Bu Rena adalah guru kelompok bermain (KB) Mentari, sosoknya yang ceria dan supel menjadikannya disukai banyak anak dan teman sejawatnya,
Berkisah tentang segala aktivitas kegiatan mengajarnya, kisah percintaannya, kegiatan dengan masyarakat sekitar dan kesabaran dia dalam menangani banyak anak yang berbeda karakter.
Hingga berakhir dengan kehilangan suami tercintanya yang menjadikan dia kuat harus dalam memulai hari barunya.
Akankah dia bertahan dengan keadaan yang ada? Menikmati kesendirian dan segala kesibukannya? Atau membuka lembaran baru dengan menerima seseorang yang mampu dijadikan sebagai Ayah pengganti untuk anak semata wayangnya Khayrullah Hizam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Widiawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal dari kisruh
Awal bulan Desember disambut dengan hujan semalaman suntuk. Hingga pagi datang, derainya tak menunjukan tanda-tanda untuk berhenti. Menjadikan siapapun enggan beranjak dari atas tempat tidur.
Namun berbeda dengan Rena, entah mau hujan badai pun, kalau masih bisa diterjang dia akan selalu menunaikan kewajibannya untuk masuk ke sekolah.
Seperti pagi ini, setelah bersiap-siap dia berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Minionnya dia bebas tugaskan karena tidak mungkin 'kan menerjang hujan naik sepeda.
"Mau Bapak antar, Bu?" Banu yang sedang menyemir sepatu sedikit terganggu dengan lewatnya Rena di sebelahnya, yang terus memaksanya bergeser menjauh dari pintu.
"Gak usah deh, jalan kaki aja. Masih pagian inih!" Rena memasukan sepatunya kedalam tas kresek berwarna hitam. "Yaudah deh ibu berangkat ya, salim dulu, Pak!" Mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Nanti adek antar tempat Uyut aja ya, sepertinya juga di sekolah kondisi hujan begini tak begitu banyak yang berangkat." Rena menekan pangkal payung dan otomatis payung terbuka lebar.
"Asalamualaikum!" Rena berjalan meninggalkan rumah.
Sementara Rena telah pergi, Banu bersiap untuk mandi.
"Hizam, Bapak mandi dulu ya, Nak." menghampiri Hizam yang sedang fokus menonton kartun kesayangannya sambil memegang dot di tangan kanan.
Memang jika Rena berangkat dan Hizam tidak dibawa, makan dia akan selalu di alihkan perhatiannya dulu, bila tahu dirinya tidak di ajak ke sekolah pasti akan rewel bila melihat ibunya berangkat.
Ketika hendak memasuki kamar mandi, terdengar suara ponsel berdering. Ternyata ponsel Rena.
Ketika Banu hendak mengangkat telepon, dering ponsel berhenti. Karena penasaran Banu mencoba membuka.
Ada satu panggilan tak terjawab dan beberapa pesan whatsapp dari nomor yang sama. Tanpa ragu Banu membukanya.
Dia menscroll pesan dari atas, menyimak isi pesan dengan hati memanas.
"Sejak kapan mereka berhubungan?" Banu mulai sedikit terbawa emosi.
Ya, pesan whatsapp itu dari Sholeh. Dia tahu seperti apa hubungan Sholeh dan Rena dulu.
Mereka chat sekitar sebulan yang lalu, dan kebanyakan dari isi pesan adalah kisah masa lalu mereka yang coba Sholeh buka kembali. Sementara Rena lebih banyak mengacuhkan pesan darinya.
Tertulis dengan jelas di sana Rena membalas dengan tegas dan meminta agar Sholeh tidak perlu mengganggunya. Dan jangan pernah datang kembali untuk menemuinya.
Apakah ada yang terlewat dariku
"Istriku berjumpa dengan mantan kekasihnya di belakangku? apakah itu patut untuk dibenarkan?" Cemburu menguasai pikirannya.
Prasangka-prasangka terhadap istrinya mulai berfantasi di otaknya.
Sementara Rena yang sudah sampai disekolah, langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan kakinya yang kotor.
Jam menunjukan pukul 8 pagi. Sekolah masih sepi, baru ada beberapa murid yang datang dan sedang membaca iqro dengan Bu Genti.
"Asalamualaikum!" Rena memasuki ruang kelas.
Jawaban salam pun terdengar kompak terbalas. Bu Rena tersenyum sebelum akhirnya mempersiapkan beberapa alat main yang nanti akan digunakan.
Bulan Desember adalah ujung bulan di semester ganjil. 2 minggu lagi penerimaan buku raport, sehingga 2 minggu ke depan akan dilakukan pengayaan.
Pengayaan itu dilakukan untuk menyampaikan materi yang belum sempat tersampaikan pada saat tema sedang berlangsung.
Setelah selesai membaca iqro, dikarenakan cuacanya tidak mendukung, dan yang hadir hanya 7 orang anak dari total berjumlah 25 anak, kegiatan fisik motorik kasar dilakukan di dalam ruang kelas.
Mereka bermain Sunda manda, yaitu sebuah permainan tradisional yang cara bermainnya dengan cara melompati kotakan-kotakan dengan satu kaki. Anak-anak sangat bersemangat. Bermain, mengikuti aturan yang telah dibuat dan disepakati bersama.
15 menit puas bermain, mereka diminta untuk duduk kembali. Bu Rena menjadikan mereka satu kelompok sehingga akan lebih mudah saat bermain nanti. Berdoa sebelum melakukan kegiatan itu merupakan kewajiban utama yang harus dilakukan.
"Sebelum kita mulai bermain, kita berdoa dulu ya, agar saat kita bermain kita diberikan kelancaran dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari Allah." Rena membimbing anak-anak untuk berdoa. Membaca syahadat, surat Al Fatihah, dan doa mau belajar.
Mereka kemudian berdoa bersama. Dibarengi dengannya rintik hujan. Udara menjadi lebih lembab. Angin mulai berhembus. Agak dingin!
Setelah berdoa, anak-anak dipanggil satu persatu untuk absensi, kemudian setelah itu barulah, masuk kedalam pembelajaran inti atau boleh jadi flashback maupun mengulas kegiatan hari kemarin, yang bertujuan untuk mensinkronkan kegiatan kemarin dan hari ini yang akan dilakukan.
Sebenarnya pembelajaran di KB itu saling berkesinambungan dan keterkaitan antara kegiatan yang satu dan lainnya. Indikator pun sudah disesuaikan dengan usia. Demikian soal kegiatan. Kegiatan yang dilakukan itu disesuaikan dengan minat anak, guru bisa menyiapkan 3-4 kegiatan. Agar anak dapat memilih.
Jarum jam sudah menunjukan pukul 10.15, Anak-anak pulang dijemput oleh orang tua masing-masing. Saat Rena dan Bu Genti sedang sibuk membereskan alat main, deru suara motor terdengar mendekat.
Seperti suara Suprayitno
Rena keluar, dan benar saja. Suaminya yang datang.
"Loh, bapak kok belum ngantor? " Rena mendekati suaminya yang sedang melepas helm.
"Cuma mau nganter HP kamu yang ketinggalan, ada banyak telepon masuk dan beberapa WA yang sudah saya baca. Maaf telah lancang membuka pesan. Tapi dengan begini saya jadi tahu kalau istriku di belakangku berhubungan dengan mantan kekasihnya!! "
Deg, raut wajah Rena menegang seketika.
"Itu tidak seperti yang, Bapak pikirkan! Ibu bisa jelasin!" Rena menerima HP yang disodorkan oleh suaminya.
"Sudah cukup jelas, saya sudah membacanya. Saya berangkat. Asalamualaikum!" Banu berlalu begitu saja mengacuhkan Rena.
Sementara Bu Genti yang mendengar ada suara Banu ikut keluar dari kelas.
"Loh, perasaan tadi ada suara Banu Re?"
"Sudah pergi bu, hanya mengantarkan ini." sambil memperlihatkan HPnya.
"Tumben gak nyapa Ibu." Bu Genti berjalan ke kantor diikuti oleh Rena.
Rena hanya diam, membuka HP nya. Dan benar saja, ada banyak pesan dari Sholeh yang sudah bercentang biru dan sudah pasti Banu yang membaca.
Tertulis di sana bahwa Sholeh ingin bertemu kembali, meminta untuk bertemu di warung bakso pak Yono.
"Apa si dia orang maunya!" Berkata dengan sedikit keras
"Kenapa Re?" Bu Genti memandang heran Rena.
" Bu, kalo tiba-tiba masa lalu Ibu datang, kemudian meminta menyelesaikan masalah Ibu dan dia dulu bagimana Ibu akan bersikap? " Rena bertanya dengan raut muka yang hampir menangis.
"Kenapa?" Bu Genti mendekati Rena. "Coba ceritakan ada apa sebenarnya? " Bu Genti duduk di samping Rena.
Rena mulai menceritakan kejadian saat bertemu dengan Sholeh di pasar P, siapa Sholeh dan bercerita ketika Sholeh datang ke rumah saat Banu tak ada di rumah sampai Sholeh sering mebghubunginya lewat WA tapi jarang dia tanggapi hingga akhirnya Banu mengetahuinya.
"Memang aku bersalah, Bu! tidak bercerita kepada suamiku tentang Sholeh, aku pikir tak masalah toh juga aku gak pernah merespon Sholeh. Tetapi ternyata dia tahu sendiri." Rena mengakhiri ceritanya dengan mengakui kesalahannya.
"Re, yang namanya rumah tangga itu banyak sekali cobaannya, bisa dari anak, bisa dari orang tua, bisa jadi dari kesehatan, materi dan lainnya. Saya yang sudah banyak makan asam garam dalam dunia pernikahan. Tidak dibenarkan juga seorang istri memasukan laki-laki kedalam rumah tanpa seijin suami, terlebih lagi dia datang ke rumahmu saat Banu tak ada. Memang kalian tidak berbuat apapun, tapi yang namanya cemburu tidak melihat kalian berbuat ataupun tidak. Harap dimaklumi kalau Banu marah". Bu Genti mengusap bahu Rena.
"Aku benar-benar kecewa dengan Sholeh, Bu. Aku sudah berkali-kali bilang lupakan aku jauhi aku, untuk apa dia datang kembali dan merusak rumah tanggaku yang sedang baik-baik saja".
"Tunggu Re, kok kaya gak asing ya dengan nama Sholeh? sepertinya tidak asing dengan mana itu." Dahinya berkerut tanda Bu Genti sedang berpikir.
" Dia sales yang kemarin menawarkan
untuk outing class, Bu." Rena menundukkan wajahnya.
"Owalah daplun... daplun, bener-bener cinta banget yoh, Re dia sama kamu!" Bu Genti hanya bisa menggelengkan kepalanya."Jadi dia dulu bekas pacarmu toh, Ren? pinter cari pacar dulu ya.. Gagah gitu!" Tawa Bu Genti pecah.
"Masa lalu, Bu, sekarang gimana caranya aku menjelaskan kepada suamiku, Bu?" Rena merengek seperti muridnya.
"Ya sudah tinggal di deketin disayang-sayang nanti luluh sendiri Ren, Ibu sudah hafal watak lelaki!" ujar bu Genti. Tertawa kembali dengan suara kerasnya.
Sedangkan Rena masih berkutat dengan pikirannya, dia tidak bisa membayangkan bagaimana Banu akan marah padanya nanti. Sepanjang berumahtangga dengannya sepertinya Banu belum pernah marah seperti tadi. Apalagi tadi sudah menyebut saya dan kamu😨😨
Pusyiiing
Fokus Re, fokus
..................
Jangan lupa like dan beri bintang 5 disebelah sampul judul ya...
terimakasih 😘
seharusnya cerita2 gini nih yg banyak peminatnya bukan hanya tentang CEO aja
aku suka menceritakan kehidupan dan kesederhanaan hidup ,natural ceritanya
makasih y thor
sehat selalu
semangat dan semoga selalu sukses
😍😘🤗
ehhh,,,atau jangan2 emang kisah nyata yaaa
jempol banyak2 dech pokoknya
pinginnya ada bonchap 😁😁😁😁😁😁
terima kasih thor....sukses selalu...
kapan malam pertamanya udah hamil aja😅😅😅nunggin part MP nyaa,,malah udah end,,makasiih tor