Ini lanjutan Hello Mr Mafia.
Lucifer Xylander Zweihander, Tuan muda dari keluarga Zweihander yang sangat di takuti dan dihormati di negara tersebut.
Memiliki sifat dingin dan datar tidak membuatnya menyesal, justru dengan begitu membuat para wanita semakin berlomba-lomba untuk mendapatkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aneh
Di mansion milik keluarga Zweihander, mereka tengah bersantai di ruang keluarga. Meskipun mereka memiliki kesibukan masing-masing namun Quqi dan Damian menyuruh mereka untuk berkumpul minimal 1 jam dalam sehari.
"Luci, momy denger kau sudah berpacaran dengan nya ya?" Tanya Quqi dengan penasaran.
"Apaaa? Abang pacaran? Siapa dia mom? Apa dia cantik? Apa dia pintar? Apa dia baik?" Tanya Lili dengan heboh.
"Hmm....Dia sangat cantik, pintar juga, dan juga dia sangat baik. Benarkan sayang?" Balas Quqi dengan menatap Lucifer.
"Hmmm.." Dehem Lucifer karena terus sibuk dengan laptopnya.
"Abang......Ajak aku bertemu dengannya" Rengek Lili pada Lucifer.
"Tidak!"
"Abang.....Hwaaaaaaaa.... Dady lihatlah Abang...." Tangis nya pad Damian.
"Lucifer...." Panggil Damian, Lucifer menghela nafas panjang. Ia tidak pernah melawan perkataan Damian dan Quqi sepanjang hidupnya.
"Baiklah" Balas Lucifer.
"Yeeee..... Kapan bang?" Girang Lili dengan tatapan yang berbinar-binar.
"Tahun depan"
"Abanggggg...." Kesal nya.
"Hahaha bercanda, besok malam kita keluar" Ucap Lucifer Membuat Lili bersorak gembira.
"Jadi benar bahwa kamu sudah pacaran dengan nya?" Tanya Damian.
"Tidak dad.." Balas Lucifer dengan menghela nafas berat.
"Baguslah...Dady tidak mengizinkan mu untuk pacaran jika belum bisa mencari uang sendiri" Santai Damian.
"Tapi dad! Bukankah Dady menggaji ku karena aku bekerja di setiap pulang sekolah di kantor Dady?" Kesal Lucifer.
"Hahahh santai son, Dady hanya bercanda" Tawa Damian membuat Lucifer mendengus sebal.
"Ngomong-ngomong, apa kamu sudah tahu tentang keluarganya? Tentang kehidupannya?" Tanya Quqi dengan penasaran.
"Belum, dia tidak pernah mau menceritakannya" Lesu Lucifer.
"Ohh Ayolahhh, sejak kapan putra ku lemah seperti ini? Bukankah kau selalu bersikap datar dan dingin?" Tanya Damian dengan menepuk pundak Lucifer.
"Ck...Dady memang menyebalkan!" Kesal Lucifer dan segera masuk kedalam kamarnya.
"Hahah.... Lihatlah putra mu sayang, ternyata dia sudah tumbuh besar" Ucap Damian dengan menggelengkan kepalanya saja.
"Ya kau benar, padahal baru beberapa tahun saja kita melihat dia merangkak" Balas Quqi dengan tersenyum lembut.
"Terimakasih, karena sudah menemani ku sejauh ini" Ucap Damian dengan mesra.
"Sama-sama sayang" Balas Quqi dengan tersenyum lebar.
Damian mendekatkan wajahnya ke wajah Quqi hingga hidung mereka bersentuhan, Damian menarik lembut Pinggang Quqi hingga mendekat.
"Momyyy Dady!!!!!!!!!!!!" Kesal Lili karena dirinya tidak di anggap oleh mereka.
Quqi segera melepaskan pelukannya, mereka lupa bahwa sedari tadi Lili ada di sana. Quqi hanya menunjukkan senyum tak bersalah nya hingga membuat Lili mendengus sebal.
••••••
Saat ini, Lucifer sedang berbaring di atas ranjang nya. Lucifer masih menimbang-nimbang untuk menghubungi Yoora.
"Hhh...." Lucifer menghela nafas terlebih dahulu sebelum memencet tombol memanggil.
Tut...Tut...Tut...
"Halo?"
Lucifer tersenyum mendengar suara di seberang sana.
"Halo" Balas Lucifer.
"Ada apa?"
"Apa besok malam kau sibuk?" Tanya Lucifer dengan penuh harap.
"Ehmm... tidak"
"Apa kau mau pergi bersama ku?" Tanya Lucifer dengan bahasa aku kamu.
"Baiklah.."
"Ya...Aku akan menjemput mu pukul 7"
"Baik"
"Sedang apa?"
"Makan"
"Makan? Jam segini?" Kaget Lucifer karena jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.
"Ya, ada masalah?"
"Tidak apa-apa, baiklah kalau begitu aku tutup"
"Iya"
"Selamat malam"
"Selamat malam my prince" Balas Yoora dengan segera menutup ponselnya.
Lucifer berkedip-kedip lucu, namun detik kemudian ia tersenyum. Hati nya terasa berbunga-bunga mendengar ucapan Yoora.
Di tempat lain, Yoora pun sama. Ia terkekeh, entah kenapa ia mulai merasa nyaman berada di samping Lucifer yang awalnya sangat ia benci.
"Hhh.... Ingatlah Yoora, kau sudah memiliki tunangan" Gumam Yoora dengan memejamkan matanya.
•••••
Pagi ini Yoora membawa mobilnya sendiri, Yoora tidak menjemput Lolita karena Lolita akan pergi bersama Rosa.
Yoora memarkirkan mobilnya di tempat biasa, ia melihat murid yang heboh karena terdapat mobil yang berwarna putih mewah sudah terparkir di sana.
"Ada apa sih?" Heran Yoora dengan segera masuk kedalam gedung sekolah.
Dari jauh Yoora bisa melihat sosok Lucifer yang berpelukan dengan seorang wanita yang terlihat sangat seksi dan cantik.
Mata Yoora dan Lucifer saling bertemu, bisa Yoora lihat tatapan kaget dari Lucifer. Yoora segera memalingkan wajahnya dan bersikap acuh tak acuh meskipun saat ini Yoora merasakan sakit di hati nya yang membuat Yoora merasa tak nyaman.
"Yoora.....!" Panggil Lucifer namun Yoora tidak peduli sama sekali.
"Sayang...ada apa?" Tanya wanita itu dengan heran.
"Angel! Ingat ini baik-baik, berprilaku lah yang sopan! Lo masih sama seperti dulu, murahan!" Marah Lucifer Membuat wanita tersebut tersentak kaget.
"Luciiiii....." Panggil Angel karena Lucifer pergi begitu saja.
"Sial!" Geram Angel karena merasa di permalukan.
Lucifer mencari keberadaan Yoora namun ia tidak menemukan nya sama sekali, Lucifer juga tidak melihat kedua temannya Yoora di sana.
Terlihat 3 orang wanita cantik yang duduk di taman belakang sekolah yang jarang di jumpai oleh para siswa dan siswi.
"Ra..." Panggil Rosa.
"Gue ga apa-apa, gue hanya butuh waktu sendiri" Balas Yoora dengan tersenyum tipis.
"Ra, Sebenarnya wanita itu....Mantan kekasih Lucifer saat kelas 1 dulu. Wanita itu ketahuan berselingkuh karena dulu Lucifer tidak membeberkan identitas nya" Jelas Lolita.
"Gue ga peduli" Ketus Yoora.
"Hhh... Baiklah, gue kasih saran nih yah.... Sebaiknya Lo jangan hiraukan dia, bersikap lah santai okee" Ucap Rosa.
"Hmm" Angguk Yoora.
Rosa dan Lolita akhirnya bernafas lega, mereka mengerti bagaimana perasaan Yoora. Meskipun dirinya terus menyangkal bahwa dia tidak menyukai Lucifer namun hati dan ucapan nya sangat bertolak belakang.
Yoora dan Rosa berganti pakaian dengan pakaian kelas nya, mereka akan mengikuti lomba basket. Lolita sendiri hanya menonton mereka dan menjadi suporter terheboh.
Entah itu hanya merasakan Lucifer saja atau mereka juga merasakan nya, kini aura Yoora nampak berbeda seperti biasanya.
Sorot matanya sangat tajam dan juga...Seksi. Yoora melangkahkan kakinya menuju tengah lapangan karena saat ini mereka lah yang akan bertanding melawan kelas Emelyn yang berada di kelas 3 E.
Yoora tidak menatap Lucifer sama sekali, jangankan menatap. Melirik saja tidak, hal itu membuat Lucifer sedikit murung.
Jangan lupa like komen share and rate nya yah❤️
ceritamu the best thor... aq dh ksih bunga ya thor