NovelToon NovelToon
GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

Status: tamat
Genre:Dokter / Anak Yatim Piatu / Teen School/College / Romantis / Cintamanis / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Devan kaget saat tiba-tiba seseorang masuk seenaknya ke dalam mobilnya, bahkan dengan berani duduk di pangkuannya. Ia bertekad untuk mengusir gadis itu, tapi... gadis itu tampak tidak normal. Lebih parah lagi, ciuman pertamanya malah di ambil oleh gadis aneh itu.

"Aku akan menikahi Gauri."

~ Devan Valtor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruang guru

Di ruang guru, seperti para murid cewek, di kalangan guru-guru wanita pun semuanya sibuk bergosip tentang foto Devan dan Gauri yang menyebar. Kebanyakan guru muda, termasuk Diana yang seumuran sama Devan.

Diana dari awal tidak suka dengan Gauri. Karena gadis sakit itu sering mengganggu tiap kali dia mengajar di kelas XII⁴, kelasnya Ares. Ares bahkan berani melawannya sebagai guru, cuma demi membela gadis itu.

Sekarang, foto yang tersebar, yang memperlihatkan kedekatan Gauri dan Devan membuatnya bertambah panas. Dia kan suka Devan diam-diam dari jaman sekolah dulu.

Ruangan guru yang awalnya berisik dengan bisik-bisik penasaran guru kini hening karena Devan muncul. Seperti biasa, lelaki itu selalu gagah dan tenang. Sudah hampir seminggu dia mengajar di sekolah ini, tapi belum ada satu pun guru yang akrab dengan dia. Guru laki-laki ada yang sering berbincang dengannya, tapi hanya seadanya. Devan tidak terlalu suka bicara.

Diana memberanikan diri mendekati guru tampan itu.

"Pak Devan,"

Devan menaikan wajah menatap Diana. Diana tersenyum manis, sedikit merapikan rambutnya, berusaha terlihat profesional meski hatinya penuh kehebohan.

"Mm, nanti ada wawancara dari pihak yayasan, pak. Mereka mau ambil beberapa dokumentasi dan data guru baru. Saya tadi ditunjuk bu wakil kepala sekolah buat ngasih info ke bapak."

Devan mengangguk, tenang seperti biasanya.

"Kapan?"

"Jam istirahat kedua. Di ruang BK." Diana melirik sekilas ke arah guru-guru lain yang diam, semua pura-pura sibuk membaca berkas, padahal telinga mereka mengarah ke percakapan ini.

"Kalau bapak mau, saya bisa dampingi."

"Tidak usah, terima kasih," jawab Devan langsung, suaranya datar.

Jawaban itu membuat Diana seketika kaku, tapi dia cepat menutupi rasa tidak nyamannya dengan senyum canggung.

"Oh… baik, pak."

Devan kembali menunduk menata buku di tangannya, seolah percakapan sudah selesai. Namun Diana tidak menyerah begitu saja.

"Pak Devan," panggilnya lagi, kali ini lebih pelan.

"Tentang … foto yang beredar itu… bapak tidak apa-apa? Soalnya di grup guru lumayan ramai dibicarakan."

Beberapa guru spontan menahan napas. Topik yang mereka bisikkan dari tadi akhirnya muncul juga. Bu Diana berani juga, menurut mereka.

Devan menutup buku, lalu menatap Diana dengan mata teduh namun dingin.

"Tidak ada yang perlu saya jelaskan. Saya memang kenal Gauri, apa salahnya saya bersama dia?"

Nada suaranya pelan tapi sekaligus keras, membuat Diana otomatis mundur setengah langkah. Ada perasaan menusuk yang ia sendiri benci, cemburu. Cemburu pada seorang gadis yang bahkan tidak sekolah, yang selalu sakit mentalnya, tapi mendapat perhatian Devan yang selama ini ia inginkan.

"Maaf kalau saya lancang," ucap Diana cepat, menunduk.

"Saya cuma khawatir murid-murid bergosip berlebihan sama bapak."

"Khawatirkan saja masalah anda sendiri." balas Devan menohok.

Suasana ruangan yang tadinya hening berubah makin tegang. Diana tersenyum, dan melangkah pergi, wajahnya merah padam, antara malu dan patah hati yang ia pura-pura tidak rasakan.

Pada saat yang sama seseorang masuk ke dalam ruang guru tersebut. Tanpa ijin, tanpa malu, tanpa peduli ada banyak guru di dalam sana. Siapa lagi yang bisa melakukan itu kalau bukan Gauri.

"Kakak ganteeng ...!

Gadis itu berlari kencang ke arah Devan. Melewati semua guru yang melihatnya dengan tatapan yang berbeda-beda. Devan sendiri kaget melihat Gauri sudah datang pagi-pagi begini. Ia cepat-cepat menggeser bangku kosong agar kalau gadis itu sampai di dekatnya, tidak akan langsung naik ke pangkuannya dan memeluknya seperti yang biasanya dia lakukan.

Ini ruang guru, ada banyak pendidik. Kurang baik rasanya kalau Devan membiarkan gadis itu melekat di pangkuannya.

Gauri berhenti tepat di depan Devan, masih terlalu dekat untuk ukuran ruang guru, matanya berbinar seperti anak kecil menemukan mainan favoritnya.

"Kakak ganteng! Ayo ikut sini!" serunya tanpa volume yang dikecilkan sedikit pun.

Beberapa guru otomatis saling pandang. Ada yang tercengang, ada yang geli, ada yang makin penasaran. Diana yang baru saja hendak keluar, membeku di ambang pintu dengan wajah menegang. Tidak jadi keluar.

Gauri tidak duduk di kursi yang sudah Devan sediakan untuknya, justru gadis itu menarik tangannya dengan sekuat tenaga.

"Mau ke mana Gauri? Kenapa kamu udah ke sini pagi-pagi banget? Kamu ada jadwal di ijinin ke sini kan?" ucap Devan lembut. Terlalu lembut untuk seorang guru tampan yang biasanya berkata dingin, datar dan ketus.

"Gauri pengen nagih cokelat ke tante. Ares mau belajar, nggak bisa temenin. Kakak temenin Gauri." ucap Gauri fasih. Tapi gayanya memang seperti anak-anak.

"Tapi kakak juga mau ngajar habis ini Gauri. Entar aja ya kakak temenin kamu. Sekarang kakak anterin kamu balik ke rumah sakit, mau?"

Wajah Gauri berubah seketika.

"Nggak, Gauri mau cokelat sekarang, tante udah janjiin hari ini." Gauri kembali menarik tangan Devan. Mau tak mau pria itu berdiri, membiarkan dirinya di tarik oleh gadis itu. Bel masuk masih ada sekitar dua puluh menit. Tidak apa-apa dia menemani Gauri sebentar. Hanya sebentar, pikir Devan.

Semua guru terheran-heran Devan malah patuh pada gadis yang mentalnya terganggu itu. Mereka menatapi pria itu yang mau saja di tarik oleh Gauri keluar dari sana. Diana yang paling tidak senang. Semua kebenciannya terhadap Gauri makin terpupuk.

"Pak Devan kok bisa ya? Patuh pada gadis yang terganggu pikirannya?"

"Betul, padahal dia itu killer abis. Tapi sama gadis itu.

Semua terus bergosip mengatakan pandangan mereka yang berbeda-beda tentang Devan, serta rasa tidak senang mereka pada Gauri. Banyak yang mengatakan makin terganggu dengan keberadaan Gauri.

1
tutut wahyuningsih
👍👍👍👍
irma hidayat
rasain lu gino kamu lengah padahal udah gunain akal akalanmu agar devan ikut
irma hidayat
pede banget kamu diana bilang ga cocok, mau nya kamu ya yg cocok
irma hidayat
cerita nya bagus,semangat berkarya thor
irma hidayat
kena juga tuh di akalin gino
irma hidayat
diana jangan marah kamu sedang menuai hasil dari perbuatanmu
irma hidayat
pelampiasan cemburu tuh s diana,ares kena
Qaisaa Nazarudin
Padahal yah dengan kejadian berlaku dan setelah kecelakaan itu, Sesiapa juga bisa MENEBAK apa yg sebenarnya terjadi,Setelah kejadian itu dengan Tiba2 Ibnu langsung berkuasa dan hidup mewah,Siapa juga akan mikir apa yg sudah terjadi..Lha ini malah PASRAH gitu aja,Aneh...
Qaisaa Nazarudin
Padahal diawal Agam mengenalkan Siapa Gauri ke Gino dan Devan, Perasaan ku Agam menyebut nama Tunangannya Gretta,Kok bisa berubah jadi Iriana..🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Move on Agam,Kamu juga berhak bahagia, Orang yg meninggal Roh akan nyangkut selagi orang yg dia Sayang belum mengikhlaskan dia PERGI, Jadi DIA belum bisa TENANG diatas sana..
Qaisaa Nazarudin
Aku takut aja ada yg merakam perbuatan mereka,Ia sih sekolah ini milik Gauri,tapi gak ada CONTOH YG BAIK,Apalagi Devan yang notabene nya SEORANG PENDIDIK,Tidak mencerminkan jiwa seorang pendidik,Kalah dengan Nafsu..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Devan..Devan kan sudah di peringatin juga sama tante Victoria dirumah saat dimeja makan,Kenapa dilakukan juga ckk..
Qaisaa Nazarudin
Hareudang... Akhirnya Jebol juga Gauri,Tahan nafas aku baca bab ini 🤭🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Nah akhirnya Gauri SEMBUH sendiri, Semoga Gauri gak lupa kalo Devan itu SUAMINYA ya..
Qaisaa Nazarudin
Semoga setelah mimpi ini Gauri SEMBUH ya..🤲🤲🤲 Gak sabar aku nunggu Gauri sembuh..
Qaisaa Nazarudin
kok IRINA??Bukan GRETTA ya nama kakak nya?? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Aku takut nya ntar Gauri cerita ke orang lain apa yang sudah Devan lakukan ke dia..😂😂🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Itu mah buah Terong bukan anggur ya Gauri 🤣🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Padahal aku udah takut banget kalau Keluarga Devan gak setuju dan gak restuin karena keadaan Gauri yg sakit.. Alhamdulillah ternyata diluar Ekspektasi aku..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah tdk ada DRAMA tdk restu dan memandang RENDAH dan MENGHINA Gauri dari sang kakek..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!