setiap hari aku harus melihat pemandangan yang tak mengenakkan mataku. ya melihat suamiku mesra-measraan dengan wanita lain. kalau dibilang orang ketiga sebenarnya akulah yang orang ketiga, karna aku masuk dan mengacau hubungan mereka.
tetapi posisiku disini adalah istri sahnya bagas, ya meskipun pernikahan kami terjadi karna perjodohan. tapi setidaknya dia menghargaiku layaknya seorang istri bukan.? entahlah aku sendiri juga bingung, sebenarnya bagas menganggapku seorang istri atau tidak karna selama ini bagas selalu bersikap dingin terhadapku. atau jangan-jangan dia menganggapku hanya sebuah bayangan saja, bayangan yang tak pernah ia lihat. menyedihkan sekali diriku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aprilia frahesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagas POV 2
ketika kami ingin kembali kesurabaya mama mengungkapkan harapannya kepada pernikahan kami, ya sekarang aku punya alasan lagi untuk menahan raisa agar tetap disampingku, aku menggunakan mama sebagai alasan untuk terus mempertahankan pernikahan kami, walaupun sebenarnya aku ingin pernikahan itu tetap berlanjut karna aku benar-benar mencintainya.
setibanya disurabaya aku terus saja menempel pada adikku aku selalu bersikap manja kepadanya dengan tujuan membuat raisa cemburu, namun harapanku hanyalah tinggal harapan, jangankan cemburu, raisa bahkan bersikap biasa-biasa saja seperti biasanya.
aku benar-benar kesal dengan raisa, aku harus berbuat apa lagi agar dia mau melihat diriku ini.
sebenarnya aku selalu menempatkan orang kepercayaanku untuk selalu memantau raisa ketika dia berada jauh dariku. melalui dia aku mengetahui aktifitasnya sehari-hari ketika dia bekerja.
aku mendapat informasi bahwa raisa memiliki seorang teman bernama bunga, setelah kuselidiki ternyata dia adalah bunga briona sakti adik dari sahabat baikku vebry briona sakti. aku bersyukur raisaku bisa berteman dengannya, karna yang kutau bunga adalah gadis yang baik.
namun yang membuatku geram ketika rumah sakit itu merekrut seorang dokter baru. dokter itu adalah dokter spesialis jantung, dan menurut informasi dari bawahanku kalau pria itu ternyata memiliki perasaan kepada raisaku.
aku segera menyuruh bawahanku untuk mencari tau data diri pria itu. setelah aku mendapatkan data dirinya ternyata dia adalah pria yang dari masa kuliahnya begitu terobsesi kepada istriku, bahkan dia menjadi dokter spesialis jantung karna obsesinya kepada istriku. hal itu benar-benar membuatku marah hingga semua benda yang ada disekitarku kubanting, hingga membuat ruang kerjaku hancur tak beraturan.
aku begitu membenci pria itu, berani-beraninya dia masih saja mengharapkan raisaku, sedangkan dia tau kalau raisa sendiri sudah memiliki suami. hal itu membuatku berfikir apa karna pria ini raisa tidak melihatku, apa karna pria ini raisa tidak bisa mencintaiku. memikirkan semua itu membuat emosi tidak setabil, aku jadi sering marah-marah dan uring-uringan. aku melampiaskan semua kekesalanku kepada anak buahku, dan juga kepada farah adikku, dan tak luput juga kepada raisa.
malam itu raisa pulang ketika jam sudah menunjukkan pukul 22.00 aku sebenarnya tau kalau dia disuruh lembur oleh atasannya karna ada salah satu dokter yang masih ada acara.
namun ketika dia tengah asik didapur dan menyantap makanannya aku kembali mendekatinya dan mencecarnya dengan pertanyaan-pertanyaanku, hatiku sakit ketika raisa menjawab apa perduliku kepada hidupnya. hal itu kembali menyulut emosiku hingga membuatku mengeluarkan kata-kata yang mungkin saja tidak pantas untuk kuucapkan.
raisa hanya bisa menangis dan meminta maaf kepadaku, dia juga menjelaskan kepadaku mengapa ia pulang terlambat. hatiku kembali sakit ketika melihat air matanya bercucuran, aku telah membuatnya menangis lagi. malam itu aku sengaja tidak pergi kekamarnya, karna bayangan raisa yang menangis terus saja berlarian diotakku.
sampai pada pagi itu farah mendapatkan sepucuk surat didalam kamar raisa, yang mengatakan bahwa istriku itu pergi meninggalkan rumah.
ahh, aku benar-benar merasa bodoh dan tidak berguna. apa mungkin raisa pergi karna terluka dengan kata-kataku semalam, apa semalam aku benar-benar sudah keterlaluan kepadanya. karna biasanya raisa tidak pernah mengambil hati setiap omongan kasarku.
aku harus bagaimana sekarang, raisaku pergi meninggalkanku, istriku tercinta benar-benar pergi meninggalkanku.
bukannya menenangkan diriku farah justru ikut-ikutan marah kepadaku, dia terus saja memojokkan diriku. bahkan adikku itu juga ikut pergi dari rumah meninggalkan aku sendirian dirumah.
apa yang harus kuperbuat sekarang, aku benar-benar bingung. meskipun aku tau riasa pasti pergi kerumah bunga, lalu apa yang harus kulakukan untuk membujuknya agar ia mau kembali pulang bersama diriku.
bahkan aku tidak yakin kepada diriku sendiri, kalau aku bisa membujuknya. bahkan aku sudah berfikir mungkin saja raisa sudah sangat membenci diriku ini.
dan benar saja sore itu vebry menghubungiku memberi kabar kepadaku bahwa istriku sedang berada dirumahnya, benar saja dugaanku kalau isrtiku itu pasti pergi kerumah bunga, karna bunga adalah satu-satunya teman yang dekat dengan raisa.
malam ini aku tidak bisa tidur, fikiranku terus saja memikirkan raisa. sedang apa dia sekarang.? apa dia sudah tidur.? apa dia merindukanku saat ini.? raisa sayang aku merindukanmu.
siang itu ada orang yang datang kerumahku, aku sangat berharap kalau itu adalah istriku tercinta. namun harapan tinggalah harapan, ternyata yang datang berkunjung adalah vebry sahabatku. dia datang kerumah dan berusaha untuk membuka jalan fikirku supaya menyelesaikan masalah rumah tanggaku dengan kepala dingin.
vebry adalah sahabat baikku sejak SMA dulu, dia salah satu sahabat terbaikku dan yang paling bisa mengerti diriku. dia sudah bagai saudara untukku, bahkan setelah bertahun-tahun persahabatan kami tetap terjalin dengan baik. meski jarak jakarta, surabaya tidak membuat persahabatan kami menyurut.
setelah vebry pamit pulang, aku terus saja memikirkan semua perkataannya. memikirkan cara apa yang harus kulakukan untuk merebut hati raisa, bagaimana caranya aku bisa membawanya kembali pulang bersamaku, sungguh aku tidak sanggup jika harus hidup tanpanya, sungguh aku sangat mencintainya.
raisa pulanglah sayang, pulang aku begitu merindukanmu. raisa aku mohon jangan tinggalkan aku, aku begitu sangat mencintaimu. apapun yang kamu minta pasti akan aku kabulkan, asalkan kamu mau memaafkanku.
raisa kembalilah sayang, aku sangat-sangat merindukanmu. demi Tuhan aku sangat mencintaimu.
lepaskan sj bagas