NovelToon NovelToon
Sahabat Ku Adalah Maut Rumah Tangga Ku

Sahabat Ku Adalah Maut Rumah Tangga Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:26.8k
Nilai: 5
Nama Author: sang senja

Sinta percaya bahwa rumah tangganya bersama Edi adalah tempat paling aman untuk pulang. Setelah bertahun-tahun menikah, ia rela mengorbankan segalanya demi mempertahankan cinta yang ia anggap suci.

Namun, hidupnya runtuh dalam satu malam ketika ia mengetahui sebuah kenyataan pahit, suaminya sendiri berselingkuh dengan Mayang, sahabat yang sudah ia anggap seperti saudara kandung.

Di balik senyum manis dan perhatian Mayang selama ini, ternyata tersimpan pengkhianatan yang perlahan menghancurkan rumah tangga Sinta. Edi yang dulu begitu mencintainya kini berubah dingin, penuh dusta, dan diam-diam memilih wanita lain di belakangnya.

Sinta tidak hanya kehilangan seorang suami, tetapi juga kehilangan sahabat terbaik yang selama ini selalu ada di sisinya.

Terkadang..
Musuh paling kejam bukanlah orang asing
Melainkan orang yang pernah kita percaya sepenuh hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bom waktu mulai bekerja

Malam itu, rumah keluarga Edi berubah menjadi medan perang. Tak ada lagi suasana hangat seperti biasanya. Yang terdengar hanyalah suara pertengkaran, bentakan, dan amarah yang meledak-ledak dari segala arah.

Edi duduk di ruang tamu dengan wajah lebam akibat pukulan ayahnya. Sudut bibirnya masih mengeluarkan sedikit darah. Namun, pria itu tidak mampu membantah atau melawan. Karena dia tau dia memang bersalah.

Edi ingin pulang ke rumah. Namun, rasa takut menghantuinya. Bagaimana jika pengirim misterius itu juga mengirimkan surat yang sama kepada Sinta?

Memikirkan kemungkinan itu membuat nyalinya ciut. Akhirnya, Edi memutuskan bertahan di rumah orang tuanya meski harus menghadapi amarah sang ayah yang tak kunjung reda. Di depan sofa, ayahnya berjalan mondar-mandir seperti singa yang terluka.

"Kamu tahu malu nggak sih?!"

Edi hanya menundukkan kepala.

"Maaf, Yah."

"Maaf?!"

Pria tua itu tertawa sinis.

"Kamu menghancurkan rumah tanggamu!"

"Kamu merobek kehormatanmu sendiri!"

"Kamu menghamili perempuan lain!"

"Kamu mempermalukan keluarga!"

Tika langsung berdiri.

"Sudahlah, Pak! Jangan cuma nyalahin Edi terus!"

Ayah Edi menoleh tajam.

"Kamu masih mau membela dia?"

"Ya karena ini bukan salah Edi sepenuhnya! Edi tetap anak kita. Edi juga manusia!"

Mendengar itu, kemarahan ayah Edi justru semakin memuncak.

"Manusia macam apa yang mengkhianati istrinya sendiri?"

Tika mendecakkan lidah.

"Lagian Sinta juga berubah."

"Apa hubungannya?"

"Sinta nggak becus jadi istri! Sibuk di toko roti terus, boros, dan kurang perhatian sama suaminya!"

Brak!

Ayah Edi membanting meja hingga semua orang terkejut.

"Cukup!"

Tika sontak terdiam.

"Jangan pernah salahkan Sinta untuk dosa anakmu sendiri!"

"Edi menjadi seperti ini, karena sikap mu yang selalu seperti ini!"

Rumah itu seketika hening. Selama ini... Ayah Edi hampir tidak pernah membela Bahkan saat istri nya mempermalukan sinta di keluarga besar mereka. Namun malam ini berbeda.Ayah Edi sadar. Seburuk apa pun hubungan rumah tangga mereka, perselingkuhan tetap tidak bisa dibenarkan.

Terlebih lagi... Perselingkuhan itu sampai menghasilkan seorang anak. Edi hanya duduk diam. Kepalanya terasa semakin berat. Masalah keuangannya belum selesai. Tagihan terus menumpuk. Mayang hamil. Dan terus mendesaknya untuk menikahinya.

Dan kini kedua keluarga telah mengetahui semuanya. Edi benar-benar merasa ketakutan. Dia benar-benar mulai merasakan semua akibat nya.

*

*

*

Di sisi lain... Keadaan di rumah Mayang jauh lebih mengerikan. Ayah Mayang yang selama ini dikenal tenang benar-benar mengamuk. dia bahkan membanting vas bunga hingga pecah berkeping-keping. Mayang menangis di sudut ruang tamu. Wajahnya pucat. Tubuhnya gemetar.

Namun, ayahnya tak lagi memiliki sedikit pun rasa iba.

"Kamu masih punya malu enggak sih?!"

Mayang terisak.

"Yah maafin Mayang..."

"Jangan panggil saya Ayah!"

Tangisan Mayang semakin pecah.

Ibunya ikut menangis sambil memeluk putrinya. Namun kemarahan pria itu sudah tak terbendung.

"Kamu merebut suami sahabatmu sendiri!"

"Kamu hamil tanpa suami!"

"Kamu menghancurkan nama keluarga!"

Mayang menutup wajahnya. Selama ini ia selalu merasa dirinya akan menjadi pemenang. Dia yakin Edi akan menceraikan Sinta. Mayang yakin dirinya akan menjadi istri sah.Dab Mayang yakin semua akan berjalan sesuai keinginannya.

Namun sekarang... Kenyataan menghantamnya jauh lebih keras daripada yang pernah ia bayangkan.

"Besok panggil laki-laki itu ke rumah."

Suara ayahnya terdengar dingin, tetapi justru terasa lebih menakutkan. Mayang langsung mendongak.

"Kami saling mencintai yah.."

"Saya ingin melihat seberapa besar tanggung jawab laki-laki itu."

"Yang kamu bilang dia sangat mencintai mu itu!"

Jantung Mayang berdegup kencang. Karena jauh di lubuk hatinya... Dia sendiri mulai meragukan Edi.

*

*

*

Sementara itu... Kayla Bakery justru dipenuhi suasana yang sama sekali berbeda. Pagi itu toko roti tersebut jauh lebih sibuk daripada biasanya. Pelanggan terus berdatangan tanpa henti. Pesanan roti semakin membludak. Bahkan beberapa perusahaan mulai rutin memesan snack box untuk berbagai acara mereka.

"Sin!"

Rahayu berlari kecil dari depan toko.

"Pesanan kantor yang kemarin nambah lagi."

Sinta membelalakkan mata.

"Lagi?"

"Iya."

"Berapa?"

"Lima ratus box."

Sinta hampir menjatuhkan spatula yang sedang dipegangnya.

"Lima ratus?"

Rahayu tertawa kecil.

"Aku juga syok."

"Kita benar-benar butuh pegawai tambahan."

Beberapa pegawai baru yang mereka rekrut bahkan mulai kewalahan melayani pesanan. Kayla Bakery berkembang jauh lebih cepat daripada perkiraan siapa pun. Sinta memandang dapur kecil yang dulu hanya diisi dirinya dan Rahayu.

Kini... Beberapa karyawan sudah bekerja di sana. Peralatan semakin lengkap, Pesanan semakin besar. Keuntungan terus meningkat.

Perlahan... Fondasi masa depannya mulai berdiri dengan kokoh. Ia bahkan mulai merencanakan pembangunan sebuah kafe kecil yang menyatu dengan toko rotinya.

Tanpa Edi. Tanpa bantuan siapa pun. Semua itu ia bangun dari hasil kerja kerasnya sendiri bersama Rahayu. Sinta tau tanpa bantuan kakak iparnya itu. Ia tidak mungkin bisa sampai di titik ini.

"Sinta."

Suara Fajar membuatnya menoleh. Pria itu baru saja datang ke toko dengan pakaian dinas yang masih melekat di tubuhnya.

"Kak."

Fajar menatap adiknya beberapa saat. Masih ada rasa sakit setiap kali mengingat apa yang telah dilakukan Edi. Namun ia berusaha tetap tenang.

"Gimana kabarmu?"

Sinta tersenyum kecil.

"Baik."

"Kamu bohong."

Sinta tertawa pelan.

"Kok tahu?"

"Karena aku kakakmu."

Suasana kembali hening.

Fajar kemudian duduk di hadapan Sinta.

"Dokumen perceraiannya sudah diproses?"

Sinta mengangguk.

"Sudah."

"Yakin?"

Kali ini Sinta tidak langsung menjawab. Tatapannya beralih ke etalase roti. Ia melihat para pelanggan yang tersenyum puas. Melihat Kayla tertawa riang bermain bersama Rahayu. Melihat kehidupan baru yang perlahan ia bangun dengan kedua tangannya sendiri.

Lalu... Ia mengangguk sekali lagi. Kali ini jauh lebih mantap.

"Insyaallah Sinta yakin kak"

Fajar mengembuskan napas panjang. Ada rasa lega di dalam hatinya. Adiknya akhirnya memilih dirinya sendiri. Bukan lagi terus mengorbankan kebahagiaannya demi seseorang yang tidak pernah menghargainya. Sinta telah menjalankan perannya sebagai seorang istri dengan sangat baik.

Bahkan ketika mengetahui perselingkuhan suaminya, ia memilih menutupi aib rumah tangganya serapat mungkin. Padahal... Banyak perempuan yang, ketika mengetahui suaminya berselingkuh, akan meluapkan kemarahannya kepada dunia.

Mereka membongkar semua bukti, mempermalukan pelaku, bahkan tak sedikit yang mengunggahnya ke media sosial agar semua orang mengetahui kebusukan pasangannya. Namun Sinta berbeda. Ia memilih diam. Bukan karena lemah. Melainkan karena ia sedang mempersiapkan semuanya dengan sempurna.

Sinta tidak perlu berteriak. Tidak perlu membuka aib siapa pun. Ia hanya memberi sedikit umpan... Lalu membiarkan para pelakunya menghancurkan diri mereka sendiri dengan perbuatan mereka sendiri. Itulah cara Sinta menghadapi ujian hidupnya.

Tenang.

Elegan.

Dan berkelas.

*

*

Di tempat lain... Edi duduk sendirian di dalam mobil. Ponselnya terus berbunyi sejak pagi. Panggilan dari Mayang. Panggilan dari ibunya, notifikasi tagihan, tagihan kartu kredit, tagihan pinjaman. Semuanya datang secara bersamaan.

Kepalanya terasa ingin pecah.Disaat kacau seperti ini. Pikirannya justru melayang kepada Sinta. Dulu... Semua masalah ini tidak pernah sebesar sekarang. Perselingkuhan nya tersimpan rapat. Tidak pernah kesulitan uang. Semuanya terkendali dengan baik.

Edi tak pernah benar-benar memikirkan dari mana semua itu berasal. Karena semuanya selalu dibereskan oleh Sinta secara diam-diam.

Kini... Setelah wanita itu berhenti membantunya... Barulah Edi menyadari betapa banyak beban yang selama ini dipikul istrinya seorang diri. Kesadaran itu akhirnya datang.

Namun... Semuanya sudah terlambat. Sangat terlambat. Karena saat ini... Sinta sudah mulai berjalan pergi darinya. Sedangkan kehidupan yang selama ini ia banggakan... Sedang runtuh sedikit demi sedikit.

Dan Edi belum mengetahui... Bahwa pukulan terbesar dalam hidupnya akan segera tiba. Sebuah amplop dari pengadilan. Yang akan mengubah seluruh hidupnya... Untuk selamanya.

1
naws
mungkin sinta akan jadi jembatan kamu kembali ke jalan-Nya.
naws
ihiyyy jalan menuju sinta
naws
gak peduli dia di luar CEO, pokoknya di rumah dia tetep anak ibu yg selalu siap dititipin roti sobek 🤏
naws
jodoh sinta 🙈
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: 🤫🤫🤫🤫 kok kalian tau sih?
total 1 replies
My_Lucia
semoga terjual secepatnya.. biar menderita 2 sejoli itu 🤭
My_Lucia
wihh... manteb nih .. 2 sejoli kaget ga tuh tiba-tiba terusir😂
My_Lucia
Em... Kayla udah kena pesona rendy🤭
My_Lucia
membekas pastinya, dan akan terngiang-ngiang...
Mochi
Loh.. aku blm beri ulasan toh ke sini. ya ampun. maaf ya thor. pokoknya the best bngt novel ini. Dan aku selalu menunggu2 up nya
Harus sampai tamat ya. sukses thor.💖💖💖💖💖
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: udah kok kak
total 1 replies
Mochi
ga sabaaar aku rumahnya cepet laku..
Mochi
naaahh.. betul. jual aja. kok ya enak bngt edi masih tinggal di situ
Mochi
sabar ya Kay. sebentar lagi om rendi bukan dipanggil om lagi. tapi papa
⋆˚𝜗𝜚˚⋆☆Blue_Sea☆⋆˚𝜗𝜚˚⋆
dih, udah bagus di buatin makanan juga.
RahmaYesi
lu laki tapi gak ngasih nafkah busanya mintak aja. oh atau ente pengemis kali ya
RahmaYesi
rasainnn rasainnn aja
RahmaYesi
hwuekkkk 🤮🤮
RahmaYesi
bagus deh, ceraikan saja Sinta. Sinta juga udah gugat lu
RahmaYesi
gila sih, suami udah selingkuh selama dua tahun dan Sinta tau itu, tapi dia masih bisa tersenyum dan melayani makan minum suaminya dg baik. kagum aku sama kamu Sinta
RahmaYesi
Sinta benar benar wanita tangguh. semoga kebahagiaan di depan sana sangat indah menanti kamu Sinta.
RahmaYesi
mendidih otakku baca cerita ini Thor.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!