Salam dari author untuk pembaca 😊✨🙏
Putri Adelia yang biasa di panggil adel, usianya kini menginjak 24 tahun. Dia menjalani kisah cinta yang romantis dan begitu membuat iri orang-orang.
Kisah cintanya dengan devan alvano begitu indah dan tampak sempurna di mata siapa pun yang melihatnya.
Devan adalah sosok pria yang hampir tidak memiliki celah—tampan, mapan, dan selalu bersikap lembut pada Adel. Di hadapannya, Devan seperti pria yang hanya hidup untuk mencintai satu wanita.
Tapi tiba-tiba semuanya runtuh ayah adel memutuskan untuk menjodohkan nya dengan kakak Devan, yaitu Lucas yang usianya sudah 36 tahun terpaut jauh dari usia adel.
HEHEH SEMOGA SUKA YA SAMA NOVEL AKU 🙏😁✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tayanlee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18.
tebakan Lucas tepat sasaran, Adel terdiam untuk sesaat.
" kamu ini selalu... "
" menebak dengan benar " potong Lucas.
" dasar menyebalkan " gerutu Adel pelan, namun masih terdengar oleh Lucas.
" Aku bisa mendengarmu " ucap Lucas datar.
Adel menarik nafas panjang, lalu duduk di ujung sofa memberi jarak antara dirinya dan Lucas.
" Apa kamu menguping? " tanya Adel.
" Tidak, aku tidak seredah itu untuk menguping pembicaraan orang lain " jawabnya singkat.
" tapi Aku bisa menebaknya dari wajahmu " lanjut Lucas.
Hening kembali, kali ini tidak setegang dan secanggung tadi.
" Aku sudah mengakhiri semuanya " ucap Adel.
Lucas menoleh, Ia tampak tidak terkejut dengan pengakuan Adel.
" Seharusnya memang begitu " jawabnya singkat dan datar.
Adel menoleh, Ia menekuk wajahnya tampak kesal dengan jawaban Lucas yang dingin seperti itu, dia bahkan tidak mengerti perasaan Adel seperti apa.
" kamu bisa tidak, sekali saja tidak seperti robot?"
" Apa sekarang kau mengalihkan pembicaraan? " ucap Lucas.
" huh....kenapa kamu tidak bertanya kenapa?... dan bagaimana? "
" karena itu pilihan mu " jawab Lucas pelan, Ia meluruskan lagi wajahnya ke depan.
" aku tidak punya hak untuk mengomentari perasaanmu terhadap orang lain " lanjut Lucas.
Adel terdiam, apa yang di katakan Lucas memang benar adanya, mereka bahkan baru kenal beberapa hari lalu belum satu bulan, dan tidak tahu perasaan masing-masing, Adel menganggap Lucas masih seperti orang asing banginya.
" Kenapa diam? " tanya Lucas.
" lebih baik kamu kembali ke kamar, jika tidak ingin aku berubah pikiran " lanjut Lucas.
" Huh.... dasar manusia setengah robot " gerutu Adel dengan kesal, Ia pun berdiri, lalu berjalan sambil menghentakkan kakinya.
Sebelum masuk ke kamar dia berhenti di depan pintu, lalu berbalik lagi berjalan menuju Lucas yang ada di sofa.
Adel berdiri tepat di samping sofa, dengan kedua tangannya yang terlipat di bawah dada dan dagu yang sedikit di angkat.
" Aku tidak mau di anggap istri yang kejam " ucap Adel tiba-tiba.
Lucas menoleh, menatap Adel dengan wajah bingung.
" kita akan berbagi kamar... maksudku kita akan berbagi ranjang tapi...... jangan senang dulu"
" ada tapinya....jangan macam-macam, jangan berharap juga, kita hanya akan menjadi teman sekamar atau lebih tepatnya teman seranjang "
Lucas terdiam sejenak, Lucas menelusuri wajah wanita itu yang terlihat serius tapi juga canggung.
" teman seranjang " ulang Lucas pelan, alisnya terangkat tipis.
Adel langsung mengalihkan wajahnya, Ia merasa aneh dengan ucapannya barusan, ada rasa malu, canggung dan perasaan aneh yang sudah ada sejak tadi.
" itu c... cuma istilah... jangan di pikir macam-macam " bela Adel, Ia masih memasang benteng pertahanan.
Lucas menyandarkan tubuhnya di sofa, sudut bibirnya hampir terangkat bukan senyum penuh, tapi cukup untuk menunjukkan bahwa ucapan Adel menarik.
" tenang saja... aku tidak berniat macam-macam yang seperti kamu pikirkan "
Adel berdecih pelan.
" bagus kalau begitu " ucap Adel, Ia membalikkan tubuhnya, dengan langkah yang di percepat Ia masuk kedalam kamar dan langsung melemparkan tubuhnya di ranjang.
Adel membenamkan wajahnya di kasur, ada rasa malu dan duga canggung, wajahnya terasa panas bahkan mungkin sudah terlihat merah karena menahan malu.
sial...sial... sial... dasar mulut sialan...
bisa-bisanya aku membiarkan buaya darat itu naik ke atas ranjang yang sama denganku.
kenapa sih mulut sialan ini bicara seenaknya begitu...
Adel membenamkan wajahnya lebih dalam ke kasur, tangannya mengepal di atas bantal.
" Aduh Adel... kenapa sih harus ngomong kaya gitu " gerutu Adel pelan, Ia menendang pelan kasur, kesal karena dirinya sendiri.
" teman seranjang? serius Adel? serius "
tanpa Adel sadari Lucas berdiri tepat di belakangnya, melihat tingkah aneh Adel.
" apa yang kau lakukan? " tanya Lucas tiba-tiba, menatap Adel dengan keheranan.
Adel langsung membeku, perlahan sangat pelan Ia mengangkat wajahnya dari kasur, lalu menoleh ke belakang.
Dan benar saja, Lucas berdiri di sana sambil menatapnya, wajah Adel yang sudah merah sejak tadi kini semakin memanas.
" K... kamu.. sejak.. ka..kapan di situ? " tanya Adel gugup, dan Ia buru-buru bangkit duduk.
Lucas bersandar di dekat pintu, kedua tangannya di masukan ke saku celana.
" cukup lama untuk mendengar 'teman seranjang'!!! " jawabnya datar.
" dasar menyebalkan... kamu menguping? " ucap Adel yang sedikit menunggu karena malu dan juga gugup.
Lucas menatapnya datar, tidak terganggu sedikitpun oleh tuduhan itu.
" aku tidak menguping " jawabnya santai.
" kamu saja yang terlalu keras berbicara untuk ukuran seseorang yang sedang kesal " lanjut Lucas.
Wajah Adel langsung merah padam, Ia terdiam tidak bisa berkata-kata.
" cukup... " ucap Adel.
" untuk apa kau ke sini? " tanya Adel, suaranya sedikit gemetar, Ia memalingkan wajahnya ke arah lain, menyembunyikan rasa malunya.
" kamu sendiri yang memintaku untuk tidur di ranjang yang sama, apa kamu lupa? "
Lagi-lagi Adel di buat diam oleh Lucas.
" tidak..."
" lakukan saja, " ucap Adel gugup, Ia merebahkan tubuhnya lalu menutup seluruh wajahnya dengan selimut, Ia sangat malu, tapi juga tidak bisa marah begitu saja.
Lucas menghembuskan nafas panjang, lalu menutup pintu kamar.
Ia berjalan pelan menuju ranjang, lalu duduk di sudut ranjang, Lucas juga mematikan lampunya di ganti dengan lampu tidur yang remang-remang.
" Jangan menyesali ucapan mu, setelah ini aku tidak akan mau tidur di luar " ucap Lucas, Ia pun merebahkan tubuhnya di ranjang samping Adel.
Keheningan menyelimuti kamar itu, lampu redup menciptakan bayangan lembut di dinding, sementara jarak di antara mereka terasa aneh, dekat, tapi juga jauh.
Adel masih bersembunyi di balik selimut, tubuhnya kaku, seolah gerakan kecil pun bisa menghianati kegugupan nya.
Di sisi lain Lucas berbaring dengan satu tangan di bawah kepalanya, menatap langit-langit dengan tenang, seakan situasi ini tidak mengganggunya.
Beberapa detik berlalu, Adel masih dengan posisinya.
" kalau kamu terus seperti itu, kamu akan kehabisan nafas " ucap Lucas datar tanpa menoleh.
Adel langsung membuka selimutnya sedikit hanya memperlihatkan matanya saja untuk mengintip.
" tidak akan terjadi " ketus Adel, meski suaranya sedikit terendam di dalam selimut.
Lucas menghembuskan nafas panjang.
" kamu terlalu tegang "
" Gak tuh " ucap Adel, Ia membalikkan tubuhnya membelakangii Lucas, menarik selimut sampai batas bahu, mencoba mengatur nafasnya sendiri, Adel mencoba untuk tidur.
\~~~
Pagi pukul 05:00 subuh, bahkan matahari pun masih belum menampakkan dirinya, cahaya damar kebiruan dari luar jendela masuk melalui tirai, menciptakan suara tenang dan nyaris sunyi.
Adel terbangun perlahan, matanya berkedip beberapa kali, menyesuaikan diri dengan cahaya redup, untuk beberapa detik Ia menatap ke langit-langit sampai ke sasarannya kembali.
Ia bisa mendengar suara langkah kaki yang berjalan kesana, kemari, Adel duduk dan melihat ke depan dengan rambut yang sedikit berantakan.
lalu Adel menoleh ke arah pintu kamar yang terbuk lebar, Adel pun segera beranjak dari ranjang berjalan pelan menuju kamar mandi untuk cuci muka.
Adel membuka pintu kamar mandi, lalu menutup nya kembali.
di dalam dia mencuci wajahnya, dan menyikat giginya, pandangannya lurus ke cermin melihat pantulan dirinya sendiri.
padahal masih pagi dia sudah sibuk sendiri
Gerutu Adel, Ia pun segera mencuci mulutnya dan keluar dari kamar mandi.
Ceklek__
Adel menutup kembali pintu kamar mandi, Adel tersentak kaget, tiba-tiba Lucas berdiri di depan meja TV yang ada di kamar depan ranjang.
Lu doyan ma perempuan kaga sih 🙄🙄🙄🙄
a elaaaaaaah lu lambat banget jadi cwo.
Readers kecewa nih 😒😒😒
Reader : elu nyesel khan Cas, yg begitu lu anggurin.
Udeh buruan lu tubruk deh...udah halal juga khan
Lu gimana sih Lucaaaaaasss, masa iya lu diem aja dibilang laki ga normal.
Harusnya tuh lu tunjukin ke Adel...kasih paham ke Adel, kl lu laki tulen
Hanya Othorlah pemegang kendali atas segalanya
Tunjukkan kl kamu ga terpengaruh ocehan Karina, biar Karina tidak memandangmu remeh.