Novel ini bercerita tentang Danny Sang Raja Gangster
Danny adalah sang pemimpin Geng warrior, Geng mafia nomor satu di indonesia.
Namun walaupun Danny adalah seseorang yang sangat berkuasa dan memiliki harta yang sangat berlimpah, Danny tetap tidak pernah merasa bahagia karna mengingat masa lalu nya yang begitu menyakitkan.
Akan tetapi Danny tanpa disengaja kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahannya, yaitu melindungi semua orang yang paling dicintai dan disayanginya.
Namun disamping kata melindungi, Danny juga sangat ingin membalas dendam kepada semua orang yang pernah menyakiti orang-orang tercintanya.
Bagaimana cara Danny melindungi semua orang yang dicintainya dan membalas dendam semua orang yang dibencinya?
Yuk ikutin keseruan ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tri wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH 19 : Meminta Maaf Kepada Bila
Keesokan paginya disekolah, tampak Danny yang sedang menunggu Bila didepan gerbang sekolah. Danny sengaja berangkat ke sekolah lebih awal agar dapat bertemu Bila didepan gerbang.
Danny sudah cukup lama menunggu Bila didepan gerbang sekolah, bahkan bel masuk sebentar lagi sudah akan berbunyi.
"Hmmm...., kenapa Bila lama sekali?, ini sudah hampir jam setengah delapan loh, kenapa dia masih belum datang?" batin Danny melihat jam dilayar handphone nya.
Sementara itu disisi lain disebuah jalan, tampak Bila dan Dini yang sedang berjalan menuju sekolah sambil mengobrol.
Terlihat bahwa Bila telah menceritakan hal yang terjadi semalam kepada Dini, Dini yang mendengar cerita tersebut merasa sangat kesal kepada Danny.
"Dasar Danny ini!, berani sekali dia membuat sahabat terbaikku menunggu sampai hampir tengah malam, lihat saja jika aku bertemu dengannya nanti, aku pasti akan menghajarnya!" kata Dini merasa sangat kesal dan marah kepada Danny.
"Dini, kamu tidak perlu seperti itu, mungkin Danny pergi tadi malam karena sedang ada urusan penting, jadi aku sama sekali tidak menyalahkannya!" kata Bila mencoba menenangkan sahabatnya Dini.
"Humph!, kamu terlalu baik dan polos, aku yakin Danny tadi malam pasti pergi ketempat selingkuhannya!, pokoknya nanti setelah sampai sekolah kita harus memberinya pelajaran!" kata Dini yang emosinya sedang meledak-ledak.
"Haaiiss Dini, kamu kenapa begitu berpikir sembarangan tentang Danny?, aku yakin bahwa Danny bukanlah orang yang seperti kamu katakan, aku percaya padanya!" kata Bila yang terus mencoba menenangkan Dini agar tidak emosi dan marah-marah.
"Kamu percaya tetapi aku tidak!, walaupun yang kamu katakan tadi benar, tetapi dia tetap harus aku beri pelajaran karena berani membuat kamu menunggu sampai berjam-jam lamanya. Bila, kita perempuan juga harus tegas, nanti kamu harus ikut aku memberi dia pelajaran, kita beri dia hukuman karena telah membuat kamu menunggu semalaman!" kata Dini yang terus memanas-manasi Bila.
"Sudahlah Dini, aku gak mau ribut sama Danny, aku percaya kalok Danny gak bakal selingkuh, aku nanti cuman mau minta penjelasan aja kenapa tadi malam dia nggak pulang ke kost-annya!" ujar Bila yang terus mencoba menenangkan sahabatnya Dini agar tidak emosi dan marah.
"Hmmm...., yah sudahlah kalau kamu memang sangat percaya sama Danny, aku gak bakal marah lagi sama dia, nanti setelah kita sampai sekolah, kita harus minta penjelasan dari dia, dan kalau sampai dia beneran selingkuh aku pasti bakal tentang burung dia sampai patah!" kata Dini sambil mengepalkan tangannya.
"Oh My God, kamu sungguh kejam sekali, pantas saja sampe sekarang masih belum punya pacar, semua cowo langsung kabur karena takut melihat kamu yang galak banget ini!" kata Bila dengan senang mencubit pipi Dini.
Sementara itu disisi lain, tampak Danny yang masih setia menunggu Bila didepan gerbang sekolah, hingga kemudian akhirnya Bel masuk berbunyi.
"Ting Ting Ting Ting Ting......" Bel berbunyi, Danny yang sedang menunggu Bila didepan gerbang sekolah mendengarnya.
Danny yang tidak melihat Bila datang kesekolah sampai Bel masuk berbunyi merasa khawatir.
"Hmmm...., apa hari ini Bila tidak sekolah yah?, apa dia sakit?" kata Danny merasa khawatir kepada Bila.
Namun tidak lama kemudian akhirnya Danny melihat Bila datang ke sekolah bersama dengan Dini.
Danny merasa senang ketika melihat Bila datang ke sekolah yang mana hal itu menandakan bahwa Bila sehat dan baik-baik saja.
Disisi lain Bila yang sedang berjalan bersama dengan Dini merasa heran ketika melihat Danny yang sedang menunggunya di depan gerbang sekolah.
"Bila sayang!" panggil Danny dengan sangat lembut sambil tersenyum gembira.
Tampak ditangan kiri Danny satu batang coklat yang disiapkannya untuk diberikan kepada Bila.
"Tuh cowo kamu udah nunggu tuh, kamu samperin gih!" kata Dini sambil dengan pelan mendorong Bila.
"Aaaaah...., kamu!" kata Bila merasa malu dengan wajahnya yang merona.
"Hahaha.., yah sudah aku tinggal yah? aku duluan ke kelas, kalian berdua jangan lama-lama okey?" ujar Dini mengingatkan Bila dan Danny.
Kemudian Dini langsung pergi meninggalkan Danny dan Bila agar berdua.
Setelah Dini pergi, Bila pun berjalan perlahan menghampiri Danny yang sedang menunggunya.
"Ada apa?, mau minta maaf?" ujar Bila sambil tersenyum lembut kepada Danny.
"Kamu tau aja, Hmmm.., maaf tadi malam aku tidak tahu kalau kamu datang ke kost-an ku, tadi malam aku sedang pergi, aku sungguh tidak tahu kalau kamu datang, maaf yah?" kata Danny meminta maaf kepada Bila dengan tutur kata yang sangat lemah lembut.
Bila yang memang dari awal sudah berniat untuk memaafkan Danny semakin merasa senang, ketika melihat Danny meminta maaf padanya dengan tulus.
"Iyah aku maafin kok, aku juga salah karena pergi ke Kost-an kamu, tanpa memberitahu kamu terlebih dahulu" kata Bila yang berbagi kesalahan dengan Danny.
"Makasih sayang, kamu memang pacar aku yang paling terbaik!" kata Danny sambil mencubit kedua pipi Bila yang sangat menggemaskan.
Kemudian Bila melihat ke arah sebatang coklat yang ada ditangan Danny.
By The Way itu coklat mau dikasih ke siapa?" ujar Bila sambil melihat ke arah coklat yang sedang di pegang oleh Danny.
"Tentu saja untuk pacar aku yang paling cantik!" kata Danny dengan manis sambil memberikan coklat yang ada ditangnnya kepada Bila.
"Makasih!" kata Bila dengan sangat senang hati menerima coklat yang diberikan oleh Danny.
Danny ikut merasa senang saat melihat Bila yang merasa senang dengan coklat yang diberikan olehnya, melihat Bila yang begitu senang Danny pun tidak lupa untuk menggombali Bila.
"Suka?" tanya Danny dengan lemah lembut kepada Bila.
"Suka, aku sangat suka!" kata Bila yang merasa sangat senang dengan coklat yang diberikan oleh Danny.
"Baguslah kalau suka, hadiah coklat sudah kamu terima, kamu tidak mau gitu kasih aku hadiah juga?" ujar Danny yang hendak memulai gombalannya.
"Hmmm..., jadi kamu nggak ikhlas nih kasih coklat ke aku?" ujar Bila merasa kurang senang dan curiga kepada Danny.
"Ikhlas kok Ikhlas, tapi sebenernya aku masih ada hadiah kedua yang masih belum aku kasih ke kamu loh?" ujar Danny membuat Bila menjadi penasaran.
"Hadiah kedua?, hadiah apa itu?" tanya Bila merasa penasaran dengan hadiah kedua yang akan diberikan oleh Danny.
"Kamu lihat deh ke arah sana!" kata Danny sambil menunjuk ke satu arah dengan sembarangan.
Bila yang penasaran langsung menoleh ke arah yempr yang ditunjuk oleh Danny.
"Mana?, tidak ada apa-apa...., (CUP!)" Bila yang masih menoleh tiba-tiba langsung dicium pipinya oleh Danny.
Seketika hal itu langsung membuat pipi Bila merona.
"Itu adalah hadiah kedua dariku, bagaimana, suka tidak?" kata Bila sambil tersenyum jahil kepada Bila.
"Danny!!...." kata Bila merasa sangat kesal.
"Hahaha....." tawa Danny yang langsung kabur masuk ke ke dalam sekolah setelah mencium pipi Bila.
"Kamu jangan kabur!" kata Bila yang merasa kesal dan langsung berlari mengejar Danny.
penasaran ini aku
janganlah kau php para pembaca
nanti kalau aku ngambek aku bilang sama bapa ku