Laiv Alessandra
Seorang gadis cantik serba bisa, pinter, terlahir dari kekuarga kaya membuat hidupnya sempurna. Sampai akhirnya dia berada di titik terendahnya dipertemukan dengan Arjuna yang tampan trempamen dan keluarga baru yang mencintainya.
Apakah Laiv akan bisa mengembalikan kehidupannya yang dulu?
“aku males nonton drama seperti
itu Milly, kamu nonton aku saja. Bukankah dari kemarin hidupku sudah seperti
drama? Entah pa selanjutnya Arjuna membenciku kemudian lambat laun dia akan
mencintaku kemudian kita bahagia kemudian punya anak kemudian ada wanita pengganggu
kemudian kita berantem kemudian baikan”kata Laiv panjang lebar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya Rembulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sikap Arjuna
"Oke, kenalin aku Willy "kata Willy mengulurkan tangannya..
"Sorry tanganku lagi kotor"kata Laiv menatap tangannya yang kotor. Willy tidak peduli langsung mengambil tangan Laiv untuk bersalaman. Begitu juga dengan Edgar. Arjuna tidak suka melihat Laiv terlalu dekat dengan
teman-temannya. Dia langsung maju sampai di depan Laiv dan menyeka oli yang tercoreng kepada wajahnya.
"Ada oli diwajahmu"kata Arjuna lembut dan tersenyum membuat Laiv kaget dengan perlakuannya. Baru kali ini Laiv melihat Arjuna tersenyum seperti itu membuat jantung Laiv berdetak kencang. Laivpun langsung berpamitan kesemua teman Arjuna untuk kembali ke kamarnya.
"Aku gak suka ya kamu tebar pesona sama teman-temanku"kata Arjuna yang tiba-tiba sudah dikamar Laiv dan mencengkramnya dengan kasar.
"Aku gak tebar pesona aku hanya membantu Willy"kata Laiv terpancing amarah langsung mendorong Arjuna agar cengkramannya terlepas.
"Sudah aku bilang aku tidak suka dibantah" Arjuna pun balik mendorong Laiv sehingga Laiv terjatuh. Karena merasa bersalah Arjuna langsung membantu Laiv untuk berdiri rapi Laiv menepisnya.
"Keluar kamu dari sini"titah Laiv
"Hey ini rumahku"kata Arjuna mencoba membantu Laiv untuk berdiri.
"Don't touch me you jerk"umpat Laiv menepis tangan Arjuna lagi.
"Kalo aku bilang berdiri ya berdiri"kata Arjuna menarik kasar lengan Laiv sehingga dia berdiri dan mendudukan Laiv di tepi ranjang Laiv.
Laiv ingin melawan tapi dia mengingat perkataan Milly jadi dia lebih memilih unutk bersabar.
“Maafin aku ya"kata Arjuna melunak.
"Pergilah aku ingin tidur" kata Laiv ingin mengakhiri pembicaraan ini dengan Arjuna.
"Sebentar lagi makan malam"Laiv membuang nafasnya dengan kasar.
"Ia nanti aku turun"membuat Arjuna tersenyum puas. Sebelum meninggalkan Laiv sendirian, Arjuna mengecup alis Laiv.
Laiv mengusap wajahnya dengan kasar. Dia ingin kebebasan lagi saat ini dia muak diperlakukan seperti ini oleh Arjuna. Terkadang Arjuna bisa kasar dan juga terkadang bisa sangat lembut. Laiv bingung harus menghadapi Arjuna apalagi Laiv gampang terpancing emosi.
Hari ini Laiv mengikuti balapan sesuai dengan jadwal. Laiv mengendarai motornya ke sirkuit dengan perasaan yang degdegan. Sesampainya disana Laiv berjalan menggunakan masker langsung bersiap-siap ke stan mereka sebelumnya akhirnya ke garis start. 12x putaran
Laiv bersusah payah untuk mencapai posisinya saat ini. Dia kejar-kejaran dengan nomor punggung 17 untuk menempati urutan pertama. Walau perbedaan waktunya sangat tipis Laiv harus puas diposisi kedua. Itu membuat Edward dan teamnya sangat bergembira pasalnya team mereka sudah tidak pernah menginjak podium
lagi, dan sekarang Laiv yang baru ikut pertama kali sudah berhasil menginjakkan kakinya di podium. Menurut Edward ini hasil yang sangat memuaskan.
Laiv pulang sukacita, sesampainya dirumah Laiv sudah mendapati Arjuna, Willy, Edgar dan Elkana sedang duduk ruang tengah. Tidak mau
mencari masalah dengan Arjuna, Laiv langsung segera melangkahkan kakinya ke kamarnya untuk mebersihkan badannya. Padahal teman-teman Arjuna menyapanya dan mengajaknya untuk mengobrol bersama. Tapi Laiv hanya menyapanya sebentar dan memilih untuk tidak bergabung. Melihat itu Arjuna tersenyum puas, Laiv mendengarkan perkataannya.
Hari itu dia akan langsung mengurus bisnisnya dengan Milly. Segala persiapan sudah dilakakukannya, tinggal design yang harus dibuat di tukang jahit dan mengirimkan ke influencer untuk dipromosikan. Semua Laiv yang mengurus, Laiv sudah familiar dengan ini karena dari dulu dia sering membantu Daddy dan Radeska secara suka rela. Karena Laiv terlalu malas untuk bergaul dengan teman-temannya sekedar untuk nongkrong dan belanja. Laiv lebih memilih melakukan sesuatu yang menurutnya bermanfaat untuknya. Untuk belanja, Laiv hanya belanja ketika bersama mommynya. Laiv juga sering membantu teman mommynya dengan menjadi model catwalk.
Tidak terasa waktu berjalan, butiknya sudah mulai beroperasi dengan brand AnA Alesssandra untuk Laiv dan Milly yang mempunyai nama yang sama sedangkan A satunya artinya Alexander untuk Arjuna. Semakin hari Laiv mendapatkan dunianya kembali seperti dulu membuatnya selalu bersyukur dan bersedih. Dia bersedih karena kebahagiaannya saat ini tidak bisa dilihat oleh keluarganya.
Laiv berkendara dengan motornya menuju rumah Arjuna, dia melihat mobil yang terparkir di pinggir jalan bersama seorang wanita muda yang terlihat kacau. Laiv langsung mengurangi kecepatan motornya dan berhenti tepat didepan mobil wanita tersebut.
"Kenapa dengan mobilnya?"kata Laiv yang sudah berada di belakang wanita tersebut.
"Berasap"kata wanita tersebut dengan nada dingin.
"Boleh aku liat sebentar?"tanya Laiv masih sabar. Wanita itu pun langsung mempersilahkan Laiv unutk mengecek mobilnya.
"Mm ini air radiatornya habis. Tunggu sebentar aku nyari air dulu"kata Laiv di balas anggukan dari wanita itu. Tidak selang berapa lama Laiv kembali dengan botol minuman yang berukuran besar kemudian langsung menuangkannya ke mesin mobil wanita itu.
"Untuk sementara ini aman. Tapi kamu harus secepatnya mencari bengkel untuk mengganti air radiatornya. Karena yang tadi aku gunakan hanya air biasa"kata Laiv, Wanita itu pun langsung mengangguk paham. Ada senyum yang mengembang di wajahnya mengetahui mobilnya sudah bisa berfungsi kembali.
"thanks ya"kata wanita itu kemudian mengubek-ngubek tasnya.
"Sama-sama"jawab Laiv singkat, karena melihat wanita itu mengubek-ngubek tasnya Laiv pun langsung pergi meninggalkan wanita itu.
Laiv menjadi lebih sangat dekat dengan Milly, jika sedang senggang dia dan Milly memilih untuk sekedar jalan-jalan ke mall atau Laiv mengajak Milly untuk berolahraga bersama. Angela tidak suka melihat Milly bergaul dengan Laiv walau bagaimanapun Laiv berbeda level dengan mereka. Angela pun mengajak Laiv untuk mengahadiri acara fashion show agar Laiv sadar dengan status antara keluarganya dan Laiv. Lagi pula dipikiran Angela, Laiv tidak mengerti dengan dunia fashion pasti akan minder sendiri.
Laiv tidak tau maksud dan tujuan mertuanya mengajaknya ke acara fashion show, sebetulnya dia sangat malas pergi dengan mertuanya karena pasti hanya akan mendapatkan penghinaan. Tapi karena Laiv menghormati orang yang lebih tua
darinya, dia pun hanya bisa setuju. Laiv sudah bersiap dengan dandanannya hari ini menggunakan tank top warna biru yang berbentuk pita dan short jacket coat
cardigan agar masih terlihat sopan. Untuk bawahnya dia menggunakan celana jeans
agar terlihat nyaman. Tidak lupa dia menggunakan makeup yang sucukupnya untuk memoles wajahnya.
Sebelum berangkat Angela melihat penampilan Laiv dari ujung kaki ke ujung kepala. Membuatnya sedikit kagum dengan selera fashion Laiv. Sesampainya disana Laiv hanya bisa tertunduk bukan karena minder tapi dia takut nantinya dia akan dikenalli. Melihat ekpresi Laiv membuat Angela sangat senang. Angela berpikirbahwa dia sudah menang kali ini. Laiv terlihat sangat diam dan pemalu. Angela tersenyum sangat puas dengan rencananya saat ini.
Jangana lupa di vote dan like ya. Vote se kecil apapun sangat berarti buatku.
Terimakasih teman-teman
💐💐💐❤️
cuss baca jan lupa tinggalkan jejaak🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
mampir juga kak ke karyaku 'Kay and Say'🥰🌹
jangan lupa untuk mampir yaaa😍😍
semangat terus kak 😊🌹
semakin seru....
🍃 MAHMUD, I Love U 🍃
😂😂