"Apa..tidak..ini tidak mungkin..tidaaaakkkkk.!!!"
Hari yang harus bahagia menjadi sumur kesedihan untuk seorang Wanda Charles.!
Di mana sang calon suami harus mengalami kecelakaan fatal di hari pernikahan nya.!
Di hari yang sama pun ia harus di hadapkan dengan kenyataan muncul nya pria pengantin untuk mengantikan posisi calon suami.!
Mampukah Wanda melewati dan hitup bahagia.?
Ataukah penderita seluas samudra yang akan ia rasa..??
Yuk simak isi novel berjudul AIR MATA DARAH
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black Moon017, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18 AMD
Wanda tertidur lelap setelah Robbin menyuntikan obat pada tubuh Wanda yang terluka.
Matthew Sayersz yang masih berada dalam kamar memandang wajah teduh Wanda yang terlelap setelah sebelumnya berganti pakaian.
Derr!..derrr!,getar ponsel Matthew dalam saku celana bahan yang ia pakai.
Mengalihkan pandangannya Matthew pada wajah nyonya mudanya.
Melihat nama dan nomor yang ia kenal,dengan segera mengangkat telpon dari pria dinggin tak berperasaan.
"Hallo tuan!"sapa Matthew cepat.
"Cepat kemari dan bawa pelac*r ini keluar!"jawab Nolan marah dengan suara bentakan terdengar di seberang.
Kerutang tercetak jelas pada kening matthew padahal baru beberapa saat yang lalu nolan meminta di kirimkan gadis penghibur sekarang malah meminta untuk di bawa pergi lagi.
'Dasar plin-plan!'grutu benak matthew kesal akan sikap nolan.
******
Di sebuah tempat hiburan malam dengan lampu kelap-kelip dan suara musik yang keras di mana para wanita berpakaian minim menarih tampa risih memperlihatkan kemolekan tubuh mereka seakan hal tersebut sudah biasa.
Berto tampak diam sembari mengisap minuman beralkohol dengan tampang suram.
"Kenapa harus pria lain lagi yang memiliki mu....Wanda!"ucap berto kesal.
Padahal ia sudah senang alex di buat meninggal oleh musuhnya, membuat berto memiliki niat mengantikan posisi alex akan tetapi ia kalah start lagi kali ini.
Mengingat di mana nolan meminta wanda untuk menjadi istrinya dengan imbalan sebuah investasi besar pada perusahaan antonius yang terancap bangkrut, mengingat hal tersebut Tampa sadar berto meremas gelas kecil beralkohol hingga pecah mengejutkan barista di dalam meja bundar.
"Tuan! tangan ada berdarah!"ucap barista panik melihat tangan pelanggannya terluka.
Sedangkan pemilik tangan hanya terdiam menikmati luka akan kehilangan puja,a hati yang ia damba.
"Berikan obatnya!,biar aku yang obati!"seru gadis di sampingnya berto.yang mengeluarkan tisu untuk menekan luka pada tangan berto.
"Kalau kau punya masalah! Jangan sakiti diri sendiri karna masalah mu!"ucap si gadis berambut panjang dengan pakaian minimnya sembari membersihkan darah pada tangan besar berto.
Seakan tuli berto tampak tak menghiraukan gadis yang tengah mengobati luka pada tangan kirinya.
"Sudah!"ujar gadis yang bernama lila, setelah selesai mengobati luka pada tangan berto.
"Perkenalkan nama ku lilani kau bisa memanggilku lila!"ujar Lila sembari mengulurkan tangannya di samping berto yang masih sibuk minum dengan tanganya yang lain.
Merasa tak mendapat respon dari berto,Lila merasa canggu karna ini kali pertamanya ia di abaikan oleh seorang pria.
Melihat penampilan berto dari ujung kaki sampai kepala Lila dapat menebak bahwa berto adalah seorang eksekutif mudah berduit.
Tapi tak habis akal Lila kembali mengeluarkan jurus jitunya menggait calon mangsa barunya,dengan menjatuhkan sendok kecil di sisi berto! dengan sengaja menunduk memperlihatkan belahan besar menggoda miliknya dengan bangga.
Berto yang sadar akan betapa murahnya wanita di samping nya pun hanya tersenyum sinis melihat trik Lila agar dirinya tergiur.
Lila yang merasa pria di sampingnya tak tergiur dengan belahan besarnya pun tampak kesal tapi dengan cepat ia menormalkan mimik wajahnya menjadi tenang dan kembali ketempat duduknya.
'Setenang tenang nya air pasti akan keruh juga'benak Lila sembari sesekali melirik Berto di sampingnya.
.
.
.
Beberapa menit berlalu,Berto masih sibuk dengan kegiatan minumnya! Tampa mau mengucapkan kata terimakasih sebelumnya kepada Lila yang telah mengobati luka pada tangan kirinya.
Sedangkan Lila masih sibuk mengamati sekeliling terlebih Berto!.
'Jika aku berhasil membawanya dan membuat dia meniduri ku!,berapa banyak uang yang akan aku dapat!?'
'100,200 atau 300 juta!! aaa senangnya aku bisa istirahat sejenak, kalau punya uang sebanyak itu!!'benak girang Lila membayangkan tumpukan uang.
Membuat ia tersenyum sendiri di tengah keramaian.
"Tuan sebaiknya anda berhenti minum!!"ucap pramusaji menyadari Berto yang sudah menghabiskan satu botol alkohol berkadar tinggi.
Mendengar ucapannya pria di depan mereka menggalihkan lamunan Lila ia tampak tersenyum senang akan umpanya yang sebentar lagi ia dapat.
"Aku tidak mabuk!"jawab Berto menyadari kekhawatiran pria di depannya.
"Apa anda datang sendiri atau bersama teman?"tanya pria di depannya.merasa Berto akan mabuk nantinya jika berkendara sendiri.
"Jangan cerewet!!"jawab Berto merasa tergangu dengan pria di depannya.
'Aku sudah salah bertanya pada orang tak waras!, bukannya yang datang kemari adalah orang orang yang tak waras?!'lirih benak pria tersebut.