Imelda Putri Anggraini ( 20 ) Baru lulus sekolah menengah atas (SMA ) Dia hidup bersama kedua orang tua angkatnya di mana sejak usia 7 tahun dia sudah di tinggal kedua orangtuanya hingga di asuh oleh Bibinya adik dari ibunya .
Demi membalas budi pada kedua orang tuanya angkat nya ,Imelda menyetujui saran dari sang bibi untuk menggantikannya bekerja jadi pelayan karena Bibi nya sudah terlalu tua .
Gani Bagaskara Mateo ( 27 ) Seorang dokter sekaligus direktur rumah sakit, Dia seorang pria yang humoris tapi karena kejadian beberapa tahun yang lalu membuat dirinya berubah 180°,Dingin dan kasar hanya karena penghianat yang di lakukan sang kekasih di belakang nya .
Mampu kah Imelda menggantikan posisi sang bibi mengurus anak majikannya ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah bertanya
Setelah makan siang di rumah Rehan di acara pernikahan Erland, Gani langsung ke masion Bagaskara , sedangkan yang lainnya kembali ke masion Utama , entalah apa yang membuat nya ingin kembali ke sana sedang kan yang lainnya masih berada di sana .
Tapi saat ini dia membutuhkan ketenangan karena di masion utama dia tidak bisa berpikir dengan baik mengingat keluarga kembali ke sana.
Sehingga dia memutuskan kembali ke masion Bagaskara merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya yang semalam dia tinggal kan .
Saat memasuki masion pelayan langsung menundukkan kepalanya saat berpapasan dengan pria itu ,tapi saat akan membuka pintu kamarnya ,pintu itu terbuka lebih dulu dari dalam hingga memperlihatkan sosok gadis muda sambil membawa keranjang pakaian kotor.
" Maaf ...Den ..Gani " Ujar Imelda terbata lalu menggeser tubuhnya mempersilahkan pemilik kamar itu masuk .
" Kau sudah selesai " Tanya Gani datar .
" Sudah tuan ,tinggal mengambil pakaian yang sudah bersih " Jawab Imelda menunduk .
Gani tidak bertanya lagi ,dia masuk dalam kamarnya lalu menutup pintu kamarnya saat Imelda sudah berada di luar .
Imelda mengelus dadanya lega karena pria itu kembali saat dia sudah menyelesaikan membersihkan kamar nya.
Jika tidak dia sudah bisa menebak seperti apa nanti nasibnya , memikirkan saja membuat Imelda merinding .
Tidak ingin berlama-lama di depan pintu kamar itu, Imelda langsung menuruni tangga sambil berlari kecil hingga dia sampai di tempat laundry di mana di sana sudah ada Nadia yang masih melakukan tugasnya.
" Sudah siang kak " Ujar Imelda menyimpan keranjang kotor .
" Sedikit lagi ,habis itu kita makan siang " Imelda mengaguk lalu duduk di kursi yang ada di situ.
" Den Gani sudah kembali " Ujar Imelda membuat Nadia menatap nya " Serius " Imelda mengaguk.
" Tadi saat ke luar Den Gani sudah berdiri di depan pintu " Jawab Imelda .
" Apa Tuan dan Nyonya juga sudah kembali " Imelda menggeleng " Tidak tahu Kak ,aku lihat nya hanya Den Gani " Jawab Imelda jujur .
" Mungkin mereka sudah berada di kamar kali " Ucap Nadia .
"Iya kali Kak , pasti mereka kecapean habis masak² " Jawab Imelda membuat Nadia menatapnya bingung .
" Masak² apa Mel " Tanya Nadia .
" Iya masak² , kan orang menikah begitu Kak ,pasti saling membantu menyiapkan hidangan untuk tamu apa lagi kalau undangan nya banyak ,dulu waktu di kampung pinggang Imelda sampai mau patah,belum juga kakiku keram sampai bokong kadang kak, karena kelamaan duduk cuci piring belum lagi panci yang besar mana hitam semua ,kadang tangan Imelda sampai keriput , luka² pokoknya cape bangat kak " Nadia langsung tertawa mendengar ucapan Imelda membuat wanita itu menatapnya heran .
" Imelda " Panggil Nadia di sela tawanya .
" Di sini sama di kampung jelas berbeda , di sini pakai catering Mel, tapi kalau di keluarga ini cukup kami yang memasak bersama nyonya ,begitu juga di masion utama sekalipun di sana banyak pelayan tapi Nyonya Elvi ,nyonya Elsa ,nyonya Ana , nyonya Aqila dan nyonya Nabilla langsung turun tangan sendiri berkerja sama dengan para pelayan " Ujar Nadia .
" Kadang juga kami di bawah ke masion utama ,tapi itu hanya sesekali jika ada acara pernikahan saja tapi kadang ke hotel jika resepsi nya di adakan di sana membantu yang lainnya " Lanjutnya lagi .
" Aku sampai merinding mendengar cerita Kakak Nadia ,sepertinya mereka orang yang sangat kaya ya " Nadia mengaguk tersenyum " Kamu akan pusing sendiri nantinya jika tahu kekayaan mereka " Jawab Nadia .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Imelda kembali ke kamar Gani sambil membawa pakaian yang sudah bersih .
Tok ..tok ..tok
" Masuk "
Ceklek
" Maaf Den Gani saya mau antar pakaian " Gani hanya menggaguk mempersilahkan Imelda untuk masuk, sedangkan dia kembali fokus pada iPad yang ada di tangan nya .
Beberapa menit berada di ruangan ganti Imelda ke luar di melihat Gani masih diposisi semulanya saat dia masuk dalam kamar itu .
" Maaf ,apa Den Gani sudah makan " Gani menatap Imelda yang berdiri di depan pintu ruangan gantinya lalu kembali menatap ipadnya .
" Hebm "
" Mau saya buat kan jus atau teh " Gani menyimpan benda yang ada di tangan nya membuat Imelda menelan ludahnya dengan paksa " Maaf Den ...saya tidak bermaksud ..... "
" Buatkan jus buah naga mix dengan pisang nya " Ujar Gani menatap Imelda .
" Baik Den " Jawab Imelda lalu melangkah kan kakinya ke luar dari kamar Gani .
Sedangkan Gani memilih turun dari tempat tidurnya melangkah kan kakinya menuju balkon kamarnya .
" *Sayang "
" Iya "
" Ayo kita menikah "
" Aku belum siap Hubby, dan aku belum mau memiliki anak "
" Kita bisa menunda nya sayang "
" Tapi aku belum memikirkan itu, aku masih ingin bebas Hubby belum ingin terikat apa pun, apa lagi sebuah pernikahan* "
Gani menghela napasnya panjang lalu menatap ke arah langit .
" Apa ini alasannya kamu menolak untuk menikah denganku,ternyata kamu sudah merencanakan memang dan bodoh nya aku masuk dalam permainan mu " Gumam Gani menatap langit yang begitu terik di siang hari .
" Dan kini kamu kembali dan mengatakan rindu padaku " Gani tertawa hambar .
Beberapa menita Imelda kembali sambil membawa segelas jus pesanan Gani .
" Permisi Den " Gani menatap ke samping lalu mengaguk .
" Ada lagi yang Den butuhkan " Gani menggeleng kan kepalanya " Kalau begitu saya pamit Den ,mari " Uajr Imelda sopan menunduk kepalanya sedikit .
Tapi saat akan melangkah kan kakinya masuk dalam kamar, Gani memanggil nya hingga membuat langkah nya terhenti .
" Imelda " Imelda langsung membalikan badannya " Iya Den " Jawabnya lembut .
" Apa kamu memiliki kekasih " Imelda mengerjapkan matanya berkali-kali mencoba memahami ucapan Gani .
" Maksud nya Den " Gani menghela nafas panjang " Kenapa Bibi harus memintamu yang menjadi pelayan ku , Aku bertanya apa kamu punya kekasih atau pacar " Ulangnya dengan kesal .
" Tidak ....Den " Jawabnya terbata, lagi² Gani menghela nafas panjang nya " Tapi teman² saya punya pacar Den " Lanjutnya semakin membuat Gani kesal .
" Aku menanyakan kamu buka teman mu Imelda " Geram Gani menahan emosi nya .
Seperti nya dia salah menahan wanita itu untuk bertanya hal bodoh seperti itu .
" Apa Den Gani punya pacar ?? " Tanya Imelda bali " Teman²ku sering meminta solusi dengan ku jika bermasalah dengan kekasih mereka ,apa Den Gani juga " Gani memejamkan matanya kuat " Ke luar lah " Usir Gani dengan mata terpejam .
" Baik Den ,kalau begitu saya pamit mari Den " Ujar Imelda lalu ke luar dari kamar Gani .
" Seperti nya teman² nya juga orang yang bodoh bahkan lebih bodoh dari dia ,kenapa mereka minta pendapat dari orang yang jelas-jelas belum perna memiliki hubungan " Gumam Gani menggeleng .
" Wanita aneh " Lanjutnya lagi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Gani dan Imelda menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘
Cepet TUA looo😂😂😂
semangat kak💪😁