NovelToon NovelToon
Dia Juga Anakku

Dia Juga Anakku

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Single Mom / Playboy / One Night Stand / Tamat
Popularitas:60.4k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Selama belasan tahun Alesha Kamil sendirian membesarkan keponakannya, Azzam. Ia berharap seluruh cinta yang ia berikan dapat menggantikan figur ayah yang tak pernah dikenal anak itu.

Namun tiba-tiba, suatu hari Keenandra Malik Gunawan mendatangi Alesha di rumahnya. Musisi yang terkenal playboy itu sebetulnya ayah kandung Azzam, dia datang karena surat-surat kaleng yang berisi pemberitahuan jika dia memiliki seorang anak.

Akankah Keenan mengambil Azzam dari Alesha yang sudah mengurus dan membesarkannya? atau Keenan justru menginginkan yang lain?

Yuk baca selengkapnya di Dia juga Anakku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Keesokan harinya Andra muncul di depan pintu kediaman Alesha, pukul sebelas siang. Alesha terkejut melihat pria itu. Sejak percakapan mereka di acara malam sebelumnya, sikap Alesha terasa kaku dan menjaga jarak, ia belum bisa mengizinkan Azzam tinggal dengan Andra,

“Kau sibuk?” tanya Andra dari balik pintu.

“Aku sedang bekerja.”

Tubuh Alesha bau cat dan penampilannya berantakan. Gaun pesta yang semalam di kenakannya sudah digantung di dalam lemari. Pagi ini Alesha hanya mengenakan terusan panjang yang sama sekali tidak menarik, dan bahkan sudah tercoreng-moreng oleh cat.

“Boleh aku masuk?”

Sejenak Alesha ragu, lalu membuka pintu lebih lebar. “Kau tidak bekerja?” tanyanya ketika mereka berjalan menyusuri lorong menuju bagian belakang rumah.

Andra langsung duduk di atas salah satu kursi rotan dan melepaskan kacamata hitamnya. “Tadinya sih kerja, tapi ternyata client memundurkan jadwal meeting karena mendadak istrinya masuk rumah sakit. Oleh karena itu sekarang aku bebas. Apa itu?” Dengan kacamata hitamnya Andra menunjuk ke gambar yang sedang dikerjakan Alesha.

“Sampul katalog toko perhiasan. Kau suka?” Alesha mengangkat gambarnya, menunggu komentar Andra.

Gambar itu menunjukkan bunga teratai yang besar dengan latar belakang hitam yang kontras. Di tengah-tengah kuntum bunga yang berwarna putih tampak sepasang anting-anting yang berkilauan.

“Unik.”

“Diplomatis sekali,” ujar Alesha datar. “Untung staf marketingnya sudah menyetujui sketsaku, kalau tidak aku bisa khawatir.”

Andra tersenyum samar, Seolah hanya mendengarkan sepintas lalu. “Apa yang sedang kau pikirkan hingga membuat kau datang kemari? Kau kan tahu Azzam sedang sekolah.”

“Makan siang.”

“Hah?”

“Aku mau mengajakmu makan siang di luar,” ujarnya cepat.

“Aku tidak mau, tampangku sedang lusuh begini.”

“Kau cantik kok.”

“Lupakan. Aku tidak mau keluar dengan penampilan seperti ini.”

“Baiklah kalau begitu, kita makan siang di sini saja. Kau punya apa?”

Sebelum Alesha sempat menjawab, Andra sudah berjalan melewati pintu menuju dapur. Ketika Alesha sampai di sana, pria itu sedang membungkuk, melihat-lihat isi kulkas.

Alesha berjalan menyeberangi ruangan dan dengan kasar menutup pintu kulkas. “Kau tidak datang ke sini untuk makan.”

Andra bersandar di kulkas dan menatap langit-langit. “Kau benar. Memang bukan itu alasanku.”

“Kalau begitu kenapa kau datang ke sini?”

“Aku terus-menerus memikirkan pertanyaanmu semalam. Apa yang akan aku lakukan dengan Azzam?”

Dada Alesha kembali sesak. "Bukankah kau sudah menjawabnya? Kau akan melakukan pendekatan dengannya sebelum kau mengatakan yang sebenarnya kepada Azzam dan orang tuamu?"

Andra mengangguk. “Ya, tapi sebelum itu, aku ingin tahu masa lalunya.”

Alesha menggelengkan kepalanya bingung “Aku tidak mengerti.”

“Aku suka melihat Azzam yang sekarang. Dipandang dari segala sudut, Azzam adalah anak yang hebat, anak idaman setiap ayah. Aku ingin tahu bagaimana dia bisa menjadi seperti itu. Bayangkan, betapa banyak yang tidak kuketahui. Satu-satunya yang kuketahui dari enam belas tahun kehidupannya hanyalah bahwa dia tidak boleh memelihara kucing karena neneknya punya alergi dan bahwa dia mengikuti les renang sejak kecil .”

Ekspresi Andra begitu muram dan tatapannya memohon. “Ceritakan padaku, Alesha. Ceritakan padaku segalanya mengenai Azzam.”

Alesha memandang sekilas ruang kerjanya, bermaksud memberi isyarat, tapi berpikir ia bisa bergadang semalam suntuk kalau memang diperlukan untuk menepati tenggat waktu pekerjaannya.

“Ikutlah denganku.” Ia mengantar Andra dari dapur menuju ruang tamu, tempat ia menyimpan album-album foto yang penuh dengan foto Azzam.

Perasaan Alesha bercampur aduk. Walaupun sulit baginya, tapi ia berusaha menghargai Andra karena bagaimana pun Andra ayah biologis Azzam, yang meskipun dia diancam surat-surat kaleng, Andra tetap menujukan rasa tanggung jawabnya terhadap putranya.

Alesha duduk bersila di lantai dan menarik sebuah album foto yang besar ke atas pangkuannya. Andra duduk di sampingnya. Alesha membuka sampul album foto itu dan mengusapkan tangannya di atas kertas yang ditempelkan di halaman pertama.

“Cap kaki Azzam yang pertama, diambil tak lama setelah ia lahir.”

Mata Andra bersinar. “Mungil sekali!”

“Memang tidak sebesar kakinya sekarang,” ujar Alesha, tertawa. “Kakinya memang kelihatan manis di sini, tapi setiap kali aku membuka keranjang baju kotornya, kaus kakinya sama sekali tidak beraroma manis. Aneh juga, padahal dulu aku suka menciumi kakinya.”

Di halaman berikutnya tampak foto-foto ketika keluarganya membawa pulang Azzam dari rumah sakit. Andra mengamati foto Annisa yang menggendong anaknya. “Dia tidak tampak senang melihat anaknya.”

“Dia kan baru saja melahirkan,” tukas Alesha. “Dia masih kurang sehat.”

Andra langsung bicara tanpa basa-basi. “Dia tidak menginginkan Azzam, kan?”

“Yah, dia...”

“Alesha jujurlah.”

“Ya, dia tidak menginginkan Azzam,” aku Alesha sambil menghela napas.

“Karena kau sudah menggagalkan rencana aborsinya, kenapa dia tidak menyerahkan Azzam ke panti asuhan untuk diadopsi saja?”

“Begitulah rencana Kak Nisa, tapi Abi dan Ummi menentang keras ide itu.”

“Kenapa?”

"Abi berulang kali mengatakan dengan tegas bahwa setiap orang harus bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuatnya.”

“Orang menuai apa yang ditanamnya. Aku tidak menyangka masih ada orang yang beranggapan seperti itu.”

“Tidak ada karma dalam Islam, adanya hukum Dzarroh. Ajaran ini ada di dalam Al-Qur'an surat Al Zalzalah ayat 7-8. Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzarroh, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat dzarroh, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan Abi ingin Kak Nisa bertanggung jawab atas perbuatannya.”

“Tapi kurasa Annisa tidak sepenuhnya mau bertanggung jawab, dan dia justru malah membuat keluargamu menderita.”

“Setelah Kak Nisa di keluarkan dari pesantren, kabar kehamilannya tersebar luas dengan cepat. Abi langsung kehilangan pengaruhnya, kontrak-kontrak kajian yang sudah di sepakati mendadak di cancel.”

“Apakah itu yang membuatnya menolak Azzam?”

“Tentu saja tidak. Azzam sama sekali tidak berdosa, Abi dan Ummi sangat menyayanginya. Anak itu tidak akan menjadi sebaik sekarang kalau bukan karena kasih sayang kakek-neneknya.”

“Lalu, apa pekerjaan Abimu setelah itu?” tanya Andra sambil membalik halaman album, mengamati setiap foto Azzam dengan saksama.

“Meski hanya berbaring di rumah sakit, Abi adalah suami dan ayah yang bertanggung jawab. Beliau mencoba menulis buku, dan para jemaahnya yang masih setia membeli buku-buku Abi, walau hasil penjualan dari buku-buku itu tidak seberapa dan Ummi masih tetap harus menjual rumah lama kami.”

“Lalu pada akhirnya, Abimu meninggal akibat serangan jantung.”

“Ya. Ummi sangat berduka. Apalagi kematian Abi begitu dekat dengan kecelakaan Kak Nisa.”

“Apa yang terjadi, Alesha?”

“Aku sudah memberitahumu. Kecelakaan. Kecelakaan mobil, tepatnya.”

Andra menangkup dagu Alesha dengan jarinya dan menengadahkan wajah wanita itu ke arahnya. “Bisa lebih rinci lagi?”

“Sudah tidak penting lagi sekarang. Azzam pun tidak akan ingat,” elak Alesha.

“Aku masih menunggu.”

Alesha memejamkan matanya dan berbisik, “Kak Nisa di kejar rentenir Pinjol, mobilnya melanggar jalur pemisah jalan dan menabrak mobil di jalur itu, dia tewas seketika.”

Andra mengumpat dengan keras, merasa marah sekaligus menyesal. Alesha langsung menyadari apa yang sedang dipikirkannya, dan berusaha menghiburnya.

“Itu bukan salahmu, Andra. Kau bahkan tidak tahu Kak Nisa hamil. Jangan menyalahkan dirimu karena merasa meninggalkan seorang gadis dalam masalah. Kak Nisa sendiri yang menjerumuskan dirinya dalam masalah itu, dan kalau bukan denganmu, pasti dengan orang lain."

“Kenapa orang tuamu tidak menghubungiku atau orang tuaku?”

1
Eli sulastri
😭😭😭
Sri Puryani
o....begitu ceritanya, berarti itu jodohnya meskipun ketemunya sdh dewasa
Sri Puryani
siapa yg nulis srt nya ya?
Sri Puryani
kenapa alesha dtgnya mlm"? apa gk bs nunggu bsk.....
Sri Puryani
enaknya dr bayi smpe besar yg membesarkan alesha kok andra seenaknya mau ambil andra
Sri Puryani
o......anaknya annisa
Sri Puryani
kasihan umi ....yg krm srt pasti annisa
Sri Puryani
ya Allah kok annisa gk sadar klo perbuatanya itu salah
Sri Puryani
annisa hamil
Sri Puryani
semoga alesha yg plg sdr aman smpe rmh
Ayu galih wulandari
Halo kak ...aqu baru manpir ke karyamu....😍😍
Irma: Terima kasih selamat membaca🙏
total 1 replies
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Akhirnya penantian yang berujung bahagia. Selamat yaa
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Isshh Andra udah nggak sabar yaa😅
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Nahhh kaann akhirnya cinta itu sampai kepada si empunya hati..
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Pucuk dicinta ulam pun tiba... ternyata gadis kecil yang ditolong Andra itu Alesha. Dan ternyata mereka menyimpan perasaan yang sama.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Wahhh Andra... jadi ikut membayangkan penampilan Andra saat memakai baju koko...😍
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Terima kasih banyak kak Irma ❤
ira rodi
trs annisanya kemana...jangan sampe annisa yg kirim surat itu....atau azzam mungkin...
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞⰼ⃞☪༄⃞⃟⚡W⃠
waah gak sabar dengan launching novel barunya 😍😍😍
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞⰼ⃞☪༄⃞⃟⚡W⃠
welcome to the world baby girl
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!