terus dukung cerita ini dengan like dan komen jika kalian suka. agar cerita tidak mangkrak tengah jalan
"Mas Kenzo! Pocongnya kabur lagi!" teriak Srini sambil ngemil ceker ayam._
"Bukan waktunya makan, sri! Itu pocong bawa kabur anak kepala desa!"
Kenzo, dukun muda nyeleneh dan Srini, kuntilanak centil juga narsis , harus menghadapi Gerombolan pocong pemburu nyawa,Pengkhianatan makhluk gaib yang mereka percaya ,Rahasia mengerikan di balik kematian orang tua Kenzo.
misteri apa yang terjadi mengapa bisa ribuan pocong mengepung sebuah desa dan mengapa orang tua Kenzo bisa mati secara misterius. temukan jawabannya di buku ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the last shadow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-
Di depan gubuk reyotnya, Kenzo duduk di dipan kayu sambil memandangi langit yang mulai gelap. Pikirannya penuh dengan berbagai hal yang baru ia ketahui. Mulai dari kenyataan bahwa dirinya masih terlalu lemah hingga fakta kalau ada bangsa jin yang mengincarnya.
Seharusnya setelah pertapaan, dia bisa tenang. Tapi nyatanya, kepalanya makin penuh.
Di sebelahnya, Srini duduk sambil nyemilin sesuatu yang tampaknya bukan makanan manusia. Kuntilanak centil itu dari tadi ngoceh panjang lebar, tapi Kenzo cuma diam.
"Eh, Mas, dengerin nggak sih!?" Srini mendelik kesal.
Kenzo masih melamun. Matanya kosong, pikirannya jauh.
Srini manyun, lalu mendekatkan wajahnya ke depan Kenzo. "Mas, aku ngomong nih!"
Tetap nggak ada reaksi.
Srini mulai kesal. Tanpa pikir panjang, dia langsung mencubit perut Kenzo dengan tangan dinginnya.
"AWW! Apa-apaan sih!?" Kenzo tersentak, langsung mundur sambil mengusap perutnya.
Srini nyengir puas. "Hah, akhirnya sadar juga. Dari tadi aku ngomong panjang lebar, kamu malah nge-blank!"
Kenzo menghela napas, lalu menatap Srini dengan serius. "Maaf, aku lagi mikirin sesuatu."
Srini menyilangkan tangan. "Mikirin apaan sih?"
Kenzo menatap langit sejenak sebelum menjawab, "Aku baru sadar kalau aku masih terlalu lemah. Orang-orang bilang aku dukun sakti se-jawa, tapi nyatanya aku hampir mati lawan pocong itu. Aku nggak bisa terus begini. Kalau aku nggak jadi lebih kuat, aku bakal kehilangan segalanya lagi."
Srini terdiam sebentar, lalu mendengus. "Yaelah, Mas! Jangan sok-sok merasa jadi pahlawan anime gitu deh."
Kenzo melirik Srini dengan bingung. "Maksudmu?"
Srini bersandar santai di tiang gubuk. "Denger ya, Mas. Mas itu nggak sendirian. Masih ada aku, Maya, Gawandra, dan yang lain-lain. Kita ini keluarga, ngerti nggak? Jadi, berhenti mikir semua masalah sendirian seakan-akan cuma Mas yang harus nanggung beban dunia!"
Kenzo tercenung. Kata-kata Srini barusan entah kenapa langsung menusuk ke hatinya.
Srini melanjutkan dengan nada lebih lembut, "Kita udah susah senang bareng, Mas. Kalau ada masalah, ya kita hadapi sama-sama. Bukannya malah diem di teras sambil merenung kayak tokoh utama novel sebelah."
Kenzo tertawa kecil. "Aku nggak nyangka kamu bisa ngomong sebijak ini."
Srini langsung manyun. "Ihh, Mas, jangan puji gitu dong! Jadi malu, tau!"
Kenzo tersenyum tipis, lalu bangkit berdiri. "Oke. Aku nggak bakal diem aja. Aku harus jadi lebih kuat. Kita mulai dari mana?"
Srini tiba-tiba tersenyum lebar. "Latih tanding!"
Kenzo menaikkan sebelah alis. "Maksudnya?"
"Kamu lawan kita rame-rame. Biar ilmunya kepake, nggak sekadar teori doang," jelas Srini semangat.
Kenzo tampak berpikir, lalu mengangguk. "Masuk akal. Oke, kita latihan di alam gaib."
Srini langsung berdiri tegap dan hormat seperti tentara. "Siap, Mas! Aku panggil anak-anak dulu!"
Beberapa saat kemudian, di alam gaib sekitar gubuk Kenzo...
Hamparan rumput luas membentang, berwarna kuning kecoklatan. Langitnya abu-abu pekat dengan kabut yang mengambang rendah, memberi kesan suram namun juga misterius. Angin bertiup sepoi-sepoi, menggoyangkan rambut Kenzo yang berdiri di tengah lapangan itu dengan tenang.
Di hadapannya, puluhan makhluk gaib sudah berkumpul. Ada Srini, Maya si pocong cantik, Gawandra si gendruwo besar, dan banyak lagi prewangannya yang lain. Mereka semua berdiri dalam posisi siap bertarung.
Srini melangkah ke depan dan mengangkat tangan. "Oke semuanya! Maju serang Mas Kenzo rame-rame!"
"HAH!? SERIUSAN!?" Kenzo melotot.
"YA IYALAH!" Srini tertawa puas.
Tanpa aba-aba, semua prewangan langsung menyerbu Kenzo dari berbagai arah.
"WOY, INI NGGAK ADIL!!" Kenzo buru-buru mencabut tangannya dari kantong hoodie-nya.
Srini hanya terkekeh. "Siapa suruh setuju!?"
Pertarungan pun dimulai.
feed back la yaa😍