NovelToon NovelToon
Bakti Suami Derita Istri

Bakti Suami Derita Istri

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Romansa / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:168.8k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

"Bagimu, Ibu adalah surga. Tapi bagiku, caramu berbakti adalah neraka yang menghanguskan masa depan anak kita."

Disa mengira pernikahannya dengan Abdi adalah akhir dari perjuangan, namun ternyata itu awal dari kemelaratan yang direncanakan. Abdi adalah suami yang sempurna di mata dunia anak yang berbakti, saudara yang murah hati. Namun di balik itu, ia diam-diam menguras tabungan pendidikan anak mereka demi renovasi rumah mertua dan gaya hidup adik-adiknya yang parasit.

​Saat putra mereka, Fikri, butuh biaya pengobatan darurat, barulah Disa tersadar: Di dompet Abdi, ada hak semua keluarganya, kecuali hak istri dan anaknya sendiri.

​Kini, Disa tidak akan lagi menangis memohon belas kasih. Jika berbakti harus dengan cara mengemis di rumah sendiri, maka Disa memilih untuk pergi dan mengambil kembali setiap rupiah yang telah dicuri darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bakti Suami Derita Istri

​Mama Ratna dengan cekatan menarik kursi untuk Rini di meja makan yang masih penuh dengan sisa hidangan mewah. Ia mengabaikan Amel yang masih sesenggukan meratapi surat panggilan polisi. Bagi Mama Ratna, kehadiran Rini adalah jawaban dari segala doanya.

​"Aduh Jeng Rini, maaf ya mejanya agak berantakan. Kami tadi baru saja mau selesai makan," ujar Mama Ratna dengan nada yang dibuat semanis mungkin. " Abdi, ayo dong disapa Jeng Rini-nya kamu kok malah bengong?"

​Abdi berdehem pelan, mencoba bersikap sopan meski pikirannya bercabang. "Halo Tante Rini, Apa kabar?"

​Rini tersenyum lebar, jemarinya yang penuh cincin emas memainkan ujung taplak meja. "Ih kok panggil nya Tante sih Mas Abdi, ya umur saya ini memang jauh lebih tua dari kamu tapi saya lebih suka di panggil nama saja sih dari pada Tante." Jawab jeng Rini.

Ucapan Tante Rini langsung membuat Abdi gelagapan dan Mama malah tersenyum lebar, karena dengan ucapan jeng Rini ini seolah-oleh dia menegaskan sebuah posisi.

"Ah ya udah Rini." Jawab Abdi canggung. "Apa kabar ? Lama tidak bertemu." Tanya Abdi lagi basa basi.

Rini tersenyum lebar. "Kabar saya baik kok Mas Abdi. Tapi kelihatannya Mas Abdi dan keluarga lagi nggak baik-baik saja ya?" Matanya melirik tajam ke arah surat polisi yang tergeletak di samping piring Amel.

​Amel yang merasa diperhatikan langsung menunduk malu, namun Mama Ratna justru memanfaatkan momen itu. "Itu dia, Jeng. Kami lagi kena musibah. Istrinya Abdi itu... si Disa, dia bener-bener jahat. Masak masalah keluarga saja dilaporkan ke polisi. Amel dituduh yang nggak-nggak, padahal itu kan uang kakaknya sendiri."

​Rini mengambil surat itu, membacanya sekilas dengan ekspresi tenang seolah angka seratus juta bukan masalah besar baginya. "Penggelapan asuransi ya? Hm, kalau ini diproses, Amel bisa beneran masuk sel lho, Jeng Ratna."

​Tangis Amel makin pecah mendengar itu. Mama Ratna langsung menggenggam tangan Rini. "Tolonglah Jeng, Jeng Rini kan orang terpandang, punya banyak kenalan. Mungkin Jeng Rini bisa bantu kami?"

​Rini tidak langsung menjawab. Ia menatap Abdi dengan tatapan yang sulit diartikan campuran antara kasihan dan dominasi. "Aku bisa saja bantusih Jeng. Seratus juta itu... bagi saya cuma uang jajan bulanan. Saya bisa kasih uangnya sekarang juga supaya Amel bisa ganti rugi dan laporan itu dicabut."

​Mata Mama Ratna berbinar. "Beneran, Jeng?!"

​"Tapi..." Rini menjeda kalimatnya, membuat suasana meja makan itu mendadak hening. "Saya ini pengusaha, Jeng. Saya nggak pernah kasih uang cuma-cuma tanpa ada timbal balik. Saya mau bantu, asalkan Mas Abdi bersedia... kembali ke jalur yang benar."

​Abdi mengerutkan kening. "Maksudnya apa?"

​"Ceraikan istrimu yang sombong itu, Mas," jawab Rini tanpa basa-basi. "Dia sudah merendahkan kamu, bahkan mau memenjarakan adikmu. Untuk apa dipertahankan? Ceraikan dia dan nikahi saya. Saya janji, bukan cuma masalah Amel yang selesai, tapi Mas Abdi nggak perlu kerja capek-capek lagi di kantor logistik itu. Mas bisa bantu saya kelola toko emas."

​Abdi terdiam seribu bahasa. Tawaran itu terdengar seperti pintu keluar dari segala kerumitan hidupnya, tapi ada rasa sesak di dadanya saat membayangkan benar-benar harus melepaskan Disa.

​Sementara itu, di kantornya, Disa sedang melihat layar tabletnya. Melalui sebuah akun media sosial yang ia pantau, ia melihat sebuah unggahan status dari Andi (adik Abdi) yang memamerkan mobil merah mewah di depan pagar rumah mereka dengan caption "Penyelamat datang di waktu yang tepat".

​Disa tersenyum sinis sambil menyesap kopinya. "Oh, jadi Rini sudah turun tangan?" gumam Disa. "Baguslah. Aku ingin lihat seberapa mahal harga diri Mas Abdi di depan tumpukan emas janda itu."

​Disa segera menghubungi pengacaranya. "Pak, sepertinya kita harus mempercepat proses gugatannya. Tapi pastikan sebelum cerai seluruh aset yang tersisa atas nama Abdi sudah kita sita sebagai hak asuh Fikri."

​Kembali ke meja makan, Mama Ratna terus mendesak Abdi. "Ayo Di! Tunggu apa lagi? Disa sudah buang kamu ke jalanan, sekarang ada malaikat kayak Jeng Rini mau bantu! Kamu mau lihat Amel dipenjara?!"

​Abdi menatap Rini, lalu menatap Mama Ratna. Ia merasa seperti domba yang sedang dilelang. "Beri aku waktu," bisik Abdi lirih.

​Rini tersenyum penuh kemenangan. "Waktu saya nggak banyak Mas. Polisi juga nggak bakal nunggu lama."

1
Sayekti 0519
keren bangett thooor,sukses slalu ya
blcak areng: terima kasih jangan lupa baca novel aku lainya ya kak 🙏
total 1 replies
Sayekti 0519
tragisnya dan kasian banget.tp apa mau d jata semua ada imbal baliknya
Sayekti 0519
dah mati ajalah kauu abdi,abdi nya setannn
Sayekti 0519
hadeeh... makin hancur moral sikawsn,bentar lagi kk nyalah d jual
Sayekti 0519
udah g ketolong LG jln hidupnya
Sayekti 0519
kolong jembatan gubuk reyot g bs ya bikin hari JD bersih
Sayekti 0519
ada tenaga yg BS d pakai kan g harus mulung.pelayan resto,toko sembako
Evy
kejam sih kejam Disa ..tapi tidak gitu juga...dari penjualan rumah itu...ambil saja hak kamu dan anak..tapi sisa nya boleh dikembalikan... rumah itu kan sudah ada sebelum kamu nikahi anaknya... jangan serakah ..
Evy
Jadi curiga dengan senyum misterius nya itu...apa kekayaan nya hasil pesugihan? akan ada tumbal jika iya...
Evy
Keluarga suami ingin hidup mewah dan terlihat wah oleh semua orang tapi tidak punya finansial yang cukup..jadilah keluarga kecil Abang nya yang dikorbankan..
Sulfia Nuriawati
beruntung disa pinter, jd bs d gulung tu si Abdi, penjara bgs msh dpt mkan d buang kerja jd gembel srmua
Sulfia Nuriawati
parasit yg menghisap sampai kering dan mati, dg dalih bakti k ibu, ibunya g pernah tw agama apa y? anak laki memang milik i unya tp stlh nikah lbh utama istri kalo ada lbh dan istri g ada keluhan blh bantu, bantu y bkn memenuhi ambisi nafsu belanja
zee_
aku masih bingung tentang apartemen dan ruko rahasia abdi
zee_
/Angry/
zee_
keren sakaliiiiii
zee_
waaah keren disaa
Heriyani Lawi
othor suka ganti2 nama atau lupa?
blcak areng: lupa kak🤣
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart//Heart/
Heni Setiyaningsih
diawal namanya Adrian skrg kok jd andra Thor 😄
Heni Setiyaningsih
auditor apa arsitek???😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!