Bram seorang videografer amatiran. Suatu hari ia tak sengaja menerima job wedding photography di pernikahan mantan pacarnya. Konflik di pelaminan itu membuat Bram menjadi viral. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Aryo sahabat videografernya yang diam-diam menciptakan akun palsu atas nama Bram. Sejak itu, kehidupan pribadi Bram diekspos bahkan ia dijebak dalam pernikahan settingan yang membuat hidupnya semakin hancur dan hampir kehilangan cinta sejatinya. Padahal ia sama sekali tidak menikmati uang hasil monetize hasil menjual popularitas dan harga dirinya. Di saat Bram ingin kembali dan mempertahankan istri settingan yang telah ia nikahi secara terpaksa, cinta lama kembali dan berusaha mengacaukan semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Pratnasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nikah Paksa
Braakk...!
Tiba-tiba pintu terbuka, Bram dan Risa seketika terkejut karena yang datang adalah Yulia dan Bu Ratna!
Keduanya segera melepaskan pelukan karena syok.
Tapi bagaimana Yulia dan Bu Ratna bisa datang di
tempat itu?!
***
Yulia menghentikan tangisnya, dia memang mengirimkan
alamat Bram kepada Raka sepeninggalan suaminya, sekalipun ia ingin melihat
pertengkaran Risa dan Raka. Tapi ia masih punya kekhawatiran pada Bram, karena
bagaimana pun dia tahu keadaan Bram masih kurang baik.
“Bu, Aku harus tiba di rumah Bram sebelum Mas Raka
nyampe?”
“Ibu juga ikut! Ibu kuatir Risa kena masalah lagi kalau dia memang benar ada di rumah Bram!”
“Kalo gitu ayo kita lewat jalan pintas aja, kita naik motor!”
“Apa-apaan, kalian?! Tunggu!”
Sergah Pak Hendro Tapi Yulia dan Bu Ratna keburu lari, tak perdulikan keberatan ayahnya.
***
Sementara itu Raka terjebak macet di jalanan, tapi ia masih tetap semangat dan yakin untuk tetap mencari Risa di rumah Musuh besarnya. Sekalipun telepon dari ayahnya terus berbunyi.
***
Pak David membanting pintu kamar Raka yang kini telah kosong,
“Anak itu meremehkanku?! Sepertinya aku harus membuat perhitungan tegas.”
Entah apa yang akan dilakukan Pak David, tapi sedetik kemudian ia tampak sibuk men- dial nomor ponselnya, seperti menghubungi seseorang.
***
Setengah terseok Yulia membawa sepeda motornya sambil membonceng Bu Ratna, mereka menerobos masuk ke rumah Bram meskipun Bu Tami menghadang dan menahan kedatangan mereka. Lalu...
***
Yulia tak bisa lagi menahan Emosinya yang belum usia, dengan reflek ia menyeret Risa dan seakan mau menamparnya.
“Keterlaluan kamu, Mbak... kamu bener – bener nggak punya adab!”
“Risaaa! Berhentiii!” Halau Bu Ratna namun Yulia tidak memperdulikan. Dia tetap mengejar Risa.
Bu Tami dan Pak Banan muncul melerai dan menarik Risa.
“Eehh... apa-apaain ini ribut di rumah saya? Berhentii!”
“Stopp... Stopp... Yuliaa!”
“Nggak! Aku harus bikin perhitungan sama dia!”
“Cukup Yulia!”
Tapi sergahan Bram pun tidak dihiraukan Yulia benar benar sudah hilang akal. Dia tetap mengejar Risa sekalipun Pak Banan sudah menarik Risa keluar mencoba menghindari Yulia. Namun sayang Risa Terjatuh.
“Aaghh!”
Tak ayal lagi, Risa tak dapat menghindari cengekeraman Yulia, Risa meringis.
Namun saat Yulia mau bertindak kasar, Bram mencekal tangannya, dengan tertatih dia rebut tubuh Yulia ke dekatnya tepat saat Raka pun tiba di sekitar situ. Ayu yang baru pulang dari sekolah buru-buru mencari
tempat persembunyian dan segera mengarahkan kameranya.
“Punya hak apa kamu menghalangi hubungan aku sama Risa?!
Yulia tercengang, begitu juga dengan Raka.
“Aku suka sama pengkhianat dalam selimut ini!”
“Yulia! Dia kakakmu!”
“Secara biologis memang ya, tapi secara hati aku sudah nggak mau nganggep dia kakak lagi! Aku udah muak sama semua permainan dia! Semalam kamu nginep sama Mas Raka, sekarang kamu mau nginep sama mantanku?!”
Ucapan itu membuat beberapa tetangga tersentak kaget, bahkan mungkin semuanya terkejut. Dua poin kalimat tadi cukup membuat Risa tertohok dan kehilangan dirinya. Sampai ia tak kuasa lagi untuk diam.
“Cukup, Yulia! Dari kemaren gue diem lo fitnah kayak apa, tapi sekarang lo udah keterlaluan! Sapa yang nginep sama laki lo, ha? sapa yang mau ngerebut dia dari lo, hah?”
“Lo nggak mau ngaku mbak, segitu lo udah kepergok lagi berduaan di kamar sama orang yang bukan muhrimnya, lo masih ngelak? Gue sama ibu loh mbak yang nyaksiin?!”
Jreenggg!
Raka jadi syok. Dia dekati dan todong Risa dengan pertanyaan yang menohok.
“Mbak? Beneran, mbak?! Lo ada main juga ama dia?”
Risa tergagap, Bram terdiam. Bu Tami dan pak Banan saling pandang. Mereka kelihatan menanggung malu juga dari pandangan tetangga yang tiba tiba ngumpul kompak begitu disitu ada keributan heboh. Muka mereka sekejap masam, Bu Tami dan Pak Banan tau, mereka pasti sudah akan menyusun caci maki bagi keluarga mereka.
Tapi ternyata dugaan Bu Tami salah, mereka justeru to the point mengumpat Risa dengan hukuman tak terduga.
“Wah, daripada Zinah mah mending dikawinin aja! Empat puluh rumah nih kena dosanya juga”
Ucap salah seorang tetangga yang paling nyolot.
“Astagfirloooh...!”
Ampun ... ampun..., susah payah kita berusaha ngumpulin amal ibadah, ilang gara gara perbuatan zinah mereka. Ayo ibu-ibu.. bapak... bapak... kita paksain aja mereka kawin sekarang juga!”
“Apaaa?!”
Yulia yang paling syok.
Risa gemetar, dia bingung apakah harus bahagia atau malah bersedih? Ini memang kasus memalukan, tapi hukuman ini adalah satu hal yang ia harapkan. Cintanya kepada Bram yang merasa terhalang akan dengan mudah dipersatukan tanpa syarat.
Tapi mengapa harus dengan cara seperti ini? Batin Risa begitu nelangsa.
Raka yang juga sudah susah payah seolah tertelan oleh keributan warga yang tak terbendung lagi, apalagi saat mereka dengan tanpa menunggu waktu menggiring Bram dan Risa manuju kelurahan.
Live video tak lagi direkam oleh Ayu dalam persembunyiannya, semua warga yang memegang kamera tak mau kehilangan moment untuk mengabadikan cinta yang baru dimulai itu sebagai aib. Bu Tami dan Pak Banan yang dirundung malu pun ikut digiring. Yulia seakan mau tumbang di atas kakinya sendiri, ia menangis namun tidak mengerti untuk apa air matanya dijatuhkan.
Seharusnya Yulia lega Risa akan menikah dengan orang lain sehingga tak lagi menggoda suaminya. Tapi bukankah suaminya tidak lagi mencintainya? Bukankah orang yang paling mencintainya itu adalah Bram. Lelaki yang justeru saat ini mendapatkan hukuman harus menikahi kakaknya?!
Bu Ratna sama syoknya, tidak berdaya dengan keadaan yang ada.
Bram sendiri tak lagi dapat berpikir apapun.
***
Detik dan menit kini bukanlah penghalang bagi arus informasi dari media apapun. Jangankan Bram yang kini sudah dikenal sebagai Selebgram dadakan karena berita hal yang menyangkut dirinya selalu saja viral dan ditunggu banyak orang. Adanya informasi nikah paksa saja membuat warga beneran apalagi warganet menjadi penasaran. Apalagi yang puluhan warga memviralkannya moment itu.
Pak David dan Pak Banan seakan tersambar petir di tempat terpisah begitu melihat informasi itu. Dan Aryo-lah yang paling bahagia, berita itu menjadi hadiah paling amazing begitu hapenya dinyalakan usai diselamatkan oleh tukang service.
“What? Bram sama Risa nikah beneran?”
Aryo tergelak gelak di tengah keramaian para konsumen di kios service ponsel itu. Gayanya mirip orang gila. Dia langsung menelpon Ayu untuk memastikan video viral itu via video
call.
***
Ayu langsung mengangkatnya dengan gembira sambil menjauhi kerumunan di kelurahan itu.
“Halo mas, lo pasti udah liat postingan postingan viral abang gue kan?”
“Hahaha... yes! Dan abang lo emang bakat banget jadi selebgram. Mereka langsung bisa nikah gitu tanpa halangan apapun, pas banget kan ama settingan kita berdua?”
Ayu langsung ketawa puas lebih puas lagi saat Pak Lurah mengumumkan kalau sebentar lagi penghulu akan segera datang.
To be continued.
Salken ya..
Mampir yuk di novelku
GADIS TIGA KARAKTER
" HABIB JATUH CINTA SAMA SELEBGRAM "
yg baca komen wajib datang ya
berkunjung juga ya kak
🏖🏖🏖SALAM PRIA IDOLA
DAN MENIKAHI PRIA URAKAN🏖🏖🏖
Mampir ya😅
salam dari -ZEVANAYA-
salam dari SALAH KHITBAH
like favorit selalu
lanjut yuk 👌👍👏
2 like buatmu ya
like mendarat
akhirnya up jugaa 🥰
tinggalin jejak jg di Novel ku ya ASIYAH AKHIR ZAMAN 🥰