NovelToon NovelToon
BEAUTY

BEAUTY

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:77.1k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Selalu dianggap jelek dan dihina oleh suami dan keluarganya, bahkan hingga diceraikan. Membuat Nadi Djiwa membalaskan dendamnya dengan merubah penampilannya, ia ingin membuat mantan suaminya menyesal karena telah menceraikannya, dan ia pun ingin merebut kembali perusahaan yang ia rintis dari nol.

Akankah Nadi berhasil membalaskan dendamnya? Cerita selengkapnya hanya ada di novel Beauty - NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Hari berganti hari, Surya tak kunjung mendapatkan pekerjaan sementara biaya hidup terus berjalan dan keuangan Surya kian menipis. Ia memberanikan dirinya meminta bantuan kepada mamanya untuk menambah modal usaha, rencananya ia ingin membuka bengkel tambal ban di depan rumah.

Sayangnya rencana itu di tolak mentah-mentah oleh Mentari, ia menolak untuk menjual satu tas brandednya.

"Kalau mama tak bisa melepas tas branded mama, bagaimana dengan perhiasan yang aku beri satu tahun yang lalu? Aku butuh uang untuk modal usaha mah," pinta Surya.

Seketika Mentari menyembunyikan tangannya di bawah bantal, agar Surya tak melihat jemari dan lengannya yang di penuhi perhiasan. "Beraninya kamu, meminta barang yang sudah kau berikan!"

"Aku hanya pinjam, mah. Nanti aku kembalikan."

"TIDAK!" bentaknya. "Perhiasan ini mama masih pakai untuk arisan dan kondangan, apa kata teman-teman mama jika mereka lihat mama tidak memakai perhiasan?"

Surya menggelengkan kepalanya, ia tak habis pikir di saat kondisi ekonomi sesulit ini mamanya masih saja memikirkan pandangan orang. "Pandangan orang itu tidak penting, mah. Yang terpenting adalah besok kita masih bisa makan."

"Kalau kau miskin, miskinlah sendiri Surya. Jangan bawa mama ke dalam kesulitanmu! Pergilah kamu dari sini!"

Mulut Surya hampir menganga, niat hati ingi meminjam uang ibundanya untuk membuka usaha, Surya malah di usir oleh ibundanya. "Maksud mama apa mengusirku dari sini?"

"Istrimu sebentar lagi melahirkan, mama tidak ingin ada suara tangis bayi memenuhi rumah ini. Rumah ini terlalu sempit dan pengap untuk menampung banyak anak, jadi kamu pergilah dari sini!"

Surya mengerutkan keningnya. "Bukankah dulu mama yang minta aku menikahinya? Kenapa sekarang mama seolah tak menginginkannya?"

"Istrimu pembawa sial," Mentari tak peduli Cindy yang tengah masak di dapur mendengar ucapannya. "Sejak kau menikah dengannya hidup kita menjadi sulit, mama tidak ingin hidup mama semakin sulit, jadi kau bawa dia pergi dari sini, lagi pula kau kan tidak bekerja, menambah beban mama saja!"

Mendengar ucapan mamanya yang begitu menyakitkan, Surya langsung beranjak dari tempat duduknya dan bergegas ke dapur. "Ayo kita pergi dari sini!" ia menarik Cindy untuk berkemas.

"Kita mau kemana mas?" tanya Cindy bingung sembari melipat pakaian mereka, sementara Surya yang memasukan ke koper. "Kemana saja yang penting tidak di rumah ini!"

Di saat mereka mengemasi barang-barang mereka, Bintang keluar dari kamar, ia nampak bingung mengapa kakak dan kakak iparnya mengemasi pakaian mereka. "Mas Surya mau ke mana? Apa kita mau kembali lagi ke rumah lama kita?" tanyanya penuh harap.

Surya menoleh ke arah Bintang. "Mas mau pergi dari rumah ini, mama sudah tidak menginkan mas dan mbamu tinggal di sini."

Bintang semakin bingung dengan apa yang di ucapkan oleh kakanya, ia menghampiri mamanya di kamarnya. "Mah, Mas Surya sedang mengemasi barang-barangnya. Apa benar mama mengusirnya?"

"Ya biarkan saja mereka pergi, rumah ini sudah sesak, apa lagi nanti di tambah ada bayi, rumah ini pasti makin berisik. Lagi pula apa untungnya mereka di rumah ini? Kakakmu sudah tidak bekerja lagi dan tidak menghasilkan sama sekali."

"Tapi mah..."

"Hmm..." Dehaman Surya memotong pembicaraan mama dan adiknya. "Aku dan Cindy pergi dulu, jaga diri kalian baik-baik," ia dan Cindy pun pergi dari kediamannya.

Ingin sekali Bintang mencegah kakaknya pergi namun Mentari mencegahnya. "Kau masih ingin hidup enak?" tanyanya sembari melotot. "Kau ikuti rencana mama."

"Rencana apa mah?"

"Telepon kakakmu Senja, katakan padanya jika Surya meninggalkan kita dan kita tidak punya uang untuk makan dan rumah ini bocor. Dengan begitu kakakmu akan menampung kita di rumahnya, setidaknya rumah dia lebih layak dari rumah ini."

Tak ada pilihan lain selain menuruti permintaan ibundanya sebab kini keberlangsungan hidupnya ada di tangan ibundanya, ia pun beranjak dari kamar mamanya menuju kamarnya untuk mengambil handphone.

Nampak terdengar jelas jika Senja keberatan untuk menampung ibu dan adiknya, namun Senja terus memaksa sehingga mau tak mau Senja pun mengizinkan ibu dan adiknya tinggal di kediamannya.

"Benarkan apa kata mama? Dia pasti membolehkan kita untuk tinggal di rumahnya," ucap Mentari setelah Bintang mematikan sambungan teleponnya.

"Tapi, kedengarannya ka Senja seperti keberatan," Bintang menghembuskan napasnya Seketik ia jadi teringat dengan Aaron, ia berkhayal jika dirinya menikah dengan Aaron tentu hidupnya tidak sesulit ini.

"Sudahlah yang penting kakakmu mau menampung kita. Ayo cepat kita kemasi barang-barang kita dan kita tinggalkan rumah kumuh ini!" Senja sudah tak sabar untuk meninggalkan kediamannya.

...****************...

Nampaknya harapan Mentari tak sesuai dengan kenyataan yang ada, begitu sampai di rumah putrinya, ia dan dan Bintang justru menempati kamar bekas asisten rumah tangganya. Mentari pun tak terima kerena di tempatkan di kamar asisten rumah tangga, ia langsung mengajukan protes kepada putrinya, sialnya protes itu justru mendapatkan cacian dari Senja.

"Masih untung aku mau menampung kalian di sini, jika kalian tidak suka tidur di tempat itu, kalian bisa angkat kaki dari rumah ini dan tinggal di rumah kumuh itu," ucap senja dengan sinis.

Plaakk..

Satu tamparan keras mendarat di pipi Senja, Mentari yang terlanjur sakit hati tak dapat menahan emosinya. "Beraninya kamu, bicara seperti itu kepada orang yang telah melahirkan dan merawatmu?"

Senja memegang pipinya yang panas bekas tamparan mamanya, ia menatap Mentari dengan tatapan tajam. "Aku tidak pernah minta di lahirkan oleh mama, mama-lah yang menginginkan memiliki anak, jadi seharusnya mama bertanggung jawab atas keinginan mama itu dengan membahagiakan anak-anaknya bukan malah menjadi beban," bentaknya, ia pun kembali ke kamar anak-anaknya, sementara Mentari pun masuk ke kamar sempitnya bersama Bintang.

"Kita harus bagaimana mah? Apa kita kembali saja ke rumah lama kita?"

Mentari menggelengkan kepalanya. "Tidak, mama sudah benar-benar malu untuk kembali ke sana," sebelum pergi dari kediamannya tadi, ia sempat pamer kepada tetangga sekitar bahwa dirinya akan kembali tinggal di rumah mewah dan kedatangannya ke rumah itu hanya untuk nostalgia bukan tinggal selamanya.

"Ini semua karena Nadi, wanita sialan itu yang telah membuat hidup kita susah," gerutu Mentari. Bintang mengangguk setuju. "Ia ini semua karena mba Nadi, sendainya dia tidak merebut gebetanku, mungkin sekarang Pak Aaron sudah menjadi kekasihku dan dia pasti menolong kita?"

"Gebetanmu?" tanya Mentari bingung. "Apa maksudmu Nadi telah merebutnya."

Bintang mengatakan bahwa dirinya menyukai seorang pria dan berniat mendekatinya, namun sayangnya Nadi telah terlebih dahulu merebut pria itu. "Dasar wanita gatal," gerutu Mentari. "Kau tak perlu khawatir selama janur kuning belum melengkung, kesempatanmu untuk mendapatkan pria itu masih terbuka lebar. Mama akan mendukungmu dengan sepenuh hati, asalkan pria itu kaya raya dan mengeluarkan kita dari kemiskinan ini."

1
Yunerty Blessa
Nadi bertemu dengan Aaron.. sungguh pilihan yang tepat..
Yunerty Blessa
akhirnya semua bahagia.... sungguh sebuah karya yang mantap walaupun singkat... makasih banyak kak thor 😘❤️
Yunerty Blessa
tahniah buat kehamilan Nadi dan Sofia
Yunerty Blessa
Nadi belum percaya kalo dia hamil..
Yunerty Blessa
semoga Nadi cepat hamil....biar dia buktikan bukan Nadi yang mandul melainkan Surya....
Yunerty Blessa
bahagia selalu Aaron dan Nadi
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh Cindy
Yunerty Blessa
syukur Surya bagi tumpangan kalo tidak tidur di bawah kolong jembatan
Yunerty Blessa
aduh gagal lagi... apakah kejutan buat Nadi setelah menikah dengan Aaron
Yunerty Blessa
syukur lah hati Nadi terbuka kembali untuk menerima Aaron dan Alyssa
Yunerty Blessa
Alyssa sakit kerana merindukan mu Nadi
Yunerty Blessa
kasian sekali nasib mu Cindy... apakah Surya dan Cindy sudah berpisah
Yunerty Blessa
kau kan bisa berbicara berdua tentang diri mu.... jangan terus putuskan..
Yunerty Blessa
balasan buat keluarga kalian....
Yunerty Blessa
sabarlah Aaron....bagi Nadi waktu
Yunerty Blessa
terima lah hakikat nya..
Yunerty Blessa
tapi Nadi tidak semua lelaki seperti Surya
Yunerty Blessa
percaya saja Aaron....Nadi bisa menyelesaikan masalahnya dengan Surya
Yunerty Blessa
kena kau Surya.... rasakan 🤣😏
Yunerty Blessa
seperti nya Aaron mulai bucin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!