NovelToon NovelToon
Eternal Promise

Eternal Promise

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:422.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: MuhaNnas IQbal

Asmira Lestari menjalani kehidupan baru dengan dikaruniai seorang putra. Marcell Darwin Antonio sang suami telah mencoba menjadi suami yang setia untuk anak dan istri dengan berbagai usaha. Sehingga cobaan pun datang ketika dendam masa lalu terbalaskan.

Novel ini merupakan kelanjutan cerita dari novel PERJANJIAN, ikuti setiap episodenya. Dan jadilah saksi kehidupan bahtera rumah tangga Asmira yang penuh lika-liku.

Thank you ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MuhaNnas IQbal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17

Setelah sarapan pagi selesai, jam menunjukkan pukul 07:00 Darwin segera berangkat kerja, namun sebelum itu ia akan mengantar Evano sekolah terlebih dahulu.

“Bu Ida!” panggil Darwin sedikit berteriak saat ia menuruni tangga.

“Ada apa lagi, Mas?” tanya Asmira.

Bu Ida dengan sedikit berlari menghampiri mereka. “Ya, Tuan,” jawab Bu Ida ketika berada di teras.

“Nanti siang jemput Vano, ya?”

“Baik, Tuan.” Setelah mengiyakan permintaan bosnya, Bu Ida segera masuk ke dalam.

“Sayang, nanti siang aku enggak bisa makan bareng, ya.” Darwin mengelus pipi Asmira meminta pengertian darinya.

“Baiklah, Mas. Hati-hati di jalan, ya?”

Kemudian Darwin segera berangkat bersama Evano, Asmira melambaikan tangannya.

Setelah mengantar Evano, Darwin segera menuju kantor, Pratiwi sudah menunggunya siap dengan berkas-berkas. Sebentar lagi mereka akan menemui pengganti Yunita dalam menangani proyek kerja sama mereka.

Setelah tiba di kantor, Darwin mendapatkan informasi baru dari Pratiwi bahwa pertemuan mereka dibatalkan, orang pengganti yang di tunjukkan oleh perusahaan Yunita ingin mendatangi kantor Darwin.

“Ada sedikit kejanggalan, Pak,” ujar Pratiwi.

“Maksudmu?”

“Proyek ini cukup besar, dengan luas pembangunan 1000 hektar lebih, Pak,” ungkap Tiwi.

Darwin tersenyum simpul, matanya terus menatap layar laptopnya tanpa berkedip. Kemudian ia bangkit dari duduknya ia melangkah menuju jendela yang menghadap bebas ke jalanan yang cukup ramai dan padat.

“Saya tahu Tiwi, mereka juga menggandeng beberapa perusahaan besar lainnya, tentunya dengan anggaran yang cukup besar dan dengan desain yang luar biasa pula yang mereka usulkan.” Darwin menyilang kedua tangan di dadanya.

“Karena itu saya khawatir, Pak.”

Darwin berpaling menatap Pratiwi, kemudian ia melangkah mendekatinya.

“Kamu ragu dengan kemampuan saya?” tanya Darwin.

“Bukan demikian, Pak. Saya rasa ada maksud terselubung dari mereka ~”

Darwin menyela pembicaraan Pratiwi, “Kamu benar, mereka ingin menjatuhkan saya Tiwi. Tapi apa kamu lupa Tiwi? Mereka bukan yang pertama yang mencoba melakukannya.”

Pratiwi kembali mencoba mengingat kejadian tahun demi tahun yang lalu. Benar adanya, ini bukan yang pertama terjadi di dalam kurun waktu Darwin menjabat sebagai Direktur, telah banyak persoalan yang mereka hadapi bersama. Hingga detik ini belum ada satu pun yang mampu menggeser kan posisinya di peringkat utama dengan predikat perusahaan paling sukses di tanah air.

Namun entah mengapa ada rasa khawatir yang berlebihan di hati Pratiwi untuk kali ini. Mengingat Yunita merupakan teman masa lalu Darwin, tidak bisa di anggap remeh jika kini ia hadir begitu saja, Pratiwi tidak percaya jika ini terjadi tanpa di sengaja.

“Namun kali ini berbeda, Pak. Yunita teman masa lalu Anda,” ungkap Pratiwi, ia tidak bisa menahan pikirannya yang bergejolak.

Darwin kembali hanya melayangkan sebuah senyuman indah di bibirnya. Ia kagum melihat Pratiwi setia dalam pengabdiannya di perusahaan miliknya, ia tidak akan menemukan pengganti Pratiwi di mana pun.

15 menit kemudian, orang suruhan perusahaan Yunita pun datang. Darwin segera menuju lobi untuk menyambut kedatangan pria itu.

Darwin sedikit terpana dengan pria yang kini memasuki kantornya. Pria itu berwajah tampan dengan tinggi badan setara dengannya lengkap dengan penampilannya yang cukup elegan, harga pakaian yang ia kenakan diperkirakan cukup fantastis. Pratiwi menelan ludahnya.

“Selamat datang,” ujar Darwin menjabat tangan sang pria.

Pratiwi kembali menelan ludahnya ketika berhadapan dengan dua pria tampan di hadapannya dengan karakteristik yang hampir sama.

“Sepertinya ini benar-benar rival Pak Darwin,” gumam Pratiwi dalam hati.

Pria itu memutar pandangan ke sekelilingnya, ia menatap ke setiap sudut ruangan itu. Tidak ada celah untuk ia merendahkan martabat Darwin.

Kantor yang menjulang tinggi yang dicat warna putih itu mengusungkan tema minimalis modern, jika di luar tampak biasa saja, semua orang akan terpukau begitu memasuki ruangan tersebut.

Darwin mengajak pria itu masuk ke ruang meeting di ikuti Pratiwi di belakang. Keduanya kembali menjadi perhatian Pratiwi, namun aura elegan masih Darwin pemenangnya, ia tidak mudah untuk bersosialisasi dengan orang baru.

“Perkenalkan, saya Haris,” ujar pria itu akhirnya mengenalkan dirinya.

“Baik, Pak Haris. Sekarang kita mulai saja meetingnya.” Darwin mengambil berkas yang telah Pratiwi persiapkan secara matang dan telah di review olehnya sendiri.

Darwin menjelaskan cara kerjanya bersama tim dan beberapa proyek besar yang pernah ia garap dengan hasil yang cukup besar. Darwin tidak memberikan kesempatan lawannya itu untuk sedikit pun menyela pembicaraannya, dengan tatapan tajam, wajah yang serius, membuat Haris tidak berani meremehkan siapa rivalnya itu.

“Saya rasa, tidak perlu bertele-tele lagi, kontrak kerja pun telah di tandatangani, sebaiknya besok kita segera turun lapangan.” Darwin menatap Haris.

“Baik, besok siang kita berjumpa di lokasi,” ujar Haris tersenyum ramah.

“Maaf, untuk waktu, sepenuhnya kami yang akan mengaturnya, sepertinya ibu Yunita lupa mengatakan pada Anda. Kami sudah membahas semua itu dan ibu Yunita menyetujuinya,” jelas Darwin.

Haris tampak canggung, ia tersenyum kecut seraya berkata, “Oh, begitu. Baiklah, email saya tentang jadwalnya, ya?”

Haris menatap Pratiwi saat mengutarakan permintaannya diikuti anggukan oleh asisten Darwin.

Pertemuan selesai setelah 1 jam mereka meeting bersama, Darwin mengantar Haris hingga ke depan.

Sementara itu, siangnya di rumah Asmira. Martha mengunjunginya serta membawakan makanan kesukaannya, ia tahu menantunya itu sedang mood makan. Martha menyuruh Marni membuatkan sup kepiting kesukaan Asmira, ia tidak mengetahui jika sekarang di rumah mereka ada pembantu baru yang kapan saja bisa membuatkan makanan untuknya.

Evano sangat girang ketika pulang sekolah ia mendapati Nany dan Grandpa mengunjungi rumahnya. Ia berhamburan ke pelukan keduanya.

“Sayangnya Nany baru pulang sekolah, ya?” Martha memeluk Vano erat serta menciumi pipinya.

Martha juga berkenalan dengan Bu Ida, ia tersenyum ramah. Lagi-lagi Bu Ida di buat kagum dengan keramahan keluarga itu, belum pernah ia temui di mana pun selama ini.

“Ternyata masih ada orang kaya yang baik seperti ini,” gumam Bu Ida dalam hati.

“Bu Ida, temani Vano ganti baju, ya?” pinta Asmira.

Bu Ida terkejut dari lamunannya, ia segera melaksanakan perintah nyonya majikannya. Evano juga sangat penurut, mereka berdua sudah sangat akrab, ia sepertinya nyaman bersama wanita tua itu.

“Sayang, hubungi Darwin dong,” pinta Martha.

“Aku maunya juga begitu, Ma. Tapi Mas Marcell enggak bisa,” sahut Asmira.

Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil di luar rumah, Asmira melangkah ke depan melihat siapa yang datang. Namun ternyata Darwin, wajah Asmira seketika berubah ketika melihat kepulangan suaminya.

“Sayang,” panggil Darwin merangkul bahu Asmira mengajaknya masuk.

“Tadi Mas bilang ~”

“Ada perubahan jadwal sayang, kamu enggak senang aku pulang?” tanya Darwin, ia menciumi pipi Asmira berkali-kali dengan gemas.

“Mas, lihat suasana dong, kamu enggak malu?” tanya Asmira.

Darwin segera mengarahkan pandangannya ke depan, ia terkejut bukan main ketika melihat kedua orang tuanya, Bu Ida serta Vano sedang melihat ke arahnya. Lalu mereka tertawa bersama, Darwin jadi malu dengan tingkahnya sendiri.

Jangan lupa like ya..

1
Siska_emon
yuhuyy
asrarul huda(أيديل مداسير)
makasih kak udah baca karya aku..🙏🙏 karena kakak udah dukung karya aku, sekarang aku baca juga karya kk
😍eRh😍
isssss dasar asmira abal2
trus emang knp kalau darwin dikasi obat perangsang, thor dari awal dia mau aja ngikutin kemauan si yunita. bayangin aja laki2 dan perempuan yg sdh punya pasangan masing2 pergi liburan bersama beberapa hari, dan vsbg istrinya dirmh tetap berpikir positif tdk terjd apa2 dgn mereka, hmmmm nonsen..
aku gak terima asmira balik suami yg pernah selingkuh apalg smp hamil pula selingkuhannya bisa dibenarkan segala keslhannya hanya krn obat perangsang. maaf ya thor aku berhenti disini nacanya🙏
natal Natal
Halah bulshit pil perangsang..wong disekolahan mereka ciuman kan🤬🤬cihh...walau tanpa obat perangsang tp klo sdh peluk cium nafsu tetap aja gk bisa dihindari..org Darwin sendiri koq yg mau berlibur ckckckxkck
natal Natal
Thor jgn buat Yun jelek ya biarkan dia sama asmira...pokoknya tdk ada kata maaf bagi pengkhianat
natal Natal
Thor q gk rela klo Darwin sama asmira baikan..cerai aja masak setelah asyik celup" SM cwek lain minta balikan sama istrinya? waras Darwin??🤬
natal Natal
percuma Darwin wong kamu sdh celup celup sama Yunita cih....
istriHanbinPacarKyungSoo
mending gak milih dua-duanya jdi single parents aje
Putri Wulan Tika Sitorus
mampossss lho jalanggggh pelakorrrr
Putri Wulan Tika Sitorus
bangsatttt kau Darwin...anjirrr
Friska
smgt thor lanjut lagi
Mila Ameliaa
lanjut dongg thor
Siti Aisyah
beri karma buat si darwin thor ma si lampir yunita .
Siti Aisyah
si darwin bodoh udah bener hidup damai sama keluarga eh malah pergi ngejemput petaka .
Suismiyatun Ismy
season 2 nya mana Thor lanjut dong. masak hapyynya cuman dikit.
Suismiyatun Ismy
ada sisi baiknya ya si Yunita tuh.
Suismiyatun Ismy
rasain Darwin.
Suismiyatun Ismy
bentar aja Thor sedih2 nya nyesek bacanya.
Suismiyatun Ismy
sampai nyesek bacanya Thor.
Suismiyatun Ismy
jangan ada pelakor dong Thor. tumpas aja Thor, aku tuk nek banget.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!