NovelToon NovelToon
Bibit Penggoda

Bibit Penggoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Zahma

"Aku Eve, akan ku pastikan kamu ada di genggamanku, Kak"
.
.
.

Bagaimana kisah Revalina Diharjo mengejar cinta Sahabat Kakaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Galaunya Eve

Seminggu telah berlalu, dan seminggu itu pula Eve harus menahan rindu pada pak Arya nya. Sejak mengantarkan Eve ke sekolah, dan menghadiri tugas dari Kepala Sekolah tempo hari, Arya tak pernah muncul lagi di hadapannya. Pesan dan panggilan dari Eve tak pernah mendapatkan balasan.

Pelajaran Matematika pun selama seminggu ini diambil alih oleh guru lain. Eve hanya bisa berdoa, semoga Pak Arya baik- baik saja, dimanapun sang pujaan hati berada.

Hingga suatu hari di hari jumat yang cukup cerah, namun mendung bagi Eve. Kabar itu datang. Sebuah kabar yang membuat jantungnya nyaris copot.

"Pak Arya menyampaikan melalui bapak bahwa Beliau tidak dapat berpamitan pada kalian semua karena alasan yang sangat privat. Namun beliau menitipkan salam sayang untuk kalian semua, Beliau mendoakan kalian sukses di masa depan".

Kepala Sekolah masih berbicara di depan, dan teman - teman Eve mulai mendengung. Namun suara mereka tidak didengar Eve. Dunianya seperti menghilang. Apa tadi Kepala Sekolah bilang? Arya resign? Atas dasar yang tidak dapat disampaikan? Apakah.. Apakah dirinya yang menjadi alasan?

Eve menggeleng. Tidak mungkin. Terakhir kali Arya mengantarnya, walaupun dalam keadaan kesal, Lelaki itu tetap baik seperti biasa. Bahkan elusan di pundaknya terakhir kali masih dia terima. Tetapi ini?

Pak Arya nggak boleh begini. Dia nggak boleh pergi tanpa kabar begitu saja.

Eve masih di dunianya sendiri, saat Kepala sekolah sudah keluar ruangan. Menyadari Kepala Sekolah telah keluar dari kelas, Eve langsung bangkit berdiri. Dia merasa harus mencari tahu langsung kepada Kepala Sekolah.

Eve memasuki ruang kepsek, setelah sebelumnya dia mengetuk pintu dan mendapatkan izin masuk.

"Oh ya Revalina, ada apa nak?". Kepala sekolah dengan ramah mempersilahkan salah satu murid berprestasi di sekolahnya itu untuk duduk.

"Apakah bapak tahu, alasan pak Arya resign? Sebab kami satu kelas tidak pernah diberitahu oleh beliau". Eve memulai.

"Nak, sebenarnya pak Arya berpesan agar tidak memberitahukan kepada kalian terkait alasannya resign, agar kalian tidak khawatir.." Ujar Kepala Sekolah di hadapan Eve itu. Kepala Sekolah melihat muridnya ini tampak sangat khawatir. Berbeda dengan teman - teman sekelasnya yang nampak kecewa, namun cukup dapat dipahami.

"Tetapi tidak apa - apa, biar Bapak sampaikan saja, tetapi Bapak berharap, Kalian tidak usah mengkhawatirkan beliau lagi, karena itulah harapan Pak Arya ke Kalian. Lanjutkan belajar seperti biasanya, dan raih kesuksesan.. Bagaimana? setuju?".

Eve mengangguk, jujur dia tidak sabar, dia berusaha menahan diri untuk tidak menampilkan ekspresi yang berlebihan. Bagaimanapun, Lelaki paruh baya di hadapannya ini adalah orang nomor satu di Sekolah.

"Baik pak". Ujar Eve menjawab pertanyaan Kepala Sekolah.

"Jadi, seminggu yang lalu, Pak Arya datang ke rumah saya, beliau meminta izin untuk tidak mengajar selama beberapa hari, dengan alasan Isterinya sakit. Isterinya hamil dan takdir Tuhan, bayi mereka harus pergi...".

Kepala sekolah menjeda ucapannya. Eve terpaku. Ini kabar yang dia tidak pernah dengar. Isteri pak Arya hamil? Entah mengapa hati Eve sangat sakit mendengarnya. Wanita itu bisa hamil anak Pak Arya??

"Lalu, kemarin, Pak Arya menemui Bapak lagi ke sekolah, dan beliau memberikan Surat Pengunduran diri.. Jadi begitu nak..".

Eve hanya bisa mengangguk, dia tidak lagi khawatir, namun hatinya masih berisik dengan alasan yang berbeda. Dia sakit, mengetahui bahwa Arya memilih pergi untuk Isterinya.

"Terimakasih informasinya ya Pak". Eve berusaha tersenyum diantara rasa sakit yang dia rasakan.

"Sama - sama, Nak.. Tetap semangat yaa, mulai minggu depan Kalian akan diajar oleh Guru baru".

Eve tak menjawab. Gadis itu segera berlalu dari ruang kepala sekolah. Kaki gadis itu memang menapak di lantai, namun jiwa gadis itu melayang di udara.

Eve tak masuk ke kelas lagi, padahal masih ada satu jam pelajaran yang tersisa. Gadis itu memutuskan untuk berdiam diri di laboratorium bahasa, sambil menyetel lagu galau.

Rasanya sakit. Saat orang yang disayangi meninggalkan tanpa berpamitan....

.

.

.

Ikuti terus kisah Eve..

1
Protocetus
kapan lanjut lagi
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Frontier
Zahmaa: siappp
total 2 replies
Protocetus
kapan up lagi /Grievance/
Zahmaa: siap kakak /Smile/
total 3 replies
Protocetus
up thor
Protocetus
waduh seneng sama abg 😂
Protocetus
kunjungin ya thor novelku Bola Kok dalam Saku
Zahmaa: okeee
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!