Cerita cinta Celline Mauren dan Arjuna Antariksa.
Celline yang sudah terjebak dalam status pernikahan bersama Denish. Akan tetapi hatinya masih menaruh rasa terhadap Arjuna kakak kelas sewaktu mereka sekolah dahulu.
Bagaimana kelanjutan kisah cinta Celline? Biar gak penasaran baca dan terus ikutin tulisan pertama aku! Happy Reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Af92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Badai pernikahan
Semakin hari sikap Denish tidak ada perubahan untuk menjadi lebih baik. Sikap Denish selalu dingin ketika bersama Celline namun akan berubah hangat ketika bersama Keysha putri kecilnya, seperti sore itu ketika Denish mengajak putri kecilnya bermain di halaman rumah mereka. Dilihatnya dari kejauhan Denish sedang tertawa bahagia bersama Keysha, bermain dan mengajari Keysha berjalan. Sangat berbeda ketika Celline dan Denish bersama seolah Denish enggan untuk berdekatan dengan Celline. Sebegitu buruk kah dirinya hingga Denish tidak mau memaafkan semuanya.
Beberapa minggu telah berlalu dari kejadian malam panjang Denish dan Hera. Celline sudah berada di kantornya dirinya merasa sikap Hera pun berubah dan tidak sedekat dulu, Hera selalu menghindar dari Celline. Entah apa penyebabnya Celline tidak tau dan tidak mengambil pusing sikap Hera terhadap dirinya.
Seharusnya hari ini Hera sudah mendapatkan jadwal tamu bulanan namun Hera tak kunjung mendapatkannya, apakah kejadian malam itu penyebabnya. Perasaan Hera sungguh kalut memikirkan nya, takut yang Hera rasakan bagaimana jika dirinya hamil akan kah dirinya tega merebut Denish dari Celline sahabatnya itu. Tidak dirinya sungguh tidak pantas di sebut sahabat, dirinya pantas di sebut sebagai perusak rumah tangga orang. Malam ini Hera harus bertemu Denish dan membicarakan semuanya.
Denish dan Hera sudah sepakat bertemu sore ini di salah satu restoran. Denish rupanya sudah menunggu kedatangan Hera di sana. Dia tersenyum manis ketika Hera mulai melangkahkan kaki nya memasuki restoran.
"Kamu udah lama nunggu?" ucap Hera sedikit basa-basi terhadap Denish.
"Aku akan selalu menunggu kamu Hera," Denish mengatakannya dengan tersenyum hangat.
"Ada yang perlu aku bicarakan dan ini penting Denish," ada nada frustasi ketika Hera berucap.
"Sebaiknya kita makan dahulu, setelahnya kita bicarakan kembali."
Mereka berdua pun memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu dan kembali melanjutkan pembicaraan ketika dirasa sudah selesai makan. Makan malam romantis yang Hera rasakan saat ini, perlakuan manis Denish selama ini akan dirinya membuat Hera nyaman berada di dekat Denish. Mengapa Celline begitu bodoh menyianyiakan lelaki manis seperti Denish. Bolehkah Hera menginginkan Denish menjadi miliknya yang seutuhnya.
"Jadi apa yang kamu mau ungkapkan Hera?" tanya Denish.
"Sepertinya aku hamil, dan aku bingung harus bagaimana Denish,"
"Aku akan bertanggung jawab," ucap Denish serius.
"Bagaimana dengan Celline, aku sungguh merasa berdosa padanya," Hera sedih mengucapkan nama Celline.
"Kita harus jujur pada Celline, dia harus tau apa yang sebenarnya terjadi. Sebelum anak ku yang berada di dalam perutmu semakin membesar,"
"Aku takut dan tidak berani, bagaimana dengan perasaan Celline jika tahu aku yang sahabatnya telah merebut suaminya," Hera semakin frustasi.
"Apapun nanti keputusan Celline kita harus menerimanya. Besok ikutlah denganku untuk bertemu Celline di rumah." ucap Denish.
Malam itu Denish dan Hera sepakat akan membicarakan semuanya kepada Celline esok hari. Pikiran Hera tidak tenang memikirkan perasaan Celline jika dirinya telah merebut suami temannya itu dan sampai sudah melakukan hubungan yang jauh. Sebagai seorang perempuan Hera merasa tidak tega jika harus jujur dan mengungkapkan semuanya namun bagaimana dengan nasib janin kecil yang terus tumbuh dan akan membesar. Setidaknya Hera butuh status dan butuh suami untuk anaknya kelak.
*****
Denish sudah tiba di kediamannya hampir larut malam, Celline masih setia menunggu kedatangan suaminya itu.
"Mas darimana aja ko baru pulang, apa di kantor ada lembur ya? yuk makan dulu Mas," Celline bertanya dan mengajak suaminya makan.
"Aku ada urusan, dan aku sudah makan. Oh iya besok ada yang ingin aku akan sampaikan sama kamu, aku harap kamu stay dirumah pukul 07.00 malam," ucap Denish serius.
"Memangnya ada apa Mas?" tanya Celline.
"Kamu akan tahu besok," Denish melepaskan dasi dan jas yang ia kenakan.
"Baik Mas," ucap Celline membantu suaminya.
Celline dibuat penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh suaminya besok. Apa akan ada kejutan tapi anniversary pernikahan nya sudah lewat beberapa bulan yang lalu. Mungkin Denish akan mengajaknya dinner makan malam romantis pikir Celline. Akhirnya penantian dan kesabaran Celline akan berbuah manis, mudah-mudahan saja kejutan yang menyenangkan. Dan sikap Denish akan berubah hangat seperti dahulu lagi.
Waktu sangat terasa lama saat ini, Celline melirik ke arah jam rupanya masih jam 06.00 sore masih satu jam lagi Denish akan tiba di rumahnya. "Lebih baik aku dandan yang cantik saja," ucap Celline semangat. Dirinya memilih untuk mandi dan merias diri agar terlihat cantik di hadapan Denish nanti. Celline yang masih berada di kamar, kemudian mendengar suara mobil Denish yang sudah masuk kedalam halaman rumah mereka. Celline lantas buru-buru menyelesaikan riasan nya dan bergegas untuk membuka kan pintu untuk suaminya.
Senyum cantik Celline menyambut Denish berubah menjadi bingung ketika melihat Denish datang bersama Hera sahabatnya. Pikir Celline mungkin Hera akan ikut bergabung memberikan kejutan untuknya malam ini.
"Mas ... sama Hera juga ya, ayuk Hera silahkan masuk" Celline mempersilahkan masuk Hera.
Wajah Hera sudah pucat, aliran darah seakan berhenti bagaimana tidak. Dirinya malam ini akan menyakiti sahabatnya sendiri.
"Ma-kasih Celline," jawab Hera gugup.
"Ayo gak usah sungkan, anggap saja rumah sendiri," Celline merangkul tangan Hera.
Wanita macam apa dirinya yang tega menyakiti sahabatnya sendiri. Malu dan tidak berdaya yang Hera rasakan saat ini. Denish melangkah terlebih dahulu masuk kedalam rumah kemudian di susul oleh Celline dan Hera.
"Aku ganti baju dulu," ucap Denish pada keduanya.
"Iya mas," jawab Celline.
Hera hanya diam saja melihat Denish menaiki tangga menuju kamarnya. Kemudian lamunan Hera tersadar ketika Celline menawarkan minuman untuknya.
"Kamu mau minum apa Hera biar aku buatkan?" tanya Celline.
"Air putih dingin saja sepertinya tenggorokan ku kering sekali malam ini," jawab Hera.
"Haha baiklah, kamu gak usah tegang seperti itu Hera anggaplah rumah sendiri," ucap Celline berlalu menuju dapur.
Deg... Bagai tersambar petir ucapakan Celline memang benar jika saat ini kondisi Hera sangat tegang dan takut bercampur menjadi satu. Dirinya tidak dapat menyembunyikan kepanikan yang ada dalam dirinya. Begitu baiknya Celline selama ini terhadap dirinya. Mereka sudah berteman sejak dari bangku sekolah menengah atas dan malam ini mungkin akan menjadi hari terakhir mereka berteman pikir Hera. Sebaik baiknya Celline mana mungkin dia akan tetap mau berteman jika temannya sudah merebut suaminya. Predikat jahat memang pantas di sematkan untuk dirinya yang tega merebut suami teman nya sendiri.
**Maaf kalo aku memasukan tokoh perebut suami orang disini, biar cerita ini ada sedikit manis manisnya gitu 😅 Jika kalian tetap menemukan typo aku harap kalian sabar dan maklum hehe.
Jangan lupa tetap dukung Bang Af92 dengan cara Rate Like sama Komen Terimakasih**.
ini DBL up apa gimana Thor
hmmmm 🧘♀️
tamatin yok, terserah lah mo sad ending kek, happy ending kek, pokok diberesin yg udh berjalan
ksian yg dulunya baca udh pake effort, ngikutin alurnya dari awal, sapatau dia juga Masi main apk ini dan sebenernya nungguin endingnya
Miliki keluarga dan suami yg sangat menyayangi mu dgn tulus