Jika biasanya seseorang dijodohkan dengan orang berbeda levelnya, maka berbeda dengan Seorang pewaris Dari Keluarga Kingston. Aorion kingston di Jodohkan dengan seorang wanita yang jati dirinya disembunyikan, namun wanita tersebut adalah seorang Anak dari Triliuner di London. Alona Queen Hanzel.
Keduanya di jodohkan karna ikatan persahabatan antara keluarga Kingston dan Hanzel.
Dapatkan keduanya menerima perjodohan ini..? hubungan yang dipenuhi dengan begitu banyak intrik dan juga pertumpahan darah.
Ataukah masing-masing dari mereka memiliki takdir yang lain..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hidden Guardian, Terluka
...Enjoy...
...❄️...
...❄️...
...❄️...
Semua orang saling waspada satu dan yang lain, dan mencurigai satu dan yang lain, sementara suasana tegang dan mencekam begitu terasa di sana.
Jessy dan juga Sonya yang tidak terbiasa dengan situasi mencekam tersebut benar-benar di buat ketakutan.
''Kak, ada apa ini?" lirih Jessy yang mencengkeram erat tangan Aorion.
"Turunkan senjata mu..!" perintah Aorion dingin sambil menodongkan senjatanya kearah Migguel.
"Kenapa harus aku yang menurunkan senjata? sedangkan disini anak buahku lah yang menjadi korban?" tolak Migguel.
"Jadi kau ingin ada pertumpahan darah disini..?'' sorot mata Aorion semakin menajam membaca situasi di sekitar, sementara tubuh Jessy semakin bergetar hebat karena ketakutan.
"Tenanglah sayang, kakak disini bersamamu, tutup saja matamu.'' perintah Aorion sambil berbisik pada adiknya itu, kemudian memeluknya dengan erat.
Aorion dan anak buah nya terkepung saat ini, meskipun mereka tidak kalah jumlah dan kekuatan, tetap saja Aorion tidak ingin mengambil resiko karena ada Jessy yang saat ini sedang bersama dengan nya.
"Kak, bisakah kita segera pergi dari tempat ini, aku takut.." ucap gadis itu yang kini sesenggukan menahan tangis.
'Ssttttt.. tenang saja, tutup matamu kakak melindungi mu percaya padaku.'' Aorion mencoba menenangkan Jessy.
Dengan pandangan matanya Aorion memberikan kode perintah pada Luca yang saat ini berada di samping Aorion untuk menjaga tuannya itu.
Luca yang melihat perintah tersirat dari Aorion segera mengerti dan dengan gerakan terlatih ia mengarahkan pistolnya dan menembak beberapa anak buah Migguel.
Baku tembak pun tidak dapat di hindari, pertumpahan darah pun terjadi di sana, beberapa anak buah Aorion dan juga Migguel sama-sama menjadi korban.
Melihat Aorion yang mulai kalah dalam hitungan jumlah mau tak mau Queen pun ambil andil dalam hal ini.
Dari persembunyiannya, ia membidik satu per satu anak buah Migguel, membuat Aorion dan Luca semakin waspada dan kembali mengamati dari mana asal timah panas yang selalu tepat sasaran tersebut.
Kali ini Migguel dapat membaca dari mana arah serangan tersebut, dengan cepat ia pun membidikkan senjatanya ke arah Queen bersembunyi.
Dengan intuisi yang tajam dan juga reflek yang cepat, Queen dapat menyembunyikan dirinya. Dan saat ia ingin menembakkan senjatanya lagi, sialnya peluru Migguel lebih dulu mengarah padanya.
Beruntung gerakannya terlatih dan peluru tersebut hanya menggores bahu Queen sedikit saja. Meskipun begitu rasanya tetap membuat Queen merintih kesakitan.
Saat Migguel teralihkan, Aorion mengambil kesempatan itu untuk menghabisi anak buah Migguel.
Melihat anak buah nya yang juga mulai tumbang satu per satu karena ulah Aorion dan Luca. Migguel pun menembakkan senjatanya untuk mencari celah agar dapat melarikan diri.
Migguel membawa Sonya bersamanya, sedangkan Aorion pun segera membawa Jesy yang sejak tadi sudah begitu ketakutan berlari ke arah dimana mobil mereka terparkir.
Suasana di luar gedung tersebut tidak kalah mengenaskan dari keadaan di dalam.
Hanya tersisa dua anak buah Aorion yang masih hidup, sementara yang lainnya sudah tewas tertembak.
Luca dengan sigap membukakan pintu mobil agar Aorion dan Jessy segera masuk ke dalam, kemudian ia mengambil alih stir mobil untuk menggantikan supir sebelumnya yang juga sudah tewas.
Sementara dari dalam gedung, masih terdengar suara tembakan yang saling bersahut-sahutan. Aorion tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Yang ia tahu, ada orang lain yang berada di sana, namun bukan orang milik Migguel.
Tapi beruntunglah, orang ketiga itu membuat Aorion dapat menyelamatkan Jessy.
"Cepat kembali lebih dulu, setelahnya baru urus orang-orang kita yang sudah meninggal, jangan lupa berikan kompensasi yang besar bagi keluarga mereka" ucap Aorion.
"Baik tuan..." jawab Luca sambil menganggukkan kepalanya.
''Kau baik-baik saja sayang?" Aorion menatap cemas pada adiknya. Jessy hanya mengangguk lemah. "istirahatlah, kita akan segera pulang.'' Aorion memeluk Jessy erat.
Selama di perjalanan Aorion terus saja memikirkan siapa orang yang telah membantu dirinya kali ini, tapi tak juga ia temukan jawaban.
Namun siapa pun itu, ia sangat bersyukur karena bantuan itulah Aorion dapat menyelamatkan adiknya yang begitu berharga.
"Ada apa tuan, anda terlihat cemas?" tanya Luca yang dapat melihat guratan kekwatiran di wajah Aorion melalui spion tengah mobil mereka.
"Aku sedang memikirkan, siapa orang yang telah menolong kita sebelumnya. Apa mungkin kau bisa menebak siapa orang itu?" Tanya Aorion sambil mengerutkan kening.
"Tidak tau tuan, tapi siapa pun dia, yang pasti bukanlah orang sembarangan. Aku dapat melihat bagaimana caranya membidik sasaran dalam sekali tembakan" Luca menganalisa dengan cermat.
"Kau benar Luca. Orang itu sangatlah terlatih."
Sebenarnya Luca mencurigai keterlibatan satu orang, yaitu group Hanzel. Bisa saja nona Queen mengirimkan seseorang untuk membantu mereka. Namun Luca hanya menyimpan pikirannya.
Sementara itu...
Queen yang sudah berhasil melarikan diri dari kejaran anak buah Migguel pun, kini tengah berada di salah satu tempat persembunyiannya.
Queen sedang terluka, dan saat ini ia tengah membalut lukanya. Sejak tadi David juga tak henti-hentinya menelpon Queen untuk menanyakan bagaimana kondisi dirinya.
David baru saja tiba di London. Dan saat Queen mengatakan bahwa ia terluka, David menjadi sangat panik dan selalu saja menanyakan keberadaannya.
Beruntungnya David mau mendengarkan Queen, dan meminta laki-laki itu membuat rencana lain, yaitu alibi pengalihan untuk mengelabui Aorion.
Queen harus bersiap untuk berbagai macam kemungkinan. Queen merasa lebih baik karena David yang mengetahui bagaimana kondisi dirinya saat ini di bandingkan orang lain.
Queen benci saat orang lain mencemaskan dirinya. Karena itu akan membuat orang-orang tersebut mengekang dirinya.
Lagipula kali ini ia terluka bukan karena bermain, namun karena tujuannya ingin menyelamatkan Jesy, siapa yang tau jika ternyata, ia bisa lengah dan mendapatkan tembakan.
Tapi Queen benar-benar merasa lega karena Aorion dan Jessy dapat pergi dari tempat itu dengan selamat.
Sebaiknya aku tidak bertemu dengan Aorion lebih dulu, pikir Queen.
Setelah selesai membalut luka di bahunya, dan menutupnya dengan perban, Queen kembali mengendarai mobilnya untuk kembali ke mension.
Saat tiba di kota, Queen menyempatkan diri untuk membeli sebuah pakaian, untuk mengganti pakaiannya yang sebelumnya sudah berlumuran darah.
Setelah selesai membeli apa yang ia butuhkan, Queen segera mengganti pakaian dan langsung melajukan mobilnya menuju Mension keluarga Hanzel.
''Semoga saja Kevin tidak ada dirumah.'' gumam Queen, memohon. Ia tak ingin Kevin menangkap basah dirinya.
Belum lagi Queen tiba di rumah, kini ponselnya sudah kembali berdering, bukan David. Tapi tunangan nya;
"Ya.'' sahut Queen, setenang mungkin. ''Bagaimana dirimu, apa kau bosan, kau ingin aku kesana?'' tanya Aorion, yang Queen yakini hanyalah basa-basi.
''Jangan khawatirkan aku, lagi pula aku sedang dalam perjalanan, aku akan berkumpul dengan teman-teman ku" Ucap Queen berbohong.
''Benarkah? aku sangat ingin bertemu dengan teman-teman mu juga. Tapi aku sangat sibuk, kalau begitu, selamat bersenang-senang.'' kata Aorion lagi. "Baiklah." sahut Queen lalu menutup panggilan tersebut.
Queen sangat merasa lega karena hari ini Aorion tidak bisa menemuinya, sebenarnya ia pun tidak ingin menemui tunangan nya itu, ia tak mungkin menemui Aorion dalam kondisi nya saat ini.
Syukurlah Aorion memutuskan untuk tidak menemuinya, sehingga Queen memiliki banyak waktu untuk memulihkan kondisi bahu nya.
Setelah beberapa jam di perjalanan akhirnya Queen pun tiba di mension. Queen bersikap begitu tenang seperti biasanya, melewati semua pelayan serta kepala pelayan yang menunggunya di depan pintu.
Berpura-pura, Queen lah ahlinya. Ia sudah terlampau sering melakukan hal ini, karena ia tidak suka membuat orang lain mencemaskan dirinya. Sejak dulu Queen selalu berusaha sebisa mungkin mengurus dirinya sendiri.
Kecuali David. Laki-laki itu terlalu berlebihan pada dirinya, ia juga tidak bisa menyembunyikan apapun dari sahabatnya itu, meskipun ia ingin berpura-pura di hadapan David, tapi akhirnya ia harus menyerah.
Setelah masuk ke kamar, Queen segera melepas semua pakaiannya dan membakarnya di tungku perapian agar bajunya yang penuh dengan noda darah tidak ditemukan oleh siapapun dan lukanya dapat ia sembunyikan dengan aman.
Tok..tok..
''Queen ini aku, buka pintunya.'' seru David. Ah, Queen lupa jika sahabatnya itu sudah berada di Mension.
''Queen menekan tombol pembuka otomatis, untuk membuka pintu kamarnya. David masuk dengan tergesa-gesa, dan pastinya khawatir. Ah, Queen tidak suka ekspresi itu.
''Bagaimana keadaan mu Queen, biarkan aku melihat lukanya.'' kata David cemas.
''Tidak perlu. aku sudah mengobatinya. Aku hanya perlu istirahat sekarang.'' sahut Queen tak suka melihat David mencemaskan dirinya.
David mendesah, namun ia berusaha menenangkan diri. ''Baiklah, tidurlah Queen. Aku akan pergi saat kau sudah tidur.'' kata David lagi.
Karena merasa lelah, Queen pun tertidur dengan begitu cepat. Sementara David masih berada di sana untuk berjaga. Ia harus memastikan bahwa Queen tidak akan demam malam ini.
''Kau bilang kau akan berhati-hati, dan melarang ku untuk mencemaskan dirimu. Tapi lihat apa yang kau dapatkan?"
"Kalau begini, bagaimana bisa aku bersikap tenang.."
...❄️...
...❄️...
...❄️...
dan perasaaan cinta David yg TDK bersambut.
oleh queen.tapi...
selamanya sahabat sejati...tiada yg mengkhianati.semuanya selesai dg baik dan masing masing dpt menerima keputusan nya.
senang lihat queen bersatu dg Rion.
pokoknya ceritamu thort....
membuatku termehek mebel..
syukurlah ternyata bukan.
Hidup memang misteri....
yg penting kita jalani aja semampu kita.
aku suka karyamu thort.
TDK membosankan bcnya.
penuh misteri...ada juga lucunya...🥰🥰🥰
bukan rion
aku curiga...
tapi kenapa dia melindungi qieeen
atau taktiknya aja
ku rasa Romero adalah megguel
ceritamu kerennn thort
cuma aku ngga tau siapa kamu thor...
kurang jelas
rahasia apa di balik pertunangan queen dan Rion...