Berawal dari patah hati karena dikhianati oleh sang kekasih, wanita bernama Floella Kayshila menghabiskan waktu di sebuah Club malam dan berakhir mabuk.
Hingga saat ia terbangun di pagi hari, mendapati dirinya sudah berada dalam pelukan seorang pria tidak dikenal. Namun, langsung pergi meninggalkan pria yang tidak ia ketahui asal-usulnya dengan memberikan uang.
Petaka cinta satu malam yang membuatnya berakhir hamil, membuatnya harus menerima perjodohan demi menjaga nama baik keluarga.
Akankah Floella menerima perjodohan? Ataukah ia akan mencari pria yang merupakan ayah dari janin di rahimnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bersikap santai
Beberapa saat yang lalu, Erland saat ini sudah berdiri di depan rumah mewah keluarga Madison. Ia tadi sengaja naik taksi karena memang ingin menyamar sebagai orang biasa saat bertemu dengan wanita yang mengaku hamil benihnya, tapi hari ini hendak menikah dengan pria lain.
Ia saat ini berjalan menuju ke arah security yang berjaga dan membuatnya mengungkapkan niatnya. "Saya ingin bertemu dengan nona Floe yang hari ini hendak menikah untuk mengucapkan selamat atas pernikahannya."
Sementara itu, pria berseragam hitam yang tadinya duduk sambil menatap ke arah CCTV, kini bangkit berdiri dan keluar dari pos satpam. Ia menatap penampilan pria di hadapannya mulai dari ujung kaki hingga kepala.
"Apa benar Anda adalah teman nona Floe?" Pria dengan badan gempal itu seolah tidak yakin melihat pria itu yang datang dengan naik taksi.
Apalagi selama ini ia tidak pernah melihat majikannya didatangi teman pria karena hanya perempuan yang sering berkunjung.
Erland yang saat ini tidak pikir panjang, langsung mengangguk perlahan dan tetangga simpul. "Kalau tidak percaya, telpon saja nona Floe dan bilang aku adalah Erland sedang menunggu di depan rumah."
Tidak ingin melakukan kesalahan, kini security hendak menelpon kepala pelayan demi memastikan. Namun, di saat bersamaan melihat pintu gerbang terbuka dan mobil majikan lewat dan langsung berhenti begitu melihat sosok pria itu.
"Selamat pagi, Tuan Hugo," ucap security saat majikannya membuka pintu mobil.
"Siapa dia?" tanya Hugo Madison yang saat ini hendak keluar sebentar untuk mengurus sesuatu.
Namun, ia mengerutkan keningnya begitu melihat sosok pria tak dikenal berpenampilan rapi berdiri di depan pos security.
"Saya adalah teman nona Floe dan sengaja datang ke sini untuk mengucapkan selamat atas pernikahannya," sahut Erland begitu merasa mendapatkan sebuah kesempatan untuk segera mencari perhatian dari sosok pria yang ada di hadapannya tersebut.
Ia bisa melihat pria yang sangat dibenci oleh sang ayah itu sangat arogan dan terlihat seperti mencurigainya. Hingga ia seketika tersenyum simpul begitu mendengar suara bariton dari ayah wanita yang telah hamil benihnya.
"Sepertinya kau bukan pria sembarangan karena bisa mengetahui jika Floe menikah hari ini. Apalagi kami tidak mengundang orang banyak di pernikahan ini. Masuklah! Kita bicara di dalam!" Kemudian Hugo Madison tidak jadi pergi dan kembali mundur menuju ke halaman rumah.
Ia pun turun dari mobil dan melihat pria yang mengenal putrinya itu untuk segera masuk ke dalam karena akan berbicara secara privasi. Namun, sebelum mempersilakan duduk, ia bertanya nama pria itu.
Kemudian langsung menyuruh pelayan untuk memberitahu putrinya demi memastikan sesuatu. Kini, ia sudah mendaratkan tubuhnya di sofa yang ada di ruang tamu.
Erland pun melakukan hal sama dan tentu saja sudah menduga akan mendapatkan interogasi dari musuh besar sang ayah yang tidak mengenalnya.
"Cepat ceritakan semuanya padaku! Bagaimana bisa kau mengenal putriku? Aku yakin jika kau bukan teman kuliahnya karena dilihat dari wajahmu, kau bukan lagi seorang mahasiswa." Tidak ingin bertele-tele dan berharap bisa menjawab sesuatu yang menari-nari di pikirannya dari tadi, sehingga membuatnya tidak mau membuang waktu.
Namun, jawaban dari pria itu membuat rahangnya mengeras dan gigi saling berbenturan.
"Biar Floe saja yang menceritakan semuanya pada Anda, Tuan Hugo Madison karena saya tidak ingin terlihat seperti seseorang yang mencari keuntungan dari putri Anda." Aaron masih terlihat sangat santai dan ia sama sekali tidak takut jika pria paruh baya tersebut marah serta kesal padanya dan meninju wajahnya.
To be continued...
Sehat sehat ya thor, jangan dipending kelamaan, sayang, critanya bagus loh🙂
Rehat rehat aja dulu ya, yang penting nanti kembali lagi🤗