Equela Nadia leonard seorang gadis yang sangat cantik, kaya, dan bisa dikatakan sempurna dia memiliki segalanya, tetapi dia menyembuyikan nama keluarganya. karena iya memiliki alasan nya sendiri.
"jadi siapa sebenarnya kamu nad? jadi kamu mekiliki kakak? " cerocos zera sahabat nadia
seorang perempuan yang selalu tegar dan selalu menyembuyikan asal usulnya dari publik. akan kah dia bisa merahasiakan jati dirinya kepada sahabatnya?
yuk ikutin ceritanya sampai habis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EKA PUSPITASARI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ada apa dengan niko?
***jangan lupa comment, like dan vote
agar aku lebih semangat untuk update setiap hari.
*SELAMAT MEMBACA****!
kantor
Janis sudah sampai di kantornya. Dia menyuruh sekretaris mengumpulkan para pekerja di aula perusahaan. Setelah semua berkumpul di dalam aula, janis yang baru datang langsung menuju podium di depan aula.
"selamat pagi semua" sapa janis
"pagi.." jawab mereka semua
"saya disini ingin menyampaikan bahwa kalian pada hari ini hanya masuk sampai jam makan siang. Dikarenakan nanti malam ada acara perayaan perusahaan yang akan dihadiri oleh para kolega kolega besar jadi persiapkan diri kalian masing masing untuk menghadiri acara tersebut. Karena pada saat acara nanti saya akan memperkenalkan perempuan yang paling berharga bagi saya. Sekian terima kasih" ucap janis dengan nada yang dingin. Kemudian janis pergi meninggalkan mereka untuk menuju ke ruangan nya.
Didalam ruangan nya janis mengecek persiapan hotel dengan menelpon jerom yang sedang berada di lokasi. Namun seseorang mengetuk pintu janis.
"masuk" ucap janis
"maaf tuan saya mengganggu." ucap sekretaris janis yang sekarang sedang mengandung
"ada apa?" tanya janis cuek
"mungkin mulai besok saya akan cuti karena sudah mendekati hari hari persalinan. Tapi setelah 3 bulan saya akan kembali bekerja jika mr.janis memperbolehkan" ucap sekretaris
"boleh. Untuk sementara aku akan mencari pengganti mu. Aku harap kamu segera menyelesaikan cutimu. Karena aku suka dengan kerja mu. Pertahankan kerjamu yang bagus itu. Bukan seperti sekretaris ku yang lama kerjanya hanya bisa menggoda" ucap janis
"Terimakasih tuan."
"baiklah selesaikan pekerjaan mu hari ini. Aku akan mengirim bonus tambahanmu."
"sekali lagi terimakasih tuan" kemudian sekretaris janis pergi melanjutkan pekerjaan nya.
Di sekolah
Nadia sedang istirahat dengan sharen. Karena hari ini niko tidak masuk sekolah karena alasan izin bersamaan dengan zera yang sama sama izin tidak mengikuti pelajaran hari ini. Nadia biasa aja karena menganggap itu memang kebetulan tapi berbeda dengan sharen dia mengerti jika niko sedang merencanakan sesuatu.
"nad coba kamu telfon si kutub. Tanya lagi ngapain dia" ucap sharen
"oke ayo kita coba telpon" nadia menelpon niko.
Setelah beberapa saat telpon nadia akhirnya diangkat oleh niko.
"halo ada apa nad?" tanya niko di sebrang telpon
"apa aku mengganggu nik?" tanya nadia
"nggak kok nad. Ada apa? " tanya niko lagi
"gak papa cuma mau tanya aja. Kenapa kamu nggak masuk hari ini?" tanya nadia
"nikoooo" suara seseorang disebrang sana yang terdengar di telingah nadia
"kamu sama perempuan niko?" tanya nadia
"udah ya. Aku tutup dulu bye" tiba tiba sambungan telepon dimatikan secara sepihak. Nadia terlihat berfikir. Karena sepertinya dia mengenali suara perempuan tersebut.
"Lara" gumam nadia
"kenapa dengan nenek lampir lara?" tanya sharen
"dia sedang bersama niko" ucap nadia yang membuat sharen mengerutkan dahinya
"salah dengar mungkin"
"iya mungkin. Soalnya niko benci banget sama lara. Karena dia juga ikutan buli aku waktu itu" ujar nadia
"lebih baik kita berfikir yang positif aja. Mungkin kamu halu nad" kata sharen
"iya mungkin" jawab nadia
Di lain sisi niko sedang memarahi lara yang sudah hampir membuat nya ketahuan oleh nadia.
"kamu cinta kan sama aku?" tanya niko
"aku cinta sama kamu" ucap lara
"makanya kamu jangan berani berani ingin membongkar hubungan kita ini. Kamu mau kita udahan" tanya niko
"aku nggak mau niko" rengek lara
"maka dari itu kamu nurut" bentak niko
"aku cemburu"
"tidak usah cemburu. Dia cuma teman ku" ucap niko
"baiklah" kemudian lara melangkah ke arah ranjang yang disana sudah ada niko.
"tenanglah aku akan tanggung jawab dengan semuanya" rayuan niko meluluhkan hati lara. Dia memberikan segalanya kepada niko tanpa memikirkan jangka panjangnya. Niko tersenyum devil kemudian mereka melakukannya di kamar apartemen tersebut.
ADEGAN NYA DI SKIP...
Nadia pulang dari sekolah dan langsung disambut oleh janis yang sudah menunggu nya di teras masion. Nadia langsung berlari memeluk sang kakak.
"kak. Aku kangen" ucap nadia manja
"kamu kok tumben manja ke kakak" kata janis
"nggak boleh ya?" tanya nadia
"sini peluk kak xander aja princes" ucap xander kemudian mendekat ke arah nadia. Nadia pun langsung memeluk xander membuat janis ingin marah melihat nya.
"lepaskan" ucap janis yang tidak digubris nadia dan xander
"kakak bilang lepas nadia" dengan nada yang marah janis menarik nadia dalam pelukan nya. Xander yang Mengetahui kakak nya marah hanya bisa geleng geleng kepala.
"posessive banget jadi orang" ucap xander langsung pergi meninggalkan nadia dan janis di teras.
"kak jangan gitu nanti jak xander curiga" ucap nadia sambil menatap janis
"lebih cepat dia tau itu lebih baik" ujar janis kemudian mengecup dahi nadia.
"makanlah lalu istirahat lah. Nanti sore akan ada pegawai salon yang akan membantu mu bersiap" ujar janis.
"aku tidur dulu aja. Tadi udah makan siang sama sharen"
"tidurlah nad" printah janis yang diangguki oleh nadia. Nadia masuk ke dalam kamarnya lalu mandi setelah itu dia tidur untuk mengisi energi nya.
Sore hari nadia di bangunkan oleh janis yang menyuruh nya langsung mandi. Karena para perias yang dipanggil janis akan segera datang untuk mendandani nadia.
"nad bangun" ujar janis sambil menciumi seluruh wajah nadia
"kakak jorok" kata nadia saat dia sudah bangun
"kakak gemas aja saat kamu nggak mau bangun bangun" kata janis
"tapi nggak gitu juga ini banyak air liur kakak" protes nadia
"maaf. Yaudah kamu segera mandi. Sebentar lagi mereka akan datang untuk membantu mu bersiap"
"iya kak" dengan malas nadia berjalan ke kamar mandi.
Setelah berendam selama setengah jam nadia akhirnya menyelesaikan ritual mandinya. Setelah mandi nadia menemukan sudah ada 3 orang yang akan membantu nya bersiap ke acara kakaknya nanti.
"kamu cantik sekali" ucap salah satu dari mereka
"terima kasih " ujar nadia
"oke sekarang ayo kita mulai"
Kemudian mereka mendandani nadia ng membantu merapikan rambutnya. Nadia menggunakan dres hitam yang dibelinya kemarin. Rambutnya yang luris diubah menjadi sedikit bergelombang. Dengan sedikit polesan di wajah membuat nadia seperti Boneka barbie.
"selesai, aku yakin kamu pasti yang tercantik" ujar perias nya yang hanya ditanggapi nadia dengan senyuman nya.
Nadia melihat jam dikamarnya sudah pukul tujuh tapi janis dan xander belum menjemput nya. Padahal acaranya dimulai pukul tujuh.
"apa aku di tinggal sama mereka" batin nadia
Kemudian nadia berjalan keluar kamar untuk mencari keberadaan kedua kakaknya. Dikamar janis maupun xander mereka tidak ada.
"kau tau janis dan xander?" tanya nadia pada seorang pelayan
"tuan janis berada di ruang tamu nona. Kalo tuan xander saya kurang tau" setelah mendengar jawaban pelayan tersebut nadia segera turun dan benar dia melihat janis yang sedang memandanginya dengan rasa kagum.
"kamu cantik sekali sayang" ucapnya
"terima kasih kak. Xander dimana?" tanya nadia
"xander sudah pergi duluan karena dia tau kamu bakal telat" ucapnya
"hehehe" tawa nadia.
Kemudian janis mengajak nadia menaiki mobil sport terbarunya setelah itu mereka berangkat menuju tempat perayaan perusahaan janis.
Maaf jika typo bertebaran.
tunggu part selanjutnya ya...