"Kenapa kau pergi, Al? Bagaimana nasib anak kita yang sebentar lagi akan lahir? Kenapa semesta sangat tega! Kenapa kau meninggalkan kami, Alan!" Angelina Blaire menangis histeris sembari memeluk kemeja yang biasa dipakai oleh suaminya.
Angelina yang terpukul mengalami gangguan mental di penghujung kehamilannya. Ia selalu menganggap bahwa Alan masih hidup. Bahkan, salah mengira jika Adam adalah suaminya.
Hal itu membuat Damian Jackson, menganjurkan agar putra pertamanya itu menikahi istri dari mendiang putra keduanya.
Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka selanjutnya, setelah Angelina menyadari bahwa selama ini suaminya bukanlah Alan, melainkan Adam?
Sekuel dari novel Salah Kamar ( Adik iparku, Istri ku )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ban. 19. Aku Bukan Alan!
"Apa maksdnya? Kenapa anda yang--" Netta tak meneruskan ucapannya setelah sadar justru wanita itu terlihat membekap mulutnya dengan telunjuk sendiri.
"Ehemm ... mungkin, bisa. Akan tetapi, sebaiknya bawa istri anda kesini dulu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Setelah itu, tim saya baru akan dapat mengambil tindakan apa yang lebih tepat dan tentunya juga aman bagi ibu dan juga bayinya. Karena, proses melahirkan bagi seorang wanita adalah masa di mana nasib dan nyawa kita bagaikan telur yang berada di ujung tanduk. Semua itu, harus melalui pemeriksaan serta prosedur yang direncanakan secara matang dan sangat hati-hati," terang Netta agar pria yang baru menikah ini paham. Bagaimana proses melahirkan bagi perempuan. Meskipun, kehamilan Angelina bukanlah karena investasi saham darinya.
"Baiklah, Dokter. Saya sedikit mengerti. Saya mohon, lakukanlah yang terbaik. Kami hanya bertugas untuk mengikuti setiap saran dan arahan dari anda," pinta Adam penuh harap.
"Semoga saja, Tuan. Saya dan tim nanti akan berusaha untuk melakukan yang terbaik bagi istri dan juga calon bayi kalian. Tenanglah, saya yakin niat baik anda akan berbuah manis suatu saat nanti," ucap Netta begitu menenangkan hati Adam. Pria itu bagaikan meneguk Capuccino ice coffe di tengah terik matahari siang.
Adam pulang dengan perasaan sedikit lega. Namun, ketika langkahnya mendekati kamar yang ia tempati bersama Angelina. Seketika itu juga hatinya merasa sangat was-was. Adam memejamkan matanya, dan menarik nafas dalam sebelum memutar kenop pintu.
Bunyi yang berasal jadi gagang pintu, mengeluarkan suara pelan. Saat Adam masuk, kamar hanya disinari cahaya lampu yang ada di atas meja samping tempat tidur. Adam menaikkan kedua sudut bibirnya hingga mencipta lingkungan sabit. Ketika, sorot matanya menangkap siluet tubuh dari istrinya yang sudah berbalut selimut. Angelina nampak membelakangi dirinya yang masih berdiri di belakang pintu.
"Syukurlah, ternyata dia sudah tidur," gumam Adam sambil membuka jas dan melangkah masuk ke kamar mandi.
Pada saat itulah, senyum terbit dari bawah gulungan selimut. Angelina nampak menurunkan selimutnya lalu kemudian ia berguling dan mencoba turun dari tempat tidur.
Angelina juga nampak mengeluarkan sesuatu dari dalam laci. Sebuah lilin yang kemudian ia nyalakan. Seketika, aroma yang membangkitkan gairah merebak ke seluruh penjuru kamar. Bahkan kini, Angelina menyalakan lampu hingga kamar itu kembali terang benderang.
Adam yang baru saja selesai membuka pintu kamar mandi lalu melangkahkan kakinya keluar tempat itu. Dalam keadaan masih menggosok rambut yang basah menggunakan handuk kecil, seketika hidungnya mencium aroma yang aneh. Adam juga terbelalak ketika dia sadar bahwa kamarnya sudah menjadi terang kembali.
Pria yang hanya mengenakan handuk melingkar di pinggangnya ini lantas berbalik. Kemudian, sepasang matanya memboleh disertai rahang yang jatuh ke bawah, hingga mulutnya terbuka lebar. Karena, pada saat ini di depan matanya Angelina melepas kimono tidurnya.
Hingga, istrinya tersebut menampakan pakaian bagian dalamnya saja. Dengan perutnya yang membulat besar itu sama sekali tidak, mengurangi aura sensual dari sosok Angelina. Justru, wanita itu di depan mata Adam kini sangatlah terlihat seksi.
Adam hampir saja pingsan menerima penampakan seperti itu. Angelina sangat berani menggodanya yang pada saat ini sama sekali tidak memiliki pengaman untuk, bagian terpenting dari tubuhnya. Hingga, handuk yang Adam kenakan agak menonjol ke depan.
Angelina yang berada di depan sana terkikik geli melihat keadaan Adam seperti itu. Apalagi, aroma dari lilin perangsang tersebut membuat suasana tubuh keduanya mendadak menjadi gerah. Bahkan, Adam nampak berkali-kali mereka keringatnya.
Akan tetapi pria bertubuh atletis ini berusaha untuk menenangkan dirinya dan tetap dalam keadaan sadar.
"An. Apa yang ... kau lakukan? Kenapa belum tidur?" tanya Adam seraya menutupi bagian bawah tubuhnya yang menonjol dengan tak tau malunya. Ia bahkan membuat benda itu menekuk paksa hingga berakhir meringis sendiri.
"Sshh, sial! Kenapa aku rasakan hal yang ada di tubuhku ya? Sebenarnya apa yang sedang direncanakan oleh Angelina?" gumam Adam pelan. Dengan posisi tubuh miring agar Angelina tidak melihat jelas ketika menaranya berdiri dengan tegak.
Akan tetap, sial sungguh sial bagi perjaka tulen satu ini. Istrinya yang sudah setengah bugil itu kini terlihat melangkah perlahan menghampirinya. Adam yang merasakan gejolak aneh di dalam tubuhnya ketika ia mencium aroma yang keluar dari lilin. Adam, sudah menyadari bahwa ada hal yang tidak beres.
Tambah lagi, wanita hamil itu kini telah berada di sisinya Dan meletakkan tangannya di bahu Adam yang tanpa sehelai benang. Adam sontak menahan napasnya. Pria itu terkesiap ketika dirinya merasakan, adanya desiran aneh yang menjalar ke setiap pembuluh darah tubuhnya. Di saat, Angelina meletakkan telapak tangannya kemudian memainkan jemarinya turun hingga ke bagian bidang berotot depan tubuhnya itu.
"Astaga An! Apa yang lakukan? Kau kan tau jika--"
Adam tak dapat lagi meneruskan ucapannya ketika Angelina justru telah berada di hadapannya. Hingga, Adam dapat mencium aroma shampo yang begitu wangi menguar dari setiap helai rambut panjang bergelombang milik Angelina.
Adam masih bersikeras untuk tidak mau membuka matanya. Hal yang dilakukannya itu justru mendatangkan rasa semakin tertantang dalam diri Angelina. Ada lucu campur gemes kita akan melihat perilaku suaminya seperti itu.
"Al, aku hanya ingin menenangkan hatiku dan hatimu. Membuat tubuh kita berdua rileks dan nyaman. Aku tau ... jika setiap malam bukan hanya aku saja yang gelisah, tapi kau juga," ucap Angelina sambil terus mainkan jarinya menyusuri tubuh suaminya itu. Hingga, pada akhirnya jemari nakal Angelina telah sampai pada ujung handuk yang dikenakan oleh Adam.
"An, jangan ... ahh!" Adam tak sengaja mengeluarkan suara laknat ketika jemari lentik Angelina tak sengaja menyenggol ujung menara yang sedang berdiri tegak itu. Entah tegak atau tegang sebenarnya. Karena, terlihat dada Adam naik turun dan jakun pria itu juga. Karena, pria itu telah berkali-kali menelan ludahnya.
"An, seluruh tubuhku panas. Kenapa kau sampai berbuat nekat begi--"
Adam tak mampu meneruskan ucapannya ketika bibi seksi Angelina telah, menyumpal suaranya dengan ciuman yang memabukkan. Dalam pengaruh lilin aroma perangsang. Adam melupakan segalanya dan larangan terhadap apa yang tidak seharusnya ia lakukan. Apalagi, Angelina sengaja menjebaknya dan memberikan akses dengan sengaja memancingnya.
Pada saat berciuman, tangan Angelina tak bisa diam. Wanita itu melakukan apa yang biasa ia lakukan untuk menyenangkan suaminya. Akan tetapi, yang dia lakukan adalah hal pertama kali bagi Adam. Sehingga, lelaki bertubuh atletis di dalam pengaruhnya ini benar-benar dibuat kelabakan.
Adam dalam pengaruh hasrat dan gelora yang tinggi susah tak lagi berpikir tentang peraturan. Matanya telah tertutup oleh napsu yang sengaja di bangkitkan oleh istrinya sendiri ini. Wanita yang tak mengerti jika pria yang ada di bawah kakinya ini sedang mencoba menjaga.
Akan tetapi, Angelina yang hanya tahu bahwa pria ini adalah suaminya. Maka, ia merasa bahwa Apa yang sedang ia lakukan saat ini adalah benar. Justru, wanita ini hanya berpikir jika dirinya hanya sedang melanggar perintah larangan dari dokter kandungan saja.
"Al ... jangan takut. Aku ini milikmu. Maka lakukanlah semua yang kau inginkan. Aku dan anak kita pasti baik-baik saja," ucap Angelina. Membuat, Adam semakin yakin untuk memposisikan dirinya.
Akan tetapi panggilan itu yang terus berulang-ulang membuat kepalanya sakit dan hatinya terganggu. Adam yang sedang dalam pengaruh rangsangan sama sekali tak dapat berpikir secara normal. Dia pun mencekal pergelangan tangan Angelina dan berkata depan wajah wanita itu ... "Aku bukan Alan!"
...Bersambung ...