NovelToon NovelToon
Gadis Cantik Milik Psikopat

Gadis Cantik Milik Psikopat

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eti Rani

seorang gadis cantik yaang bernama Zaleta Zee yang tak sengaja bertemu dengan psikopat kejam bernama El Beethoven.Bagaimana kisah Meraka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eti Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

jangan berbohong

"Gimana perasaan Lo?" tanya Lucy dengan penasaran.

"Ini plot twist banget deh," jawab Zee dengan nada yang terkejut. "Tapi gue juga takut tentang El, dan gak hanya itu, gue juga takut Angel dan yang lain bakal bully gue," tambah Zee dengan nada yang khawatir.

Lucy mengangguk dan memeluk Zee. "Jangan khawatir, Zee. Gue akan selalu ada untuk Lo kok. Dan kak Ken juga akan ngelindungin Lo, kan?" kata Lucy dengan nada yang meyakinkan.

**********************************************

"Rencana pertama gue udah berhasil," kata seseorang dengan nada yang puas.

"Rencana selanjutnya apa?" tanya suara lain.

"Rencana selanjutnya membuat hidup El hancur karena semua kebahagiaan gue direnggut oleh El," ucap seseorang dengan mengepalkan tangannya penuh amarah.

Suara itu terdengar familiar, tapi tidak jelas siapa orangnya. Tapi satu hal yang pasti, orang itu memiliki dendam yang sangat besar terhadap El.

"Dan akan gue pastikan, hari kehancuran El akan terjadi," ucap seseorang dengan nada yang dingin dan penuh dendam.

Suara itu terdengar sangat menakutkan, dan terasa seperti ancaman yang sangat serius. Orang itu sepertinya sangat yakin bahwa rencananya akan berhasil, dan El akan mengalami kehancuran yang sangat besar.

**********************************************

El, Sky, dan Rey masuk ke dalam perpustakaan, mereka tengah mencari Zee.

"Zee, iku gue!" ucap El dengan nada yang agak keras.

Zee yang sedang membaca buku di meja, menoleh ke arah El dan yang lain. "Mau ngapain, Kak?" tanya Zee dengan nada yang santai.

El mendekati Zee dengan langkah yang cepat. "Gak usah banyak tanya," kata El dengan nada yang tidak enak.

El melihat ada sebuah buket bunga dan kalung yang ada di leher Zee. Matanya langsung terfokus pada kalung itu, dan dia bisa merasakan ada sesuatu yang tidak beres.

El berpikir bahwa ini pasti pemberian seorang lelaki. Dia bisa merasakan ada perasaan cemburu yang tumbuh di dalam hatinya. "Siapa yang memberikan ini?" tanya El dengan nada yang tidak enak, sambil menunjuk kalung di leher Zee.

"Aa...ku membelinya," ucap Zee berbohong, mencoba untuk menyembunyikan kebenaran.

Tapi El tidak percaya. Dia bisa melihat kebohongan di mata Zee. "Jangan berbohong padaku! Siapa yang memberikanmu kalung ini?" tanya El dengan nada yang keras dan marah, sambil menatap Zee dengan mata yang tajam.

Lucy memberanikan diri untuk berbicara, "Apa urusannya denganmu jika Zee memakai kalung ini?" ucap Lucy lantang, menantang El.

Tapi Rey langsung mengintervensi, "Hei, nona, turunkan nada bicaramu pada El," ucap Rey dengan nada yang tidak enak.

Lucy tidak gentar, "Jangan memarahi teman ku, Lucy," ucap Zee, menatap Rey dengan mata yang tajam, membela Lucy.

"Jawab aku, Zee!" kata El dengan nada yang keras dan marah.

"Bukankah aku sudah menjawabnya, jika aku membelinya?" jawab Zee dengan nada yang tidak yakin.

"Kau masih berbohong, disaat semua bukti sudah ada," kata El dengan nada yang dingin dan menakutkan. Zee merasa takut, dia tahu bahwa El sudah mengetahui kebenaran.

"Jawab, Zee!" kata El dengan nada yang keras dan marah.

Tapi Lucy tidak mau diam, "Kenapa kau selalu mengganggu hidup Zee? Zee lelah, dia tertekan jika selalu berada di sampingmu. Apa kau mengerti?" ucap Lucy dengan nada yang kesal dan tidak habis pikir.

"Hey, nona, jangan ikut campur!" ucap Rey menegurnya lagi, mencoba untuk menghentikan Lucy dari bicara.

Tapi Lucy tidak mau mundur, "Aku tidak akan diam, Rey! Kau tidak tahu apa yang Zee rasakan!" kata Lucy dengan nada yang teguh.

Zee meneteskan air mata, dia merasa lelah dan frustasi jika bertemu dengan El. "Zee," ucapan El lemah lembut, dia berusaha mendekat dan ingin memeluk Zee.

Tapi Zee tidak mau, "Jangan mendekat! Kau sudah membuat hidupku sangat berantakan. Apa sekarang kau bahagia melihatku seperti ini?" Zee mengeluarkan semua beban pikiran yang mengganggunya, dia tidak bisa menahan lagi perasaannya yang terluka.

"Apa kau tahu, El? Kau sudah membuatku merasa tidak berharga, tidak dicintai, dan tidak dihargai. Kau hanya memikirkan dirimu sendiri, tidak peduli dengan perasaanku," kata Zee dengan air mata yang terus mengalir.

1
Juna Dong
luar biasa
falea sezi
cinta kok kasar aneh
Rani: biasa jangan terlalu di ambil hati
total 1 replies
Rani
bantu author donk kasih like komen dan vote ya
Armin Arlert
Jempol tinggi!
Alexo. ID
terharu banget pas adegan romantisnya, ini the best story ever ❤️
Rani: thank you 😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!