NovelToon NovelToon
Imperfect Marriage

Imperfect Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Priska

⚠️Warning! Pembaca diharap bijak memilih bacaan!

Aditya Putra Herlambang. Pemilik Herlambang Group, perusahaan terbesar se~asia tenggara, yang memiliki cabang dimana-mana.

Pria kejam dan Berdarah dingin, yang ditakdirkan untuk Menikahi wanita yang tidak pernah dicintainya, Bianca Christina Darmawansa.

Hampir setahun pernikahan mereka, di gunakan Aditya hanya untuk membenci dan terus menyakiti Bianca.

Sampai suatu hari dia menyadari bahwa dia mulai bisa mencintai istrinya itu.

Aditya terjebak antara memilih seorang istri atau seorang kekasih.

Sampai suatu hari. Bianca berani menanyakan padanya.
"Siapa yang paling berarti, seorang istri atau seorang kekasih? ."

Kalimat yang pada akhirnya mengharuskan Aditya untuk memilih dan melepaskan salah satunya.

Mampukah Aditya mempertahankan rumah tangganya atau dia malah memilih hidup bersama wanita sejak awal menemaninya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Priska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IMPERFECT MARRIAGE Episode.19

Wanita cantik itu, terus menangisi pria yang telah dengan tega meninggalkanya.

Kirana Pov

Akhirnya, yangku takuti selama ini terjadi juga, dia jatuh cinta pada Istrinya.

Apakah ini adil bagiku? Aku kira dengan bersabar takdir akan berpihak padaku dan Aditya.

Apa artiku baginya, kenapa begitu mudah untuk Aditya melepaskanku.

Kenapa Tuhan tidak adil? Akulah orang yang menemani Aditya bertahun-tahun, susah payahku korbankan semua perasaanku, merelakan pria yang kucintai dengan sepenuh hati menikahi wanita lain selama setahun terakhir ini.

Apa kau pikir itu hal mudah? Hanya karena Aditya aku mau melakukanya, menjalin hubungan dengan pria yang sudah beristri, kalian pikir aku begitu puas melakukanya?

Kenapa Bianca menghancurkan mimpiku...

Dia mengambil Aditya, dia mengambil hati dan cintanya. Wanita serakah itu, aku sangat membencinya.

Aditya melangkah keluar dari Barington Apartemen

"Tuan apa kita kembali kekantor sekarang?."

"Tidak. Kita ke Garden House saja !."

"Bagaimana dengan nona Kirana tuan?."

"Dia baik-baik saja, hanya saja.... sudah lupakan saja. Aku ingin segera pulang." Ucap Aditya sambil memijat ringan dahinya. Seperti sedang terbeban dengan suatu hal.

Meskipun William tidak mengetahui apa yang terjadi pada Aditya, tapi wajah Aditya sudah bisa mewakili semua pertanyaan yang ada dibenak William.

Drettt... Drettt... Drettt.... suara ponsel Aditya bergetar disana tertera nama Kirana❤ bahkan Aditya masih belum mengubah nama Kirana setelah mengakhiri hubungan mereka.

"Adit, kumohon jangan pergi.... Kau tidak boleh seegois ini. Setelah menahanku untuk tetap bersammu, kenapa kau membuangku begitu saja? Ku mohon jangan pergi, aku tidak ingin berpisah Aditya. Aku tidak apa jika hanya menjadi simpanamu, aku tidak keberatan, jadi bertahanlah..." Mohon Kirana.

"Kirana kumohon jangan seperti ini." Pinta Aditya.

"Tidak. aku akan terus begini sampai kau menarik kembali ucapanmu." Ancam Kirana.

"Kau wanita baik Kirana, aku tidak pernah menyesal memilikimu, kau wanita pertama yang sangat mengerti dan memahamiku. Kau harus mengerti ini juga tidak mudah bagiku, bahkan aku selalu meyakini hatiku bahwa hanya kau milikku satu-satunya."

"Lantas jika aku adalah wanita satu-satunya, kenapa kau ingin berpisah?."

"Nyatanya kau bukan satu-satunya sekarang. Ada Bianca dan dirimu. Aku bahkan tidak pernah berpikir untuk mencintai Bianca.." Ucap Aditya menjelaskan keadaan yang ada saat ini.

"Lalu kau mencintainya sekarang?." Tanya Kirana.

"Maafkan aku. Aku mencintai Bianca." Ucap Aditya mengakui isi hatinya sekarang.

"Bagaimana denganku, kau tidak mencintaiku lagi, tidak ada satupun arti diriku bagi dirimu lagi?."

"Tentu kau berarti, bertahun-tahun bukan waktu yang sebentar. Kau tahu pasti tentang itu ! Tapi aku tidak bisa Kirana. Semakin aku teruskan semakin aku tersiksa dengan rasa bersalah yang besar. Aku ingin menjadi suami yang baik untuknya, sudah cukup mengkhianati Bianca. Jadi mari kita akhir saja, ini yang terbaik."

Tutt. Tutt. Tutt. Tutt. Panggilan diakhir begitu saja oleh Kirana.

"Berpura-puralah kau tidak mendengarkan apapun William !!!." Titah Aditya.

Aditya Pov

Ini keputusan yang tepat Aditya, jika kau teruskan itulah yang akan membuatnya semakin salah.

Aku sudah mengatakan pada diriku sendiri, begitu aku mendapatkan jawaban untuk perasaanku, maka saat itu tidak akan pernah kulepaskan orang itu.

Kini aku mendapatkannya, wanita itu adalah Bianca.

Apakah aku berdosa, jika ingin setia pada satu wanita saja, dan dia adalah Istriku.

Ya benar aku egois, Kirana benar tentang diriku. Aku tidak masalah jika dia membenciku sekarang. Dia berhak mengtutuk dan memaki pria sepertiku.

Sejujurnya aku tidak menyesal mengakhirnya.

Aku tidak tahu, tapi itu terasa mudah. Mungkin benar saat ini hatiku telah masuk pada tahap mati rasa pada wanita itu.

Mobil Aditya sudah masuk kedalam halaman Garden House, anehnya karena terlalu banyak memikirkan masalahnya Aditya sampai tidak menyadari bahwa mobil itu sudah berhenti tepat dihalaman dalam.

"Tuan. Kita sudah sampai." William kembali menyadarkan Aditya.

Aditya segera turun dan masuk kedalam, meninggalkan William begitu saja, tentu saja itu hal biasa baginya.

Pria itu langsung mencari keberadaan istrinya, hanya dengan melihatnya saja perasaan Aditya bisa lebih baik.

"Bianca." Panggilnya. Namun tidak ada balasan dari seseorang yang dicarinya itu. Kamana dia? Apa dia sedang keluar? sambil betanya dalam hati, Aditya terus mencari keberadaan istrinya itu.

Tentu saja dia disini! Aditya melihat wanita itu tertidur dikamar lamanya. Ini pertama kalinya Aditya menyadari bahwa tempat yang selama ini diberikannya untuk Bianca tempati sangatlah tidak layak, bahkan ini tidak cocok disebut kamar, ini gudang. Perlahan dia mendekati wanita yang masih terlelap itu.

"Sayang bangunlah." Ucap Aditya pelan agar tidak mengagetkannya.

"Adit..." Ucap Bianca. Membuka mata perlahan.

"Apa yang kau lakukan disini, kamar kita disana sayang. Disana lebih nyaman." Jelas Aditya

"Aku hanya belum terbiasa, kadang aku merasa disini lebih nyaman."

"Jangan lagi Bianca." Ucap Aditya kemudia membopong tubuh Bianca kembali kekamar mereka.

"Aditya turunkan aku, aku bisa berjalan sendiri."

"Peganglah nanti kau bisa jatuh." Titah Aditya, membuat Bianca melingkarkan kedua tanganya dileher Aditya.

"Disini kau seharusnya." Ucap Aditya merebahkan tubuh kecil istrinya diatas kasur berukuran king size yang berada dikamar mereka. Bianca menatap bingung pada suaminya itu, tidak seperti biasanya dia pulang secepat ini.

"Aku mandi dulu sayang." Ucap Aditya sebelum dia memasuki kamar mandi, dan mencium bibir Bianca sekilas.

Namun firasat Bianca berkata lain, dia bisa dengan jelas melihat bahawa ada sesuatu yang sedang menggangu pikiran suaminya. Apakah sedang ada masalah dikantor sekarang? pikir Bianca menebak yang terjadi pada Aditya, sebelum bertanya langsung pada suaminya itu nanti.

Beberapa menit kemudian Aditya keluar dari kamar mandi, matanya menatap ke arah Bianca. Wanita itu langsung bereaksi duduk dan menatap kearah suaminya yang bertelanjang dada dan masih melilitkan handuk dipinggangnya.

"Aditya tampak seksi sekali lihat saja tubuh atletisnya terlihat dengan jelas, otot-ototnya juga sangat sempurna" Bianca memuji Aditya dalam hatinya.

"Apa yang kau pikirkan Istriku, apa kau ingin memakanku?." Tanya Aditya menggoda Bianca, sehingga membuat pipi Bianca menjadi merah merona karena merasa malu.

"Hah, tidak.. Aku mau memakanmu, apa kau begitu lezat." Elak Bianca.

"Hemmm... benarkah sayang? aku meragu" Aditya terus menggoda istrinya itu

"Capat pakai bajumu ! ." Titah Bianca

Aditya langsung menjatuhkan handuknya begitu saja, sehingga membuat Bianca menutup wajahnya dengan tangan. Sebenarnya Aditya sengaja melakukanya, untuk mengerjai Bianca.

"Adit cepat pakai handuk mu kembali." Ucap Bianca masih menutup wajahnya.

"Bukankah kau menyuruhku, memakai baju, aku sedang melakukanya sayang. Apa kau malu melihat suamimu sendiri telanjang dihadapanmu." Aditya terkekeh dengan reaksi konyol istrinya itu.

"Bukalah matamu sayang." Aditya menurunkan tangan yang menutupi wajah Bianca. Bianca tidak dapat menolak dan mengikuti kemauan suaminya itu. Tentu saja Aditya sudah megenakan baju sekarang.

Lagi-lagi Aditya terus mengoda istrinya itu.

1
Ismawati Prasetyo
yah kecewa Uda sampe hbs baca maraton taunya ga jelas endingnya gmn
Syukriah Alkaff
gantung ceritanya
Rini Haryati
lanjut thor
bagus
Akudinii
pdhl cmn masalh sepele hadehh
Sri Wahyuni
adehhh Aditya playboy cap gayung nyantel sana nyantel sini 🤦
Roha12
next Thor
Ani
ini gmn ceritay ko gantung Thor,
Ani
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Ani
JD melo
Ani
Bru sadar ya bang klw istri teryata lebih cantik dri PD simpanannya dan lbih berwibawa dn berkelas
Vitasa
lanjut thor
Vitasa
ternyata ini cerita dah lama tapi kok end nya nggantung gini thor
Vitasa
visual nya kartun jd kurang masuk
Hasanah Ana
kapan Dilanjut
Rozekhien☘️
ko gk ada kelanjutannya thor.semoga sehat selalu Thor bisa lanjut lgi novel ini
NiveaNivea Huang
bagus ceritany
NiveaNivea Huang
aku juga
Ayu Hps
malass baca kisah yg tokohnya menye-menye, lemah hati dan mudah nyerah. jk bs ngomong cinta, trus apa arti cinta sebenarnya gak tahu jk gak ada kepercayaan. konflik cerita jk terus begini ak skip sj. author sih...bikin lah cerita yg mendidik dan memotivasi. dulu ini sdh kubaca sampai bab 36 trus skip, skrg kubuka lg msh ttg kisah jiwa2 lemah. hmmm
Melani Suganda
jadi gmnnkelanjutan bianca dan aditya tetap bersama kan thor tanpa ada vivien diantara mrk.
Endang Priya
aduh bianca kenapa semudah itu kau percaya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!