Indira Necelia Mahatma seorang gadis yang baik, periang dan pemberani yang bisa meluluhkan hati Andris sang ketua dan pendiri gangster Hellboy. Gangster Hellboy yang suka bertarung dan balap dengan geng lainnya termasuk dengan Logitacht yang notebenya dalah musuh terbesarnya.
Andris Matteo ketua gangster Hellboy yang disegani dan ditakuti. Dia adalah lelaki tampan yang digilai para siswi disekolah. Andris yang susah didekati dan susah meluluhkan hatinya kini menjadi kekasih Indira yang lembut terhadapnya saja.
Apa yang terjadi dalam cerita cinta mereka nantinya?
Ketika rahasia yang menyakitkan akan terungkap berlahan dan akan mengores sedikit demi sedikit hati keduanya. Tetapkah mereka akan bersama atau malah memutuskan cerita cinta mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuangTilyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Senior Horror
“Alamat mana” Tanya Andris yang sudah tiba dihalte tempat Indira biasa.
“Ha?” Jawab Indira turun dari motor. "Nggak usah senior, sampai disini saja. Nggak perlu sampai rumah." Sambung Indira
“Alamat mana, naik cepat .” Bentak Andris.
Mampuslah aku, gimana mungkin kukasih alamat rumah asliku. Tuhan bantu kali ini saja. Indira berdoa dalam hati.
Drtt Drtt Drttt..
Andris mengambil ponselnya didalam saku celananya, melihat siapa yang meneleponnya terdapat nama sang penelepon Ardi dilayar Hp. Sudah dua kali Ardi menghubunginya, biasa seperti itu ada sesuatu yang penting yang harus disampaikan. Indira yang melihat seniornya menelpon merasa sedikit legah.
“Apa!” Kasar Andris.
“Kau dimana Ris, anggota kita diserang sama anggota geng Logitcah. Karena kita tidak datang tadi, jadi mereka main keroyokan sama anggota kita yang lagi ngokrong di wartek biasa.” Jelas Ardi.
“Kau dimana?” Tanya Andris balik.
“Masih dibascem mau gerak ke warung Pak Udin. Kita jumpa disana saja, kami tunggu!” Kata Ardi dan menutup telponnya.
“Sial!” gumam Andris yang terdengar Indira.
“Senior ada apa, kenapa mukanya terlihat marah?” Indira memberanikan diri bertanya.
“Besok kasih alama.” Kata Andris dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
Sesampai Indira dirumah ia merasa lelah, entah kenapa hari ini adalah tersial bahkan membuat dirinya kesal. Indira dengan wajah yang asam membuat Nacelia yang hari ini tidak pergi kerumah sakit mendekati anaknya yang duduk disofa ruang keluarga.
“Wajah kamu kenapa dek?” Tanya Nacelia yang duduk disebelah anaknya.
Indira menoleh “ Bunda, hari ini sangat melelahkan. Bukan hari ini saja Bun, tapi akhir-akhir ini sangat melelahkan.” Adu Indira dengan wajah kesal.
Nacelia memeluk Indira dari samping membuat bahunya sebagai sandaran anaknya. “Cerita sama bunda dek, jangan pikul sendiri. Nanti kamu bisa pusing dan jadi sakit kepala sayang.” Necelia memastikan anaknya.
Indira bersandar dipundak bundanya dan kedua tangannya memeluk pinggal bundanya. “Tapi bunda janji jangan bilang abang kembar, tahu sendiri mereka berdua gimanakan bun.” Ucap Inidra.
“Kenapa abang kembar tidak boleh tahu dek, kalau mereka cemas itu karena mereka sayang sama kamu.” Ucap Nacelia sambil menaikkan alisnya.
“Janji dong bund, abang kembar jangan tahu.” Mohon Indira.
“Bunda janji, ceritakan apa yang membuat anak cewek cantik bunda bisa buat wajahnya jadi kusam begini.” Kata bunda sambil menganggukan kepala.
Indira menceritakan kejadian apa saja yang dialami, menceritakan ia sedangan dengan Delvin yang menurutnya baik sampai harus kenal dan bertanggungjawab pada senior horornya. Sikap senior horrornya yang begitu buruk dan dingin bahkan mau suka-sukanya dan berbanding terbalik dengan sikap Delvin. Bundanya hanya tersenyum mendengar cerita anak gadisnya ini.
“Senior horror siapa namanya dek?” Itu yang antar dan ajak kamu makan kemarin dan tadi juga?” Tanya Nacelia penasaran.
“Iya bund dan namanya Andris bun.” Sahut Indira.
“Itu yang dibilang abang andra.” Gumam Nacelia pelan yang sedikit terdengar Indira.
“Kenapa bun?” Tanya Indira.
“Bukan apa-apa sayang. Jadi kamu besok pulang bareng sama Andris dan kasih alamat rumah kita?” Tanya Nacelia memastikan.
“Nggaklah bun, bunda adek minta sesuatu boleh tidak? Tapi bunda jangan marah” Tanya Indira sambil menundukan kepala.
“Minta apa sayang?” Jawab Nacelia sambil mengangkat dagu anaknya.
“Belikan apartemen yang sederhana mungkin bun, biar Indira kasih alamat itu sebagai rumah dan Indira juga bisa ajak Tyas bun. Selama ini Tyas selalu bujuk adek buat ajak dia main kerumah.” Kata Indira dan diangguki Nacelia.
Nacelia sudah tahu anaknya ini masih menyembunyikan identitas aslinya. Nacelia hanya bisa mengikuti keinginan anak cewek satu-satunya, tidak mau lagi kejadian dulu terjadi dan membuat anaknya sedih dan disakiti.
Tanpa menjawab anaknya Nacelia mengambil HP dan menghubungi Louis suaminya untuk menanyakan apakah dia setuju dengan keinginan anaknya. Tanpa menolak Louis langsung menyetujui dan menyuruh Nacelia menghubungi anak kembarnya untuk mengurus semuanya karena Louis masih berada diluar kota.
“Sudah kita makan dulu dek, nanti kamu sakit perut.” Nacelia membuka suara lagi.
“Kan Indira sudah makan tadi bun sama senior horror itu.” Ingat Indira.
“Kalau gitu kamu kekamarmu, bereskan apa saja yang perlu kamu bawah. Nanti malam kita keapartemen baru mu.” Kata Nacelia sambil mengelus rambut anaknya.
Indira yang mendengar persetujuan bundanya dengan antusias menjawab “Serius bun, Indira punya apertemen baru? Tapi yang sederhanakan bun?
“Iya sesederhana mungkin sayang. Cepat sana.” Ucap Nacelia dengan senyum manisnya.
“Makasi banyak bundaku sayang. Kalau gitu adek kekamar dulu ya bund. I love you bund.” Ucap Indira sambil mencium kedua pipi bundanya.
“I love you sayang.” Balas Nacelia.
Disisi lain Andris melempar tasnya dimeja yang tersedia. Melihat sebagian anggota gengnya babak belur membuat Andris geram sendiri, mata elangnya seakan mengeluarkan cahaya tanda peperangan.
“Berapa terluka.” Tanya Andris dengan raut wajah marah.
“Empat orang Ris.” Jawab Ardi sambil berdiri disebelah Andris.
“Serang?” Tanya Andris lagi dan kali ini tangannya ingin mengantam.
“Sekitar dua puluh orang tadi bos, kami sudah melawan semampu kami tapi kami kalah jumlah bos.” Jawab salah satu anggota yang babar belur.
“Bukan kalian yang kalah, kalian menang. Kalian berobat keklinik dulu.” Ucap Andris yang melihat keempat anggotnya.
“Baik bos, kalau gitu kami cabut dulu.” Sahut salah satu anggota yang babar belur.
“Tunggu, Bayu kasih uang kas buat berobat.” Suruh Andris pada Bayu yang merupakan bendahara geng hellboy.
“Baik bro.” Bayu mengambil uang kas cadangan yang selalu dibawa sebagai cadangan kalau terjadi apa-apa.
Setelah empat orang itu pergi, Andris duduk dibangku yang tersedia dan Ardi mengikuti Andris. Sedangkan anggota yang lain hanya diam menunggu perintah dari sang ketuanya.
“Ris mereka main curang sebelum bertanding. Kita harus gimana Ris?” Ardi membuka pembicaraan.
“Diami saja, anggota mereka banyak terluka?” Tanya Andris yang mengambil ponsel.
“Kata mereka hampir semua sih terluka, untung tadi Boy nelpon kita dan sebagian bergegas kesini.” Jawab Ardi yang dianggukkan Andris.
“Bagus, yang lain harus siap siaga. Jangan lalai!” Perintah Andris yang masih sibuk dengan ponsel.
“Siap bos.” Serentak anggota hellboy.
“Bro kau ngapain natap layar ponsel sih? Nunggu gossip dari lambe, setahuku agak sorean lambe up gitu.” Joy melirik Andris yang dari dari menatap layar ponsel.
“Otak kau lambe terus. Ku ganti juga namau jadi Joamber.” Endri metoyor kepala Joy.
“Sakit anjing!” Adu Joy sambil memegang kepalanya.
Yang lain melihat tingkah Joy dan Endri yang tidak pernah akur menjadi bahan tontonan gratis mereka. Dua tikus got yang selalu jadi bahan candaan dikalah suasana lagi riutnya dan membangun suasana menjadi tawa.
Bagi pembaca yang baik hati tolong beri dukungan buat author ☺️☺️ dengan cara :
saran/komen
Like
Vote
Komen
Favorit
Vote
Bintang Lima/rate lima
Terimakasih, Salam hangat dari The Gengster Boy❣️❣️
next kk semngt💪💪
Next kk,,,semangat kk buat nulisnya