NovelToon NovelToon
Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Mak Nyak

4 saudara kembar, yaitu Archee, Aylin, Amaris, dan Adelia. Mencari sosok yang bisa menggetarkan hati. Sebagai tempat dermaga cinta terkahir bagi hati mereka. Masing-masing memiliki latar belakang yang berbeda.
Akankah perjalanan cinta mereka akan mulus dan mudah menemukan siapa sosok cinta sejati mereka?
Ataukah akan berliku dan banyak kendala dalam menemukannya? Siapakah orang-orang pilihan yang berhasil memenangkan cinta A squad?
Mari kita ikuti kisah cinta mereka dalam coretan "Pelabuhan Hati si Kembar 4"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mak Nyak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Semuanya bersiap untuk acara pagi itu. Adel, Amaris, dan Aylin masuk ke kamar Archee dan memberinya selamat.

Amaris yang paling dekat dengan Abangnya, merasa kehilangan. "Jangan sedih, Abang kan tetap jadi Abang kalian"

"Kami menangis bahagia Bang, selamat menempuh hidup baru ya Bang. Semoga nantinya, Humai benar-benar bisa mencintai dan menyayangi Abang seutuhnya sebagai suami dan Ayah dari anak-anak kalian kelak" kata Amaris membuat semuanya terharu.

Archee memeluk semua kembarannya. "Do'a yang sama tercurah untuk kalian adik-adikku, semoga kalian bisa menentukan cinta pertama sekaligus cinta terakhir kalian, hingga ke jannahnya. Membimbing kalian lebih taqwa terhadap Allah. Jika nanti kalian rindu dengan Abang, pintu rumah Abang selalu terbuka untuk kalian"

Adel menangis sesenggukan. "Make up ku luntur kan? Huhuhu. Kalian sih...." Semuanya tertawa melihat eyeliner bagian bawah Adel luntur. "Waterproof apaan begini modelnya"

Ia kembali menuju tukang rias agar dibenahi oleh mereka. Ilyas dan keluarganya datang. Archee turun terlebih dulu untuk menemui para tamu. Damar pun sudah berada disana.

Hamka dan Shanum tak terlihat karena mereka menjadi penerima tamu dari pihak keluarga Humai. Sigit, Muti, Hana, Ali, Luna, dan Danang datang. Memberikan selamat bagi Archee dan memberikan kado mereka.

Bukan geng somplak kalau tidak memberikan barang nyeleneh pada Archee. "Nih Bang Archee, suruh bininya pakai itu, biar makin hoooootttttt" kata Sigit semangat. Archee menerima bucket lingeri itu.

"Yang ini dari kami Bang, shampo dan sabun mandi" Ali menyerahkan box berisi beberapa shampo dan sabun mandi. Archee semakin tertawa dengan kado itu. "Kenapa dikasih shampo dan sabun?" tanya Archee.

"Ck, nanti kalau main berpuluh-puluh ronde terus shampo sama sabunnya habis kan bingung, mau pergi ke warung subuh-subuh? Pasti digodain sama pemilik warungnya nanti" terang Hana.

"Pengalaman banget!" sahut Muti. Danang pun memberikan kadonya. Box berisi pemutih dan detergen. "Nah, kalau nanti ada darahnya di sprei, guyur pakai pemutih itu. Lalu cuci pakai detergennya"

Archee mengangguk-anggukkan kepalanya. Damar pun memberikan kadonya. "Pemanas air?" tanya Archee bingung.

"Iya lah, gak usah masak air langsung nyalain keran air panas sudah tersedia. Makin hot lagi kalau mandinya bareng. Wkwkwkw" Sigit dan Ali menoyor kepala Damar.

"Ngeres banget otakmu!" kata Sigit dan Ali. "Ya kan kumpulnya sama kalian, jadi ya ketularan deh" sanggah Damar.

Suasana menjadi ramai, dengan kedatangan para gengster dan anak-anaknya. Gandi (anak Wisnu) dan istrinya memberikan Archee satu dus mie instan dan telur 1 krat. "Allahu akbar mas,....bisa bisulan aku sama Humai kalau begini" kata Archee.

"Yo buat persediaan sebulan kan bisa toh Chee, palingan seminggu habis. Karena habis main pasti lapar" terang Gandi. Sigit, Ali dan Danang setuju dengan hal itu.

"Ini titipan Galih dan istrinya, dia gak bisa datang" Archee menerima amplopan itu. "Kandel mas, hayo mending ngene wae kadone (tebel mas, hayo mending gini aja kadonya)"

"Wooo... nawar!" balas Gandi. Gama dan Arga memberikan kado mereka yang patungan. Membelikan 2 lusin boxer dan bikini. Archee hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Ancen do sengklek kabeh!"

Semuanya tertawa. Lalu mereka bersiap. Damar satu mobil dengan Amaris dan geng somplak. Adel satu mobil dengan Ilyas dan keluarganya.

Ilyas begitu terpesona dengan Adel. Ada inner beauty yang terpancar darinya. Ia sampai tak berkedip memandanginya. Lalu semua rombongan itu berangkat menuju rumah Humai. Aylin menjadi supir bagi keluarganya untuk saat ini.

"Lin, pacarmu gak bisa ketemu mamah sama papah lagi?" tanya Papah Duta. Aylin mengangguk. "Dia lagi sibuk pah"

"Ck, sesibuk apa sih? Sampai gak bisa meluangkan waktu untuk bertemu kami? Habis Abangmu, nanti kamu yang nikah" kata mamah Laras

"Sesibuk-sibuknya lelaki, kalau dia niat serius pasti akan meluangkan waktunya Lin, bukan cuma pacarmu tok yang sibuk dengan kerjaannya. Lihat Ilyas, Archee? Mereka tetap meluangkan waktu. Sebenarnya, kamu sendiri sama pacarmu sudah mantap belum sih Lin?" tanya Papah Duta

Aylin merasa kesal. Benar yang dikatakan orang tuanya. Jika bicara tentang jarak, Archee juga jauh dari Magelang, tapi saat disuruh pulang untuk bertemu dengan calonnya, dia bisa untuk pulang.

"Do'akan saja Pah, nanti aku desak mas Seno buat meluangkan waktunya deh" kata Aylin akhirnya. Mamah Laras hendak membahas lagi. "Sudah, fokus sama pernikahan Abang dulu Mah" imbuh Aylin sebelum Mamahnya membahas lebih jauh tentang dirinya.

Tak lama para rombongan pun tiba di rumah Humai. Dekorasi sederhana bernuansa putih tampak menghiasi rumah itu. Berjajar makanan dan jajanan untuk para tamu nantinya.

Archee mulai gugup. Tangannya dingin. Ia mencoba mengatur nafasnya dan menyembunyikan gugupnya. Mereka disambut oleh keluarga Ayah Indra yang merupakan ipar sambung dari Bunda Ais.

Penghulu datang. Mulai menata jalannya acara. Ayah Farid adalah wali sah dari Humai. Ia sendiri yang akan menikahkan putrinya itu. Setelah persiapan selesai, Ayah Farid mengajak Archee bersalaman. "Bismillahirrahmanirrahim, Archee Putra Wicaksana, hari ini saya nikahkan dan saya kawinkan engkau, dengan putri saya, Aisyah Humaira Makarim, binti Farid Baihaqi dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas batangan 3 gram dibayar tunai!"

Archee mengambil nafas dan menjawab ijab qobul itu. "Saya terima nikah dan kawinnya Aisyah Humaira Makarim binti Farid Baihaqi dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas batangan 3 gram dibayar tunai!"

"SAH............." ucap para saksi dan tamu undangan.

Humai dibawa oleh Maryam dan Shanum untuk didudukkan bersama Archee untuk tanda tangan buku nikah.

Archee dan Humai menandatangani buku nikah mereka. Lalu Archee memasangkan cincin kawin pada jemari Humai. Dan sebaliknya. Humai menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Archee, tapi karena kurang fokus membuat Archee malah menyalami Humai seperti dia menyalami Mamahnya. Membuat semua yang hadir tertawa melihatnya.

Mereka telah dinyatakan SAH sebagai suami istri. Para tamu undangan bercengkrama sambil menikmati hidangan yang ada. Archee menemui para tamu undangan. Meskipun hanya akad, Papah Duta dan Ayah Farid mengundang semua teman-temannya.

Waktu berlalu, semuanya satu per satu berpamitan pulang. Archee masuk ke kamar Humai. Melihat istrinya duduk di ranjang dan bermain ponsel.

"Baju kamu sudah siap semua?" tanya Archee. Humai berhenti main ponsel dan menurunkan kopernya. Ia menggeser kursi untuk bisa meraih koper yang ada di atas lemari itu.

"Biar Abang yang ambilkan" Archee naik ke kursi dan mengambilkannya. Seseorang mengetuk dari luar. Membuat Humai segera membukanya.

Maryam datang, "Ada apa mbak?"

"Kopermu mana? Buat bawa hadiah dari tamu-tamu sekalian. Bajumu sudah disiapkan oleh mbak Shanum dibantu dengan Azka tadi. Pakai koper besar milik Ayah. Tinggal hadiahnya tuh" terang Maryam.

Archee membawa koper itu dan menyerahkannya pada Maryam. "Oke, sana istirahat, layani suamimu dengan baik"

Pipi Humai merona mendengarnya. Archee hanya tersenyum tipis. Humai menutup pintu itu lagi. Archee melepaskan jas nya.

"Mau ngapain lepas jas?" tanya Humai mulai takut.

Archee tersenyum jahil. "Mau minta hak Abang lah sama kamu"

"Ha? I-ini bercanda kan? Kita masih dalam perjanjian lho bang" Humai semakin takut. Archee semakin semangat mengerjainya. "Abang sudah gak peduli lagi sama perjanjian itu"

Mendekat ke arah Humai. Humai berjalan mundur. Hingga mentok di depan meja rias. Archee meletakkan tangannya di sisi meja rias agar Humai tak bisa kabur. Jantung Humai berdetak dengan kencang. Mata mereka saling bertemu.

Humai benar-benar takut. Archee mendekatkan bibirnya agar bertemu dengan bibir Humai. Semakin dekat. nafas mereka semakin memburu. Archee menyentil dahi Humai. "Abang gerah"

.

.

.

Like

Vote

Komen

Tip

1
Niken Dwi Handayani
Untung di novel, hal yang aneh bisa ada. di dunia nyata? oh belum tentu bisa😀
Gina Savitri
Hahaha..ngakak parah..imam kualat loh ngerjain emak..
Gina Savitri
Hahaha..ilyas lebih pinter dari damar, nggak mau di kerjain ya mending ke hotel 😂
Gina Savitri
Wulan bodoh sih klo masih mau temenan sama suci apalagi sampai masa bodo sama urusan orang lain pdhl adiknya sendiri yg di sakiti 🙄
Gina Savitri
Hahaha..suci merasa rendah diri pdhl suaminya yg berulah malah nyalahin orang lain sampai mau balas dendam..
Aylin gak bisa tersentuh karna imam menjaga nya dengan baik, tapi knp gak imam hancurkan aja tuh suci dan seno sekalian yg kelakuannya sama2 bobrok..
Gina Savitri
Tuh persis dugaan saya kayanya suci biang kerok nya, nggak bisa balas langsung ke aylin malah balas mau menghancurkan keluarga damar-amaris lewat mama nya..
Gina Savitri
Kayanya ada hubungan nya sama mantan damar atau nggak suci yg menghasut gak terima klo seno masih ngarep sama aylin
Gina Savitri
Kadang mertua bisa jadi orang ketiga penyebab kehancuran rumah tangga anaknya sendiri klo masih suka ikut campur apalagi masalah keuangan 😏
Gina Savitri
Hahaha..ngakak sumpah, damar bodoh bnr kata aylin mau aja di tipu geng somplak..
Gina Savitri
Hahaha..damar yo keno di isengi meneh..
Kayanya obat pencahar atau obat tidur ya 🤔
Gina Savitri
Hadeuh buaya darat mulai membandingkan mantan dan istri sah, dulu lebih milih suci ya skrng telen aja tuh baik dan buruknya suci 😂😂😂
Gina Savitri
Haduh azka jangan cemburu lah, gimana mereka gak deket lah orang tua mereka deket dari mereka blm di bikin 😁 Dari kecil udah main bareng 😂
Gina Savitri
Hayo damar dan imam saatnya menguji kalian, kenal nggak sama pasangan masing2 klo dandanan mereka semua mirip 😂
Gina Savitri
Agil sama rachmi aja biar gak ganggu hubungan ilyas dan adel 😁
Gina Savitri
Untungnya 8 bulan del bukan 8 tahun 😉
Gina Savitri
Lah damar bripda apa ipda sih ? Klo bripda masih polisi baru masuk, tapi klo ipda udah perwira
Gina Savitri
Abang ilyas jangan lupa jelasin sama rachmi klo udah ada calon istri, kasian anak orang di cuekin tanpa penjelasan 😏
Gina Savitri
Semoga emang masih sama2 ada rasa, biar ilyas dan adel tetap bersatu ke pernikahan walaupun skrng harus berjauhan lebih dulu demi menguji kekuatan cinta mereka 😊
Gina Savitri
Nyesel kan lu adel, makanya jangan keras kepala punya pacar nggak ada perhatiannya pdhl ilyas udah perhatian banget 😐
Gina Savitri
Abang ilyas jangan pindah ke lain hati ya memperbaiki lebih baik daripada memulai hubungan baru lagi 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!