NovelToon NovelToon
After Marriage

After Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:48.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mayangsu

Anha diceraikan tepat di malam pertamanya ketika suaminya mendapati dirinya yang sudah tidak perawan lagi.

Anha tidak pernah menyangka jika pergaulan bebasnya di masa lalu akan menjadi bumerang untuknya di masa depan.

Setelah bercerai, Anha mencoba untuk memulai hidup baru dan menemukan cinta yang baru. Tetapi apakah lelaki kali ini bisa menerimanya seutuhnya atau jangan-jangan Anha akan ditinggalkan untuk yang kedua kalinya?

***
Contact Person:
Instagram: Mayangsu_
Email: Mayangsusilowatims@gmail.com

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayangsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SugarBaby SugarDaddy

Beberapa saat kemudian, setelah kurang lebih lima menitan aku menunggu. Tampak Lidya datang dan berjalan ke arahku. Aku terkejut ketika melihat sosok Lidya yang melenggang santai ketika keluar dari balik lift. Bagaimana tidak? Lidya hanya mengenakan sandal hotel, tubuhnya hanya dibalut piyama dan rambutnya digelung asal-asalan. Meskipun tetap cantik, sih.

"Sorry, ya, lama."

Kami bercipika-cipiki. Kemudian Lidya mendaratkan bokongnya di sofa dekat tempatku duduk.

"Kamu kerja di sini, Lid?" tanyaku kepadanya.

"Ya, enggak, lah. Aku cuma nginep di sini, doang, kok."

Aku mengangguk, kaya juga dia bisa tidur di sini. Mengingat pasti sangat mahal tarif menginap permalamnya di hotel elite ini.

"Aku butuh kerjaan, Lid. Kamu beneran ada lowongan, kan?" tanyaku tanpa basa-basi.

"Iya ada. Kalau kamu mau, besok bisa langsung kerja, kok. Kebetulan di tempatku lagi butuhin karyawan baru."

Aku terseyum mendengarnya. Bagus sekali.

"Di sini?" tanyaku. Tetapi Lidya malahan mengerutkan keningnya.

"Ya, enggak, lah. Ngaco kamu."

Mulutku terbuka mendengar hal tersebut.

"Seriously? Bukannya kamu nawarin pekerjaan di perhotelan? Gimana, sih," desahku sebal.

"Ya, enggak, lah. Gila aja lulusan SMA mana bisa kerja di sini," ucap Lidya dengan santainya sambil memainkan ponselnya.

"Aku ada kerjaan. Jadi SPG di alat optik. Mau? Ya, kerjanya nanti cuma jaga stand dan ngepromosiin barang gitu," lanjutnya. Rahangku terjatuh mendengar penjelasan dari Lidya.

"Ya, nggak mau, lah. Gengsi banget aku jadi SPG. Yang bener aja kamu nawarin kerjaan kayak gitu ke aku, Lid. Masih mending kalau jadi SPG mobil, duitnya banyak. Lha ini? SPG alat optik."

Tolakku dengan kasar. Lidya menekuk wajahnya jengkel.

"Gini, ya. Lulusan S1 kerja di bengkel juga banyak kali, yang jadi pengangguran juga banyak. Zaman sekarang kerja kantoran kalau nggak ada kenalan orang dalem, ya, susah masuknya. Terserah, sih, kalau nggak mau."

Lidya dengan kesal melipat tangannya di depan. Aku menimbang-nimbang lagi. Bagaimanapun juga aku sedang membutuhkan sebuah pekerjaan. Tapi menjadi SPG? Astaga, gengsi, lah, aku. Aku, kan, lulusan S1. Mau ditaruh di mana mukaku jika aku bekerja seperti itu?

"Nggak ada pekerjaan lain gitu, Lid? Dikantor-kantor gitu? Masak, sih, jadi SPG," kataku masih merengek tidak mau. Aku memijit pelipisku. Pusing.

"Dia temen kamu?" kata seorang lelaki membuat kami yang sedang berbicara serius langsung menengok ke arah sumber suara tersebut.

Aku mengamati lelaki dengan setelan jas mahal itu. Ralat, mungkin lebih tepatnya lelaki itu lebih cocok dipanggil dengan sebutan Om-om saja meningat wajahnya seperti orang yang berusia empat puluh lima. Perut lelaki gendut, warna kulitnya hitam. Jelek intinya. Tetapi jika diamati dari penampilannya, sepertinya dia seorang pejabat?

"Hay. Maaf, ya, aku ada tamu," kata Lidya, kemudian Lidya berdiri dan mencium pipi om-om tersebut. Aku meringis melihatnya. Iyuh.

"Itu temen kamu? Manis juga. Kapan-kapan jalan-jalan sama saya, ya?" kata Om tersebut sambil mengedipkan matanya. Dasar genit! Aku ternganga mendengarnya, menjijikan.

Om-om tersebut mengulurkan tangan kepadaku. Awalnya aku tidak mau menjabat tangannya karena ngeri, tetapi bahasa tubuh Lidya menyuruhku untuk menjabatnya.

"A-Anha, Om," kataku agak ketakutan ketika menjabat tangannya. Om-om tersebut tersenyum miring, ibu jarinya mengusap pelan punggung tanganku, aku yang merasa risih kemudian menarik paksa tanganku sampai terlepas.

Om-om itu malahan menyeringai. Sinting! dasar bandot tua! Makiku dalam hati.

"Jangan panggil Om, dong, kesannya saya tua banget, tau."

Aku memalingkan muka. Risih.

"Aku pulang dulu, ya. Kamu nggak papa pulang sendirian?" kata Om-om tersebut kepada Lidya. Lidya mengangguk masih bergelayut mesra di bahu om-om tersebut. Aku bergidik ngeri, padahal om-om itu tampan juga tidak.

"Nggak papa, kok, Sayang. Aku pulang naik taksi aja nanti. Nanti malem jangan lupa, ya. Aku masih kangen sama punya kamu," kata Lidya dengan sensual sambil membelai lengan om-om tersebut. Aku memalingkan muka seolah tidak mendengarkan hal barusan. Astaga, punyamu?

"Uangnya udah aku transfer ke rekeningmu, ya. See you nanti malam."

"Iya, makasih, ya, Sayang."

Aku mencuri pandangan untuk menengok apa yang sedang mereka berdua lakukan. Aku terkejut ketika melihat mereka yang saat ini sedang berciuman.

Mataku membulat. Hah! berciuman bibir dan di tempat umum seperti ini?! Astaga di mana urat malunya.

"Daaa..." Lidya melambaikan tangan ke Om-om tersebut setelah Om-om itu keluar dari pintu masuk.

"Sorry, ya, tadi klien aku. Hehe," kata Lidya dengan santainya.

Aku mengerutkan keningku.

"Bukannya kamu udah nikah, Lid? Udah punya dua anak juga, kan?" tanyaku.

Lidya mengangguk, "Iya, dia Daddy Sugar-ku."

Mataku terbelalak mendengarnya. Pantas saja tadi...

Ah sudahlah.

"Emm...jangan bilang sama siapa-siapa, loh, ya."

Lidya tertawa kecil tanpa berdosa sama sekali. Aku masih terdiam tidak percaya dengan apa yang baru saja kudengar.

"Kamu mau? Nati aku cariin Sugar Daddy, deh, buat kamu," tawar Lidya. Aku meringis mendengarnya.

"Nggak, deh. Makasih." Aku menggelengkan kepalaku. Aku ini masih waras, tahu! kataku dalam hati.

Enak tau, nggak usah capek kerja tapi bisa dapet duit banyak."

"Ih, nggak mau, ah. Sinting, ya, kamu sampai segitunya."

Aku mulai kesal dengan Lidya yang bersikap murahan seperti itu. Aku tahu dulu sewaktu SMA Lidya memang termasuk murid yang badung seperti diriku. Pacaran sana sini, dan tentunya sudah berhubungan intim waktu SMA, serta kenakalan lainnya. Tapi aku tidak percaya jika dia menjadi simpanan Om-om senang seperti itu.

"Loh, nggak papa, An. Enak tau. Mereka itu tajir, keluar duit berapa aja nggak perhitungan sama sekali. Kemarin aja aku habis liburan ke Singapura sama dia."

Aku mengeram sebal.

"Murahan banget, sih, kamu, Lid. Kamu nggak mikirin anak sama suami kamu di rumah, gitu? Gimana kalau suami kamu tahu kalau kamu tidur sama Om-om kayak gitu, Lid! Dosa tau!"

Aku memejamkan mata, ya ampun sepertinya aku kelepasan. Tapi kenapa sekarang aku merasa gaya bahasaku menjadi seperti Mai, ya? Bisa jadi sok alim begini.

Lidya menatapku tajam, tampak tersinggung dengan apa yang baru saja kukatakan.

"Orang kayak kamu mana ngerti masalah yang aku alami? Kamu nggak tahu, suami aku itu kerjanya cuma serabutan.

Dia itu cuma nganggur di rumah dan mintain duit aku terus buat mabuk-mabukan! Aku yang jadi sapi perahnya dia. Kalau aku cuma ngandelin kerja normal kayak orang lain di luar sana, mana bisa aku ngidupin keluargaku! Kamu pikir sebenernya mau apa ditidurin Om-om kayak gitu, hah?! Kalau aku nggak inget ada dua perut anak-anakku yang harus aku kasih makan. Mungkin aku nggak bakalan kayak gini, An."

Nada suara Lidya melemah. Dia menutup wajahnya Karena menangis. Aku menelan ludah dan merasa bersalah. Sekarang aku jadi tidak enak hati kepadanya.

"...kelak, wanita baik akan bertemu dengan lelaki yang baik pula..."

Aku mengingat kembali kata-kata Mai yang waktu itu ia ucapkan. Sepertinya kata-kata itu benar adanya. Lidya, menjadi Sugar baby sedangkan rumah tangganya begitu rusak. Dia mendapatkan suami yang buruk sesuai dengan sifat Lidya sendiri.

"I'm sorry. Maafin aku Lid karena udah ngomong kayak gitu ke kamu," kataku pelan sambil menyentuh pundaknya. Setelah mendengar cerita dari Lidya tadi, kini aku paham akan satu hal.

Everybody have a reason, semua orang pasti memiliki alasan dibalik cerita hidup mereka. Kebanyakana dari kita hanya menilai dan menghakimi mereka atas keburukan yang kita lihat.

Lidya mengusap air matanya dan akhirnya mau menatapku lagi. Aku bersyukur Lidya bukan tipe orang yang pemarah sampai berminggu-minggu.

"Terus gimana? Kamu jadi kerja di tempatku?" tanya Lidya mengalihkan topik pembicaraan kami. Kemudian dia mengusap ingusnya dengan tisu yang berada di atas meja.

"Aku belum tahu, Lid. Aku pikir dulu, ya."

"Oke. Tapi jangan lama-lama. Besok Senin kalau kamu yakin mau ngambil kerjaan itu. Kita nanti berangkat bareng, dan nanti sisanya aku yang ngurus."

Aku mengangguk, kemudian mengucapkan terima kasih dan memeluk Lidya. Setelah itu berpamitan pulang kepadanya.

***

1
Monica Lora
aduh hasan telat mulu lambat amat
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Monica Lora
mn bisa gt furgoso. mending pahit pahit dr mulut kita dr pd dr mulut org lebih sakit
Monica Lora
awal malapetaka..baca yg ke 4x 🤭
Nursamsi Mci
luarbiasa, udah baca berulang kali masih kerasa bnget dalam nya
Nursamsi Mci
di 2026 ku baca ulang lg
Tini Tini
ceritanya sangat menarik dan berbeda dr novel yg lain
⚞ል☈⚟ MymooN
maaf thor jd bingung nih. yg diceraikan dimalam pertama saya udah rapi baca. jd yg ini harusnya dibaca duluan ya ?
Cobain 77
Kecewa
Cobain 77
Buruk
Jannah Cantik
novel yg dulu selalu ak tunggu kelanjutannya sampe ak gak bisa tenang
🔴⏤͟͟͞R Ayyana Gani🐌
piye kabre tor ,izin baca lagi ,,dulu baca masih d tahun 2020 akhir kayanya
RithaMartinE
luar biasa
Nursamsi Mci
udah ngulang baca yg ke 3x nya,wlu ceritanya ber alur lambat,tp ttp setia baca ulang,krn benar2 ngena dan trasa nyata.lebih2 saat Anha di selingkuhi,ya Allah kerasa sakit nya smpe kayak tersayat hati ku😭
Ms. Belle
lanjutan dari bab ini mana lagi ya?
dulu pernah baca sampe udh punya anak Anha nya.. hehe

pengen baca lagi nihh, ada yg tau gak lanjutan nya dmn?
Mayangsu: hai kak. Lanjutannya judulnya: Diceraikan di Malam Pertama ya. Ada di akunku. Pencet aja profilku ini
total 1 replies
Adriana
9
Mayangsu
danmu danmu
Endah Dwika
udah jodohkan aja Anha dan hamkan thooorr
Endah Dwika
buat anha hidup bahagia nantinya toor dan buat ikram menyesal seumur hidup nya
Endah Dwika
kok aku deg degan ya baca bab2 ini jangan2 ikram memang selingkuh kasihan ana
Auristela Allisya
aku g' tau cara nya cari novel "dinikahi berondong kaya"
udah coba ta' ketik sana sini ko' g' bisa2.
author ayolah bantu aku yg hampir putus asa ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!