(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.
kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.
Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 18 - Tinggal Bersama
Setelah menempuh perjalanan satu jam lebih akhirnya mobil Gian berhenti tepat di halaman masion nya.
Lantas David pun membukakan pintu untuk Tuannya lalu membawa kursi roda di bagasi sedangkan Gian menggendong Hilya untuk didudukkan dikursi roda.
Setelah duduk Hilya pun terbelalak melihat masion yang indah dan megah itu, sungguh baru rasanya ia sedang berada istana saat ini, ya wajar saja CEO dari perusahaan nomor satu itu mempunyai kediaman sebesar istana menurutnya.
David pun mendorong kursi roda Hilya, sedangkan Gian memimpin jalan di depan. Saat didepan pintu pelayan pelayan pun membukakan pintu untuk mereka sambil menundukkan kepalanya.
Mereka pun masuk kedalam masion, Hilya pun melihat lihat setiap sudut ruangan sungguh benar benar istana yang nyata bukan hanya di negeri dongeng saja.
Mereka pun menuju lift yang ada di sana dan menekan angka 2, tak lama lift pun terbuka mereka langsung memasuki ruangan yang tak lain adalah kamar.
"Ini kamarmu dan nanti akan ada perawat yang akan mengurusi semua kebutuhanmu" Ucap Gian sambil menatap wajah manis Hilya.
"Ini kamar yang akan aku tempati? Ini besar sekali. Lalu dimana kamar Bapak?" Tanya lihat yang menonggakkan wajahnya menatap Gian.
"Kamarmu ada di sebelah kamarku, nanti sesekali aku akan ke kamarmu untuk melihat kondisimu. Sekarang kau boleh istirahat aku akan kekantor mungkin sore baru pulang" Lalu Gian dan David pun keluar dari kamar Hilya, setelah keluar datanglah seorang perawat perempuan sekitar umur 30 tahunan.
"Selamat pagi Nona, perkenalkan nama saya Nurul, anda bisa memanggil saya Nurul saja. Disini saya yang akan menjaga dan mengurusi semua kebutuhan Nona" Ucap Nurul sambil menundukkan kepalanya.
"Oh... Baiklah tolong bantu aku naik ke atas ranjang" Nurul pun membantu Hilya naik keatas ranjang.
•
•
•
•
Didapur
"Bi... Gadis yang dibawa tuan ke masion itu siapa?" Tanya salah satu pelayan yang berusia 20 an, dia adalah Rika pelayan genit dan centil yang selalu caper pada Gian.
"Kayak sih gadis yang ditabrak oleh Tuan waktu itu" Jawab Bi Ela pada Rika
"Kok dibawa ke masion sini sih? Emang gak ada yang ngurus gitu?" Tanya Rika yang memasang wajah kesalnya.
"Gak tau juga Rik, tapi gadis itu cantik lagi" Ucap Bi Ela yang sedang mencuci piring di wastafel.
"Ih.. Apaan sih Bi, cantikan juga Rika" Ucap Rika sambil menghempas hempaskan rambutnya.
"Udah udah....Sana kerja lagian ngapain juga kamu kepo sama kehidupan Tuan? nanti kalau kita ketahuan ngobrol. bisa dipecat kita"
"Iya iya" Rika pun berlalu mengerjakan tugasnya sebagai pelayan.
•
•
•
•
Didalam mobil
"Maaf Tuan apa boleh saya bertanya?" Tanya David sambil melihat kearah kaca mobil.
"Hmm"
"Apa Nona Hilya mempunyai kekasih?" Tanya David yang masih menatap Gian.
"Kenapa kau tanya hal seperti itu?" Tanya Gian memicingkan matanya pada David.
"Saya hanya khawatir jika Nona Hilya memiliki kekasih saat tinggal di masion Tuan akan terjadi sesuatu yang tidak inginkan" Jelas David
"Dia tidak memiliki kekasih bahkan dia tidak pernah memiliki kekasih"
"Dari mana Tuan tau hal itu?"
"Dia yang menceritakan sendiri kepadaku saat dirumah sakit, dia bilang dia tidak percaya pada lelaki karna dia yakin para lelaki hanya menginginkan tubuhnya" Jelas Gian menceritakan panjang lebar.
Seketika david pun tertawa mendengarnya.
"Hahahahaha..... Tapi saya akui memang body nya bagus tuan" Ucap David yang langsung mendapat pelototan dari Gian.
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe