Adzkia Laila Tamin, kerap di sapa Laila. Gadis cantik dan periang. Ia jatuh cinta pada seorang pemuda yang bernama Fajri. Fajri adalah seorang pemuda yang begitu tampan dan berkarisma.
pertemuan awalnya dengan Fajri membuat
Laila sangat terhipnotis dengan semua yang dimiliki Fajri. Sampai dia tidak bisa lagi membendung perasaannya.
Pada saat yang tiba Fajri di minta oleh ayah Laila menjadi supir pribadinya. Saat itulah Laila sering bertemu dengan Fajri. Semakin hari Laila tidak bisa lagi membendung perasaannya sehingga memberanikan diri megungkapkan perasaannya. namun ternyata, Fajri bukan Ia menolak atau menerima sehingga Laila merasa dipermainkan.
Bagaimanakah sebenarnya perasaan Fajri pada Laila?
Dan kankah cinta Fajri, Laila dapatkan?
Simak kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Masrianiani Hijab, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19 Meraih kebahagiaan Laila
Roda waktu terus berputar. Perjalanan Kehidupan Laila benar-benar menggantungkan diri pada sang Pencipta, sang Maha Tahu isi hati, sang memutarbalikkan hati.
Sepertiga malam, Laila tidak pernah melewatkannya. Laila banyak belajar lewat buku juga sering ikut pengajuan. Nampak Laila begitu khusuk dalam doanya. "Rabb kau janjikan 4 hal seorang hamba yang mendatangimu di sepertiga malam
Janji yang pertama adalah Kau akan mengangkat derajat dan karir seseorang ke tempat terbaik. "Ya Rabb aku serahkan bahwa kau selalu memberi yang terbaik untukku."
Janji yang kedua Kau akan memudahkan segala aktivitas hamba mu. aku penuh harap akan dilancarkan dan dimudahkan segala urusan baik dalam permasalahan kehidupan yang ku alami sekarang ini.
Kau akan membimbing setiap orang yang tahajud untuk mendapat solusi terbaik mengatasi persoalannya. "segala urusan ku, aku serah padamu ya Rabb. semua urusanku..... aku serahkan padamu.... Laila meneteskan air mata di tengah makan yang sunyi sepi. ketika orang terlelap aku datang padaMu Ya Rabb mencurahkan semua isi hatiku. ku tumpahkan semua....... yang aku rasakan.
Kau melindungi dia ketika dalam aktivitas kehidupannya ada orang-orang yang akan mencelakai atau menjahilinya. Ya Rabb ku titip Doa ini padanya. aku mengikhlaskan takdir yang kau berikan untukku.
Selesai shalat tahajjud Laila merenungi kembali dosa-dosa yang pernah diperbuatnya. Kembali lagi air matanya berjatuhan setetes demi setetes.
"Robbi laa tadzarni fardan, wa anta khoirul waaritsin".
"Ya Tuhan, janganlah Engkau biarkan aku hidup sendirian, dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.
***
Ditempat lain tampak Fajri terbangun dari tidurnya entah mengapa bisanya dia memimpikan dirinya bersama Laila meraih bulan.
"Astaghfirullah.... Apaan ini. nafas Fajri terdengar seperti sedang dikejar.
Fajri mengusap wajahnya dengan kedua tangannya . " mimpi aneh. batinnya. terbesit di hati Fajri nama Laila.
Fajri berdiri meninggalkan tempat tidurnya, mengambil Air wudhu kemudian melaksanakan shalat sepertiga malam. dilanjutkan shalat witir kemudian shalat taubat.
"Ya Rabb tidak ada niat untuk menyakiti. aku hanya belum siap. aku takut akan mengecewakanmu, aku takut siksa mu. aku yakin bahwa kau berikan pasangan terbaik untukku kelak nanti.
"Robbi laa tadzarni fardan, wa anta khoirul waaritsin".
"Ya Tuhan, janganlah Engkau biarkan aku hidup sendirian, dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.
***
Pagi hari Laila tampak bahagia, dia turun ke lantai dasar hendak sarapan untuk ke kampus dan tercengang melihat ayah dan ibunya sudah duduk menunggunya di meja makan.
Ayah dan ibu Laila tak kalah tercengang melihat perubahan Laila memakai hijab. ayah dan ibu itu melihat putrinya dari atas sampai bawah. begitupun semua pegawai yang bekerja di sana. tak percaya.
"Laila?
" assalamu'alaikum, ayah, ibu..... Laila mencium punggung tangan ayah dan ibunya.
Hari bahagia dalam hidup Laila bisa merasakan apa yang selma ini diharapkannya tak henti-hentinya, Laila dalam hati memuji sang pemilik hati.
Dayan Siti dan lainnya tampak bahagia melihat keluarga itu kembali berkumpul. selesai makan Laila berujar.
"Ayah aku tidak perlu diantar supir.. boleh kan? biarkan aku ayah, jadi anak mandiri seperti teman yang lainnya. Aku akan bawa mobil sendiri. Aku pastikan, insyaallah akan bawa mobil dengan hati-hati.
" David Tamin tersenyum simpul. Laila maafkan ayahmu ini nak. Jika selama ini ayah begitu sibuk hingga kamu merasa, kami tidak menyayangimu.
"Sudahlah ayah, mungkin aku yang harus faham kondisi ayah dan ibu... dan..
" Tidak sayang, mulai hari ini ibu akan mengurangi waktu ibu untuk bekerja. potong Lucia dan memeluk putrinya.
David Tamin bahagia mendengar perkataan istrinya.
"Maafkan aku mas. jika, belum bisa menjadi istri yang berbakti.
David Tamin memeluk anak istrinya. kemudian mengecup kening Lucia dan Laila.
" Baiklah, Laila kamu boleh bawah mobil sendiri, ayah percaya padamu." ucap David Tamin. "Ayah berangkat mungkin ayah sedikit terlambat pulang karena urusan kantor sedikit genting.