NovelToon NovelToon
Nikah Paksa

Nikah Paksa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Perjodohan / Single Mom
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eleanor kici kici

Mita tidak pernah meminta takdir ini. Baginya, Sam adalah kakak, pelindung, dan satu-satunya tempat bersandar setelah kedua orang tuanya tewas demi menyelamatkan keluarga Sam. Namun, sebuah pernikahan atas dasar utang budi mengubah segalanya dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eleanor kici kici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: Pertemuan di Pinggir Jalan

Setelah panggilan telepon ditutup, keheningan yang panjang mendadak menyelimuti kabin mobil. Mita menyerahkan kembali ponsel itu kepada Sam dengan tangan yang sedikit bergetar. Sam menerimanya dengan perasaan yang campur aduk. Hantaman rasa bersalah dan kebingungan mendadak berkecamuk di dalam dadanya.

"Mita... terima kasih. Dan... maafkan aku karena selalu melibatkanmu dalam masalah ini," ucap Sam tulus, suaranya melunak penuh penyesalan.

Mita menoleh pelan, lalu memaksakan sebuah senyuman tipis yang terkesan menenangkan. "Tidak apa-apa, Mas. Semuanya akan baik-baik saja. Mas Sam tidak perlu merasa bersalah lagi," jawab Mita lembut. Kalimat sederhana itu entah mengapa seketika membuat hati Sam merasa sangat lega dan tenang, seolah sebagian beban berat yang menghimpit pundaknya selama berminggu-minggu ini luruh begitu saja.

Namun, tepat saat Sam hendak menginjak pedal gas untuk melajukan mobilnya kembali, sebuah mobil mewah mendadak berhenti tepat di hadapan mobil mereka. Sam terkejut dan refleks menginjak rem. Matanya membelalak lebar saat mengenali plat nomor mobil tersebut. Rupanya, itu adalah mobil ayahnya, Baskoro, dan ibunya, Diana.

Pintu penumpang mobil di depan terbuka, dan Diana melangkah keluar dengan senyum semringah. Begitu melihat Sam dan Mita ada di dalam mobil, Diana bergegas mendekat dan mengetuk kaca jendela, membuat Sam buru-buru menurunkannya.

"Loh, ada Mita juga di sini? Mita, kamu mau ke mana, Sayang?" tanya Diana heran sambil menatap menantunya.

Sam dan Mita pun segera menjelaskan bahwa mereka baru saja dari kios laundry. Diana mangut-mangut lalu menjelaskan kedatangan mereka yang tiba-tiba. "Ini Ibu sama Ayah mau pergi ke rumah kamu, mau main. Habisnya kamu sibuk kerja terus, Sam. Makanya Ayah sengaja meluangkan waktu pagi ini buat nganterin Ibu nemuin menantunya."

Dari dalam mobil depan, Baskoro ikut menurunkan kaca jendela dan menyahut, "Ya sudah, tidak apa-apa. Biar Mita pulang bersama Ibumu saja naik mobil Ayah. Kamu kan harus segera ke kantor, Sam. Biar Ayah antar Ibumu sebentar ke rumah kalian."

"Baik, Ayah," jawab Sam patuh.

Mita kemudian turun dari mobil Sam dengan gerakan yang sangat hati-hati. Namun, begitu Mita berdiri di bawah terik matahari pagi, Diana langsung mengernyitkan dahi saat melihat wajah menantunya dari dekat.

"Loh, Mita... kamu pucat sekali? Kamu... baru malam pertama ya?" tanya Diana blak-blakan dengan senyum menggoda, mengira kepucatan Mita karena urusan ranjang pengantin baru yang tertunda.

Mendengar celetukan istrinya, Baskoro yang berada di balik kemudi langsung menyahut dengan dahi berkerut, "Apa? Malam pertama? Mana mungkin malam pertama. Mereka kan sudah berminggu-minggu menikah, masa baru malam pertama sekarang? Ada-ada saja kamu, Bu."

Wajah Mita seketika menegang sesaat, namun ia dengan cepat berusaha meluruskan situasi agar tidak memicu kecurigaan yang lebih dalam. "Oh, tidak ada apa-apa, Ibu, Ayah. Malam pertama sudah berlalu... Saya hanya sedang merasa kurang enak badan saja hari ini. Makanya wajah saya agak pucat. Setelah ini saya akan segera beristirahat."

Sam yang memperhatikan interaksi itu dari dalam mobil sempat merasa ada sesuatu yang aneh dan mengganjal di hatinya. Namun, ego dan rasa bahagianya mendadak mendominasi. Pikirannya langsung menepis perasaan janggal itu karena ia terlalu senang membayangkan bahwa dalam beberapa hari lagi, setelah makan malam di rumah Baskoro, ia akhirnya akan terbebas dari pernikahan ini dan bisa kembali seutuhnya kepada Vanya.

"Baiklah, Ayah. Kalau begitu aku permisi dulu," ujar Sam.

Setelah berpamitan, Sam menginjak pedal gasnya dan melajukan mobilnya membelah jalanan, meninggalkan Mita yang berjalan masuk ke mobil orang tuanya dengan rahasia kelam yang terkunci rapat di dalam hati.(Jangan lupa klik tombol like di bawah ya, Kak!)

1
Emily
nyesel kan kamu Sam ...ngotot melepaskan Mitha malah dapat jalang
Emily
Vanya kena jebakan batman
Emily
lha pikir si ssm bakal tahu ada benihnya di perut Mitha gak tau malah belok belom terus
Emily
memangnya Sam dan Vanya udah menikah?
Emily
Mitha ga usah kebaikan malah ngaku janin yg di kandungnya benih pacarnya
Emily
CEO kok bego x si sam ni
Emily
ludwig kekasih mitha
Emily
Sam udah di ksih batu permata sama pak Baskoro malah mungut batu kerikil..mamam tu cinta
Emily
cinta boleh bodoh jangan ya sam...kenapa lebih pinter Mitha daripada kamu Sam padahal baru tamat SMA
Emily
Mitha bijaksana banget.,tetap seperti itu Mitha biar orang tidak merendahkan mu
Emily
rumit
Emily
cih sam..udah tau Vanya itu batu kali malah di pungut
Emily
demi harta ya sam.. preetlah
Emily
Sam bucin kepada kekasihnya padahal dia tau dan sadar klo wanitanya cuma cinta hartanya
Emily
gimana maksud cerita ini ...apakah Mitha janda
Emily
kenapa gak nolak aja Mita...kan bukan kamu yg berutang Budi kasih alasan yg masuk akal...sto jgan2 Mitha memang menyukai sam sebenarnya
Emily
mampir thor
Chenyu Wang
critanya bagus saya selalu nunggu kelanjutannya Terima kasih🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!