NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Di Dimensi Lain

Reinkarnasi Di Dimensi Lain

Status: tamat
Genre:Action / Dunia Lain / Barat / Tamat
Popularitas:80.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn_Frankenstein

Menceritakan seorang pemuda hebat yang hidup di Dunia Sihir. Tapi dia harus mati setelah dihianati oleh suatu kelompok yang telah ia bantu. Meskipun telah mati, rupanya ia bereinkarnasi ke Dimensi Lain setelah jiwanya dan pikirannya masuk ke dalam tubuh seseorang yang masih remaja.

Ternyata, kehidupan di Dunia barunya, bukanlah Dunia Sihir, tepatnya Dunia yang biasa-biasa saja. Tapi ada 1 hal yang membuat dirinya istimewa, yaitu dia bisa menggunakan Sihir.

***

Note : Cerita ini berlatar Multiverse dan Sequel dari cerita 'OVERSOLDIER'.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn_Frankenstein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

"Baiklah, aku akan memperlihatkannya padamu." ucap Peter.

Salah satu tangannya meraih dan mencengkram erat kaos belakang Niko, lalu ia membawanya terbang. Peter terbang melewati atap ruangan itu yang sudah berlubang akibat ulahnya sejak awal muncul.

Disisi Niko, ia berteriak ketakutan. Ia tak percaya dirinya dibawa terbang oleh laki-laki berkemampuan tak masuk akal ini. Ia melihat masion mewah orang tuanya mulai menjauh.

Kini Peter melayang di udara yang mungkin jaraknya 100 meter dari permukaan tanah. Tangan kirinya mencengkram kain belakang kaos yang dikenakan oleh Niko.

Peter melirik ke arah Niko yang berteriak ketakutan. Ia bersuara. "Tuan Muda Niko, bukankah pemandangan dari sini lebih indah ?"

"Lepaskan aku !! Jangan lakukan ini padaku !!" ucap Niko berteriak ketakutan melihat pemandangan dari atas langit.

"Sayang sekali. Aku tidak ingin melepaskanmu. Bukankah aku ingin menunjukkan kediamanmu yang hancur."

"Jangan !! Cukup !! Aku tidak akan mengganggumu lagi." ucap Niko sambil berteriak.

"Apa dengan kamu mengatakan seperti itu akan mengembalikan semuanya ?" tanya Peter.

Niko terdiam mendengarnya. Tubuhnya gemetaran. Peter lalu membuka telapak tangan kanannya. Lalu keluarlah Bola Api Biru sebesar bola tenis.

Niko sendiri terkejut melihatnya. Niko teringat kata-kata orang-orang bayarannya dulu, kalau Peter memiliki kemampuan diluar hal yang wajar.

"Kamu lihat bola Api ini." ucap Peter sambil menunjukkan bola Api Birunya.

Lalu Peter membiarkan Bola Api Birunya jatuh ke arah masion mewah. Niko sendiri, ia juga melihat Bola Api Biru itu jatuh masuk ke dalam masion milik kedua orang tuanya.

Beberapa menit kemudian, tidak terjadi apa-apa. Niko tersenyum lega. Lalu Peter bersuara. "Kamu jangan senang dulu."

Niko menoleh kepalanya dan menatap Peter. Tak...!! Peter menjetik jarinya, dan....

DUAR....!!!

Sebuah ledakan muncul dari mansion milik kedua orang tuanya Niko. Niko sendiri terbelalak tak percaya dengan apa yang ia lihat. Ia berharap, apa yang saat ini ia alami, hanyalah mimpi.

"Ini nyata Tuan Muda Niko. Pemandangan ini bukanlah mimpi." kata Peter.

Niko membeku mendengar kata-kata Peter, seakan bisa membaca isi pikiran tentang harapannya. Niko kini membatin, seharusnya ia tak mencari masalah dengan laki-laki ini.

Peter pun membawa Niko terbang. Niko kembali berteriak ketakutan. Ia meminta Peter untuk berhenti dan melepaskannya. Tentu saja Peter takkan melepaskannya.

Lagipula, kalau dilepaskan, ingin mati 'kah ? Secara Niko dalam posisi di bawa terbang, kalau dilepaskan, otomatis ia terjatuh dan ujung-ujungnya mati menghantam tanah.

.....

Tak ada setengah jam Peter terbang dan membawa Niko. Kini mereka berdua telah sampai di sebuah ujung bukit yang cukup jauh dari kota. Pemandangan serba pohon, alias hutan.

Peter pun turun mendekati permukaan tanah. Jarak tinggal 5 meter lagi, ia melempar Tubuh Niko, hingga laki-laki itu terjatuh menghantam tanah dan meringis kesakitan.

Peter pun telah mendaratkan kedua kakinya di tanah. Ia menatap dingin ke arah Niko. Disisi Niko, ia berusaha bangkit untuk berdiri sambil menahan rasa sakitnya.

"Kenapa harus di hutan ?" kata Niko bertanya-tanya melihat sekelilingnya.

Peter menjawab. "Ya, aku membawamu ke tempat yang nantinya akan menjadi tempat terakhirmu."

"Kamu gila !!" ucap Nilo membentak.

"Aku tidak gila, aku hanya ingin membalaskan apa yang telah kamu perbuatan kepada sahabatku." balas Peter.

Lalu Peter melanjutkan. "Aku akan membuatmu menderita disini, hingga kamu menginginkan kematian." sambil menunjukkan Bola Apinya di telapak tangan kanannya.

"Aaaagggrrrrhhh...!!" ucap Niko berteriak dan berlari ketakutan.

Peter tersenyum dingin. "Teruslah lari, kamu takkan bisa keluar dari hutan ini."

Lalu Peter berjalan dan melemparkan salah satu Bola Apinya ke arah pohon yang baru saja dijadikan tempat persembunyiannya Niko.

DUAR...!!

Pohon itu meledak, Niko pun terpental. Ia meringis kesakitan. Ia segera bangun dan berlari. Sedangkan Peter, ia berjalan sambil memunculkan kembali Bola Apinya di telapak tangan kirinya.

Niko tak sempat bangun untuk berdiri, ia merayap di tanah. DUAR...!!

Peter melempar lagi Bola Apinya. Beruntung, Niko berguling ke samping, jadi ia tak kena. Niko segera bangun, selagi Peter belum mengeluarkan Bola Apinya lagi.

"Hentikan !! Aku mohon, jangan..!!" Niko berteriak, ia berjalan cepat dengan tertatih-tatih, dan sambil menangis.

Peter tak mengeluarkan Bola Apinya, tetapi ia melesat terbang dengan cepat mendekati Niko. BUGH..!!

Niko terpental ke depan setelah punggungnya menerima pukulan keras dari Peter. Niko terjatuh tengkurap di tanah. Ia menangis. Dan memohon ampun agar Peter menhentikan perbuatannya.

Tetapi, Peter tak peduli hal itu. "Dengan kamu memohon ampun, apa semua bisa kembali semula."

Peter menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu ia berkata. "Semua yang sudah terjadi, takkan bisa terulang kembali."

"Kau tak bisa melakukan ini padaku. Atau kau akan menerima balasan dari ayahku jika kamu membunuhku..!!" ucap Niko berteriak, ia mencoba mengancam.

Peter tersenyum menyeringai. "Apa kamu tidak sadar akan hal ini. Ayahmu hanya bisa mengandalkan kekayaannya. Aku bisa saja membunuhnya dalam sekejap dengan kekuatan atau Sihirku."

Niko terbelalak mendengarnya. "Sihir ?"

"Ya, semua apa yang kamu lihat, adalah Sihirku." jawab Peter.

"Tidak mungkin. Tidak ada yang namanya Sihir di Dunia ini !!" kata Niko tak percaya.

"Benar, di Dunia ini tak ada Sihir, tetapi Hukum alam tak berlaku padaku." balas Peter.

Niko menangis ketakutan. Ia segera berjalan entah berlari agar segera lepas dari Peter sudah sudah menurutnya gila.

Melihat Niko yang berjalan cepat sambil tertatih-tatih menjauhinya. Peter berkata dengan keras. "Teruslah berlari Niko. Kamu takkan bisa lepas dariku atau keluar dari tempat ini."

Peter tak perlu berlari mengejar Niko yang hanya berjalan tertatih-tatih cepat di depannya. Ia hanya berjalan saja. Lagipula ia takkan tertinggal jauh. Kini Peter merasa terhibur melihat Niko menderita.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Sementara, di sebuah tempat yang misterius. Di tempat itu terlihat seorang Pria tua dan pria dewasa tengah melihat aksi Peter yang menurutnya sudah keterlaluan.

"Reyhan, apa kamu akan terus membiarkannya ?" tanya Pria tua.

"Kau benar, ini seharusnya tak bisa dibiarkan saja." jawab Reyhan.

Bagi Reyhan, kalau membunuh tinggallah bunuh saja. Jangan membuat korbannya menderita seperti itu, justru merasa terlihat menyedihkan.

Reyhan segera membuka portalnya. ia pun langsung masuk ke dalam portal agar sampai ke Dunia D-26.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Di waktu yang sama, Niko masih terus berjalan cepat dan tertatih-tatih agar menjauh dari Peter yang berjalan mendekatinya.

Peter di matanya kini, seperti malaikat mautnya. DUAR...!! Niko terpental setelah terkena hantaman udara akibat ulah ledakan yang di lempar oleh Peter.

Niko sudah tak bisa bangkit untuk berdiri. Kaki kanannya keseleo, sedikit bergerak saja, rasanya sakit yang amat luar biasa. Ia hanya bisa menangis.

Disisi Peter, ia sudah menyiapkan tangan kanannya yang sudah diselimuti Sihir Petirnya. Lalu ia berkata. "Tenanglah, aku akan mengakhirimu tanpa rasa sakit."

Tiba-tiba ada sebuah tangan menyentuh pundaknya. Peter terkejut dan langsung menoleh kepalanya. Siapa yang sudah datang dan mengganggu aktifitasya.

___________

Jangan Lupa Like.

1
KERUPUK GORENG
mantap
KERUPUK GORENG
dri bab 1- bab 24 itu berapa total halamannya ad berapa? soalnya mau buat tugas sekolah
Dimas Setiawan
mantap
Dimas Setiawan
wow
Dimas Setiawan
nice
Dimas Setiawan
gass
Dimas Setiawan
bunuh
Dimas Setiawan
sikat
Muhammad Rizky
lawan manusia biasa aja pake sihir pdhl bisa Seni bela diri
Min sua
sedikit typo
M Black
.
hoomano1D
keknya pernah baca, tp lupa...
ternyata kalo tdk dijdkan favorit/masuk rak buku, malah like yg sebelumya hilang semua..
ARA
Oo.. Temannya Sean ternyata😊👍
Dwiwahyu Prihantini
kampung sihir🤔🤔🤔
Mukhlis B
Kalau pandangan 200 meter lah yg nampak kan titik saja kok peter enak saja melihatmu segitu hebatnya.peter
AngGa
Haaah,,Kalo gua jadi MC,senggol dah bacok
Rizky Maulana
bukannya itu gadis yg dimaksud anaknya si jonatahan si queen kan ?
Raptor
kevin janc*k. Ngakak 😂😂😂👍
Mat Grobak
kampung sihir
[ Azuya ]
penghianatan itu diperlukan untuk mengubah org yg naif menjadi tidak naif....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!