NovelToon NovelToon
Pergaulan Bebasku

Pergaulan Bebasku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: siti solikhah

Likha Charina

Gadis desa yang merantau ke Ibu Kota Jakarta bersama temanya untuk bekerja. Bagaimana dia bisa hidup di tempat perantaun dan bagaimana dia bisa terjebak dengan pergaulan bebas.

21 +

di tunggu kritik dan saranya

jangan lupa vote like dan komen ya guys.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti solikhah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lagi

Suara ketukan pintu dari luar kamar dimana Likha dan Irfan tengah tertidur tak membangunkan mereka.

"Kelelahan mereka" bisik Bagas pada Enik.

"Ya sudah kamu siap-siap nanti berangkat berasama, sekarang kita mandi bersama dulu" Dengan mengangkat tubuh Enik menuju kamar mandi.

Dengan tangan Enik mengalungkan tangan di leher Bagas, dan mendekatkan bibirnya pada bibi Bagas. Bagas mulai terbiasa dengan ke agresifan Enik malah menyukainya.

Likha dan Irfan mengabaikan suara ketukan itu dan

Mereka melanjutkan tidur mereka dan masih tenggelam dalam mimpi.

Dalam keadaan berpelukan dan masih dengan tubuh yang masih polos, hanya di tutupi selimut berbulu tebal.

***

Rasa gerah yang menghampiri mereka membangunkan mereka dari tidur nyenyaknya.

karena Cuaca hari ini cukup panas memang di Ibukota.

Likha bangun dari tidurnya dan memunguti pakaian yang telah Irfan lepas semalam.

Dia duduk di tepi ranjang dan mengingat hal gila yang ia lakukan dengan Irfan.

Dia merasa begitu bodoh, mengapa dia melakukan hal itu dan malah ia yang meminta pada Irfan.

Ia sangat malu dengan dirinya sendiri,

ia bangun dari duduknya menuju meja rias.

Ia mengamati setiap inci tubuhnya.

"Akkkkhhhhh" dia menarik rambutnya sendiri, dia frutasi dengan keputusan bodohnya.

"mengapa begitu mudah aku memberikanya, bodoh, bodoh, bodoh" batin Likha berbicara dengan memukul-mukul pelan kepalanya.

Dia tersentak saat melihat lehernya begitu banyak tanda merah yang Irfan berikan padanya.

Dia mengingat berapa kali ia melakukan, sehingga membuat bagian sensitifnya itu terasa nyeri dan badan ia terasa remuk.

Tapi sayang dirinya tak mengingatnya, karena dia terlalu banyak melakukanya semalam.

Likha keluar kamar menuju kamar mandi.

Dia membersihkan diri, ia melihat bagian dadanya begitu banyak tanda merah dan ternyata lebih banyak dari lehernya.

"Ya Tuhan" Dia menatap langit-langit kamar mandi.

Dia menyelesaikan aktivitasnya di dalam kamar mandi.

Dan ia ingin memasak sarapan untuk dirinya dan Irfan.

Tepatnya sarapan yang tertunda hahaha.

Karena jam di ding-ding menujukan pukul setengah sebelas siang.

"Emmmmmm" Likha merasa geli di area leher.

Dan ia pun membalikan tubuhnya.

"Geli iiiihhhh" Likha mendorong pelan tubuh Irfan.

Membuat Irfan mundur selangkah dari Likha.

Dengan cepet Irfan menarik tangan Likha dan membuatnya berada di pelukan Irfan.

Kini mata mereka saling beradu dan membuat jantung mereka berdetak lebih cepat dari biasanya.

Likha berusaha memberontak kecil namun berontaknya dia tak berarti bagi Irfan bertubuh tinggi dan dia bertubuh mungil.

Tanpa ragu Irfan mencengkaram lembut dagu Likha.

Dan mendekatkan bibirnya di bibir Likha.

Dengan lembut Irfan mencium bibir Likha.

Dengan nafas yang berderu cepat dan saling bersautan Likha dengan reflek melepaskan pisau yang di tangan kanan dan sayuran di tangan kirinya.

Untung tak terkena kaki Irfan.

hehehe

Dengan cepet Irfan menggiring tubuh Likha kedalam kamar tanpa melepaskan bibirnya yang sedang berpagutan dengan bibir Likha.

Likha serasa terhipnotis oleh yang Irfab lakukan.

Penyesalan yang dia seselali beberapa menit yang lalu kini hilang.

Yang ia inginkan saat ini hanya tubuh Irfan.

"persetan dengan dosa" batin Likha yang menikmati ciuman Irfan.

Dengan tangan yang melingkar di tengkuk leher Irfan.

Dan mengikuti gerak tubuh Irfan yang menggiringnya masuk ke dalam kamar.

Dannnnnnnn

Mereka melakukanya kembali, hingga adzan dzuhur menghentikan aktivitas ranjang mereka.

****

"hah hah hah" suara nafas yang tak beraraturan keluar dari mulut mereka berdua.

"Fan kamu nggak bakalan ninggalin aku kan" dengan wajah yang ia tenggelamkan dalam dada bidang Irfan.

"Aku nggak bakalan ninggalin kamu. Aku akan bertanggung jawab dengan apa yang terjadi sama kamu nanti" meninggalkan kecupan manis di kening Likha.

Likha memeluk pinggang Irfan dengan erat.

Ia begitu mencintai kekasihnya.

Ia tau Irfan lelaki yang bertanggung jawab.

****

Di kantin kantor Bagas dan Egar sedang berbincang masalah ranjang.

Dua lelaki gila pencinta sexs tepatnya.

Bagas yang terlihat ramah dan penyayang termasuk jajaran Fuckboys sekarang di kantornya.

Setelah dia melakukanya dengan Enik.

Ia sering melakukan hal itu dengan wanita lain di kantornya hingga toilet kantor.

Egar yang mengajarinya tentunya hahaha.

"Gimana loe sama Enik" Egar tau yang Bagas lakukan dengan Enik di rumah Bagas.

Ya Egar adalah sahabat karib Bagas, semua hal yang terjadi di dirinya akan ia ceritakan pada Egar.

"Baik" ucapnya singkat, dan memasukan menu makan siang di mulutnya.

"Likha gimana?"

"uhuk uhuk uhuk" Bagas terbatuk mendengar Egar menyebut nama adik sepupunya.

Egar memberikan segelas air putih yang ada di dekat Bagas.

"Pelan-pelan dong" dengan menepuk-nepuk punggung Bagas

"Pertanyaan loe bikin gue keselek" Bagas menyingkirkan tangan Egar dari bahunya.

"Likha dah punya cowo, Irfan namanya"

"oooo"

"Dah gitu doank" dengan kesal Bagas menatap Egar.

"Boleh nggak gue ambil" dengan menaikan turunkan alisnya, agar Bagas semakin kesal dengan dirinya.

"Gila" Bagas beranjak pergi dari kantin kantor.

"Woy tungguin, siapa nih yang bayar ?" dengan sedikit berteriak dia melihat Bagas semakin jauh darinya.

Namun Bagas tetap berjalan meski ia mendengar yang Egar ucapkan.

"Sialan" umpatnya.

Hallo guys.

.

.

.

Mungkin aku akan lama untuk updatenya.

Karena aku akan operasi InsaAlloh kemis ini.

doain yah semoga lancar.

makanya dari kemarin aku nggak bisa up karena bolak balik Rumah Sakit.

jangan lupa like vote dan komen yah.

.

.

.

.

Di tunggu jejaknya.

1
November
lanjut
Mentari
bagus
Hanisah Nisa
lanjut
Susiana Hutagalo
cakep
Mit Sebauh
lanjutin ceritanya
Sri Atun
serasa belajar membaca ya bahasa nya
khariliska
semangat author
Bundha Shandy
npa selalu buntu , nga da lanjutan nya , ampe cape bolak balik liatin nya ...
Deyooooo
langsung hot hot....
Erniwati Matondang
senang membacanya
Nur Izatty Okiun Abdullah
tdk cntk
Yustina Hadi
lanjut tor
Shedah Humaira
lanjut kak
Kymora Pertukangan
kirain tamat
ELmyah
ccok bang irfan
Eka S
seru.. lanjut thor
Elly Carlana
lanjut..
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Wartin Kusmawati
mampir thoor
DRY CoachGABAT
mana lanjutannya thor dah lama ga metu
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Ellice
kalau nulis novel segera kelarin . jadi nya gantung kayak pohon pisang
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!