NovelToon NovelToon
Yohana

Yohana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Fantasi
Popularitas:381
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

"Emm, tidak akan," ucap Aldo sambil menatap Hana.

"Yakin tidak akan kangen? Muachh," ucap Hana sambil mencium Aldo dengan senyuman manis.

Seketika wajah Aldo memerah karena sebuah ciuman yang diberikan oleh Hana. Itu membuat Aldo salah tingkah, bahkan dia tidak bisa berkata-kata. Saat mereka sedang asyik mengobrol berduaan, orang tua Hana dari lantai bawah memanggil Hana. Hana pun menjawab panggilan dari ibunya itu.

"Hana, sayang, ayo makan dulu," ucap ibu Hana.

"Iya, Bunda," jawab Hana.

Mereka berdua pun berdiri dan bersama-sama melangkahkan kaki untuk menuruni tangga. Sambil menuruni tangga, Aldo berbicara.

"Nanti kita keluar, ya, sayang," ucap Aldo.

"Mau ke mana memangnya, sayang?" tanya Hana.

"Tidak ke mana-mana. Aku ingin berdua saja sama kamu sambil melihat suasana luar sana," ucap Aldo sambil tersenyum.

Mereka berdua pun menuju ruang dapur. Saat masuk ke ruang dapur, kedua orang tua Hana sudah duduk di kursi meja makan sambil menikmati makanan. Hana dan Aldo pun mendudukkan diri, lalu menikmati makanan yang dimasak ibu Hana. Sambil menikmati makanan, mereka mengobrol dan bercanda. Aldo merasa malu karena ditanya tentang malam pertama oleh ayah Hana.

"Aldo, bagaimana rasanya kemarin malam pertama?" tanya ayah Hana sambil menaikkan alis.

"Ih, Ayah, kenapa menanyakan itu?" ucap ibu Hana.

Aldo tidak bisa berkata-kata, sedangkan Hana tersenyum menatap pertanyaan ayahnya. Setelah selesai menikmati makanan, kini mereka berdua melangkah untuk keluar rumah. Setelah mereka berdua berada di luar rumah, Hana sempat tertawa karena pertanyaan ayahnya saat mereka makan bersama. Seketika Hana terhenti lalu berbicara.

"Aku tidak sampai kepikiran ayah sampai bertanya seperti itu, haha," ucap Hana.

"Ish, ish... Kita ke taman, ya, sayang," ucap Aldo.

"Ayo, sayang," jawab Hana.

Mereka berdua pun melangkahkan kaki sambil mengobrol. Sampai di taman, kini Aldo dan Hana pun duduk di kursi yang sering kali mereka duduki. Hana pun bertanya kepada Aldo.

"Kenapa kita ke sini, sayang?" tanya Hana.

"Aku ingin melihat suasana di sini. Rasanya begitu tenang. Bahkan jika ada dirimu di sisiku, terasa begitu nyaman," ucap Aldo sambil menatap Hana.

"Aku juga sama. Aku merasakan bersamamu itu nyaman, walaupun ini baru beberapa minggu bisa berteman dan bercinta denganmu," ucap Hana dengan ucapan penuh perasaan.

"Aku tidak tahu kenapa bisa merasakan begitu nyaman. Aku juga tidak tahu kenapa kita bisa sesayang ini. Awalnya aku hanya melihatmu karena masalah, karena itu aku berani menikahimu," ucap Aldo.

"Jika aku ada masalah, mungkin hari ini kita tidak akan sedekat dan secinta ini. Terima kasih kamu sudah mau bersamaku. Aku berikan cintaku semuanya untukmu," ucap Hana lalu memeluk Aldo dengan penuh kebahagiaan.

"Sama-sama. Lupakan itu. Kita bangun dunia kita sendiri," ucap Aldo sambil mengusap punggung Hana.

"Iya, sayang," ucap Hana.

Sampai hari menjelang sore, mereka masih duduk di kursi sambil berpelukan. Bahkan banyak orang yang berjalan kaki dan melirik ke arah mereka berdua, merasa iri karena bisa seharmonis itu. Hingga matahari mulai terbenam, Hana pun berbicara karena dia harus bersiap-siap untuk berangkat bekerja.

"Sayang, kita pulang, ya. Nanti aku mau berangkat kerja," ucap Hana.

"Emm... kenapa kamu tidak siang saja bekerjanya, sayang?" tanya Aldo.

"Kamu tahu, kan, kalau siang aku harus kuliah. Pagi tidur sebentar, terus siang berangkat kuliah. Kalau aku tidak kuliah, mungkin aku ambil yang bagian siang. Karena aku tidak terus-terusan minta sama orang tua buat biaya kebutuhanku, jadi aku harus bekerja malam," ucap Hana.

"Emm... aku lupa. Maafin, ya, sayang, kalau siang kamu harus kuliah. Mulai besok, aku jemput kamu pulang kuliah juga, sayang," ucap Aldo sambil tersenyum.

"Iya, sayang, terima kasih. Kita pulang, yuk," ucap Hana.

Mereka berdua pun berdiri. Mereka pun pulang menuju rumah sambil bergandengan tangan yang begitu erat. Rasanya seperti dunia ini hanya ada mereka berdua. Sampai di rumah, Hana langsung masuk ke dalam rumah dan melangkah bersamaan, masih berpegangan tangan. Kedua orang tuanya yang melihat terus menggeleng-gelengkan kepala karena mereka berdua semasa berpacaran tidak sampai seperti Hana dan Aldo. Bahkan kedua orang tua Hana juga merasa sangat iri dengan anaknya yang bisa seromantis dan sespesial itu. Sambil melihat Hana dan Aldo melangkah menaiki tangga, ayah Hana pun berbicara kepada ibunya.

"Bun, anak kita beda banget, ya, Bun, sama waktu kita masih pacaran," ucap ayah Hana.

"Iya, beda jauh," ucap ibunya Hana.

Hana dan Aldo kini melangkah masuk menuju kamarnya. Namun, Hana langsung mengambil handuk. Hana tidak langsung melangkah menuju kamar mandi, melainkan dia mengajak Aldo untuk mandi bersama.

"Sayang, mau ikut mandi, kah, sayang?" tanya Hana.

"Memang boleh, sayang?" ucap Aldo.

"Yah, boleh, sayang. Siapa yang tidak boleh?" ucap Hana sambil tersenyum.

"Ehh... tidak, deh. Nanti malah lama mandinya, kan kamu mau berangkat kerja. Ya sudah, mandi dulu, sayang," ucap Aldo sambil tersenyum, tetapi dalam hatinya, Aldo ingin ikut mandi bareng dengan Hana. Aldo merasa takut jika dia berbicara. Selain itu, Aldo juga berpikir kalau mandi bareng akan membuat mandi mereka semakin lama.

Aldo pun duduk dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil menunggu Hana yang sedang mandi. Jam terus berjalan sampai tak terasa hari mulai malam. Hana pun masuk ke dalam kamar lalu berganti pakaian. Dia mengabaikan Aldo yang sedang rebahan.

Aldo masih terdiam tanpa memperhatikan Hana. Entah apa yang ada di pikiran Aldo, sampai Hana selesai menggunakan pakaian dengan rapi dan wangi. Hana pun mendudukkan dirinya di ranjang sambil berbicara.

"Sayang, memikirkan apa sih?" tanya Hana.

"Ehh... sudah selesai mandi, terus pakai pakaian? Kapan kamu pakai pakaiannya? Aku tidak lihat, ish, ish, cepat banget, deh," ucap Aldo sambil terkejut.

"Barusan. Aku lihat kamu dari tadi bengong. Ayo, antarkan aku ke tempat kerja, jangan dipikirkan," ucap Hana sambil tersenyum.

"Iya, ayo... nanti malam aku sendirian, dong, di sini?" ucap Aldo sambil berdiri.

"Iya, sayang. Kamu sendirian. Jangan takut, sayang, aku kan harus kerja buat biaya sekolah... biaya kamu juga aku bayarin. Jangan minta sama orang tua kamu, oke?" ucap Hana sambil tersenyum.

"Iya, sayang, terima kasih banyak bisa sebaik itu kepadaku. Aku tidak tahu harus apa karena aku masih anak sekolahan," ucap Aldo.

"Ayo cepat, antarkan aku ke tempat kerja, sayang. Nanti aku malah dicariin bosku," ucap Hana.

Mereka berdua pun berdiri. Aldo tidak mandi, melainkan dia mengambil jaket untuk menutupi tubuhnya dari angin malam yang dingin. Mereka berdua pun melangkah turun ke bawah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!