(Series kedua dari novel HOLPY)
Memasuki lintas waktu dan terlempar ke masa lalunya melalui buku yang ada di ruang kerja ayah. Mi'er sempat bingung dunia apa itu, namun perlahan dia mulai mengerti dan mengetahui banyak rahasia yang telah terjadi.
Memiliki banyak seseorang yang berada di pihaknya, tidak lupa banyak juga yang menjadi musuhnya. Namun mi'er bertekad untuk tetap bertahan hidup di dunia itu, dia berkata bahwa dirinya tidak mau berakhir menyedihkan seperti ibunya.
Mi'er terlahir sebagai anak yang berbakat dan kuat, tapi dirinya belum mengetahui bagaimana cara menggunakan kekuatan itu, menyebabkan dirinya harus masuk perguruan Zhen dan bertemu banyak orang.
Cinta pertama, sahabat, serta musuh bermula dari sana. Hingga kehidupan itu membuatnya nyaman dan tidak ingin meninggalkan. Tapi suatu kejadian membuatnya merasa sedih dan harus mengulangnya kembali.
Season 2 :
Ratusan tahun berlalu, Mi'er telah di angkat menjadi seorang Dewi bunga yang tinggal di paviliun hwamei. Seorang penari yang terkenal cantiknya.
Putra mahkota Yong Sicheng telah jatuh cinta sejak pandangan pertama pada penari di paviliun hwamei tersebut, namun dia sudah memiliki tunangan yang akan menjadi putri mahkota.
Segala cara dilakukan agar Sicheng mendapatkan hati Mi'er, begitu pula dengan Mi'er yang tak luput dari ingatan lamanya.
Namun ada satu hal yang membuat hubungan mereka sedikit berjarak, yakni antara calon kaisar dan rakyat biasa atau bahkan manusia dan Dewi bunga.
Bagaimana kah kisah cinta perjuangan mereka? Bisakah Yong Sicheng menjadikan Mi'er pasangan hidupnya? Lalu apakah Mi'er akan mendapatkan restu dari Maha Nuwa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crieestalies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16 : Siapa Mentri Gong ?
Sebelum sidang berlangsung mi'er terlebih dahulu mengunjungi Gu Yao di penjara meski tubuhnya tidak terlalu sehat, saat datang dia melihat Mentri Gong yang sedang mengobati Gu Yao.
"Mentri Gong?" Panggil mi'er.
Mentri Gong hanya tersenyum, kini Gu Yao sudah terbebas dari racun siluman penghisap darah. Hal yang membuat mi'er terkejut adalah mengetahui bahwa Mentri Gong bukanlah orang biasa, seharusnya jika dia benar-benar berasal dari kerajaan barat, dia tidak memiliki kekuatan apapun.
"Kamu siapa? Kamu bukan Mentri Gong." Ucap mi'er dengan waspada, di tangannya sudah terdapat sebilah pedang yang mengarah ke leher Mentri Gong.
"Tenang mi'er saya datang kesini untuk memastikan keadaan mu, kedua orang tua mu sangat khawatir." Mentri Gong menurunkan pedang itu secara perlahan agar tidak melukai lehernya.
"Kedua orang tua ku?" Mi'er masih belum bisa menebak siapa mereka entah itu permaisuri dan kaisar barat, ataukah orangtua kandungnya di masa depan.
"Wen Grissham dan Aster Yu, bukankah mereka orang tua mu?" Tanya Mentri Gong.
Sontak pedang itu pun terjatuh dan mi'er menarik kerah baju Mentri Gong lalu mengancam. "Dimana kedua orang tua ku?!" Mi'er tampak khawatir jika terjadi sesuatu pada mereka.
"Mereka tentu berada di masa depan, Erika menyampaikan bahwa kau harus mengakhiri diri mu sendiri baru bisa kembali." Jelas Mentri Gong.
Mi'er terlihat sedih, bukan tidak rindu pada kedua orangtuanya. Dia sangat rindu akan tetapi jika dia pulang, pasti lebih sangat merindukan dunia ini, di tambah lagi dia ingin hidup lebih lama disini, dia ingin membuat kisah yang baik tidak seperti ibunya.
"Aku...tidak bisa." Jawab mi'er.
"Aku mengerti, tidak masalah jika kamu ingin lebih lama disini. Tapi ada satu hal yang ingin aku ingatkan, semua cinta akan berakhir meski kau pernah merasakan kebahagiaan, putus, berpisah, atau mati. Begitu juga kehidupan, yang lama akan di ganti dengan yang baru, berkali-kali hidup sebagai kisah berbeda dan manusia yang sama." Mentri Gong menutup kalimatnya dengan senyuman kecil, dia pergi. Perkataannya itu sangat berarti, hidup berkali-kali dengan tubuh yang sama, bersyukur jika kamu di beri kelupaan tetapi dirinya tidak. Dia terus merasa tersiksa dengan ingatan lama, hingga dirinya tidak bisa merasakan kebahagiaan.
Mi'er memegang bajunya erat, dia merasa bimbang. Apakah percuma jika dia ingin bahagia di kehidupan ini? Tapi mi'er merasa hidupnya lebih berwarna disini, dia merasakan banyak orang-orang yang perduli, orang-orang yang selalu bergerak bersamanya.
"Mi'er..." Panggil Gu Yao, matanya mulai terbuka, sepertinya laki-laki itu sudah sepenuhnya sadar.
"Gu Yao, bagaimana keadaan mu?" Tanya mi'er.
"Aku baik, tapi sebaiknya kau pergi dulu. Seseorang akan datang." Jawab Gu yao lirih dengan tubuh terikat bibir yang pucat.
Mi'er pun pergi, tidak jauh dari sana dia bersembunyi lalu melihat Yi Juan datang menghampiri Gu Yao. Awalnya Yi Juan bersikap seperti biasa, tapi tiba-tiba matanya berubah menjadi merah dan kukunya memanjang hendak merobek leher milik Gu Yao.
"Hentikan!" Teriak mi'er.
Siluman itu berhenti, dia tersenyum menyeringai. Sangat menyeramkan, dengan gigi tajam seperti ikan piranha. Dia memang siluman ikan, matanya persis seperti mata ikan yang memerah.
"Kebetulan sekali, ada kamu." Ujarnya, lalu menyerang Mi'er dan hendak menculiknya juga.
Sring! Mi'er mengeluarkan pedangnya, kini dengan elemen es. Dia bertarung melawan siluman itu, terus memberikan serangan tapi sayangnya siluman itu tetap menghindar dengan cepat bagaikan air yang mengalir dengan deras tak perduli benda apa yang menahannya.
Siluman itu berdiri di hadapan mi'er, saat lengah dia ingin menggigit leher mi'er dan memakan darah dan daging agar tingkat kekuatannya meningkat. Dengan cerdik mi'er menusuk pedang ke dalam mulutnya hingga menembus kepalanya.
Syat!! Darah muncrat, siluman itu tidak berdaya. Tapi yang membuat kesal jendral Li dan panglima Li Chengyun bersama para penjaga lainnya datang, siluman ikan penyamar mulai berakting selayaknya Yi Juan dan meminta pertolongan.
"P-panglima Li Chengyun..." Panggil siluman itu dengan wujud Yi Juan dengan kepala berdarah-darah.
"Pangeran Yi Juan?!" Panik jendral.
Panglima Li Chengyun sangat terkejut dan tidak percaya, mi'er tidak bisa berkata-kata. Dia sudah di fitnah dan pedang es berdarah menjadi buktinya.
"Apa yang kau lakukan pada pangeran Yi Juan!" Marah jendral Li.
"Dia bukan Yi Juan, dia siluman." Panik mi'er.
Panglima Li Chengyun yang tertipu langsung membawa Yi Juan pergi dan menyuruh para penjaga memanggilkan tabib. Mi'er pun merasa bersalah dia menyusul mereka semua, tabib datang lalu mengobati Yi Juan, sementara kabar itu telah sampai di telinga kaisar.
Saat kaisar datang mi'er memberikan hormatnya tapi tidak di perdulikan, itu karena dia sangat marah karena putranya di lukai. Bagaimana mi'er harus menjelaskan bahwa siluman itu bukanlah Yi Juan, di tambah lagi panglima Li Chengyun sekarang menjauh darinya.
"Panglima Li Chengyun, saya bisa jelaskan. Dia hendak melukai Gu Yao, dan dirinya bukanlah Yi Juan, tetapi siluman yang sedang menyamar." Jelas mi'er sambil memohon agar Li Chengyun mempercayainya.
"Setelah melihat kejadiannya sendiri, apakah aku masih bisa mempercayai mu?" Tanya panglima Li Chengyun.
Mi'er pun menjadi sangat kesal dan tidak bisa mengontrol emosinya, tidak ada satu pun orang yang percaya. Akhirnya dia pergi dan pulang ke paviliun milik gurunya, sesampainya di kamar mi'er merasa tak tenang hingga ia memutuskan untuk duduk di luar.
Bukan sampai disana saja, saking kesalnya mi'er tidak tahu harus mengungkapkan perasaan kecewanya. Dia hanya bisa menyentuh pohon mati dan membuat pohon itu hidup kembali, salah satunya cara untuk meringankan rasa kesal.
Dia berputar lalu memancarkan cahaya berwarna pink, seketika tempat itu berubah menjadi taman hwamei. Bukan lebih tepatnya paviliun blossom. Mi'er menangis, mungkin ini terlihat lemah, tapi dirinya tidak bisa menahan kecewa, dia tidak tahu harus melampiaskan kemana.
Sementara itu otang dan guru Minglin menatapnya dari kejauhan, otang hendak menghampiri mi'er karena khawatir tetapi di cegat guru Minglin dan ia pun berkata.
"Biarkan dia sendiri, dia butuh waktu untuk berpikir lebih dewasa. Di dunia ini akan ada 1001 cobaan yang akan menghampiri mu." Ucap guru Minglin.
Sementara itu di sisi lain, setelah tabib mengobati luka di kepala Yi Juan. Kaisar Yifan datang melihat putra keduanya, dia merasa ada yang janggal. Kenapa mi'er harus menyerang Yi Juan tepat di kepalanya? Jika memang membenci Yi Juan seharusnya dia menyerang di alat vital perut, ataukah Yi Juan hendak melecehkan mi'er? Tapi Yi Juan bukan laki-laki yang seperti itu.
Ada sisa darah di bantal, kaisar Yifan menyentuhnya. Detik kemudian dia merasakan sesuatu, dan Yi Juan putranya memanggil.
"Die—"
Crash! Dinding di penuhi darah yang menghitam, kepala dan tubuh terpisah. Jendral Li sangat panik melihat kejadian itu.
"Kaisar apa yang anda lakukan?! Kenapa anda membunuh pangeran Yi Juan!" Panik jendral Li.
"Dia bukan putra ku, dia siluman." Sebut kaisar Yifan.
Perlahan tubuh Yi Juan berubah menjadi ikan yang sangat menyeramkan dengan posisi kepala dan badan terpisah. Jendral Li pun mengerutkan dahinya, ternyata dia sudah berprasangka buruk.
Panglima Li Chengyun menyadari hal itu, sontak dia berlari meninggalkan tempat itu. Dia sudah bersalah menyalahkan mi'er karena itulah dia sekarang belari menuju paviliun Bing.
Dia melihat sosok mi'er yang berdiri menatap pohon hwamei, Li Chengyun berlari lalu memeluknya dari belakang dan mengucapkan.
"Maafkan aku, maaf sudah salah menuduh mu." Ucap Panglima Li Chengyun.
"Panglima Li Chengyun?" Panggil mi'er, ternyata dia sedang duduk sambil memakan kue kelinci. Lalu siapa yang di pelukannya?
Orang itu berbalik dengan senyuman yang jahil, ternyata itu Gu Yao yang sudah di bebaskan. Dan mendapatkan energi setelah di tolong Mentri Gong.
"Iya Chengyun Gege, saya memaafkan mu." Ucap Gu Yao dengan malu-malu.
Li Chengyun langsung mendorong Gu Yao, dan mi'er pun tertawa. Berkat Gu Yao, Li Chengyun berhasil merasa sangat malu atas perbuatannya sendiri. Sial, pikir Li Chengyun. Dia terlalu bersemangat untuk memeluk mi'er.
Wajah memerah, Li Chengyun pun berniat untuk meninggalkan tempat itu.
"Sudah datang kesini tapi malah pergi, sebenarnya apa mau mu?" Tanya mi'er.
"Aku hanya ingin meminta maaf, itu saja." Jawab panglima Li Chengyun dingin, hal itu dia lakukan supaya memperbaiki rasa malunya.
kau rela meninggalkan dunia demi org yg kau cintai 😘😘
lanjut ....😭😭😭😭
asli ngakak abis di sini .
adik nya yg terobsesi dg mier
dan sang kakak yg bingung dg prasaan ny menyukai seorang pangeran
masak cemburu sama cowok ... ?? hahahaha