NovelToon NovelToon
Polygamy Or Divorce

Polygamy Or Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Teman lama bertemu kembali / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Terlarang
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mom AL

Pernikahan adalah sebuah impian bagi semua orang, termasuk Zahra. Namun, pernikahan yang bahagia kini rusak akibat kehadiran orang ketiga. Evan selaku suami, mulai membandingkan Zahra dengan gadis lain.

Suatu hari dia memutuskan untuk menjalin hubungan hingga tidak memperdulikan hati Zahra. Akankah pernikahan mereka mampu diselamatkan? Ataukah Zahra harus merelakan suaminya bersama dengan wanita lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 19 Berangkat bersama

Setelah suasana yang membaik, Zahra pun menawarkan pada Anna untuk menginap malam ini. Dia akan berusaha untuk tidak mencurigai adik tirinya tersebut dan mencoba melupakan masa lalu dimana Anna pernah mengatakan jika dirinya menyukai Evan.

Pada saat tengah malam, Anna kebetulan haus dan dia mengambil air minum. Jam menunjukkan pukul dua pagi. Selesai minum, gadis itu kembali ke kamarnya. Namun, baru saja hendak melangkah, dia dikagetkan dengan kedatangan Evan.

Pria itu mencengkram lengan Anna dengan cukup kuat hingga Anna mengadu kesakitan.

"Mas, apa yang kau lakukan? Lepaskan tanganku!" Anna berusaha melepaskan cengkraman Evan.

Setelah terlepas, Evan menatap wajah Anna dengan lekat. Dia tahu jika gadis seperti Anna tidak akan mudah berubah baik seperti tadi.

"Apa yang sudah kau rencanakan?"

"Maksudmu?"

"Jangan berpura-pura bodoh, Anna! Aku tahu bagaimana sifatmu meskipun kita baru dekat beberapa bulan ini. Apa alasanmu berbicara seperti itu pada Zahra? Kau ingin menikah dengan Jhonny?" Evan tertawa pelan. "Sangat konyol! Kesucianmu sudah hilang karenaku, dan kau mengatakan jika dirimu ingin menikah dengan pria lain? Sangat tidak masuk akal."

Anna tersenyum lebar, dia mendekati wajah pria itu hingga saat ini jarak mereka hanya beberapa sentimeter saja. "Kau mengetahui siasat jahatku, Mas? Wow, kau sangat pengertian. Aku melakukan semua ini agar bisa selalu ada di dekatmu." ucapnya tanpa rasa malu, bahkan Anna meraba rahang kokoh milik Evan.

"Sudah ku duga,"

"Kau benar-benar paling mengerti aku," Anna tidak sungkan memeluk tubuh Evan.

"Anna, jangan bertindak gegabah. Saat ini kita sedang berada dirumahku, dan bukan hanya kita berdua yang ada di rumah ini! Kau paham?" Evan secepat kilat melepaskan pelukan Anna.

Gadis itu cemberut, tetapi sedetik kemudian dia tersenyum lagi.

"Tidak masalah, yang penting sekarang aku bisa dengan mudah dekat denganmu."

"Terserah kau saja," Evan tidak ingin memperpanjang masalah, dia memutuskan untuk kembali ke kamarnya sebelum Zahra curiga.

Anna yang ditinggal begitu saja hanya mampu menatap punggung belakang kekasihnya dengan senyum melebar. "Ini baru permulaan, Sayang." ujarnya pelan dan kembali ke kamar.

***

Pagi hari pun tiba, Zahra yang sudah selesai memasak sarapan langsung membangunkan Evan. Sebelum keluar, mereka berdua bermesraan terlebih dulu di atas ranjang. Pagi ini rasanya sangat berbeda dibandingkan pagi sebelumnya. Bagaimana tidak, kehidupan rumahtangga Evan dan Zahra mulai membaik.

"Sayang, jam segini kau sudah selesai memasak, bahkan mandi dan sekarang membangunkanku. Jam berapa kau bangun?"

"Aku terbangun jam lima pagi, Mas. Lalu setelah itu aku menyiapkan sarapan kemudian mandi. Dan sekarang, giliranmu membersihkan diri. Kau tidak ingin terlambat pergi ke kantor bukan?"

"Ya, kau benar sekali. Tapi, coba katakan satu hal."

"Ada apa?"

"Bagaimana aku bisa pergi ke kamar mandi jika kau masih saja menempel padaku seperti ini," Evan tersenyum manis.

Zahra pun ikut terkekeh, posisinya saat ini memang tidak memungkinkan untuk Evan bisa pergi ke kamar mandi. Zahra meletakkan kepalanya di lengan Evan dan dia memeluk tubuh suaminya itu dengan sangat erat. Setelah tersadar, akhirnya Zahra menegakkan tubuhnya diikuti oleh Evan.

"Baiklah, Sayang. Tunggu aku di meja makan, aku akan segera menyusul." Evan mengecup dahi milik Zahra.

Beberapa menit berlalu, akhirnya mereka bertiga berkumpul di meja makan. Zahra dengan telaten mengambilkan sarapan untuk Evan, bahkan dia sudah menyiapkan kopi hitam untuk suaminya itu.

Anna yang melihat kegesitan Zahra hanya tersenyum miring, dia memutar bola matanya.

"Ayo, Anna. Silakan dimakan,"

Mereka sarapan dengan tenang dan sunyi, sesekali ketiganya mengobrol ringan. Setelah selesai melakukan ritual sarapan, kini saatnya mereka bertiga pergi berangkat ke kantor.

"Mas, apa aku boleh meminta sesuatu?"

"Tentu, katakan saja apa yang kau inginkan." jawab Evan menyanggupi.

"Hari ini kita sama-sama ingin berangkat ke kantor. Bagaimana jika kita bertiga satu mobil saja? Maksudku, tujuanmu dan Anna 'kan sejalan, maka dari itu kita bisa berangkat bersama."

Anna hanya mengedikkan bahu. Sementara Evan terlihat tidak nyaman.

"Kenapa kau diam saja, Mas? Baiklah, jika kau tidak bersedia, maka biarkan aku dan Anna berangkat bersama."

"Tidak-tidak! Aku akan mengantarmu ke kantor, dan Anna juga akan ikut bersama dengan kita."

Anna tersenyum lebar, dia beruntung karena bisa mengambil hati Zahra.

"Kak, aku rasa tidak perlu. Aku bisa memakai mobilku sendiri atau tidak meminta jemput Jhon."

"Anna, aku mohon. Hubungan kita baru saja membaik, kau ini adikku dan aku tidak akan membiarkanmu merasa kesepian atau terabaikan. Sudahlah, ikut saja dengan kami dan jangan banyak protes," ucap Zahra tak terbantahkan dan dia menarik tangan Anna untuk masuk ke dalam mobil.

Anna yang berpura-pura sungkan hanya mampu bersorak riang dalam hati.

Mobil pun bergerak jalan ketika mereka semua sudah berada di dalamnya.

Beberapa menit kemudian, Zahra sudah sampai di kantornya. Dia membuka sabuk pengaman dan menatap Evan.

"Aku kerja dulu, ya, Sayang."

"Ingat, jangan terlalu kecapean dan jangan lupa makan. Jaga kesehatanmu," Evan mengecup dahi Zahra.

Anna pun berdehem membuat pasangan suami-istri itu tersadar jika di dalam mobil tersebut tidak hanya ada mereka berdua.

"Maaf, Anna. Kami tidak bermaksud —" ucapan Zahra terpotong oleh Anna.

"Tidak masalah, Kak. Kalian ini 'kan sudah menikah, tentu saja bebas melakukannya dimana pun yang kalian mau. Tapi, kalian juga harus ingat waktu. Harus sudah cukup siang, bagaimana jika kakak ipar terlambat sampai di kantor?"

Zahra tersipu malu, dia yang tidak ingin memperpanjang semuanya langsung turun dari mobil. Dia melambaikan tangan setelah mobil Evan sudah berjalan maju.

Cukup jauh mobil Evan melaju, dan akhirnya Anna bersuara.

"Berhenti, Mas!"

Evan refleks menghentikan kendaraan beroda empat itu.

"Ada apa, Anna? Bukankah kita belum sampai di kantor?"

Anna berpindah duduk di depan, dia bersidekap dan wajahnya sedikit marah.

"Anna, ada apa?"

"Kau bertanya ada apa? Dasar pria, dia bahkan tidak sadar dengan kesalahannya sendiri."

Evan terdiam, dia memejamkan mata sesaat. Dirinya yakin jika sifat Anna seperti ini karena melihat interaksinya dengan Zahra tadi.

"Dia itu masih istri sahku, Anna."

"Aku tau, tidak perlu membahasnya lagi. Ayo cepat jalankan mobilnya, di dalam sini terasa sangat panas!" cibir Anna membuat Evan menggelengkan kepala.

Mobil itu pun melaju dan mereka berdua hanya saling diam selama perjalanan menuju kantor.

Bersambung

1
Adi Sudiro
mampus si zahra keras kepala dok iyes
Adi Sudiro
terlalu naif kalau tidak memperhatikan diri sendiri minimal pikir kandungan nya terlalu tolol
🖤
Halo, Assalamualaikum para pembaca tercinta ♥️ Untuk beberapa hari ke depan, novel ini tidak lanjut dulu karena Othor mau pindah ke aplikasi sebelah (APLIKASI ORANGE F*Z*O) Yuk mampir dan Ketik Nama Pena Mom Al supaya keluar semua judul novelnya 🥰 Jangan lupa dukung setiap karya Othor 😍🙏 Terima kasih
falea sezi
zahra tolol
Anis Rohayati
mna ke hancuran si sampah evan kurang itu
Anis Rohayati
regan zahra menyala😍😘
Lee Mba Young
ya kn salah mu to, dah tau musuh mlh di tampung.
ibarat ular walau kau pelihara dng baik ttp saja dia akn matuk pemiliknya.
km sih yg buat anakmu gk selamat, yo wes nikmati saja jd lah pinter rugi sekolah tp ttp bodoh mudah di perdaya musuh.
Lee Mba Young
ya kan bodoh si zahra, kebanyakan pemain utama novel baik, naif, bodoh wes. pdhl bisa aja karakter baik tp pinter. yo wes ben keguguran toh si zahra juga oon mlh nampung musuh jelas jelas musuh kok di tampung yo rasakno 🤣🤣.
kcuali zahra pinter ku do'akan gk keguguran wong dia bodoh kok yo bene keguguran ben ngge pelajaran wong wedok berpendidikan jng terlalu bodoh 😁😂
Anis Rohayati
siap2 aja lo jalang ana lo akan di penjara dan lo akan di talak dan di buang si sampah evan
Anis Rohayati
klu bayi dan zahra nya meninggal bnr2 kaga jls ni novel krakter zahra do buat bnr2 bodoh bukan nya belajar dari msalalu ingat org licik ga akan bisa berubah hayo regan langsung nikahin zahra lindungin zahra dan ank nya dari kejahatan si ana dan si smpah evan
🖤
Kelanjutannya sudah Othor up 🤗🙏
falea sezi
zahra masih aja tolol
Anis Rohayati
jiji sma si jalang ana siap2 aja zahra bukan zahra yang di bodohi lo yang akan hancur
Anis Rohayati
siap2 aja lo jalang ana lo akan di buang si evan dan lo akan luntang lantung
Anis Rohayati
klu smpe zahra msih aja bodoh gua kaga lanjut bnr muak liat krakter cewe nya msih bodoh hayo zahra jangan tunjukin klu kmu bukan zahra yang lemah tunjukin ke ganasan mu
Anis Rohayati
ko krakter zahra menye2 trs bukan nya bales dendam atas kelakuan dua monyet itu
Anis Rohayati
hahhahaha akhir nya si jalang ana kecelakan juga dan dya bakal inget sesuatu kejadian si smpah evan selingkuh hahhaha gila kaga tuh pas dah sadar
Anis Rohayati
jangan buat si jalang ana meninggal thur gua dah nunggu bgt kehancuran si anna dan penyesalan si smpah evan kaga sabar mau liat reaksi si evan liat org yang dia cintai zahra bahagia sma cowo lain regan
Anis Rohayati
regan zahra😍😘😘😘
Anis Rohayati
nih baru zahra yang tegas dan pemberani hayo buat si ana hancur dan buat si evan nyesel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!