NovelToon NovelToon
Ceo Kejam Itu Suamiku

Ceo Kejam Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Cintapertama / Tamat
Popularitas:376.8k
Nilai: 5
Nama Author: putrii

Di selematkan oleh seorang malaikat sungguhlah sebuah keberuntungan bukan? namun siapa sangka di balik itu semua Zeline harus menerima wejangan terakhir untuk menikah dengan calon suami dari wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.

" Thalia kau tau bukan wanita yang ku cintai itu adalah dirimu bukan dia." Arthur

" Priaku mungkin jodohmu itu bukanlah aku melainkan Zeline hanya saja Tuhan menggirimkan nya melalui aku." Thalia

Zeline dia harus bagaimanakah dirinya menerima atau kah menolak? namun Zeline tidak ingin mengecewakan wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
Tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benak Zeline menikah dengan seseorang dalam keadaan tidak saling mencintai, akankah pernikahan Zeline berakhir dengan bahagia atau kah mungkin sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Malam dingin kini telah berganti menjadi pagi yang hangat, Zeline keluar kamar sambil membawa ponsel di pergelangan tangan nya.

Hari ini Zeline akan ijin satu hari lagi untuk tidak bekerja. Sebenarnya Zeline sudah tidak merasa sakit lagi hanya saja Zeline harus merawat Arthur yang sedang sakit.

*Telepon*

Zeline : Hallo Len

Lena : Iya Zel kenapa?

Zeline : Len maaf ya tolong bilangin sama Bu Clara aku belum bisa masuk kerja suami eh maksu-

Lena : Suami? Zel..?

Zeline : Maksud ak-aku masih agak engak enak badan Len git-gitu maksud aku Len. jawab Zeline terbata.

Lena : Oh kirain aku suami? kan kamu belum nikah.

Zeline : Hehehe iya tolong bilangin ya Len.. kalau besok udah agak mendingan aku masuk kerja.

Lena : Iya kamu ngak usah buru-buru buat masuk kerja sampai keadaan kamu benar-benr sehat dan kuat lagi buat kerja.

Zeline : Iya Len makasih ya Len..

Lena : Iya yaudah kamu istirahat biar cepet sembuh ya.

Zeline : Iya Len.

* Telepon berakhir *

Mumpung masih pagi Zeline bersiap-siap untuk mencuci baju terlebih dahulu. Karena memang dari awal pernikahan mereka Arthur tidak ingin memiliki seorang pembantu, ia takut nya Zeline hanya bermalas-malasan saja.

Ya begitulah Arthur masih selalu saja berburuk sangka pada Zeline padahal Arthur hanya saja belum mengenal lebih dekat Zeline.

Tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk Zeline buru-buru menaruh jerigen baju di bawah lalu bergegas untuk memeriksa siapa yang datang.

" Mama.. ayo Ma masuk" kata Zeline seraya tersenyum dan mempersilahkan Mama mertuanya untuk masuk.

" Sayang Mama dengar Arthur sedang sakit ya?" tutur Leta saat mereka telah duduk di atas sofa.

" Iya Ma... Arthur sedang sakit. Tapi Mama tidak perlu khawatir Arthur hanya kelelahan saja." Zeline tidak memberitahukan pada Leta semuanya dari mulai Arthur terlalu banyak meminum kopi sehingga menyebabkan nya kekurangan cairan. Zeline tidak ingin Ibu mertuanya menjadi khawatir.

" Syukurlah Mama tidak khawatir karena Mama percaya padamu sayang kau pasti menjaga putra Mama dengan baik."

Zeline tersenyum mendegarkan perkataan Leta yang lembut Zeline jadi teringat pada Ibu nya yang telah tiada.

" Yasudah kalau begitu Mama ke kamar Arthur dulu ya.."

" Iya Ma.." Zeline tersenyum merek saling melemparkan senyuman satu sama lain.

Zeline pun melanjutkan pekerjaan nya yang sempat terjeda tadi mumpung sedang tidak bekerja Zeline mulai mencuci semua baju-baju kotor miliknya dan juga Arthur.

Zeline memasukan baju-baju nya ke dalam mesin cuci sambil menunggu baju-baju nya bersih Zeline membuatkan sarapan dulu untuk Arthur dan juga Ibu mertuanya barangkali Ibu mertua nya juga belum makan.

Saat sedang memotong-motong sayuran Leta keluar kamar bersama Arthur mereka berdua berjalan ke arah sofa. Berhubung apartement Arthur ruangan nya terbuka jadi Leta bisa melihat menantunya itu sedang memasak.

" Sayang kau mau memasak apa Nak?" tanya Leta menghampiri Zeline yang sedang memotong sayuran.

" Zeline hanya membuat sop saja Ma." Zeline mengangkat kepala nya sambil tersenyum ke arah Leta.

" Tunggu kau mencuci baju sendiri?" tanya Leta saat ia mendegar suara mesin cuci yang menyala.

" Iya Ma.."

" Arthur kenapa kau tidak menyewa pembantu? atau kalian bisa mencuci baju kalian di laundry tidak perlu harus menantuku yang melakukan pekerjaan itu, uang mu banyak bahkan menyewa 10 pembantupun uang mu tidak akan habis."

" Tidak apa-apa Ma lagian Zeline udah terbiasa kok Ma.."

" Tidak bisa Mama tidak mau menantu Mama yang mengerjakan semua pekerjaan rumah besok Mama akan mengirimkan pembantu ke sini."

" Iya Ma.." Arthur hanya cuek saja dia kan punya istri untuk apa menyewa seorang pembantu membuang buang uang saja.

" Yasudah kau bereskan pekerjaan mencuci mu biar Mama yang melanjutkan pasakanmu."

" Tapi Ma?"

" Sudah Mama tidak ingin kau terlalu cape.."

Zeline menurut ia mencuci sementara Ibu mertuanya melanjutkan masakan Zeline. Dan Arthur pria itu hanya terdiam di atas sofa sambil menonton acara tv pagi.

Beberapa saat kemudian pekerjaan menantu dan Ibu mertua itupun telah selesai. Leta memanggil anak dan menantu nya untuk segera sarapan pagi.

" Arthur, Zeline ayo makan Nak."

" Iya Ma,maafin Zeline ya Ma jadi ngerepotin Mama."

" Udah kamu ini apa- apaan sih sayang tidak perlu meminta maaf. Justru Mama yang harus meminta maaf kepadamu karena Arthur mungkin sering merepotkan kamu."

" Tidak kok Ma..Arthur tidak pernah merepotkan Zeline."

Leta tersenyum ia mengelus pundak Zeline, sementara Arthur hanya diam melihat istri dan juga Ibunya yang terlihat begitu dekat.

" Yasudah ayo makan."

Mereka bertiga pun memulai sarapan pagi nya tanpa mengeluarkan suara. Kebetulan Leta juga belum sarapan karena ia tadi pagi terburu-buru ingin melihat kondisi putra nya.

****

Zeline, Arthur juga Ibu mertuanya telah berada di ruang tamu belum ada seorangpun dari mereka yang memulia pembicaraan.

Leta menatap jam tangan nya yang menempel di sebelah tangn kiri nya. " Jadi bagaimana apa sudah ada tanda-tanda bagi kami untuk segera memiliki cucu?"

Kenapa harus itu yang menjadi topik pembicaraan pagi ini? Arthur malas jika sudah membahas tentang anak.

" Belum Ma istriku belum hamil." dan sampai kapanpun aku tidak sudi memiliki anak dari wanita itu batin Arthur.

" Iya Ma mungkin Allah belum ngasih kepercayaan kepada kami."

" Kalau begitu kalian harus giat membuatkan cucu untuk Mama dan Papa. Papa dirumah sudah tidak sabar ingin menimang cucu dari kalian begitupun juga dengan Mama."

" Doakan saja Ma agar Zeline cepat hamil." jawab Arthur.

" Tanpa kalian minta Mama selalu mendoakan kalian,agar kalian bisa selalu menjadi keluarga yang sakinah mawardah warohmah sampai kelak kalian menjadi Kakek Nenek."

Zeline dan Arthur tersenyum terutama Zeline ia sangat-sangat bersyukur bisa mempunyai Ibu mertua seperti Leta.

Tapi apa mungkin aku bisa mewujudkan keiginan Mama dan Papa untuk memberikan nya seorang cucu. Aku tidak yakin bisa mewujudkan itu,Arthur pun mungkin mana sudi untuk menyentuhku apalagi memiliki seorang anak dariku.

" Yasudah kalau begitu Mama pulang dulu kasian Angel dirumah sendirian." Leta bersiap-siap untuk pulang kerumah nya.

" Kenapa cepat sekali Ma?" Zeline sebenarnya tidak ingin Leta pulang ia merasa nyaman jika Leta berada di dekat nya.

" Iya Ma nanti saja pulang nya."

" Nanti Mama akan sering-sering ke sini kok apalagi kalau kalian sudah memiliki seorang anak."

" Yasudah terserah Mama saja..Hati-hati di jalan ya Ma.." Arthur mencium pipi kiri dan kanan Mama nya.

" Hati-hati di jalan ya Ma.." Zeline dan Arthur tak lupa untuk menyalami tangan Leta.

" Iya..kalau ada apa-apa hubungi Mama atau Papa."

" Iya Ma.." balas Arthur.

Sebelum pulang Leta lebih memilih untuk memeluk Zeline dari pada Arthur anak nya sendiri. Ia sangat senang memiliki peganti menantu seperti Zeline.

Setelah Leta pulang kini apartement itu kembali hampa lagi.

Arthur masuk ke dalam kamar dan Zeline bersiap untuk membersihkan apartement.

" Tuan kau mau ke mana?" tanya Zeline saat melihat Arthur sudah dengan pakain rapih nya.

" Itu urusanku mau aku pergi ke mana pun."

" Tapi Tuan kau sedang sakit.."

" Aku sudah sembuh sudah sanah jangan banyak bicara kerjakan saja pekerjaanmu."

" Tapi Tuan..tuan kau belum benar-benar sembuh."

" Berisik." Arthur pergi meninggalkan Zeline seorang diri di apartement.

Zeline menangis saat tidak ada orang Zeline akan menanggis untuk melepaskan unek-unek nya.

Sebenarnya Zeline pun tidak ingin dalam kondisi seperti ini menikah dengan pria yang tidak mencintai nya. Jujur saja Zeline sudah mulai jatuh cinta pada Arthur walaupun Arthur selalu memperlakukan Zeline dengan tidak baik.

Zeline juga tidak tahu kenapa bisa ia jatuh cinta sendiria entah apa yang membuat wanita itu bisa jatuh hati pada pria yang jelas-jelas selalu merendahkan nya.

Tapi apa bisa aku bertahan di dalam sebuah pernikahan yang mana di dalam nya hanya aku yang berjuang sendirian untuk mempertahankan rumah tangga ini batin Zeline.

****

Perusahaan United Tractors Tbk, (UNTR) Indonesia.

" Frans apa kau sudah menemukan wanita cantik yang ku minta?"

" Sudah Tuan."

Ada apa dengan mu Tuan istrimu dirumah bahkan lebih cantik dari wanita yang kupilihkan kurang apa dia sehingga kau ingin mencari wanita lain.

Semenjak Nona Thalia meniggal kelakuan Anda benar-benar berubah dan aku yakin yang bisa membuat mu sadar itu hanyalah Nyonya Zeline.

" Kalau begitu besok pertemukan aku dengan wanita itu di Cafe dekat toko bunga."

" Baik Tuan."

Arthur membuka laci nya untuk mengambil kopi kemasan nya, namun pria itu tidak menemukan nya sepertinya kopi kemasan botol nya sudah habis.

" Frans belikan aku kopi kemasan."

" Tapi Tuan, Tuan masih sakit dan jangan dulu untuk meminum kopi."

" Sudah jangan banyak bicara belikan saja." Arthur mengeluarkan uang berwarna merah dari dalam dompet nya.

" Tap-tapi Tuan.."

" Belikan atau pekerjaanmu yang menjadi taruahan nya?"

" Iy-iya baiklah akan segera saya belikan Tuan."

Memang ya kalau di beri tahu susah sekali yasudah aku belikan sajalah daripada pekerjaanku yang menjadi taruhan nya aku tidak mau, yang jelas aku sudah memperigatkan Tuan Arthur jika terjadi sesuatu nanti ya semoga saja tidak terjadi apa-apa.

**JANGAN BOSAN YA UNTUK BACA CERITA HALUANKU☺☺ MOHON MAAF BILA CERITAKU MASIH BELUM BISA SEPERTI YAMG KALIAN INGINKAN KAREN MASING-MASING AUTHOR ITU PUNYA JALAN CERITA MASING-MASING. DAN DI SINILAH ZELINE AKAN DI UJI APAKAH DIA MAMPU UNTUK MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN RUMAH TANGA NYA SEDANGKAN ARTHUR BERUSAH UNTUK BISA BERPISAH DARI ZELINE SECEPAT NYA.

JIKA KALIAN MENYUKAI CERITAKU BERIKAN DUKUNGAN KALIAN DENGAN CARA MEMBERI LIKE,KOMEN,VOTE SERTA RATE BINTANG LIMA NYA YA TERIMAKASIH☺☺☺**

1
Dewi Dama
yaaa..kenapa matii
Dewi Dama
yang mana yg benar y...kadang kakak kadang mas...
Dewi Dama
klo cmn patung gk usah di tampilin gambar nya...
arfan
up
Yosei Viena
zeline terllu lemah dn goblok pergi lah sesaat menjauh dr Arthur
Yosei Viena
kyknya Thalia emng menderita penyakit yg d sembunyikn
Dianti
Kecewa
Jamilah Nuraini
lanjut thor
Jamilah Nuraini
lanjut
Jamilah Nuraini
Kecewa
Yuslina Kisaran
pergi jauh jgan lihat kebelakang lagi
Angrreniinakii
bukn selera tapi Nnti ujung ujung jug jdi bucun
Nurliana Saragih
Sebenarnya cerita novel Author bagus, cuma kurang greget aja.
Semangat ya.
inayah machmud
semoga arthur dan zeline selalu berbahagia dan segera memiliki momongan...
inayah machmud
akhirnya setelah nikah sekian lama arthur dan zeline mp jg...
Lili Adelia
ceritax gk seru ,kurg greget ,cepat bangt di maafkan,yg bagus dong,
Lili Adelia
ceritax bikin bosan aja,gtu terus gk ada perubahan,
Lili Adelia
zeline tetap tertindas dn tdk bsa melawan yah terima nasib,mungkin ceritax gtua aja kurg tantangan
Ria
lanjut
Ria
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!