NovelToon NovelToon
ANTARA KAU DAN DIA

ANTARA KAU DAN DIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Cinta Seiring Waktu / Romansa pedesaan
Popularitas:636.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Intan Rasyid sudah terikat pertunangan, tak lama lagi akan melangsungkan pernikahan, tetapi hubungan dari hasil perjodohan itu tak lantas dapat menggeser sebuah nama terukir dalam sanubari selama sepuluh tahun lamanya. Intan mencintai dalam diam pria telah berpunya.

Sampai sosok pria sangat jauh dari kriterianya tiba-tiba hadir, membawa warna baru bagi kehidupan monoton, berhasil menjungkirbalikkan dunianya.

Hal yang semula ia kira sempurna ternyata memiliki banyak kekurangan, membuatnya gamang antara dua pilihan – memutuskan pertunangan yang berarti melibatkan dua keluarga besar, atau mempertimbangkan kegigihan pria tak mengenal lelah mengejar cintanya.

Pada akhirnya, siapa yang akan dipilih oleh Intan, sang tunangan atau malah pria teramat menyebalkan, menurutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai penasaran : 19

“Irda, siapa yang menemani pasien ibu hamil hendak dirujuk ke rumah sakit kota?” tiba-tiba Intan teringat wanita tengah hamil besar, dan bayinya sungsang. Dibutuhkan tindakan operasi caesar, tidak bisa lahiran normal, dan puskesmas bukanlah tempat yang tepat untuk tindakan besar itu.

“Kebetulan saya, bu bidan.”

“Boleh aku gantikan?” sorot matanya penuh harap, ada dorongan kuat entah disebabkan oleh apa, yang jelas dia ingin melakukan sesuatu lebih.

Intan yang biasa bisa dibilang masa bodoh, tak mau memikirkan masa depan sudah dirancang para orang tua, lebih memilih menjalani saja, perlahan memiliki keinginan atas kendali hidupnya.

“Boleh sangat, kalau memang bu Intan tak keberatan.”

Pertukaran tugas pun terjadi, Intan bersiap mendampingi mobil ambulance yang berangkat satu jam lagi, kebetulan jam kerjanya telah usai.

Intan tidak membawa apa-apa selain dompet, dan ponsel. Pakaian ganti ada beberapa set di kosan Sabiya yang sedang menempuh pendidikan kedokteran di kota.

Tepat satu jam kemudian, bu bidan sudah duduk di samping sopir, mobil ambulance mulai melaju, siap menempuh jarak hampir 3 jam lamanya untuk sampai di rumah sakit kota besar.

Dia tidak memberitahukan kepergiannya ke siapapun, sengaja menyembunyikan. Entah apa yang terjadi nanti, Intan berharap kejujuran dari mulut tunangannya, bukan fakta disembunyikan dan dibongkar dirinya sendiri.

***

Hampir empat jam lamanya, kendaraan membawa ibu hamil itu baru tiba di rumah sakit kota, terlambat dikarenakan tengah hujan deras. Keadaan ibu hamil juga baik-baik saja, perkiraan lahiran masih dua hari lagi.

Intan menemani keluarga pasien yang ikut serta, membantu mengurus administrasi, sebab suami dari pasien terlihat linglung, maklum belum pernah menghadapi hal menegangkan seperti ini mana di kota pula.

Adzan Maghrib berkumandang, hujan lebat belum juga reda, Intan berteduh di dalam mushola rumah sakit, menunggu hujan sedikit reda.

Entah sedang bosan atau didorong rasa penasaran, tiba-tiba dia membuka aplikasi WhatsApp, melihat laman story. Meneliti satu persatu, melewati nama orang dikenalnya.

‘Apa dia sangat sibuk? Atau tengah berkumpul dengan istrinya?’ batinnya bergumam, melihat satu nama yang foto profilnya berlatarkan lautan lepas.

Masih kurang puas, Intan beralih ke aplikasi merah muda – mengetik nama Anggara Pangestu.

‘Banyak sekali pengikutnya?’ ia masuk ke dalam akun yang foto profilnya – pria berjas hitam, rambut gondrong diikat, sepatu pantofel mengkilap, memiliki tujuh ratus ribu pengikut. Sayangnya kolom komentar dinonaktifkan.

Intan melihat foto terakhir yang di posting sebulan lalu, setelahnya tidak ada lagi. Instagram Anggara bisa dibilang tidak aneh-aneh, malah terkesan misterius. Potret dirinya cuma sedikit, lebih banyak pemandangan alam, laut lepas, tak pula ada potret anggota keluarganya.

“Dia tak suka pamer ternyata, beda sangat sama gaya tengilnya,” gumamnya masih menggulir akun media sosial Anggara.

"Sebenarnya si gila itu sudah punya istri, atau belum? Aku tak pernah melihatnya bersama wanita lain," gumamnya pelan.

Tidak terasa waktu terus bergulir, sampai adzan isya berkumandang, dan Intan bersiap melaksanakan shalat wajib.

***

Malam semakin merangkak, hujan sedari sore belum juga reda. Intan tak mungkin menunggu lebih lama lagi, dia memesan taksi online.

Namun, sudah menanti hampir dua puluh menit, tiba-tiba driver taksi online membatalkan pesanannya, dengan alasan mobil mengalami pecah ban.

Perut Intan juga mulai perih, dia lapar. Makanan di kantin rumah sakit tak ada yang menggugah selera, kebanyakan sudah habis, tinggal hidangan siap saji seperti mie instan.

“Siapa yang membutuhkan jasa payung untuk menyeberang?!” seorang remaja menawarkan memayungi dengan imbalan lima ribu rupiah.

Intan pun memakai jasanya, di seberang rumah sakit, ada warung makan masih buka. Dia ingin makan bakso, dan minum yang hangat.

Pelan-pelan mereka menyeberang setelah lampu lalu lintas berubah hijau.

“Terima kasih.” Intan memberikan uang sepuluh ribu, tidak mau menerima kembalian.

Diapun memesan bakso kuah tanpa mie, dan satu gelas teh tawar hangat.

"Bu, lapak ini biasanya tutup jam berapa?” tanyanya seraya menatap warung bersebelahan mulai tutup.

“Sebentar lagi, Kak. Sepertinya hujan awet sampai dini hari, bisa jadi besok pagi pun masih turun. Percuma buka hingga tengah malam, lihat saja air mulai menggenang,” ucap pemilik warung bakso.

Intan melihat ke trotoar, benar adanya jika air hujan hampir naik, jalanan pun telah tenggelam, membuat pengendara sangat lambat melajukan kendaraan mereka.

Semangkuk bakso berikut air minumnya terhidang di atas meja.

Intan mulai makan dengan cepat, tidak ingin menjadi alasan tertundanya warung tutup.

Begitu makanan telah habis, dan minum tandas, dia membayar, lalu keluar dari warung, berteduh di teras sebuah ruko.

“Ya Rabb, baterai ponselku sudah merah!” wanita berpakaian dinas, dilapisi cardigan rajut, sedikit panik. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.

Tak ada jalan lain, Intan menghubungi Kamal Nugraha, hanya pria itu yang bisa diandalkan. Mau memesan taksi online lagi, dia sudah malas.

Ingin meminta bantuan sang adik, tidak tega. Sabiya cuma memakai motor sebagai alat transportasi selama berkuliah di kota.

Ponsel diletakkan pada telinga, pada dering kesekian kalinya belum juga di angkat, membuat rasa kesal sedari di perkebunan kembali mendera.

Pada percobaan kelima kalinya baru direspon.

“Assalamualaikum, sayang ada apa?”

“Walaikumsalam. Nuha kau bisa jemput aku tidak? _ akh. Astaghfirullah.” Intan memegang dadanya, suara guntur membuat tubuhnya terlonjak terkejut.

“Kau dimana, Intan?” suara Kamal terdengar khawatir.

“Di seberang rumah sakit kota, barisan ruko-ruko. Tolong jemput sekarang, baterai ponselku tinggal sepuluh persen!”

“Baik. Aku jalan sekarang. Kau jangan kemana-mana, hindari tempat-tempat gelap!”

“Iya.”

Setelah sama-sama mengucapkan salam, sambungan ponsel dimatikan.

Intan mulai kedinginan, celana bagian bawah basah, begitu juga flat shoes dan kaos kakinya.

Kendatipun berteduh di teras tertutup atap, tetap saja terkena tampias air hujan tersapu angin.

Tiga puluh menit telah berlalu, sampai lima puluh menit terlewati, sosok Kamal Nugraha belum juga terlihat.

"Mungkin terjebak macet, maklumlah hujannya sangat deras,” ia masih berpikir positif, menunggu sendirian. Punggungnya merapat ke rolling door, pandangan fokus pada air hujan jatuh membasahi bumi.

Satu jam lebih lima belas menit, sosok yang dinanti juga belum terlihat batang hidungnya. Setiap kendaraan roda empat yang melintas, Intan lihat lekat-lekat warna dan nomor platnya.

Kala hatinya mulai tak tenang, perasaan tiba-tiba tidak nyaman, Intan kembali menghubungi Kamal Nugraha. Berdering, tapi tidak diangkat, sampai baterai ponsel habis, dan handphonenya mati.

“Hai ... apa kau punya korek?”

Intan menoleh cepat, menatap waspada.

.

.

Bersambung.

1
Ardiansyahsasa
sebentar lagi pa ank kesayangan papa bawa berita yg akan buat papa kaget besok d ajak nglamar 🤣🤣🤣🤣
Annisa
lah ,gak sadar diri.kamu juga dah jadi jin dasim waktu intan masih sama kamal
Nabila Nabil
emang kurang W dia... 🤣🤣🤣
Nabila Nabil
ini anak gak ada takut takut nya ya.... ini bodyguradnya si intan lhooo.... 🤣🤣🤣🤣
Nabila Nabil
heh... gak sopan... malah balik nanya... 🤣🤣🤣
Mawar Hitam
Akhirnya Intan terbuka hatinya dan mwncintai kurang w.

Papa kafka kangen si kurang w nih.. Apkaah nanti.keteuan diwarung ya..
Anna
Keceplosann 🤣🤣🤣
Y.S Meliana
duuuuh papa Kafka cerita'y kangen nih sm si duta istighfar 🤣🤣
Ne Ajja
papa kafka diblokir gara2 nentuin tgl nikahnya kejauhan ya 🤭
Anna
Gasssss pollll W 🤣🤣
Y.S Meliana
y allah narsis sm PD nya bikin orang pengen jambak 😅😅😅
Monica Lora
gak sabar nunggu lamaran langsung ke keluarga besar
Ne Ajja
awas ya...restunya bisa dicabut ayah besar
Y.S Meliana
alhamdulillah... keren 😎 blak blakan terbuka kasih tau perasaan'y
Y.S Meliana
hush hush hush 😅😅😅 udh lah sana pulang, riweuh 😅
Y.S Meliana
gustiiii, cape deeeeeh 🤣🤣 sakarepmu bae lah bang 😎
Y.S Meliana
😅😅😅 jgn aneh² deh
Humay Uum
terkadang anak yg menjengkelkan kalau sudah besar dan sibuk dengan duinay ,itu hal yg paling drindukan oleh org tua ,walpun harus bayak istighfar tapi bikin rumah rame🤭🤣🤣🤣🤣
Leni Pur indah sari
pas banget dah aaahh sm momen nya 😍😍
Atieh Natalia
ga kebayang nanti pasti Anggara bertengkar terus sama Zain 🤣🤣🤣 papah khafa kangen juga sama anak duta istigfar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!