NovelToon NovelToon
Tumbal Di Akar Randu

Tumbal Di Akar Randu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan / Misteri
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Seorang wanita bernama Nirmala harus kembali ke desa terpencil tempat kakeknya tinggal setelah menerima surat misterius. Di desa itu, ada mitos tentang "Wewe Putih", sosok yang konon mencuri anak-anak, namun hanya anak yang "dilupakan" oleh keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Mobil tua milik Pak Kromo menderu melewati perbatasan Jawa Tengah menuju Jawa Barat. Mesinnya yang sudah berumur seolah-olah dipaksa bekerja melampaui batasnya, sama seperti raga para penumpang di dalamnya. Aspal jalanan pantura yang membara di bawah terik matahari siang memantulkan fatamorgana yang menyilaukan, namun bagi Nirmala, panas itu terasa seperti ribuan silet yang mengiris kulit porselennya.

Semakin jauh mereka meninggalkan deburan ombak Parangkusumo, semakin "kering" pula jiwa Nirmala.

"Minum ini Nir. Sedikit lagi." bisik Ibu Lastri. Beliau menyodorkan botol air mineral yang sudah dicampur dengan sesendok besar garam murni.

Nirmala meminumnya dengan rakus. Air yang bagi orang normal akan terasa memuakkan itu justru menjadi satu-satunya bahan bakar yang membuat jantungnya tetap berdetak. Namun, efeknya hanya sementara. Di balik selendang hitam yang melilit lehernya, kristal garam yang tadinya berkilau indah kini mulai tampak kusam dan retak. Kulit di lengan Nirmala mulai menunjukkan garis-garis halus, seperti tanah liat yang dijemur terlalu lama.

"Arka... kepalaku... berisik sekali." rintih Nirmala. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Arka yang sedang fokus memegang kemudi.

Arka melirik lewat spion tengah. Mata hijaunya tidak lagi hanya melihat jalanan, tapi melihat arus energi yang semakin pekat di udara. "Tahan sebentar lagi, Nir. Kita hampir masuk ke pinggiran Jakarta. Aku bisa merasakan getaran mesin-mesin di sana, tapi di bawahnya... ada suara lain."

"Suara apa, Ka?" tanya Aki yang duduk di samping Arka, jemarinya tak henti memutar tasbih kayu jati.

"Suara akar yang sedang menghisap, Aki. Di sini, energinya tidak menyebar seperti di hutan. Energinya terkumpul di kabel-kabel listrik dan pipa-pipa bawah tanah. Jakarta... kota ini bernapas dengan cara yang salah."

Mereka terpaksa menepi di sebuah SPBU yang tampak kumuh di pinggir jalan tol Jakarta-Cikampek. Nirmala butuh membasuh wajahnya dengan air garam agar kulitnya tidak benar-benar pecah. Saat Arka membopong Nirmala menuju toilet, mereka berpapasan dengan beberapa orang yang sedang mengantre.

Arka seketika menegang. Lewat penglihatan zamrudnya, ia melihat sesuatu yang mengerikan pada orang-orang kota itu. Di tengkuk mereka, tepat di bawah garis rambut, terdapat bintik hitam kecil yang berdenyut sebuah "spora" Sandiwayang yang sudah menetap. Orang-orang itu tampak normal; mereka bermain ponsel, tertawa, dan mengeluh soal macet. Tapi mereka sebenarnya adalah ternak yang sedang digembalakan menuju pusat kota.

"Jangan menatap mata mereka Arka" bisik Aki yang berjalan di belakang mereka, menutupi keris di pinggangnya dengan jaket. "Di sini, Sandiwayang tidak butuh hantu untuk menakuti. Mereka menggunakan kesibukan dan ketidaksadaran manusia sebagai perisai."

Tiba-tiba, seorang pria berpakaian rapi dengan koper di tangannya berhenti di depan Nirmala. Pria itu mengendus udara, wajahnya mendadak kaku. Matanya yang semula cokelat biasa, perlahan berubah menjadi keruh seperti air selokan.

"Baunya... asin..." desis pria itu. Suaranya bukan lagi suara manusia, melainkan suara gesekan kayu yang basah. "Kau... pembawa garam... kau tidak seharusnya ada di sini."

Pria itu membuka mulutnya lebar-lebar, dan dari sela-sela giginya, merayap keluar serat-serat kayu berwarna hitam yang mencoba menjangkau wajah Nirmala.

Arka dengan cepat menghantam dada pria itu dengan sikutnya, sementara Nirmala secara refleks menyentuh pergelangan tangan pria tersebut.

Ksssttt!

Seketika, uap tipis keluar dari kulit pria itu. Energi laut di nadi Nirmala bereaksi keras terhadap parasit kayu di dalam tubuh pria tersebut. Pria itu menjerit bisu saat lengannya mendadak mengering dan rapuh seperti ranting mati. Ia jatuh tersungkur, dan orang-orang di sekitar hanya menganggap pria itu pingsan karena kelelahan.

"Cepat masuk ke mobil! Inang di sini sudah mulai mengenali frekuensimu, Nir!" perintah Arka.

Begitu mereka memasuki gerbang tol dalam kota, Jakarta menyambut mereka dengan kemacetan yang menyerupai naga besi yang tak berujung. Di kanan dan kiri, gedung-gedung pencakar langit berdiri angkuh, mencakar langit abu-abu yang tak pernah benar-benar biru.

Bagi Nirmala, pemandangan ini adalah mimpi buruk. Di setiap celah beton, di setiap retakan aspal, ia melihat akar-akar hitam tipis yang merambat seperti kabel optik. Akar-akar itu masuk ke dalam gedung, melilit pondasi, dan naik hingga ke lantai tertinggi.

"Gedung itu..." Nirmala menunjuk ke arah pusat kota. Sebuah menara raksasa dengan arsitektur modern yang meliuk-liuk, bernama Menara Kencana.

Di puncak gedung itu, terdapat sebuah antena raksasa yang terus memancarkan gelombang energi kelabu. Lewat mata Arka, ia melihat bahwa antena itu sebenarnya adalah cabang tertinggi dari Pohon Induk Sandiwayang yang telah dibungkus dengan logam dan kaca agar terlihat seperti teknologi manusia.

"Gedung itu adalah jantungnya,." desis Aki. "Sumur tua yang disebutkan Penguasa Laut berada tepat di bawah pondasi gedung itu. Mereka membangun kemegahan di atas sebuah pemakaman masal kuno yang air tanahnya tidak pernah berhenti mengalirkan darah."

Nirmala merasakan Biji Purba di dadanya berdenyut sangat kencang, seolah-olah ingin meloncat keluar dan bergabung dengan induknya. Rasa mual yang hebat menghantamnya. Udara Jakarta yang penuh polusi dan energi busuk membuat celah insang di lehernya menutup rapat, memaksanya bernapas dengan paru-paru manusianya yang kini terasa sangat lemah.

"Aku... aku tidak bisa bernapas, Arka..." Nirmala mencengkeram jok mobil, kristal di pipinya mulai retak dan jatuh menjadi debu putih.

"Pegang tanganku, Nir! Gunakan energiku sebagai jangkarmu!" Arka menarik tangan Nirmala, menyalurkan energi hijau zamrudnya untuk meredam gejolak di dalam tubuh gadis itu.

Saat mobil perlahan merayap di tengah kemacetan Sudirman, sebuah botol air mineral di samping Nirmala tiba-tiba bergetar. Air di dalamnya tidak lagi tenang, melainkan membentuk pusaran kecil. Dari dalam pusaran air itu, muncul suara bisikan yang hanya bisa didengar oleh Nirmala, suara dingin dan berwibawa dari Penguasa Laut.

"Tiga puluh hari, Penjaga Biji... waktu terus berjalan. Daratan ini akan menghisapmu hingga kering jika kau tidak segera memberikan 'sajian' yang diminta. Masuklah ke dalam Menara Kencana. Temukan seseorang bernama Hendrawan. Dia adalah kunci pintu bawah tanah itu."

Nirmala tersentak. "Hendrawan... kita harus mencari orang bernama Hendrawan." ucapnya terbata-bata.

Aki mengerutkan kening. "Hendrawan? Itu adalah nama pemilik perusahaan properti terbesar di negeri ini. Dia bukan hanya pemilik gedung itu, dia adalah orang yang paling berkuasa di Jakarta saat ini."

Arka menatap Menara Kencana yang kini berada tepat di depan mata mereka. Gedung itu berkilau mewah di bawah lampu-lampu kota, namun di mata mereka, gedung itu adalah sebuah peti mati raksasa yang siap menelan siapa saja yang berani mendekat.

"Kita tidak bisa masuk lewat pintu depan dengan penampilan seperti ini." ujar Arka, melihat pakaian mereka yang lusuh dan penuh bercak garam. "Kita butuh rencana. Kita butuh cara untuk menembus protokoler manusia... sebelum kita bisa menembus protokoler setan."

Tiba-tiba, kaca jendela mobil diketuk oleh seorang pengamen jalanan yang wajahnya tertutup kacamata hitam besar. Saat pengamen itu membuka kacamatanya sedikit, Arka melihat mata pengamen itu bukan putih, bukan hijau, tapi biru laut yang sangat murni.

"Kalian terlambat lima menit!" bisik pengamen itu. "Ikuti aku jika tidak ingin mobil ini dikubur oleh akar aspal."

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Sehat² ya othor tayang, kutunggu kelanjutan ceritamu😘
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: terimakasih 🥰😘
total 1 replies
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
apaan di panen, bengekkk
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
fokuss nirr fokuss
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
ihhh kok ngerii
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ihhh masa sih😭
total 1 replies
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
susah sih bagi nirmala jika dia tidak memikirkan itu, pasti di memilkirkan itu terus
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
pengen aku tendang kauuu nirmala
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
pengen ku tabokkk kau nirmallaa
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: tabok tabok🤣😭
total 1 replies
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
apaan sih nirmalaa lelet amatt
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
ishh kok ngeri kali
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
ishhh napa pula ini mumcull
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
ada apa di sandiwayang?
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
nirmala jadi.... tumbal gegara utang ayahnya, kenapa harus di jadikan tumbal ihhh 😭
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
apakah itu...
zc❖🍾⃝ ʙͩᴜᷞɴͧɴᷡʏͣˢ⍣⃟ₛ ᴄͣɪͬ🐇
bacaaa ahhh, jika tidak lanjut baca berarti mentalku nggak kuat😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣 aku yakin pasti kuat mentalmu
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Mungkinkah gempa selama ini karena pertarungan itu? 😭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: aku juga gk tw😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Gak kebayang kalo aku ikut blusukan kek mereka, pasti asma ku lgsg kambuh🤧
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bisa nih aku pinjam Nirmala buat bersihin air laut yg butek di daerahku/Proud/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Sip.... Kalo gak dibolehin nanti ku culik Nirmala nya🤣🤣🤣
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Tiga puluh hari itu sebentar lho, gak bisa apa waktunya ditambah🙄
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dih dia nego😭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Oh Nirmala... Hidupmu tidak pernah di berikan nafas lega sebentar saja
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk semua cast dan para kru di balik cerita Nirmala, Mohon maap lahir dan Batin...

Untuk Othor Juga... Selamat Hari Raya ya, Maapkan pembaca ini yang mungkin sering ngeluh di komentar🤣Mohon maap lahir dan batin kak🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!