seorang gadis rambutnya dikuncir cepol, memakai kaca mata tebalnya. gadis itu bernama melati atmaja, gadis berusia 25 tahun seorang desainer yang memiliki butik cukup ternama di jakarta. gadis itu adalah putri dari pasangan agung atmaja dan dahlia atmaja..
suatu hari gadis itu terpaksa harus menerima perjodohan yang telah di atur keluarganya untuk menggantikan sang kakak.
jadi bagai mana perasaanmu ketika kamu di jodohkan dengan laki-laki yang sedari dulu menjadi musuhmu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aprilia frahesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
malam itu seusai mereka lelah bermain, varo mengajak melati diner romantis di pinggir pantai.
"ini indah sekali varo. ini semua kamu yang siapkan.?"
"tentu saja tidak, aku menyuruh penjaga resort untuk menyiapkannya."
"terimakasih banyak varo, aku sangat senang sekali"
"sama-sama sayang. sudah ya berterimakasihnya, dari siang tadi kamu selalu saja berterimakasih kepadaku"
"habisnya aku senang sekali varo"
"yasudah ayo kembali ke kamar. ini sudah larut malam, dan lagi pula udaranya dingin sekali, aku takut kalau kamu masuk angin" melati menganggukan kepalanya dan mengikuti varo kembali ke dalam kamar.
setelah membersihkan diri, mereka memutuskan untuk menonton film.
"varo aku bosan.!"
"terus kamu mau apa yank"
"entahlah" melati berjalan ke arah balkon dan di ikuti oleh varo
"varo lihatlah bintangnya banyak sekali, ini sangat indah"
"iya itu sangat indah, tapi akan tetap kalah indah dengan dirimu"
"apaan sih gombal"
"aku serius yank"
"terserah kamu saja lah. apa kamu mau ku buatkan kopi.?"
"boleh"
melati lantas masuk kedalam dia membuatkan satu cangkir kopi kesukaan suaminya.
"ini kopinya"
varo mulai menyesap kopi buatan melati sedikit demi sedikit, sedangkan melati tengah sibuk dengan ponselnya.
tingg.... tingg
ponsel milik melati bergetar menandakan sebuah pesan masuk.
sarah:
jangan lupa gunakan gaun tidur pemberianku ya mel, lekas buatkan aku keponakan yang lucu 😘
melati melangkah masuk meninggalkan varo seorang diri.
"apa aku harus menggunakan gaun tidur ini" gumam melati sambil memegangi lingerie pemberian sarah dan liyla untuknya. namun akhirnya melati mengganti pakaiannya dengan lingerie itu.
"ini terlalu seksi" gumam melati sambil memperhatikan dirinya di cermin.
"apa kamu sengaja menggodaku.?" ucap varo yang baru saja masuk, dia dengan susah payah menelan salivanya.
"tidak siapa yang menggodamu.!"
"lalu kenapa kamu menggunakan pakaian ini"
"sarah dan liyla telah membelikannya untukku, kalau tidak di pakaikan mubadzir varo"
*"astaga kenapa dia polos sekali"* gumam varo dalam hati.
tanpa basa-basi varo membimbing melati ke atas tempat tidur, dan segera varo menindih tubuh istrinya, dengan lembut varo mengecup bibir melati, lembut dan mendamba. setelah cukup lama saling mengecup varo berpindah ke leher jenjang melati, memberikan beberapa tanda kepemilikan dileher mulus istrinya.
hingga membuat melati mengeluarkan desaha-desahan kecil, hingga membuat varo ingin melakukan lebih dari pada itu. tetapi saat varo bersiap akan menyingkap lingerlie yang melati kenakan, entah mengapa melati mendorongnya, dan melati berlari kedalam kamar mandi sambil menangis dan terlihat ketakutan.
tokk..... tokk.... tokk
"yank buka pintunya, kamu kenapa sih"
sedangkan melati menangis sejadi-jadinya di dalam kamar mandi, entah mengapa ia teringat kejadian dulu yang membuatnya truma hingga sekarang.
"yank buka pintunya, jangan membuat aku cemas.!" tak henti-hentinya varo mengajak melati bicara namun di dalam sana melati tetap saja bungkam.
"kamu buka sendiri pintunya atau aku yang akan buka paksa pintu ini" ucap varo penuh penekanan. "aku hitung sampai tiga, kalau pintunya tidak kamu buka, maka dengan terpaksa aku akan mendobraknya. satu, dua, ti....."
belum sempat varo menyelesaikan hitungannya, melati telah keluar dari dalam kamar mandi.
"yank kamu kenapa.?"
"jangan menyentuhku" ucap melati ketika varo hendak meraih tangannya.
"memangnya kenapa yank.? apa aku ada salah sama kamu.? kalau kamu belum siap melakukannya aku tidak apa yank, aku akan melakukannya ketika kamu memberiku izin yank. kamu bilang dong aku salah apa.? jangan mendiamkanku seperti ini"
namun melati tetap saja bungkam, dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang, bahkan ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
kata "itu" mestinya digunakan sbg petunjuk bhw keadaan/kondisi yg digambar oleh kalimat dimaksud terjadinya sdh lewat(bentuk lampau...)🙏