Elleanor puteri Duke Penguasa Kegelapan telah dikutuk sejak dia lahir. Tapi anehnya, dia bisa melihat masa depannya sendiri sejak masih bayi. Dia melihat takdirnya yang terabaikan. Lahir tanpa kasih sayang membuatnya tumbuh menjadi antagonis yang kehidupannya berakhir tragis di tangan pria yang dicintainya.
Takdir seperti itu tidak bisa membuatnya tinggal diam. Dia akan mengubah cerita masa depannya. Apapun yang terjadi!
©A&Y original
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A&Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
Tok..tok..tok
“kakak!”
Hazel selalu saja bersemangat di pagi hari untuk menemuiku, tapi kali ini aku sedang berias karena menurut kabar siang ini Aceline dan kakaknya akan tiba di Yolande. Jadi aku akan bersiap lebih awal.
“Wahh,, Kakak cantik sekali,”
“Benarkah?” Padahal aku hanya menggunakan dress berwarna putih yang tidak pernah kugunakan sebelumnya. Aku selalu menggunakan dress dengan warna keunguan seperti magenta, nila, violet, lavender, heather, iris, mauve, orchid, dan plum.
“Benar, sangat cantik persis seperti wanita dalam lukisan itu.” Hazel menunjuk lukisan yang masih terpanjang di sana, aku belum memberitahunya kalau dia adalah Ibuku.
“Benarkah? Apa aku mirip Ibuku?”
“Ibu? Wanita yang melahirkan Kakak?”
“Uhm, itu Ibu,” Aku tahu, kenapa aku tidak pernah memberitahunya. Karena Hazel tidak mengetahui apa itu Ibu, sejak kecil dia ditinggalkan, dia tumbuh di panti asuhan, tapi saat berusia 3 tahun, dia Kembali ditinggalkan di jalanan, dia dijual untuk dijadikan budak. Seperti itulah, kenapa aku tidak ingin menunjukan betapa sedihnya aku kehilangan Mama, karena Hazel, jauh lebih menyedihkan daripada aku.
“Ini adalah Mamaku, Hazel, beri salam pada Mamaku,” Ucapku,
“Mama? Aku harus memanggilnya apa?”
“Uhm, seperti kamu memanggil Papaku,”
“Papa Duke?”
“Ya. Panggil dia Mama Duchess”
“Salam Mama Duchess, namaku Hazel, aku sangat senang bisa tinggal bersama Kakak,”
“ :) menggemaskan sekali. Hazel, kau pergilah sarapan terlebih dulu, Kakak akan pergi ruangan Papa. Setelah sarapan kita bertemu di pavilion, mengerti?”
“Baik.”
...***...
Tok..tok..tok
“Papa?”
“Masuklah,”
“Papa sibuk?”
“Tidak terlalu, kemarilah”
Aku melihat banyak sekali tumpukkan berkas-berkas penting di meja Papa. Papa selalu sibuk, matanya tampak lelah, tapi dia tidak mau menunjukkannya. Saat benar-benar sibuk dan merindukan waktu bersamaku, Papa akan diam-diam berbaring di kasurku tanpa suara, dia tidak mau membangunkanku yang tertidur lelap. Papa selalu melihatku saat malam, seperti dia melihat sosok Mama yang tak bisa dilihatnya lagi.
Dan Ketika Papa terlelap, diam-diam aku akan memanggil Rêver, peri mimpi. Agar sepanjang malam, Papa dapat bertemu dengan Mama.
“Papa, tunggu sebentar yah,” Tiba-tiba aku memikirkan sesuatu untuk mengurangi rasa lelah Papa. Aku keluar.
“Floy?” Aku memanggil peri taman temanku.
(Ela apa kau memanggilku?)
“Ya, Ela butuh bantuanmu, apa kau tahu jenis tanaman yang bisa mengurangi stress dan rasa lelah?”
(Hmm, bagaimana dengan teh chamomile? Selain segar, teh chamomile dapat menghilangkan stress dan meningkatkan stamina)
“Benarkah? Kalau begitu aku harus menanam bunganya dimana?”
(Apa kau punya pot?)
“Kurasa ada di rumah hijau,”
(Baguslah, aku akan menumbuhkannya di sana.)
“Aku akan mengikutimu.”
Aku mengikuti Floy, ada rumah hijau didekat pavilion, tempat khusus untuk tanaman yang khusus juga, seperti bahan obat, dan juga bunga-bunga langka.
“Wah, Floy memang hebat.” Sekali lihat tanaman itu tumbuh dengan sangat cepat.
(Apa Ela bisa membuatnya?)
“Aku akan menyuruh Lent membuatnya. Jangan khawatir.”
(Baguslah,)
“Terima kasih Floy, kalau begitu Ela pergi menyeduh tehnya dulu lalu memberikannya pada Papa.”
(Baiklah,)
Aku segera mencari orang di castil, siapapun itu, mau Florent, Alair ataupun Scherie, siapapun yang bisa mengajariku menyeduhnya aku akan sangat berterima kasih.
“Nona? Ada apa?”
“Lou tidak lihat Florent?”
“Hmm, sepertinya aku melihatnya jalan kearah timur,”
“Oh baiklah,”
“Eh Nona, sebentar lagi Nona Aceline akan tiba bukan?”
“Iya, tapi aku ingin menyeduh bunga ini lebih dulu.” AKu menunjukkan bunga-bunga yang kugenggam sejak tadi.
Lou menahan senyumnya, “Nona kenapa tidak bilang sejak tadi, saya bisa menyeduh teh, sini biar saya bantu.”
“Oh Lou bisa ternyata, apa menyeduh teh semudah itu? bahkan Lou yang hobi berpedang juga bisa membuatnya, tapi Ela tidak bisa.”
Kami berbincang sambil berjalan menuju dapur. “Nona, dulu sebelum menjadi kesatria saya hidup dikeluarga yang cukup terpandang, jadi saya sedikit mengerti bagaimana cara melayani tamu dengan menyeduh teh hingga menuangnya. Saat Nona tumbuh remaja, pelajaran tata krama akan menjadi lebih rinci lagi, Nona akan diajarkan bagaimana caranya menjamu tamu kehormatan dari luar,”
“Ooh begitu ya, kupikir hanya aku yang tidak bisa. Ternyata aku memang belum diajarkan. Eh, Lou, tapi kenapa Lou memilih jadi kesatria, apa Lou tidak senang hidup dikeluarga terpandang?”
“Bukan begitu Nona, Saya hanya ingin menemukan jalan yang ingin saya tempuh dan hidup bebas tentunya.”
“Begitukah, apa Lou Bahagia dengan melakukan itu?”
“Saya sangat-sangat bahagia Nona, saya juga sangat bahagia menjadi kesatria pelindung Nona, dan juga melihat Nona tumbuh besar dalam pengawasan Saya. Saya benar-benar merasa Bahagia.”
“Bagaimana dengan Elvin? Apa dia Bahagia juga?”
“Elvin?” Lou diam sejenak, “Elvin, apa Nona tahu kalau Elvin berasal dari utara?”
“Ela tahu.”
“Ya, dia juga putera bangsawan di sana. Sama sepertiku dia memilih jalannya sendiri. Kami bahagia bisa menjadi bagian dari keluarga Saber.”
“Syukurlah, aku senang kalau Lou dan Elvin Bahagia, jika suatu Lou dan Elvin menemukan kebahagiaan di luar sana, maka katakanlah pada Ela, mengerti?”
“Nona, selamanya, Saya hanya akan melindungi Nona,”
“Aku juga akan melindungi Lou dan Elvin, hehehe.”
“Nona, Anda benar-benar gadis kecil termanis yang pernah saya temui.”
“Ah benarkah? Bukankah Lou hanya berada di castil ini dan camp pelatihan setiap hari, bagaimana Lou bisa tahu kalau diluar sana ternyata ada banyak gadis kecil yang manis.”
“Ah, benar juga ya. Ahaha. Tapi saya benar-benar hanya mengakui Nona sebagai gadis termanis di Saturia.”
“Terima kasih. Lou juga wanita terkeren yang pernah kutemui,”
“Terima kasih Kembali atas pujiannya Nona. Nah, tehnya sudah siap Nona, Saya harus membawanya kemana Nona?”
“Tidak perlu. Ela yang akan membawanya ke ruangan Papa.”
“Ah, baiklah, berhati-hatilah saat membawanya Nona.”
Akupun berjalan menuju ruang kerja Papa. Ini pertama kali aku membawa poci dan gelas dalam nampan. Jadi aku harus ekstra hari-hati agar tehnya tidak tumpah, sebentar lagi anak tangga, aku harus ekstra hati-hati.
“Huft, akhirnya sampai juga.” Aku menghabiskan waktu sekitar 10 menit hanya berjalan dari dapur menuju ruangan kerja Papa saking perlahannya.
“Papa ini Ela, boleh Ela masuk,”
“Masuklah,”
“Papa, Ela membawakan sesuatu untuk Papa.”
Papa yang semula sibuk membaca dokumennya langsung menutup kegiatannya begitu melihatku masuk dengan nampan di tanganku.
“Apa yang Ela bawa?”
“Teh Chamomile. Papa pasti lelah kerja berhari-hari,” Papa membantuku meletakkan nampannya di meja. Setelah Papa duduk, aku mulai menuangkan the dari poci ke gelas. Jika untuk menyajikan aku sudah ahli.
“Papa cobalah,” Aku berharap Papa suka racikan Lou, karena aku sendiri belum mencobanya,
“Hmm, cukup enak.” Komentar Papa,
“Apa Ela yang meraciknya?”
“Bukan. Maksudnyaa—Ela yang memetic bunganya, Lou yang meraciknya.”
“Ouh, benarkah? katakan terima kasih pada Lou.” Ucap Papa,
Andai aku bisa meracik teh, lain kali aku akan belajar meracik teh yang enak untuk Papa agar.
“Terima kasih sayang,” Ucap Papa tiba-tiba
“Eh?” Aku menoleh,
“Kau berlarian dari ruang kerja, ke taman, lalu ke dapur, demi membuatkan teh ini. Papa merasa senang.”
“Benarkah? apa tehnya menyegarkan? Apa menenangkan pikiran Papa?”
“Uhm. Sangat menyegarkan dan menenangkan. Darimana kau dapat ide ini?”
“Dari Floy,”
“Oh peri taman yang kau ceritakan waktu itu, apa dia yang menumbuhkan bunga Chamomile?
“Yap benar.”
Papa tersenyum, dan menikmati lagi tehnya dengan tenang. Syukurlah, wajah Papa lebih cerah tidak selelah saat pertama kali aku masuk tadi.
***
tbc...