NovelToon NovelToon
Bukan Yang Pertama

Bukan Yang Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Bagi Alma, Nova adalah segalanya. Pria romantis yang menjadi pusat dunianya, sehingga dirinya mencintai pria itu dengan ugal-ugalan.

Namun, semuanya tak lagi sama, ketika tak sengaja ia mendengar dan melihat sendiri sang suami menyebut istri pada wanita lain. Dan lebih mirisnya lagi dirinya bukan yang pertama.

Danish, sosok pemuda yang hangat pada keluarga, tetapi sangat dingin dan cuek pada wanita setelah cintanya kandas. Akan tetapi, sejak pertemuannya kembali dengan Alma, perlahan sikapnya mulai berubah.

Bagaimana kisah selanjutnya? Mengalami pengalaman pahit yang hampir sama, akankah mereka bersatu?

Yuk, ikuti perjalanan mereka, hanya di sini; "Bukan Yang Pertama" karya Moms TZ. Bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terlambat

Suasana Ibu Kota di jam sibuk sangat lah padat merayap, kadang tersendat oleh kemacetan yang tak bisa dihindari. Begitulah yang dialami oleh Nova. Sudah bisa dipastikan bahwa pria itu akan datang terlambat ke kantor karena terjebak macet.

Beberapa kali dia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Wajahnya tampak sedikit tegang, sebab hari ini ada agenda rapat penting dengan para kepala divisi. Namun, dirinya justru masih berada di jalanan, entah sampai kapan mobilnya akan bergerak.

"Ahh... Sial banget sih, hari ini! Sudah bangun kesiangan karena menyiapkan materi, sekarang malah kena macet lagi!" Pria itu menggerutu dengan nada putus asa di wajahnya.

Nova menyandarkan punggungnya dengan kasar pada sandaran kursi. Jari‑jemarinya mengetuk‑ngetuk setir mobil dengan gelisah. Padahal tadi pagi dia berniat datang lebih awal, agar terlihat berwibawa di hadapan semua karyawan seperti biasanya. Ada firasat tak enak yang sejak tadi mengganggu benaknya. Sesuatu yang membuatnya merasa hari ini akan ada perubahan besar yang tidak menyenangkan baginya.

"Ah, paling juga cuma perasaanku saja," gumamnya berusaha menenangkan dirinya sendiri. "Di kantor cuma ada aku pemimpin tertinggi. Nggak ada yang berani menentang, apalagi memarahiku kalau datang telat sedikit."

Meski dia sudah berusaha menepisnya, tetapi rasa was‑was itu tak kunjung mau hilang. Dia kembali melirik jam tangannya, rasanya waktu berjalan jauh lebih cepat dari biasanya. Dan rapat pastinya sudah dimulai sepuluh menit yang lalu.

...

Sementara itu, di dalam sebuah ruangan kantor cabang kedua yang luas dan megah itu, suasana berjalan sangat tenang dan tertib. Semua kepala divisi serta para staf penting sudah berkumpul di ruang rapat utama, duduk rapi dengan berkas di tangan masing-masing.

Awalnya mereka berencana menunggu kedatangan Nova yang biasanya akan masuk dengan langkah angkuh dan suara keras. Namun, kali ini yang masuk ke dalam ruangan itu adalah seorang wanita cantik yang beberapa saat lalu baru saja diumumkan sebagai Direktur Operasional.

Alma yang pagi itu mengenakan pakaian kerja formal berwarna biru dongker, dipadu dengan hijab berwarna putih yang sangat serasi, membuat penampilannya tampak sempurna dan berkarisma luar biasa. Wanita itu berjalan lurus dengan langkahnya yang begitu tenang, anggun, dan penuh wibawa. Menuju kursi pimpinan yang terdapat papan nama di atas meja rapat tertuliskan, Altamira Malika M.E. – Direktur Operasional.

"Selamat pagi, semuanya," sapa Alma ramah, suaranya terdengar jelas dan tegas memenuhi seisi ruangan yang hening. "Maaf, saya masuk lebih dulu. Karena Pak Nova belum kunjung datang, dan waktu rapat sudah tiba. Mari kita mulai saja, sebab kita tidak boleh membuang waktu kerja hanya karena menunggu seseorang yang tidak kompeten."

Semua yang hadir serentak mengangguk dan menjawab salam dengan hormat. Mereka saling pandang, ada rasa lega sekaligus penasaran di mata mereka. Baru kali ini ada pemimpin yang berani memimpin rapat tanpa menunggu Nova, dan justru suasana terasa jauh lebih nyaman dan tenang.

Alma membuka berkas di hadapannya, matanya menatap lembar demi lembar laporan yang selama ini disusun oleh Nova. Bibirnya tersenyum tipis, dingin dan penuh arti. Ia mengerti betul isi berkas itu, karena semua sistem dan dasar penyusunannya adalah buah pemikirannya sendiri yang dulu ia berikan cuma‑cuma pada pria itu.

"Baik, mari kita bahas poin pertama mengenai laporan kinerja bulan lalu," ucap Alma tenang.

Kemudian dengan ketajaman instingnya, Alma mulai meneliti satu per satu angka dan data. Ia juga beberapa kali mengajukan pertanyaan yang tepat sasaran. Membuat para kepala divisi terkagum‑kagum dengan pengetahuan dan penguasaan materi wanita itu yang luar biasa. Di mata mereka, Alma jauh lebih paham, cerdas, dan kompeten, dibandingkan Nova yang biasanya cuma memerintah tanpa tahu detail apa‑apa.

Di saat yang sama, mobil Nova akhirnya berhenti tepat di depan gedung kantor. Dia buru‑buru turun, berjalan cepat dan sedikit berlari menuju pintu masuk, napasnya tersengal karena tergesa‑gesa. Wajahnya masam, siap‑siap membentak siapa saja yang menatapnya, seolah keterlambatannya itu salah orang lain.

Namun, saat dia melangkah masuk ke lobi, pria itu merasa heran melihat suasana yang begitu hening dan tertib. Tidak ada bisik‑bisik, atau orang yang duduk santai seperti biasanya. Semua bekerja dengan fokus dan rapi.

"Ada apa ini? Kenapa hari ini terlihat berbeda?"

Nova mengerutkan keningnya, perasaannya makin tidak enak. Dia berjalan menuju ruang rapat, berniat masuk dengan gaya biasanya, membuka pintu kasar lalu duduk sambil menggerutu.

Akan tetapi, saat dirinya sampai di depan pintu ruang rapat yang sedikit terbuka itu, langkah kakinya terhenti kaku. Suara wanita yang sangat dikenalnya terdengar jelas di telinganya, sedang menjelaskan strategi kerja yang begitu brilian dan terperinci. Nova mengintip lewat celah pintu, dan seketika darahnya berdesir hebat.

Di kursi pimpinan, tempat yang selalu dia duduki dengan penuh kesombongan, tampak Alma duduk dengan tegak dan anggun. Semua mata tertuju padanya dengan penuh hormat serta kekaguman. Nova melihat bagaimana semua orang mendengarkan setiap kata-kata Alma dengan saksama, mengangguk setuju, dan menjawab pertanyaannya dengan santun. Dunia di dalam ruangan itu seolah sudah berputar tanpa kehadirannya.

"Kenapa mereka memulai rapat tak menungguku? Atau mereka sudah tak lagi menganggapku pimpinan di sini?"

Tubuh Nova terasa lemas seketika. Dia bersandar ke dinding di luar pintu, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. Firasat buruknya ternyata benar. Di saat dia terjebak macet di jalanan, wanita itu justru telah merebut seluruh kekuasaannya. Duduk di singgasana yang dia banggakan, dan sedang memimpin semua orang yang dulu tunduk padanya.

Nova mengepalkan tangannya erat‑erat, rahangnya mengeras menahan amarah dan rasa malu yang luar biasa. Namun, dia tidak berani masuk sekarang, sebab jika masuk saat itu artinya sama saja mengakui keterlambatannya dan mengakui bahwa Alma memang sudah menjadi pemimpin yang sesungguhnya.

"Alma...!" desisnya pelan dengan penuh kebencian, tetapi terselip juga rasa takut yang mulai merayap di hatinya. "Apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku?"

Di dalam ruangan, Alma sempat melirik sekilas ke arah celah pintu itu. Seringai tipis dan dingin terukir di bibirnya sesaat, seolah tahu betul siapa yang sedang berdiri di sana.

"Selamat datang, Pak Nova," sapa Alma yang langsung menarik perhatian peserta rapat. Mereka serempak menoleh ke arah pintu dengan pandangan dan reaksi berbeda.

"Anda terlambat tiga puluh menit," sambung Alma lagi seraya mengangkat tangan kirinya dengan gaya elegan untuk sekedar melihat jam di pergelangan tangannya.

Wanita itu mengangkat sudut bibirnya hingga melengkung samar seakan penuh teka-teki. Sorot matanya begitu dingin dan tajam menatap Nova yang telah berdiri kaku di depan pintu dengan wajah pucat karena malu.

1
sunaryati jarum
Nah itu pembalasan yang elegan dan berbobot, Alma.Bagaimana kau membalas Alma Nova,itu balasan sekarang tertuju padamu dan Marsha.Sebentar lagi rumah yang kau tempati bersama Marsha akan jatuh ke tangan Alma.Kau dan Marsha tidak akan pernah bisa menyentuh atau mencelakai Alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Selamat ya Al🥰🥰🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih kak🫰
total 1 replies
Patrick Khan
seketika kertasnya kosong🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang kan gak perlu nulis tinggal ketik🤣
total 5 replies
Tiara Bella
aku suka gayamu Alma.....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih akak🫰
total 1 replies
Esther
Kerja Nova selama ini kalau dikantor cuma marah2 bu Alma🤭😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul itu🤣
total 1 replies
Patrick Khan
seketika nova jawab .maaf bu dulu yg ngerjakan istri saya..saya hanya trima jd🤣🤣🤣
Patrick Khan: /Facepalm//Determined//Determined//Determined/
total 2 replies
Tiara Bella
wow pembalasan Alma dimulai ....Nova km ky anak SD ckckck....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
Patrick Khan
eh telat malah marah2 GK jelas nova
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Nar Sih
waah...jdi gk sabar nunggu kejutan untuk novan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: silakan menunggu🤭
total 1 replies
Nar Sih
selamat alma ,saat nya misi pembasan buat nova mulai😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih mam🫰
total 1 replies
Nar Sih
siap,,ngenes kmu nova🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar tahu rasa🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Alma akan menemukan kecurangan Bagas.Jadi rencana Bagas mencelakai Alma tidak akan berhasil,malah Bagas yang aka mendapatkan masalah.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bagas siapa kak?
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
lima tiga puluh menit... err.../Drowsy//Drowsy/ gimana konsepnya ibuuu.. lima menit tiga puluh detik?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Siti Muntamah
rasain Alma tahu lho terlambat Nova
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Tiara Bella
ceritanya bagus dan menarik aku suka....
Tiara Bella: sama² Thor....
total 2 replies
Tiara Bella
direktur baru dtng malah terlambat....hrs dihukum itu Bu Alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 5 replies
sunaryati jarum
Semoga sukses
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
sukurin dikiranya Alma gak liat ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: senengnya👏👏👏
total 1 replies
Nar Sih
awal kehancuran mu sdh di dpn mata nova
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
M. E apa itu mom
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: iya, beb, ibu klo mau nulis istilah yg gak tahu tanya simbah dulu🤭
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!