jack Strom
Hmmm... 🤔
Jack Strom
Biasa, lawan berlapis... hehehe 😛
Jack Strom
Hajar!!! 😁
Jack Strom
Wow, alasan Raka sangat logis... Tapi, benarkah? 🤔
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Aneh... 😁
Jack Strom
Keren... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Mantap.. 😁
Jack Strom
Waduh, Raka mulai mengancam... 🤔
Jack Strom
Sandiwara satu babak kah dengan Bagas? 🤔
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Ayo, bertarung... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Ayo, berpetualang... 😁
Jack Strom
Keren... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Aduh, sumber masalah jadi lolos... 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!