NovelToon NovelToon
Mr. Edzard, I Want You!

Mr. Edzard, I Want You!

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Stivani

"Kau begitu angkuh dan dingin, tapi aku menyukaimu."

Sebuah kisah cinta antara gadis yang merupakan pengawal dan seorang pria pewaris tunggal generasi ketiga perusahaan terbesar di Asia, Edzardians Group.

Siapa sangka Selita akan tergila-gila dengan Alvaro Edzard yang dijulukinya sebagai iblis tampan yang juga ternyata merupakan pria angkuh, kasar dan arogan!

Apakah Alvaro yang dingin itu akan membalas cinta Selita? Ataukah dia memiliki gadis di masa lalunya yang akan menjadi penghalang bagi Selita untuk mendapatkan hati Alvaro?

Penasaran? Kuyyy mampir ✨

©Copyright by Stivani, April 2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stivani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 : Bertiga

Tibalah mereka di Edzardians Group. Aktivitas yang seperti biasa dilakukan oleh para karyawan kantor, ada yang sibuk menelepon ada yang mendisposisi berbagai surat dan ada juga yang sibuk menatap layar monitor mereka. Semuanya terlihat sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing.

Sementara di lantai paling atas, di ruang kerja presdir Edzardians Group, seorang wanita cantik terlihat menunggu kedatangan Al. Pria yang di tunggunya pun memasuki ruangan itu.

Letisya menyambut Al dengan senyuman manis. Al berjalan dan menatap Letisya dengan ekspresinya yang datar.

Kenapa nona Letisya di sini! Jangan-jangan dia yang menelepon Tuan Al pas di mobil tadi. Batin Seli.

Letisya memandangi gadis yang berjalan di belakang Al. "Hy Selita," melambaikan tangannya.

"Apa kabar Nona?" ucap Seli menundukan kepala.

"Sangat baik."

Seli membalas senyuman sambil menatap ke arah Letisya.

Nona Letisya sangat cantik! Tapi apa hubungannya dengan calon suami masa depanku?

"Al aku ingin bicara denganmu, tapi.." menatap Seli dengan tatapan tidak nyaman.

Alvaro mengerti maksud ucapan dan tatapan Letisya yang menyuruh Seli untuk keluar meninggalkan Letisya dan Alvaro untuk berbicara. Sedangkan Seli masih dengan wajah polosnya yang sangat susah memahami isyarat apapun, kecuali mengenai uang.

"Bicaralah!" ucap Al sambil mangatur dokumen di atas meja kerjanya.

"Tapi..." sekali lagi memandang Selita.

Apa maksud Nona memandangiku seperti itu! Seli hanya tersenyum saat bola mata Letisya menyambar wajahnya. Seli masih belum paham dengan maksud Letisya.

"Biarkan dia di sini, lagi pula dia hanya mendengarnya saja," ucap Al menatap Seli.

"Tapi aku tidak nyaman Al! Aku ingin bercerita empat mata denganmu."

Ehhh kenapa bawa-bawa namaku. Ouhh rupanya nona Letisya menyuruhku keluar. Pantasan saja sorotan matanya selalu mengadah ke wajahku. Ihhh apaan sih!

"Kalau begitu kita bicaranya nanti saja," ucap Al.

"Hmm, baiklah Al, biarkan dia di sini," ucap Letisya dengan wajah yang kusut.

Tuan Al sangat mengerti perasaanku. Hahaha. Memangnya apa sih yang ingin dibicarakan Nona ini! pake ngusir-ngusir aku segala lagi!

Seringai senyum bertebaran di wajah Seli, saat mendengar pembelaan Alvaro.

"Jadi begini Al, aku ingin berkunjung ke makam ibuku. Sudah lama aku tidak mengunjunginya. Bisakah kau menemaniku?"

Letisya sengaja mengajak Al karena dia tahu pasti Al tidak akan menolak ajakannya. Karena itu berhubungan dengan ibu Letisya.

"Baiklah. Tapi aku harus menyelesaikan pekerjaanku dulu. Setelah itu kita berkunjung ke makam ibu kamu."

Letisya sangat bahagia saat Al menyetujui ajakannya. "Trima kasih Al. Aku akan menunggumu selesai bekerja."

Jadi ibu nona Letisya sudah meninggal? kasihan juga ya.

Seli mendengar perbincangan antara Al dan Letisya, dan itu membuatnya bersimpati terhadap gadis itu.

"Seli?"

"Iya Nona?"

"Bisakah kau menolongku?"

"Dengan senang hati Nona,"ucap Seli dengan tersenyum ramah.

"Kau memang sangat baik Seli. Bisakah kau membelikan makanan untukku dan Al?"

Letisya menyebutkan makanan yang harus dibeli Seli.

"Baik Nona," mengambil gawainya untuk memesan online.

Selang beberapa detik Selita tidak beranjak dari tempatnya dan itu membuat Letisya kembali bertanya. "Ada apa Seli? Apa tugas ini terlalu berat untukmu?"

Seli terlihat bingung dengan ucapan Letisya. Dia tidak mengerti maksud ucapan Letisya.

"Maksud Nona?" Tanya Seli.

"Kenapa kau masih berdiri di situ?"

"Ohh ini Nona, aku lagi pesan makanan yang di suruh Nona melalui aplikasi."

"Maksud aku, kau harus membelinya di rumah makan di seberang jalan," menunjuk tempat itu dengan ujung matanya.

Letisya ingin Seli meninggalkan Al dan dirinya sendiri di ruangan itu agar bisa berduaan dengan Al, karena itu dia sengaja menyuruh Seli membeli makanan di seberang jalan.

"Ohh begitu ya, maafkan aku Nona."

Seli bergegas pergi untuk membeli makanan yang di suruh Letisya, tiba-tiba langkahnya terhenti saat suara yang dingin menyambar telinganya.

"Mau kemana kau!" tanya Al.

Seli memutar badannya dan menatap Al. Gadis itu menunjuk dirinya dengan telunjuk, memastikan kalau Al sedang berbicara dengannya.

"Tetaplah di situ dan jangan kemana-mana!"

"Tapi Tuan, Nona..."

"Aku masih kenyang, dan juga kau bisa memesannya online kan. Tidak perlu berjalan ke mana-mana."

Yaelahh tadinya sih begitu, mau pesan online aja. Tapi nona Letisya yang ngebet nyuruh aku beli langsung.

"Al, tapi kan Seli tidak keberatan untuk membelinya langsung! ketus Letisya membantah ucapan Al.

"Aku tidak mengijinkannya untuk keluar dari ruangan ini. Aku bisa menyuruh sekretarisku untuk membelikanmu makanan."

Letisya menatap Al dengan tatapan yang aneh. Begitu juga dengan Seli yang memandang tuannya.

Ada apa dengan Al? kenapa tingkahnya seperti itu. Apa hubungannya dengan asistennya ini sangat dekat, sehingga sifatnya seperti ini. Batin Letisya, penasaran.

Kenapa dengan Tuan? Apa dia perduli denganku sehingga dia tidak ingin aku menjauh darinya. Hahaha. Ini benar-benar gila. Batin Seli.

Selita terlihat sangat senang saat Al lagi-lagi membelanya di hadapan Letisya. Terlihat lekukan halus di pipinya melebar karena tersenyum.

Kedua gadis itu memandangi Al dengan tatapan yang berbeda. Letisya memandang Al dengan tatapan yang kesal, sedangkan Selita memandangi Al dengan tatapan penuh cinta.

"Al, aku sudah tidak lapar lagi. Nanti saja aku makan bersamamu sebentar."

"Baiklah. Tunggu sebentar lagi, pekerjaanku hampir selesai."

Seli masih berdiri diposisinya dari tadi, dia menyadari tugasnya hanyalah seorang pengawal, jadi menurutnya tidak etis untuk duduk bersantai dihadapan bosnya.

"Tuan..."

"Hmmm."

"Apa Tuan membutuhkan sesuatu?" Tanya Seli.

"Tidak!"

"Kalau Tuan membutuhkan sesuatu, katakanlah."

"Dengan kau berdiri dan menutup mulutmu, itu akan sangat membantuku!" celutuk Al.

"Baiklah Tuan."

Ternyata dia masih kesal denganku! apa aku tidak boleh bersuara? Aku kan tidak bisu.

Ketiga orang yang bersarang di ruangan itu, tidak bersuara lagi dan suasana kembali hening. Tiga puluh menit berlalu, dan Seli masih dalam posisinya. Kakinya terasa pegal, dia menyentakan kakinya perlahan sehingga mengeluarkan bunyi di tengah keheningan.

Apa yang gadis bodoh itu lakukan! Mengganggu saja!. Batin Al.

Al mulai merasakan ketidaknyamanan dengan tingkah Seli. Ada-ada saja yang dilakukan gadis itu untuk membuat darah bosnya naik.

"Bisakah kau berhenti membuat suara? Kau sangat menganggu konsentrasiku!" tegas Al.

"Aku, Tuan?" menunjuk dirinya.

"Siapa lagi yang akan melakukan tingkah konyol itu?" ucap Al mulai emosi.

Al tahu bahwa Letisya tidak mungkin melakukan hal-hal yang omong kosong seperti yang dilakukan Selita.

"Seli, duduklah. Bukannya kau telah berdiri dari tadi." menyuruh Seli duduk.

"Trima kasih Nona."

Selita segera merebahkan tubuhnya di sofa. Dia menarik nafas panjang dan melepas kelelahannya. Seli memijat kedua kakinya yang terasa sakit akibat berdiri.

"Aku sudah selesai! Ayo kita pergi," ucap Al menutup dokumennya.

Gimana sih Tuan! Aku kan baru saja duduk. Kumohon sedikit lagi. Kakiku mati rasa nih! Batin Seli kesal.

"Ayo!" Letisya beranjak dari duduknya.

Letisya dan Al berjalan keluar dari ruangan itu, sedangkan Seli masih dengan posisi duduknya. Kakinya terasa sakit untuk berjalan karena keram.

"Apa yang kau lakukan di situ? cepat berdiri dan antarkan aku bersama Letisya!" bentak Al.

"Al, kenapa Seli ikut? Dia bisa beristirahat di kantormu. Kasihankan dia terlihat lemas," ucap Letisya.

"Tidak apa-apa Nona, aku bisa berjalan kok. Hehe." bangun dari duduknya dengan penuh semangat.

Aku tidak akan biarkan suami masa depanku pergi bersama wanita lain!

Mendengar ucapan Letisya, Selita langsung beranjak dari duduknya dengan segera. Meskipun kakinya terasa sakit saat berjalan, tapi dia tidak akan membiarkan bosnya berduaan dengan wanita lain.

Bersambung...

1
Erni Cahaya Nst
smangat thor👍👍❤️❤️
⭐️asteri
kayaknya perlu di revisi thor.. baru 3 hari Square dr koma udah bisa di banting dan ga kenapa2
⭐️asteri
otor masa orang abis operation dan baru bangun dr koma bisa didotong sampe jatuh
⭐️asteri
kalimatnya bukan very much ,tapi too much
⭐️asteri
Lumpur sawah kan ga bau toorr
⭐️asteri
kalimatnya ambigu. mengeras dan kaku xixiix
Puspita Sari
nti KL seli udh diem gabbanyak omong AL kelabakan hahhaha
Kiki Oktaviani
awalnya kejam akhirnya pasti bucin deh 😊
Ami Kerto Surat
masakin sambel plus lalapan ikan asin udah
Ami Kerto Surat
vera
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
kereeen👍👍👍🤩
Yanti Teku
ih Seli sfatx gak suka aq
Yanti Teku
tolong perbaiki sifatnya Selly,,,terlalu ikut campur
Yanti Teku
cobalah Seli cuek aja gitu Napa????biar Al pnsaran SMA kmu Seli.
Susana
😅😅
Susana
wah, Tuan Muda.
Sriningsih Rds
😆😆😆ngakak gegara ethan ma bobby👍👌
aunty destye
best👍👍😍
Ria
lanjut
Sidieq Kamarga
Hi hi hi hi hi 😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!