mata yang indah dan memancarkan daya tarik...
aku pun akan tertarik dengan cara mu memandang ku.
bukan perihal kau itu di agung kan, bukan pula karena kau di sanjung.
aku jatuh hati tepat pada pandangan pertama di antara pertemuan 2 mata yang indah.
mungkim, menurut mu pernikahan kita di lakukan karena perjodohan,
kau salah,
karena memang sudah takdirnya Tuhan kita mengikat aku dan kau dalam satu ikatan halal bernama kan pernikahan.
M. Faris Azam
** **
aku tahu,
mungkin memang begini lah takdir memberiku jalan terbaik. di balik senyum yang penuh dengan nada nyaring menyenangkan gendang telinga orang lain, ada tangis dan pilu tertahan dalam batin.
tertahan karena memang begitu lah aku melakukan nya.
aku pergi,
jangan cari aku lagi.
karena kebahagiaan mu bukan ada pada diriku lagi....
Amirah Jilan Fakhira
** **
Hai iiii,
ini cerita yang akan saya buat. tema nya mungkin sedikit sama dengan orang lain diluar...perjodohan.
namun, semoga dengan membaca novel ini ada banyak kisah dan pelajaran yang bisa di Terima readers semua,,,
so there,.... stay tune❤
salam hangat
Ismi hana rizky
@ismirizky9898
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana 9898, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permohonan Zahra
17.
Pagi ini azam menginap di kantor. Ada banyak dokumen yang harus di selesaikan…
Zahra sesekali membantu azam ketika sudah mencapai ambang batas kemampuan nya. Mencehek berkas berkas, menangani berbagai hal, juga melaksanakan rapat dadakan,,
Maklum lah, dia masih baru. Tidak semahir kakek nya,
Namun dia sudah lebih dari cukup untuk menjadi seorang pewaris.
“pak azam, tuan zikra mengirimkan sesuatu pada anda” ucap sekertarisnya
Azam mengangguk, kemudian kiriman kakek nya di letak kan di depan azam
“minum lah. Ini minuman yang kubuat sendiri, dari ramuan tea seorang teman ku” tulis kakek nya di sticky note.
Azam mengangguk ia saja, kemudian meminum nya.
“tidak buruk” gumam nya kemudian melanjutkan kerja
“pak azam, seseorang bernama amira ingin beertemu dengan anda” tiba tiba sebuah panggilan telepon menyatakan itu
Azam awalnya tidak ingin bertemu amira, karena tidak ada hubungan bisnis lagi,,, tapi seperti nya ini penting.
“antar kan dia keruang sebelah saya,,, saya akan bertemu dengan nya” jawab azam kemudian memutuskan untuk bertemu dengan amira
“assalamualaikum pak azam, selamat pagi” ucap amira masuk kedalam ruangan itu, menatap azam yang sudah duduk di sebuah sofa di ruangan itu
“walaikumsalam. Duduklah” jawab azam kemudian amira tidak segan langsung duduk di depan azam
“untuk apa anda kemari?” Tanya azam tidak basa basi
“seperti yang anda ketahui, dan kita ingin kan bersama. Saya ingin membahas pernyataan kakek anda tentang perjodohan…” jelas ami blak blak an
“lalu?” Tanya azam sedikit angkuh
“saya menolak pernyataan kakek anda pak” lanjut amira
“saya juga tidk berharap nona amira menjadi pendamping saya” jelas azam membuat amira mengangguk
“ok,baik lah. Seperti nya semua nya sudah jelas,,,kita sama sama tidak menyetujui permintaan ini, saya hanya ingin menyampaikan hal itu pak” ucap amira berterus terang,
“anda bisa menyampaikan hal itu melalui handphone anda nona” jelas azam
“lebih sopan untuk menyatakan nya langsung. Lagi pula, ini bukan permintaan yang sederhana,,, saya doakan anda mendapat kan seorang wanita yang tepat untuk anda” jelas amira
“saya juga berharap anda akan menemukan sosok yang tepat. Apakah ada hal lain lagi?” Tanya azam lagi
“tidak,,, sya rasa saya harus kembali” ucap ami berdiri lalu berpamitan.
Sebelum ami keluar dari sana, tidak sengaja dia berpapasan dengan Zahra,,, seorang wanita yang tak kalah cantik dari ami, seorang yang bertalenta namun sedikit manja sikap nya
“azam…!” teriak nya sambil tersenyum pada ami,
Azam yang menatap kedatangan Zahra hanya bisa mengabaikan wanita itu.
“kenapa lagi?” Tanya azam pada Zahra
“aku ingin menyampaikan sesuatu… tapi ku harap kau tidak marah” jelas Zahra sambil memainkan ujung baju nya
“aku dan andika akan pergi keluar negeri berdua saja” ucap Zahra membuat azam mengerutkan kening nya
“kau pasti tahu ajaran agama kita bukan?” pasti azam
“tahu… tapi sudah terlanjur di pesan andika…tiketnya” jawab Zahra tidak bisa berbohong
“aku akan membayar uang ganti tiket itu. Tidak mau tahu! Kau tidak bisa pergi ke luar negeri dengan orang lain!” posesif azam pada Zahra yang sudah di anggap adik sendiri
“bagaimana dengan andika?” Tanya Zahra sedih
“dia lelaki! Dia juga seharusnya tahu aturan agama, sangat menyedihkan kalau mendapat pasangan hidup yang sembrono” jelas azam melukai hati Zahra
“andika bukan orang yang sembrono azam. Dia hanya berniat baik berliburan dengan ku selama beberapa hari,,, kami juga akan tidur di kamar yang berbeda,,, tidak akan melakukan sesuatu yang haram” bantah Zahra
“kau tidak pernah tahu bagaimana setan mengajak akan kesesatan. Sudahlah, katakana pada andika, aku dan paman tidak mengizinkan” jelas azam melanjutkan melihat berkas berkas di depan nya
“kau kakak yang menyebalkan!” teriak Zahra pergi dari sana, sedang azam masa bodoh dengan apa yang dilakukan Zahra
Mengambek adalah sesuatu yang sering di lakukan perempuan, dia tidak akan marah lama lama, karena dia tahu, Zahra akan selalu menurut pada azam.
Sedang di luar sana, Zahra benar benar tidak senang dengan pernyataan azam. Dia selalu menganggap azam kakaknya,tapi kakak seperti azam terlalu posesif
“azam dan papa tidak memberi izin andika” ucapnya bertelepon dengan andika
“ayolah… kita bisa pergi diam diam. Lagian kita hanya akan bersenang senang disana” goda andika,,,
“tapi azam dan papa tidak memberi izin. Aku berdosa kalau tidak mengikuti permintaan papa” tolak Zahra lagi
“kita berpacaran, kau tahu dosa. Tapi masih saja dilakukan… bagaimana?” Tanya andika lagi
“yakan kita masih tahu aturan. Kita hanya berkencan di tempat keramaian,,, tidak berpegangan tangan, hanya bertemu begitu saja” jelas Zahra lagi
“beda nya dengan yang kita lakukan nanti bagaimana? Sama bukan? Bedanya kita tidak di Indonesia, kita di luar negeri. Ayolah…” ajak andika lagi dan lagi
“akan kukabari nanti” jawab Zahra mematikan panggilan.
Dia bingung, dia selalu patuh dengan pernyatan papa nya dan azam,
Namun kali ini seperti nya dia akan membantah pernyataan azam dan papa nya,,,
Dia akan pergi ke luar negeri untuk bertamasya dengan andika,,,
Teman lelaki nya.
**
**
**
Salam hangat
Ismi hana rizky
tetap semangat berkarya buat author..
semoga amira sembuh dan semua berakhir bahagia 💖💖💖