Kisah ini menceritakan arwah sang kakak yang datang kemasa depan sang adik kembarnya untuk balas dendam atas kekejaman yang sudah di lakukan oleh adiknya semasa hidupnya.
Akankah sang kakak membalaskan dendam sampai akhirnya?
"Aku sudah menunggumu dalam waktu yang lama Adila" Ucap Abila
Bagaimana kisah Abila semasa hidupnya?
Yuk saksikan terus Novel "TERJEBAK DENDAM SANG KAKAK DARI MASA LALU"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SST, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
"tidak ada yang menjawabkah?"Tanya takashi sekali lagi.
"pelatih kami hanya berlatih bertarung" Jawab Raditya berbohong.
"apa itu benar?"tanyanya kembali namun tidak mendapat jawaban dari Cullen.
"cullen" panggil takashi.
"iya pelatih?"tanya cullen
"apa kamu mau berlatih ilmu bela diri?"tanya takashi
"mau pelatih.." jawab Cullen
"baiklah mulai besok kamu boleh berlatih"ucap Takashi "datang lah besok aku akan mengajarimu bela diri"Ucap Takashi
"baik pelatih"jawan cullen dengan senang karena dirinya telah merasa sangat dipermalukan oleh Raditya. setelah mereka bubar Abila pun datang bersama Grizelle.
"dokter apa kamu baik baik saja?"tanya Abila
"aku baik baik saja nona"jawab Cullen dengan tersenyum karena di perhatikan oleh wanita yang dia cintai.
"nona itu tuan datang" Ucap Grizelle dengan raut wajah yang pucat Abila pun menyuruh Cullen lekas pergi sebelum di lihat ayahnya dan cullen pun menyetujuinya.
pada malam harinya. Cullen pun pergi dengan persiapan mental yang mantap ke rumah Abila dengan maksud ingin melihat Abila. Namun sayangnya dia tidak tau bahwa Adila dan Abila adalah kakak beradik.
"malam tuan"sapa Cullen kepada Hartigan.
"siapa kamu? dan apa tujuanmu datang kesinj?" tanya Hartigan.
"saya Cullen ingin menjumpai putri anda Adila tuan"Jawab Hartigan.
"oohhh jadi kamu yang bernama Cullen itu. dengar pergi dari sini sebelum saya menghabisi kamu. jangan pernah mengira saya akan merestui mu dengan putriku." Ucap Hartigan pada Cullen.
"pergilah dari sini!"perintah Hartigan. dengan terpaksa Cullen pun pergi Namum Adila melihat kejadian dimana ayahnya mengusir Cullen.
"ayah.. apa yang kamu lakukan? kenapa kamu mengusirnya?" Bentak Adila.
"sayang... ayah sudah bilang kan.. ayah tidak suka dengannya.. dia hanya dokter yang tidak memiliki apa apa.. dia tidak akan bisa membahagiakanmu sayang"Ucap Hartigan dengan lembut.
"tidakkk... aku hanya mencintainya asal ayah tau itu..." teriak Adila dengan menangis dan berlari ke rumah utama. Hartigan pun mengejar Adila.
"Adila.. tunggu nak tunggu..."Ucap Hartigan
"tidakkkk.. jika ayah tidak merestuiku maka aku akan mati di hadapan ayahhh" Ancam Adila
"tidakkk jangan lakukan itu nak..."pinta Hartifan dan melihat Adila mengambil pisau buah yang ada di meja
"katakan ayahhh.. katakan kamu akan merestuiku..." teriak Adila sambil memegang pisau diatas pergelangan tangan kirinya.
"ayah mohon Adila.. jangan seperti itu... dia tidak akan mampu membahagiakanmu... ayah sudah mendapatkan pasangan yang cocok untukmu nak.."ucap Hartigan.
"tidak ayah.. aku tidak mau pria lain aku hanya mau bersama dengan Cullen." Ucap Adila
"ayolah sayang lepaskan pisau itu... pisau itu akan melukaimu nakk ayah mohon." pinta Hartigan
"tidak ayahh.. sebelum ayah berjanji akan merestuiku" Teriak Adila sambil menekan pisau kepergelangan tangannya.Ayahnya yang melihat pergelangan tangannya pun akhirnya mengalah
"baiklah nakk baiklah ayah akan menuruti keinginanmu" Ucap Hartigan sambil menagis melihat putrinya terluka. dan perlahan dia pun memeluk Adila dan menjauhkan pisau itu darinya.
tangis pun pecah di rumah utama. "ayah berjanji tidak akan mehalangi cintaku?"tanya Adila
"iya sayang iya..."Jawab Hartigan. Namun keesokan harinya lelaki yang hendak Hartigan jodohkan kepada Adila pun datang kerumahnya.
"Abila!!!Hanna!!!" panggil Hartigan.
"iya ayahh..."Jawab Abila "Ada apa kamu teriaj teriak" Bentak Hanna yang merasa jengkel kepada Hartigan.
"dengar hari ini ada kedatangan tamu penting di rumah ini... dan kamu Abila jangan pernah kamu keluar dari rumah belakang ini... dan kamu Hanna siapkan jamuan dan dampingi putrimu Adila dia akan bertemu dengan pria yang akan kunikahkan padanya." Ucap Hartigan
"Apa kamu bilang? Apa Adila sudah setuju dengan keputusan mu ini?"tanya Hanna
"diam kamu... dan turuti saja perintahku" bentak Hartigan.
maaf yah kalo ada yang slah...
author baru pertama kali buat novel dan iseng2.. hehehe...
mohon doanya dan dukungannya buat author ya thank you 🌷🌷
nyeritaiin petualangan Adit di Desa kelam mengungkap misteri dibaliknya