“Sayang, tunggu aku!" teriak seorang gadis cantik berusia 17 tahun bernama Fayra Lavina Richardzon, gadis itu berlari menghampiri moge kesayangan Ace. Pria muda yang merupakan suami Fayra. Gadis itu tampak naik ke atas motor sembari berpegang pada pinggang Ace.
“Ckk... Udah berapa kali gua bilangin jangan pernah sentuh gua pakai tangan kotor lu itu! Cepat lepaskan! Atau lu turun sekarang juga. Ingat! Status kita suami istri hanya berlaku di dalam rumah. Bukan di luar rumah, paham!”
Bentak Ace Geraldo Rodriguez, pria muda yang masih berusia18 tahun mampu membuat hati Fayra hancur. Pasangan muda-mudi itu terpaksa menjalani pernikahan rahasia karena sebuah perjanjian yang memaksa mereka harus menikah.
Lantas, sanggupkah mereka menghadapi pernikahan yang tidak mereka inginkan?
Akankah tumbuh benih-benih cinta diantara mereka?
Yuk, saksikan terus kisah mereka jangan sampai tertinggal ya ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mphoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Andrew Immanuel
Kedua sahabatnya Alena yang mewanti-wanita keributan di sana langsung berusaha menenangkan hati Alena yang lagi terbakar api cemburu agar tidak sampai melakukan hal yang akan kembali membuat mereka mendapatkan hukuman dari pihak sekolah.
15 menit telah berlalu, akhirnya pertandingan kembali di mulai. Semua orang bersorak gembira ketika Club basket mereka masuk ke babal semifinal.
Dimana Club basket Wild Stallions melawan Club basket The Dark Knight untuk menentukan juara utama dan kedua.
Beberapa kali Ace terjatuh lalu bangkit dan terus berlari menyeimbangi timnya untuk mengambil bola yang saat ini berada di tangan Kapten dari Club basket The Dark Knight.
Beberapa pelanggaran di dapatkan dari ke-2 tim, sehingga mereka lebih waspada lagi untuk menjaga agar tidak sampai terjadi pelanggaran lainnya.
Di detik-detik terakhir skor mereka seri, sehingga diadakam babak tambahan waktu selama 5 menit. Tanpa basa-basi Ace menggocek ke sana ke sini sampai dia berhasil mencetak 2 gol lebih unggul dari Kapten basket The Dark Knight.
Sampai seketika 5 menit telah berlalu, akhirnya timer bel pun berbunyi yang menandakan bahwa pertandingan tersebut telah usai.
Semua bertepuk tangan dengan rasa bangga karena Club basket Wild Stallions telah menjadi sang juara, dan berhasil mengalahkan Club basket The Dark Knight dengan skor akhir 25 vs 23.
Dengan sportif Club basket The Dark Knight bersalaman sama Club basket Wild Stallions sambil mengucapkan selamat untuk masing-masing tim.
Tak lama ke-3 Kapten basket menempati podium juara 1 sampai 3. Satu persatu juri memberikan hadiah yang pantas mereka terima diwakili oleh masing-masing Kapten basket.
...Juara 1 mendapatkan mendali emas, piala beserta hadiah uang tunai sebesar 100 juta rupiah....
...Juara 2 mendapatkan mendali perak, piala beserta hadiah uang tunai sebesar 50 juta rupiah....
...Juara 3 mendapatkan mendali perunggu, piala beserta hadiah uang tunai sebesar 25 juta rupiah....
Ace mengangkat piala miliknya ke atas udara dengan rasa bangga sambil berpotret manja dengan beberapa juri, guru, serta pelatih dan juga anggota tim basketnya.
Selesai dari situ mereka pun langsung bersalaman dengan gentle men, dan pergi berganti pakaian agar bisa segera kembali ke rumahnya masing-masing. Apa lagi hari sudah semakin sore.
Alena yang begitu bahagia ketika kekasihnya berhasil membawa nama harum sekolah, membuat dia bergegas menunggu Ace di depan pintu ruangan ganti bersama ke-2 sahabatnya.
Namun, Ace malah menyuruhnya untuk pulang terlebih dahulu karena dia masih ada urusan lainnya. Mau tidak mau Alena pun kembali pulang dengan sedikit kekecewaan.
Sedangkan sahabat Fayra sudah kembali pulang bersama Tian dan juga Chelsea, karena mereka berdua harus mengambil motor Chelsea di bengkel.
Fayra berjalan sambil menatap layar ponselnya untuk terus melihat pertandingan Ace yang dari tadi dia rekam, belum lagi Fayra sangat terpesona kepada Ace yang semakin berkeringat malah semakin bertambah kesan ketampanannya.
"Astaga, ketampanan suamiku memang tiada tandingannya ya kalau begini hihi.."
"Apa lagi jika kami-.. Huaaa.. Apa-apan sih Fayra! Please deh, jangan mulai ya. Ingat kamu itu masih-.."
Bugh!
Awssshhh...
Seorang pria tampan berjalan tergesa-gesa tanpa melihat ke arah depan dan pada akhirnya dia malah menabrak Fayra dari arah yang berlawanan.
Belum lagi posisi mereka sama-sama sedang sibuk menatap layar ponsel satu sama lain, sampai tidak terbayangkan jika mereka harus saling bertabrakan seperti ini.
Tubuh mungil Fayra terjatuh dalam keadaan ponsel terlempar cukup jauh darinya. Pria tersebut langsung segera menolong Fayra sambil membenarkan posisi tas ranselnya yang hampir saja terjatuh ke lantai.
"Ma-maafin aku, tadi aku buru-buru. Apa kamu baik-baik aja? Ada yang sakit? Atau kita ke rumah sakit aja ya! Aku takut jika ada luka dalam" cecar pria itu penuh kecemasan.
"Ahya.. Tidak apa-apa, Kak. Harusnya aku yang minta maaf sama Kakak, karena aku terlalu fokus menatap pon-.. Astaga! Ponselku!"
Fayra berlari mengambil ponselnya yang sudah mati total dan tidak bisa digunakan kembali. Bahkan beberapa kali Fayra mencoba menyalakan namun tetap saja gagal.
Rasa bersalah semakin melekat di dalam diri pria itu, kemudian dia berjalan mendekati Fayra yang saat ini benar-benar panik.
"Se-sekali lagi maafkan aku, aku tidak sengaja. Ohya, perkenalkan namaku Andrew dari sekolah SMA 01 Mawar Merah" ucapnya sambil menyodorkan tangan ke arah Fayra sambil tersenyum.
Fayra menoleh menatap wajah Andrew dengan perlahan dan sedikit tersenyum kecil, kemudian dengan perasaan sedikit gugup Fayra menjabat tangan Andrew
"Kak Andrew Kapten dari Club The Dark Knight? Astaga, a-aku Fayra Kak. Siswi dari SMA 01 Cempaka Putih" jawab Fayra.
Andrew Immanuel adalah seorang pria tampan dengan usia 18 tahun. Andrew merupakan Kapten terbaik di Club basket The Dark Knight, SMA 01 Mawar Merah.
Andrew juga terkenal pria yang penuh dengan segala keromantisannya dan juga perhatiannya.
Selang beberapa detik tangan mereka pun terlepas, Fayra kembali menatap ponselnya yang sudah tidak berfungsi membuat Andrew semakin bersalah.
"Sudah jangan sedih lagi, kasihan nanti cantiknya hilang loh hehe.. Tenang aja besok aku belikan ponsel baru untukmu sebagai tanpa maaf dan juga simbol pertemanan kita"
"Jadi tidak usah dipikirkan lagi, aku janji setelah pulang sekolah nanti aku akan langsung menunggumu di depan gerbang untuk memberikan ponsel baru. Bagaimana?"
"Kamu cuman perlu nunggu di depan gerbang aja sebentar kok, ya ya ya.. Please! Kalau kamu enggak mau, yang ada aku malah semakin bersalah sama kamu. Ayolah Fayra, terima ya.."
Andrew berbicara penuh dengan nada permohonan agar Fayra mau menerima pemberiannya sebagai tanda maaf darinya yang sudah membuat ponsel Fayra rusak.
Fayra terdiam menatap ponselnya, lalu seketika melirik kearah Andrew yang masih memohon di hadapannya dalam keadaan kedua tangan menyatu dengan ekspresi wajah yang dibuat sangat sedih.
Fayra bingung harus menjawab apa, lantaran ini juga kesalahannya jadi dengan berat hati Fayra mengatakan. "Tidak perlu, Kak. Aku bisa membelinya sendiri kok, lagian juga di sini kita sama-sama salah. Bukan hanya Kakak yang bersalah, jadi sudahlah Kak. Senang berkenalan denganmu, Fayra balik dulu ya. Bye!"
Fayra berbalik dan berjalan beberapa langkah namun langsung terhenti ketika Andrew berada di depannya sambil merentangkan kedua tangannya.
"Tunggu, Fayra! Kalau kamu tidak mau menerima pemberianku, bisa-bisa aku hidup dengan rasa bersalah. Kamu mau?"
"Pernahkan mendengar bahwa ada se*tan matinya gentayangan? Nah.. Itu akibat semasa hidupnya dia selalu di selimuti rasa penasaran, kalau aku beda!"
"Bisa-bisa aku mati karena memikirkan tentang ponselmu yang sudah aku rusak itu, enggak etis dong aku mati muda cuman karena ponsel. Jadi ayolah kerja samanya, aku masih mau hidup panjang.."
Andrew tak henti-hentinya terus memohon, tetapi terdengar sedikit manja ditelinga Fayra. Sehingga membuat Fayra hampir saja tertawa dibuatnya,
"Prrftt.. Astaga, Kak Andrew. Kenapa sampai berpikir sejauh itu sih. Sudahlah aku tidak apa-apa, lagian kan aku tidak minta di ganti jadi kenapa Kak Andrew yang repot hihi.." jawab Fayra sambil terkekeh.
"Jadi kamu mau aku mati muda begitu? Huaaa.. Jahatnya.. Padahal kita baru kenalan tapi kamu sudah membuat aku meninggoy hiks.."
Inilah Andrew, King dramatis yang selalu dia keluarkan untuk menarik simpati dari lawan jenisnya. Namun kali ini Fayralah yang berhasil membuat hatinya meleleh. Kok bisa? Ya, karena Andrew adalah pria yang sedari tadi menatap Fayra di lapangan.
Dan sekarang, tanpa di sengaja takdir malah mempertemukan mereka untuk saling mengenal satu sama lain. Kebetulan ataukah jodoh? Entahlah..
Sedangkan Fayra dari tadi cuman bisa terkekeh geli, melihat tingkah Andrew yang membuatnya gemas. Baru kali ini Fayra melihat seorang pria semanja Andrew.
"Haha.. Stttt.. Kak sudah, heii.. Sudah! Ini di tempat umum, baiklah-baiklah! Fayra terima ponsel baru dari Kakak, tapi kalau Kak Andrew telat 5 menit saja. Fayra anggap itu hangus ya, deal?" tawar Fayra sambil menyodorkan tangannya.
Dengan senang hati Andrew memegang tangan Fayra cukup lama sambil berkata. "Siap cantik, deal! Aku janji aku tidak akan telat, palingan juga kamu yang telah hihi.."
"Tidak akan ya, kita lihat aja besok!" tegas Fayra dengan percaya diri.
"Baiklah, ohya.. Ayo aku antarkan pulang ke rumah" ucap Andrew yang terus memegang tangan Fayra sambil menatap wajahnya.
"Kak... Ta-tangan Kakak" Fayra menatap tangannya. Tanpa basa-basi lagi Andrew dengan cepat melepaskan tangan Fayra.
Andrew cengengesan penuh rasa malu sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal. Inilah Andrew, baru kali ini dia bisa merasakan salah tingkah jika di hadapan seorang wanita. Biasanya malah wanitanya yang salah tingkah dibuatnya, tetapi ini malah terbalik.
Ketika Andrew ingin kembali menawarkan tumpangan pada Fayra, tiba-tiba seseorang dari arah belakang langsung menarik tangan Fayra dengan sedikit kasar menuju pintu keluar. Susah payah Fayra mengikuti langkah orang itu sampai-sampai tubuhnya sedikit terseret.
Dan utk loe Ace, Berbahagialah kamu dalam penjara dgn penuh penyesalan mu..Gak sangka aku Siswa teladan dan Most Wanted waktu SMA bisa hidupnya hancur kek gini karena akibat KEBODOHAN nya sendiri..Miris banget..