Raya Adha gadis manis berambut panjang dan hidup sebatang kara karena orang tua dan adiknya meninggal karena kecelakaan. Raya kemudian terusir dari rumahnya sendiri oleh adik tiri ayahnya.
Tak ingin terpuruk raya memilih pergi ke Jakarta menyusul temannya untuk melanjutkan hidup dan bekerja.Namun karena sebuah kejadian raya harus terikat sebuah pernikahan dengan laki-laki yang tidak ia cintai bahkan tidak di kenalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19.Belum Pernah Ciuman
Hari sudah mulai gelap, dengan malas Raya mengerjapkan matanya namun ada rasa berat yang menimpa perut nya apa lagi kalau bukan tangan Rendy dengan lembut ia mencoba membangunkan Rendy.
"Mas bangun.... Udah malam." Ucap Raya sambil menggoyangkan tubuh Rendy.
Dengan malas Rendy membuka matanya "Rasanya aku malas untuk bangun... aku ingin seperti ini memeluk mu."
"Mas...aku lapar." Ujar Raya mengalihkan pembicaraan "Aku ingin mandi." Beranjak bangun dengan wajah gugup.
Setelah selesai dengan aktifitas membersihkan diri pasangan suami istri itu kemudian turun untuk makan malam terlihat pak Artha yang sudah duduk di meja makan.
"Pah...maaf udah nunggu lama." cap Rendy
"Gak makan malam juga gak masalah papah sangat mengerti." ujar pak Artha tersenyum nakal kepada Rendy.
"Pah..apaan sih."
Raya yang mendengar ucapan mertuanya itu hanya bisa tertunduk malu, makan malam tersebut mereka habiskan sambil bertukar cerita.
Setelah selesai makan malam Rendy dan Raya langsung kembali ke kamar ada rasa canggung yang di rasakan Raya ia bingung harus melakukan apa.
"Kamu kenapa?" Tanya Rendy yang melihat Raya duduk diam di sofa.
"Gak kok." Jawab Raya singkat tiba-tiba Rendy menghampiri Raya seketika jantung Raya berdetak dengan kencang wajah kaku sangat nampak terlihat.
"Maafkan aku..."Ucap Rendy yang tiba-tiba menggenggam tangan Raya "Sekali lagi maafkan aku kata-kata ku dulu sangat melukai mu."
Tapi Raya hanya diam matanya mulai berkaca-kaca mengingat perlakuan Rendy, hatinya terasa sakit tapi entah kenapa Raya tidak bisa marah ia memaklumi dengan apa yang terjadi di antara mereka dulu.
"Kenapa diam?" Tanya Rendy sambil mengangkat dagu Raya "Jangan menangis ku mohon maafkan aku"
pinta Rendy.
"Tidak mas..aku sudah memaafkan mu sejak dulu aku memaklumi nya mas ini juga bukan kemauan kita."
"Benarkah..terimakasih"Sambil memeluk Raya.
Raya yang melihat tingkah Rendy hanya tersenyum setelah puas memeluk istrinya Rendy kemudian mencium bibir tipis milik Raya lagi-lagi tak ada respon yang di berikan Raya ini adalah kali kedua mereka ciuman.
Karena tidak ada pergerakan dari Raya, Rendy menghentikan ciumannya.
"Kamu kenapa?"Lagi-lagi pertanyaan keluar dari mulut Rendy.
"Maaf mas... Aku belum pernah berciuman" Tutur Raya sembari menunduk malu Wajah polosnya menampakan rona merah
"Tenang aja aku akan mengajari mu lama-lama juga bisa."Ujar Rendy menggoda Raya.
"Apaan sih mas aku malu."
Kembali lagi Rendy mencium lembut bibir raya tangan nakal Rendy mulai merayap kebagian sensitif istrinya.
Raya yang mulai merespon aksi suaminya itu mulai merasakan kenikmatan yang belum pernah ia rasa kan tapi tiba-tiba.....
"Mas....benda apa ini kok keras"Tanya Raya penasaran.
Rendy yang mendapatkan pertanyaan Raya ingin tertawa ternyata istri nya ini masih sangat polos pikirnya.
"Ini.....aduh apa ya....."Jawab Rendy bingung sambil menggaruk kepala "Apa boleh aku meminta hak ku?"Tanya Rendy balik.
"Hak...hak apa ya mas?"Tanya Raya bingung
"Kewajiban mu sebagai istri yang melayani suami."Jelas Rendy.
Sejenak Raya berpikir dan mulai paham akan permintaan Rendy.
"Mas...Kamu boleh melakukan apa pun bukan kah seorang suami berhak atas istri nya dan seorang istri tidak boleh menolak permintaan suami."
"Benar kah?Ucap Rendy kegirangan.
"Tapi...aku takut mas."
"Jangan takut semuanya akan baik-baik saja."
Rendy akhir nya kembali mencium Bibir Raya lama-kelamaan Ciuman itu mulai beralih ke leher jenjang istrinya dengan hati-hati Rendy mulai berpindah ke tempat tidur hasrat yang menggebu-gebu Harus segera tersalurkan mendengar desahan Raya, Rendy mulai bersemangat membuka kancing piyama milik Raya.Di lihatnya dua gundukan di hadapannya Rendy seakan ingin melahap istri nya dengan pelan Rendy memulai aksinya memasukan benda yang seharusnya berada di tempatnya, melihat Raya yang kesakitan Rendy kembali melu*at bibir Raya dengan beberapa kali hentakan akhirnya masuklah milik Rendy.Raya yang awalnya kesakitan kini merasakan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan malam ini adalah malam pertama penyatuan mereka menjadi malam yang panjang awal cinta mereka meski Rendy belum mengungkapkan perasaannya.