Di hari ulang tahun nyonya yang ke 35, kedatangan jenderal menjadi kabar yang sangat membahagiakan.
Siapa sangka, bukan hadiah yang dia dapatkan. Namun kedatangan seorang wanita muda seusia putra sulungnya. Dan bukan ucapan ulang tahun yang jenderal katakan pada nyonya, tapi keinginannya menjadikan wanita itu sebagai istri keduanya.
Tanpa jenderal sadari, nyonya yang selama ini menciptakan hal-hal luar biasa untuk membantunya naik pangkat dan disegani itu, sama sekali tidak berasal dari tempat ini. Dia datang dari masa depan, dan karena jenderal telah berkhianat, sesuai janji mereka ketika menikah dulu, nyonya akan pergi meninggalkan jenderal.
Nama besar yang diperoleh atas dukungan nyonya, tidak mungkin akan bertahan ketika sang nyonya meninggalkannya bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18. Masih Berlagak
Xueyao sangat bersemangat menunjukkan pada para pelayan dari istana, mana barang-barang pribadi dari nyonya tua Wang dan mana yang barang-barang yang memang berasal dari kediaman Jinxi.
"Yang itu, yang itu, dan yang itu... jangan dibawa. Semua itu barang-barang kediaman Jinxi. Ambil saja tirai usang itu, dan selimut mereka ambil semua. Nyonya pasti tidak mau selimut bekas pakai nyonya tua yang bau minyak urut itu!" kata Xueyao sangat puas.
Dia benar-benar merasa puas. Akhirnya wanita tua yang sukanya menegur, memarahi dan memprotes semua hal yang dilakukan nyonyanya akan pergi meninggalkan kediaman Jinxi.
"Yang ini bagaimana kak Xueyao?" tanya pelayan dari istana.
"Buang saja, itu tempat duduk nyonya tua, nyonya pasti tidak akan menggunakannya. Tapi itu barang dari kediaman Jinxi, jangan dibawa ke kediaman jenderal!" kata Xueyao yang langsung di angguki oleh pelayan dari istana.
'Nyonya sangat baik, dia sebagai mencari kayu terbaik di seluruh negeri untuk membuat kursi yang nyaman untuk istirahat nyonya tua. Bantalannya bahkan terus di ganti dengan rajin oleh nyonya dengan kapuk yang selalu baru, tapi nyonya tua sangat jahat. Ada calon menantu dan cucu baru, menantu lama dan cucunya yang lama malah diperlakukan dengan tidak baik. Meski nyonya tidak perintahkan, aku juga tidak akan biarkan kursi nyaman itu dibawa ke kediaman jenderal. Biar orang tua itu duduk di kursi kayu yang keras dan membuat punggungnya pegal-pegal!' batin Xueyao.
Dan ketika semua barang sedang di keluarkan. Nyonya tua dan jenderal Lu masuk ke halaman yang tadinya memang menjadi tempat tinggal nyonya tua itu.
"Apa yang kalian lakukan! berhenti mengeluarkan barang-barang ku!"' pekik nyonya tua Wang.
Xueyao mendengus pelan dan berjalan ke arah nyonya tua Wang juga jenderal Lu yang wajahnya sudah seperti kalah perang.
Pertama-tama, Xueyao menunjukkan sikap hormat seperti biasanya. Xueyao membungkuk sedikit dan memberi hormat.
"Salam nyonya tua, salam jenderal!"
"Apa yang kalian lakukan!" pekik Nyonya tua Wang lagi.
"Nyonya tua, kami hanya menjalankan perintah Kasim Han. Katanya nyonya tua sudah diusir dari kediaman Jinxi..."
Plakk
Xueyao tidak bisa melanjutkan apa yang ingin dia katakan. Wajahnya sudah ditamparr dengan sangat kuat oleh nyonya tua Wang.
"Pelayan rendahan! dasar budak tidak tahu diri. Siapa yang membiarkanmu lancang bicara seperti itu? aku adalah nyonya tua Wang, ibu mertua putri Chenping. Beraninya bicara seperti itu padaku!"
Nyonya tua terlihat sangat mengerikan. Matanya melotot, mungkin sedikit lagi bola matanya sudah bisa keluar dari kelopak matanya itu karena sangking marahnya.
Namun Xueyao tidak merasa sedih sama sekali. Titah Kaisar sudah turun. Mereka paling hanya akan berteriak seperti ini, bersikap kasar seperti ini. Tapi pada akhirnya, mereka semua juga akan segera pergi. Jadi, apa yang perlu Xueyao khawatirkan.
Xueyao hanya menyentuh pipinya sekilas. Lalu sedikit menjauh dari dua orang yang sedang menunjukkan aura kebakaran jenggot itu di depannya.
"Nyonya tua, saya memang hanya pelayan. Dan saya hanya melaksanakan perintah. Nyonya sendiri yang memerintahkan saya mengawasi semua pelayan dari istana. Kata nyonya, jangan sampai ada atau barang pun milik nyonya tua yang tertinggal. Kata nyonya, jangan sampai nyonya tua kembali lagi untuk mengambil barang, menginjakkan kaki..."
"Kurang ajar! kamu sudah bosan hidup rupanya?"
Kali ini yang berteriak adalah Lu Yansheng. Sebenarnya, para putra jaman ini, sangat menghargai dan menghormati ibu mereka. Beberapa putra bahkan menindas istri dan anak demi memuliakan ibu mereka. Hal seperti ini sudah turun temurun terjadi. Seperti juga Lu Yansheng yang memang sangat menomorsatukan ibunya. Dia mana tahan, dan mana bisa menerima, kalau ada yang menghina ibunya. Jangankan sampai menghina. Ibunya direndahkan sedikit saja dia tidak terima.
Dan mendengar ucapan Xueyao, Lu Yansheng menjadi semakin marah.
Xueyao tidak bicara lagi, dia mundur perlahan. Dan tetap melakukan perintah Mei Huarin.
"Ayo cepat-cepat...!"
"Xueyao!" pekik Lu Yansheng.
"Mohon ampun jenderal, tapi Xueyao hanya mendengarkan perintah nyonya! di kediaman Jinxi ini, semua pelayan dan penjaga, memang hanya akan mendengarkan perintah nyonya!"
"Keterlaluan! dimana Mei Huarin!" pekik Nyonya tua Wang.
"Nyonya ada di taman, sedang merangkai bunga dengan nona muda pertama!" jawab Xueyao santai.
"Ibu, kita temui dia!" ajak Lu Yansheng pada ibunya.
"Ayo!"
Keduanya bergegas meninggalkan tempat itu. Xueyao yang melihat keduanya sudah menjauh, segera meminta para pelayan dari istana itu untuk bekerja lebih cepat.
"Ayo lebih cepat, nanti dua orang itu keburu kembali! cepat angkat semuanya dan lemparkan saja ke kediaman jenderal!"
Salah seorang pelayan langsung terdiam.
"Serius di lemparkan kak Xueyao, kalau pecah bagaimana?" tanya pelayan itu dengan wajah polos.
"Aih aih, aku hanya bercanda. Pokoknya cepat angkat ke kediaman jenderal sekarang juga! aku bantu, aku akan banti!" Xueyao sungguh tidak sabar, dia benar-benar sampai bantu mengangkat beberapa barang sangking ingin semua barang-barang nyonya tua cepat enyah dari kediaman Jinxi.
Sementara itu, melihat Mei Huarin bersenda gurau dengan Lu Yanzhi di meja taman. Lu Yansheng mengepalkan tangannya dan berjalan dengan sangat terburu-buru ke arah istri dan anaknya itu.
"Keterlaluan!"
Brakk
Prang
Lu Yansheng menjatuhkan semua bunga-bunga dan vas keramik yang ada di atas meja.
"Ayah!" Lu Yanzhi yang terkejut segera berdiri dan menggunakan tangannya seperti menghadang di depan ibunya.
Mei Huarin bisa melihat itu, dia tahu kalau putrinya sendiri terkejut dan ketakutan. Tapi masih berusaha melindunginya.
"Yan'er, tidak apa-apa!"
Mei Huarin menurunkan tangan Lu Yanzhi dan berdiri di depan pintunya itu.
"Kamu benar-benar menantu yang sangat luar biasa, Mei Huarin. Tega sekali kamu mengusir ibu mertuamu sendiri dari kediaman Jinxi ini! aku adalah nenek dari cucu-cucuku, bagaimana kamu bisa mengusir orang tua? benar-benar tidak berbakti!" pekik nyonya tua Wang.
Akhir-akhir ini sepertinya urat leher nyonya tua Wang memang sering terlihat, dia terus memekik dan memekik.
"Nyonya tua..."
"Begitukah caramu memanggil ibu mertuamu?" tanya Lu Yansheng.
"Jenderal, nyonya tua. Aku tidak akan banyak bicara. Aku cukup lelah hari ini, aku baru selesai menghitung pengeluaran kediaman jenderal yang ditambah 15 orang anggota baru. Cukup banyak! tapi aku senang. Karena mulai besok, semua itu bukan urusanku lagi!" kata Mei Huarin sengaja memancing amarah jenderal.
"Mei Huarin, kamu benar-benar keterlaluan!" pekik Lu Yansheng.
"Kenapa jenderal menyalahkan aku? bukankah semua ini titah Kaisar. Kalau memang berani, tunjukkan amarahmu ini di depan Kaisar!" ujar Mei Huarin tanpa ragu, Mei Huarin bahkan berani menatap tegas mata Lu Yansheng yang bahkan mulai bergetar ketika Mei Huarin menantangnya.
***
Bersambung...
nanti aku pula lama naik tensi🤦🏻♀️🤦🏻♀️
kayaknya dia pengen mepet sawah terus🤭
Siapa yang mau di paksa..?
Mei Huarin yg bersujud pada kalian semua..?
Yang benar saja.. 🤭
Meski kalian yg bersujud pada nya, Mei Huarin tak kan luluh dengan air mata buaya.. 😏
Karena Mei Huarin sangat tau, kalian adalah orang² yg bermuka dua..
Jadi, buang jauh² mimpi mu Nyonya Tua.. 😝😏
Apalagi kalian memanjakan nya dgn manja² gak menentu, gak terdidik adab & akhlak nya.. habislah.. 🤣🤣
Karena apa yg kau tanamkan sejak dini, seperti itulah kelak anak² akan mencontoh perilaku orang tua nya..
Dan kau lu Yansheng, ortu mu itu ada kurang²nya kalau kulihat.. Seperti orang gila harta, makanya anak lelaki mu punya prinsip yang sama dengan nyonya tua.. 🤦🏻♀️